Dendam Cucu Mafia

Dendam Cucu Mafia
9.Kepanikan Singkong Muda


__ADS_3

Kriing..kriing..!Ezra mendengar suara handpone,disaat ia ingin mengangkat nya suara itu terputus.


Ezra menyadari kalau Candra sedang tidak ada di rumah.


"Seperti nya ada suara diluar !" Gumam Ezra berusaha turun dari ranjang nya,untuk mengecek kondisi diluar kamar .


Ceklek !


Ia segera keluar dari dalam kamar,berjalan menuju ruang tamu,namun Ezra di kaget kan dengan seseorang yang juga sedang menatap kearah nya.


"Haaah!" Ezra kaget,melihat sosok yang bermasker.Ezra segera berbalik badan ingin berlari ke kamar nya,karena kaki nya sakit,Orang itu berhasil menangkap Ezra,dan menekan tubuh Ezra ke dinding.


"Siapa Kamu!lepaskan Aku!" Pekik Ezra,ia ingin melawan, namun kaki nya yang sakit menyulitkan dirinya untuk melawan musuh.


"Diam !" Suara lantang itu mengagetkan Ezra.


"Serahkan berlian mata merah kepada Ku !" Ucap Orang itu,namun,Ezra bingung dan tidak tahu apa yang di maksud oleh Orang tersebut .


"Apa yang Kamu maksud !" Ezra kembali bertanya .


"Kamu jangan mencoba mengulurkan waktu Ku,berikan berlian itu !" Ucap nya lagi,namun Ezra masih bingung,bagaimana bisa ia memberikan nya kepada orang itu, sementara Dia sendiri belum pernah melihat benda yang di minta orang ini.


"Agrkk..Agrkk!" Ezra merasa leher nya sakit,dan sulit untuk bernafas saat orang itu berusaha mencekiknya.


Dugh ! Dugh!


Ezra menonjok perut pria itu dengan dua kali pukulan,membuat tangan Pria tersebut terlepas dari leher Ezra.


"Kau !" Pria itu kembali maju kearah Ezra,Wanita ini berusaha menghindar,meskipun dengan kaki sakit ,ia berjalan ke arah pintu depan.


Dugh ! " Aakh..!" Pekik Ezra merasakan sesuatu menendang punggung nya,sehingga membuat wanita ini merintih kesakitan,tendangannya begitu kuat,mungkin orang biasa tidak akan sanggup menerima tendangan itu.


"ukh....!" Ezra menarik kaki nya yang sakit,dan dada nya sedikit membusung ke depan merasakan sakit bagian punggung nya.


Pria itu kembali mendekat,dan mengangkat kaki nya untuk menginjak kaki Ezra yang sedang sakit.


Brak..!


Candra menendang pintu apartemen nya,Pria itu menoleh kearah Candra,Pria ini sadar kalau ia tidak akan bisa mengalahkan Candra.Karena Candra tidak ingin identitas nya ketahuan,ia segera mengambil sapu yang ada di belakang pintu dan maju untuk memukul pria itu.

__ADS_1


Dugh ! Dugh !


"Orang jahat pergi Kau dari sini !" Teriak Candra membuat Ezra kaget,dan Pria bermasker hitam ini juga heran dengan sikap Candra,melihat Candra yang tidak memukul nya dengan tangan sendiri,Pria itu memilih untuk kabur setelah mendorong tubuh Candra.


Bugh !Tubuh Candra terhempas ke lantai dekat dengan Ezra.


Tap Tap Tap Pria tersebut berlari keluar dari apartemen .


"Haiii ..!" Panggil Marco saat melihat pria itu sudah keluar dari gerbang .


Dor !


Marco menembaknya tepat di kepala Pria bermasker tersebut,sekali tembak sudah membuat nyawa nya hilang.


Marco segera mengirim pesan singkat kepada Candra.


"Aku sudah membereskan nya!"


Candra menyadari kalau Marco mengirim pesan kepada Dia,namun Pria ini memilih untuk tidak melihat nya.


"Kamu tidak apa - apa ?" Tanya Candra mendekat kearah Ezra.


"Aaww ...Dada Ku sakit !" Candra memegang dada nya,Ezra ingin menyentuh nya namun menarik kembali tangannya,membuat Candra segera memegang tangan Ezra dan meletakkan nya diatas dada Candra.


