Dendam Cucu Mafia

Dendam Cucu Mafia
87.Jepang


__ADS_3

"Maaf!"


Tuan Rendra membungkuk kan tubuhnya.Semakin membuat shiren dan istri nya kaget.


Zico berdiri.


"Tuan,tidak perlu sebegitu,Saya tidak apa-apa?"


Ujar Zico,memegang bahu Tuan Rendra.


"Istri Ku,mari kita makan siang,dan Kamu juga ikut,Kamu harus melayani tamu Kita dengan baik!"


Tuan Rendra menatap ke arah Shiren dengan tatapan dingin.


Shiren penasaran dengan Tuan Rendra yang biasanya bersikap baik kepada Dia,kini gara-gara orang asing Tuan Rendra bahkan berani memarahi anaknya.


Di meja makan,semua orang terlihat begitu tenang,hanya saja Shiren merasa kesal dengan ke hadiran Zico di rumah nya.


"Tuan Zico,apa Anda sudah menikah?"


Tanya Naura istri Tuan Rendra.


Tuan Rendra terkejut mendengar pertanyaan Istrinya,lalu segera mengalihkan pembicaraan.


"Tuan Zico maaf,bagaimana perkembangan proyek Kita?"


Tanya Tuan Rendra.


Zico terlihat suram,ia sedang tidak melanjut untuk makan.


'Ini sudah puluhan tahun,mungkin sudah waktu nya Aku melupakan Anushka!sekuat apapun Aku bertahan mungkin ia tidak akan kembali!'


Zico menatap ke arah Tuan Rendra "Pertanyaan mana dulu ini yang harus Saya jawab ?"


Tanya Zico dengan tatapan datar nya,namun ia memancarkan senyuman ke arah Nyonya Naura,sehingga memperlihatkan betapa tampan nya seorang Zico.


'Gluk,ia meskipun sudah berumur ternyata tampan juga saat tersenyum!'


Shiren menatap nya dengan grogi,saat Zico melihat nya,ia segera menundukkan pandangan nya.


"Ya...yang mana saja boleh!"


Jawab Tuan Rendra begitu gugup.


"Saya sudah menikah!"


Ujar Zico,semua suasana terlihat hening,dan semua orang menatap ke arah Zico.


"Tapi Anda masih terlihat begitu tampan,seperti belum menikah !"


Pungkas Naura.


"He...he..Nyonya Anda pandai memuji!"


Sambung Zico lagi.


"Saya sudah punya Anak,Anak perempuan sekitaran umur 20 tahun,dan sudah menikah!sebentar lagi akan memiliki anak !"


Jelas Zico,sekali lagi membuat tiga orang tersebut terkejut.


"Shiren Kamu liat tuh,Anak Tuan Zico saja sudah menikah di usia 20 tahun,kamu sudah 25tahun,tapi belum menikah !"


Cibir Naura sang ibu.


"Mah,jangan terus mendesak Ku,jaman sekarang menikah muda bukan lah hal yang merepotkan,belum lagi ngurus anak,ngurus rumah!"


Jawab Shiren.


"Bodoh!kalau Kamu menikah tentu Kamu akan memiliki asisten rumah tangga!"


Sambung sang ibu.


"Sudah-sudah!kenapa Kalian ribut,tidak mau di lihat oleh Tuan Zico ?"


Ujar Tuan Rendra.

__ADS_1


"Maaf Tuan,Kami telah membuat Anda melihat semua ini!"


Sambung Naura.


"Tidak apa-apa!Anak Saya sudah mandiri sejak kecil,semenjak istri Saya meninggal Dia hidup dengan mandiri,menikah cepat adalah pilihan nya!"


Jelas Zico.


Deg..


Deg ..


Shiren menatap duda dengan anak satu itu dengan tatapan kagum.


"Maaf Tuan Kami tidak tahu,Saya dan keluarga ikut berduka cita!"


Tegas Tuan Rendra sambil berdiri,dan menundukkan kepala nya.


"Tidak masalah itu sudah lama,sudah lebih dari 20tahun!"


Pungkas Zico .


Begitu siap makan siang,Naura dan Shiren segera membereskan meja,sementara Tuan Rendra mengajak Zico untuk pergi ke ruangan nya di lantai atas.


Tap..tap..tap..


Setelah suara kaki hilang di pendengaran ibu dan Anak ini,Mereka segera bergosip sambil membasuh piring kotor,kebetulan Mereka tidak menggunakan jasa pelayan dirumah.


