Dendam Cucu Mafia

Dendam Cucu Mafia
10.Pengkhianatan


__ADS_3

Sa-tu bulan kemudian,Ezra sudah sebulan penuh tinggal bersama dengan Candra,tapi belum mendapatkan informasi apapun mengenai Mr.D.


Zico telah berusaha untuk mendapatkan keberadaan Ezra,namun sangat sulit bagi Zico untuk melacak posisi Ezra karena ia tinggal bersama dengan Candra.


Tidak ada seorang pun yang dapat melacak posisi Candra kecuali Mr.D Ayah angkat Candra.


Ezra pagi-pagi sekali telah berpamitan kepada Candra,untuk menemui seseorang yang tahu keberadaan Mr.D,namun ia tidak pernah menceritakan hal itu kepada Candra.Pria ini tidak perlu khawatir dengan Ezra,karena di ponsel nya telah di pasang pelacak.


Kriing..kriing..


Ponsel milik Candra yang ia letakkan di atas meja berdering dua kali,seseorang menelponnya.


"Hallo!" Candra meletakan ponsel di kuping nya setelah menekan tombol terhubung.


"Bos,seseorang telah menyerang markas Kita,semua obat - obatan rusak,dan beberapa pekerja mati di tempat!"Ucap bawahan Candra.


"Angga Kita bertemu di Hyde Park Penthouse,Aku segera kesana !"Jawab Candra dalam keadaan panik,ia segera mengambil baju dan juga ponsel nya lalu,menelpon seseorang untuk menjemputnya.


Sampai di depan pagar,sudah ada mobil yang menunggu nya,Candra segera naik ke dalam mobil tersebut.


Dua jam berlalu,Candra akhirnya sampai di Hyde Park,Penthouse tersembunyi nya,tempat ini hanya bawahannya saja yang tahu.


Candra telah menabung beberapa tahun hanya untuk membeli tempat ini,karena suatu saat ia ingin keluar dari pekerjaan yang membuat Dia dalam masalah.


Setelah mengantar Candra,orang tersebut segera pergi meninggalkan Candra di depan pintu gerbang.


Candra menekan remote control yang ada di tangannya,lalu dengan sendiri pagar tersebut terbuka,di dalam nya sudah ada e-nam pengawal yang berdiri,disaat Candra melangkah masuk,Mereka segera menundukkan kepala nya.


Candra menaiki Golf Cart,untuk mencapai pintu utama,ia akan lama jika harus berjalan dengan kaki,Golf Cart terparkir dengan rapi di sebelah pintu gerbang,terdapat li-ma Golf Cart disana.


Di depan pintu sudah ada dua pengawal yang berjaga,melihat Candra datang Mereka serentak menundukkan kepalanya.


Candra segera masuk ke dalam,terdapat pelayan yang sudah menunggu Candra di depan pintu,dan membantu Pria ini melepaskan jas nya,Candra segera naik ke lantai atas dan masuk kedalam lorong menuju ruang utama miliknya.


Pintu otomatis terbuka saat Pengawal di depan pintu menekan tombol,Candra segera masuk kedalam.


"Sial !"Umpat nya,saat sudah berada didalam ruangan tersebut,Angga bangkit dari duduk nya,menghampiri Candra,dan menundukkan kepala nya.


Candra meraih botol wine yang ada di rak minuman dan mengambil gelas kecil,Angga membantu menuangkan minuman tersebut ke dalam gelas milik Candra.

__ADS_1


Prang ..!


Gelas itu pecah mengenai lantai,Angga masih mematung di sebelah Candra.


"Apa Kau sudah lupa tujuan Kita !" Tanya Candra kepada Angga,dengan pandangan yang masih menunduk,Angga tidak berani menjawab nya.


"Jawab !"Teriak Candra kepada Angga.


"Bos,Kita tidak dapat melacak penyerangan itu,sehingga Aku lengah !" Jawab Angga menundukkan kepala nya.


"Seseorang menargetkan Kita!"Candra melirik kearah Angga yang berdiri di sebelah nya.


"Apa Kau sudah lupa karena pakaian mewah dan jabatan eksekutif Mu?Kau punya peran penting disini!" Sambung Candra lagi,berjalan kearah dinding kaca.