Dag Dig Dug..! Detak jantung Candra dapat di rasakan dengan jelas oleh Ezra,saat Wanita ini meletakan tangan nya di dada Candra.


Pandangan ke dua nya bertemu satu sama lain,di bawah cahaya yang redup.Candra melihat kearah Ezra begitu juga Wanita ini,dalam keadaan telapak tangan masih di dada Candra.


Candra mendekatkan wajahnya lebih dekat lagi dengan wajah Ezra,Wanita ini merasakan detak jantung nya tiba - tiba juga berdetak begitu kencang,membuat Ezra segera menarik kembali tangannya dan menyadarkan Candra dari lamunannya.


"Ck..!" Candra berdecak,saat gagal mencium Ezra,memalingkan wajahnya dari hadapan Ezra.


Ezra segera duduk disebelah Candra.Memegang kakinya yang sakit.Pria ini melirik kearah Ezra.


"Aiishhh..!Aku akan membawa Mu ke kamar !" Ucap Candra mengangkat tubuh Ezra.


"Aww..!" Pekik Ezra merasakan sakit di punggung nya.


"Ada apa ?" Tanya Candra yang kaget .

__ADS_1


"Aku mendapat tendangan di bagian punggung. seperti nya memar !" Jawab Ezra menahan rasa sakit.


"Aku akan membantu Kamu untuk mengobati nya!" Candra berjalan kearah kamar,dan membaringkan tubuh Ezra dengan pelan- pelan.


"Buka baju Mu,Aku akan melihatnya!" Ucap Candra kepada Ezra,Wanita ini segera menutup dada nya dengan ke dua tangannya.


"Kamu mau apa ?" Tanya Ezra dengan posisi tangan masih di dada nya.


"Aku akan mengobati punggung Mu!" Seru Candra lagi memaksa memindahkan tangan Ezra yang menutup dadanya.


"Heii..!Apa yang Kau lakukan!"Teriak Ezra tidak membiarkan Candra membuka baju nya.


"Buka tidak !" Ancam Candra memegang tangan Ezra,dan sedikit menundukan wajahnya ke bawah.


"Tidak !Kau mes*m !" Pekik nya,masih mempertahankan tangannya yang di dada.


"Baik lah! sekarang kamu berbalik,Aku hanya perlu melihat memar Mu saja,setelah di obati Aku akan menurunkan bajunya kembali!" Ucap Candra dengan lembut.


Akhirnya Ezra tidak punya pilihan lain,selain menuruti keinginan Candra.Ia segera mengangkat sedikit bajunya keatas,Candra melihat memar di punggung mulus Ezra membentuk dengan begitu besar dan warna nya hijau menghitam.


"Parah !" Ucap Candra menekan tempat yang memar tersebut.


"Aakkhh!Kau sengaja ya!" Teriak Ezra menoleh ke arah Candra yang menahan tawanya.


"Brengs*k ! apa yang Kau ketawa kan,cepat olesi obat nya !" Maksa Ezra,Candra segera mengoles obat,setelah selesai Ezra menurunkan kembali bajunya.


"Sudah!Kamu bisa istirahat!" Ucap Candra menyimpan kembali obat nya.


"Candra !" Panggil Ezra,menatap datar kearah Candra.


"Eemm..!" Jawab nya sedang membereskan kotak obat .


"Siapa orang yang menerobos,ke dalam apartemen ?"Tanya Ezra kepada Candra,membuat Pria ini menghentikan aktivitasnya,lalu menoleh kearah Ezra.


"Apa Dia menyakiti Mu?" Candra berbalik tanya kepada Ezra,untuk mengalihkan pertanyaan Ezra barusan.


"Tidak sih,hanya sekali tendang saja,kalau kaki ku tidak sakit Aku akan menghajarnya !" Jawab Ezra antusias membuat Candra tersenyum,Ezra menatap kearah Candra membuat pria ini segera berhenti tersenyum,dan merapat kan kembali bibir nya.


"Kenapa berhenti tersenyum,Kamu tampan Lo kalau lagi tersenyum !" Ucap Ezra ikut tersenyum kearah Candra,Pria ini tidak bisa memalingkan wajahnya dari pandangan Ezra.

__ADS_1


"Ehem..!hanya kebetulan saja!" Jawab Candra segera bangkit dari duduk nya,dan menyimpan kotak obat di lemari kecil yang ada di kamar.


__ADS_2