"Shiren Kamu lihat,Tuan Zico itu selain duda Dia juga tampan,dan Dia juga orang terkaya di Negara E,siapapun wanita yang dapat menikah dengan Nya pasti beruntung!"


Tegas Naura.


"Ya..ya..!paket lengkap Mah,selain dapat suami dapat anak juga!"


Cibir Shiren.


"Huusss gak boleh gitu,lagian Anak nya sudah besar,dan sebentar lagi akan memiliki anak!"


"Jadi apa rencana Mama?"


"Mama ingin Kamu juga segera menikah,sudah waktu nya Kamu memiliki suami,semakin hari mama semakin tua bukan muda !"


Ujar nya sambil menyimpan piring di rak piring.


"Akan Aku pertimbangkan nanti,jika sudah dapat jodoh!"


Jawab Shiren lalu turun dari wastafel hendak pergi.


"Tunggu!"


Shiren menoleh.


"Bawa ini ke ruangan kerja Papa,teh pochie dan juga cemilan,apalagi musim dingin pasti sedap untuk di nikmati!"


Ujar Naura.


"Baik Mah!"


Shiren segera membawa nampan berisi teh dan cemilan,uang disediakan Naura.


Shiren berjalan ke arah tangga,menaiki satu persatu anak tangga,namun membuat nya gugup.


Shiren berdiri di depan ruangan kerja Tuan Rendra,kini rasa gugup nya semakin bertambah,sehingga ia tidak dapat berdiri dengan tenang.


Ceklek !


"Pah,Aku bawa teh!"


Ujar Shiren segera masuk,Zico melihat nya dengan tatapan datar,tapi penuh makna,sehingga membuat Shiren gugup.


Shiren meletakan teh,lalu memberikan nya satu gelas kepada Tuan Rendra,dan satu gelas kepada Zico.


prang..!


Teh untuk Zico malah tumpah ke atas celana nya,dan gelas jatuh ke lantai.

__ADS_1


"Aah..Tuan,maaf,maaf Aku akan membersihkan nya!"


Ujar Shiren buru-buru untuk mengelap celana Zico,tanpa sebagai menyentuh aset Zico yang sudah lama tidur.


"Haaah!"


Shiren terkejut segera menarik tangan nya.


"Shiren kepada begitu ceroboh!"


Marah Tuan Rendra.


Zico segera berdiri,sehingga celana nya sudah basah.


'Sial'


Umpat Zico dalam hati,merasakan aset nya berdiri.


"Saya perlu ke kamar mandi!"


Tegas Zico.


"Shiren antar Tuan Zico ke kamar Kamu,ia perlu menggantikan celana nya,ada satu set milik Papa yang baru,ia bisa memakai nya"


Pungkas Tuan Rendra.


"Kenapa enggak di kamar mandi dapur saja?"


Tanya Shiren.


"Kamar mandi dapur sumbat,ayo cepat jangan banyak tanya!"


Ketus Tuan Rendra.


"Baik Pah,mari Tuan ikut Saya!"


Zico segera mengikuti Shiren dari belakang,setelah keluar dari ruangan kerja Tuan Rendra,kamar Shiren berasa di sebelah nya.


Ceklek!


"Silahkan masuk Tuan"


Shiren masih gugup,apalagi saat Zico melewati dirinya yang berdiri di ambang pintu,tubuh Zico yang begitu wangi membuat Shiren degdegan.


"Kamar mandi ada disebelah!".Shiren menunjuk ke arah kamar mandi.


Zico segera pergi ke kamar mandi,sementara Shiren pergi untuk mengambil celana ganti untuk Pria itu.


Setelah selesai,Zico kembali keluar dari kamar mandi,dan Shiren sedang menunggu nya diluar.


"Dimana celana nya?"


Tanya Zico


Shiren menoleh.


"Ini Tuan"


Memberikan celana di tangannya.


Shiren menatap handuk yang di pinggang Zico,itu adalah milik nya.


"Tuan,itu handuk Saya,kenapa Anda memakai nya!"


Pungkas Shiren yang berjalan ke arah Zico.


"Aaaaaaa"


Bugh !


Shiren terpeleset dan terjatuh di depan Zico,tanpa sengaja Shiren menarik handuk yang di kenakan Zico dan melorot.


"Aaaw!"


Pekik Shiren dan berusaha bangun,lalu menatap ke arah Zico dengan tatapan suram nya,ada aura pembunuh dalam diri Zico.

__ADS_1


__ADS_2