"Maaf Bos !" Angga masih menundukan kepala nya tidak berani menatap Candra.


"Cari tau,dari mana Dia mendapatkan informasi ini!" Ucap Candra tidak berbalik menatap Angga.


"Baik,Bos !"


Angga segera pergi dengan di ikuti dua orang pengawal di belakang nya,sementara Candra beranjak dari tempat nya dan duduk di kursi meja kerja Dia.


Jaringan ini sulit untuk di lacak,atau menerobos masuk ke dalam sistemnya,hanya dapat menampilkan bagian luar nya saja.


Candra segera mengakses akun nya,agar dapat mencari informasi mengenai pulau Elang.


Semua informasi yang masih bisa di tampilkan di terima oleh Candra,Pulau Elang adalah kelompok mafia yang di pimpin oleh Abian,tapi saat ini telah di alihkan kepada Anak nya.


Candra tidak dapat melihat penerus mafia pulau Elang,membuat Candra kesal.


Brak !


Candra mengebrak meja,lantaran tidak dapat melihat profil penerus dari pulau Elang.


Candra sudah mengetahui Abian,bahkan sudah mengenal nya melalui foto yang di kirim oleh Mr.D,namun Candra tidak dapat menemukan keberadaan Abian di Negara ini,menurut informasi dari Ayah angkat nya,Abian telah lama meninggalkan Negara E.


"Sial !"Candra menatap layar komputer dengan begitu kesal "Sudah 20 tahun ini masih belum bisa melacak keberadaan keparat itu!"Maki Candra kepada Abian.


"Aku harus tau keberadaan nya,sebelum pulau Elang mengetahui tujuan Ku tinggal di Negara ini !" Sambung Candra lagi menyalin semua berkas ke dalam flashdisk miliknya.

__ADS_1


Candra kembali turun ke lantai bawah,Dia berjalan keluar dari penthouse nya,sampai di golf cart Candra mengangkat panggilannya,seseorang menelpon Dia.


"Bos !" Panggil Orang tersebut,saat mengetahui panggilan nya telah terhubung.


"eemm!" Jawab nya singkat masih dengan rasa kesal .


"Kerugian yang Kita capai dari penyerangan markas mencapai 20 M,dengan itu stock persediaan obat Kita menepis,Kita harus segera mendapatkan yang baru !"


"Marco,Kamu sudah melacak dari mana Mereka mendapatkan informasi itu,Aku telah menyuruh Angga untuk mencari informasi namun ia belum kembali!" Candra menyalakan Golf Cart nya.


"Bos Kau di Hyde Park ?" Tanya Marco saat mendengar suara Golf Cart.


"Iya !"


"Bos,Kita bertemu di restoran terdekat !" Jawab Marco tidak ingin membahas hal itu melalui telepon.


"Restoran di dekat apartemen Ku!" Jawab nya lagi.


"Iya !"


Candra segera memutuskan panggilan nya,saat Marco telah menanggapi ucapan terakhirnya.


Candra turun dari Golf Cart,berjalan kearah pintu gerbang,mengeluarkan remote control nya,saat pintu gerbang telah terbuka,seseorang sudah menunggu nya di depan.


Candra segera masuk ke dalam mobil tersebut.


"Ke restoran Angkasa yang ada di dekat apartemen !" Titah nya


"Baik Tuan !"


Mobil pun segera melaju dengan kecepatan tinggi,karena Candra tidak suka duduk begitu lama dalam mobil,yang menjadi sopir nya harus punya skill pembalap,jika tidak jangan coba - coba menjadi sopir dari seorang Candra.


Sopir tersebut memarkirkan mobilnya didepan restoran yang di info oleh Tuan nya.Setelah Candra turun dengan pakaian yang telah ia ganti,dan membawa satu bag belakang dengan posisi di tangannya.


Candra memasuki restoran tersebut,disana sudah Marco yang menunggu nya dengan menyamar.


"Bos !" Marco bangkit dan menarik kursi untuk Candra,namun Pria ini memegang nya,agar tidak terlihat mencolok.


"Jika di tempat seperti ini berhenti memperlakukan Aku begitu istimewa,Kita sedang menyamar !" Ucap Candra duduk di kursinya.

__ADS_1


Marco segera memesan minuman untuk Candra.


__ADS_2