
"Haaah...haaah..panas !"Tania menggeliat diatas ranjang dengan keadaan yang sudah telan jang bulat.
Bahkan gadis ini mengacak - ngacak rambut nya yang sudah terurai,Dia tidak tahan dengan reaksi obat yang ia rasakan.
Tania berbaring terlentang diatas ranjang,dengan kedua buah da da nya yang menantang,Dia menyentuh buah kenyal itu lalu me re masnya.
Mr.D yang melihat nya sangat bergairah,obat yang ia berikan barusan,sungguh bekerja dengan baik.
Tania membuka kaki nya,membuat batang singkong tua milik Mr.D semakin mengeras,dan mengacung ke depan.
"Aah..sayang Kamu begitu menggoda,tubuh Mu sangat sexy !" Mr.D mengangkat kepala Tania lalu mengecup bi bir gadis ini dengan rakus.
Cup ! Mr.D me lumatkan bi bir Tania,sesekali menggigitnya,membuat tubuh Tania menggeliat,disaat mr.D menyentuh kue cucur milik Tania,Kue cucur yang masih sempit membuat Mr.D begitu ingin segera mencicipi nya.
"Aaaahhhhh...!" Suara de sahn Tania,membuat tubuh Candra bergeming,Pria ini sudah berusaha tidak meresponnya,namun batang singkong nya tidak tahan mendengar suara manja dari de sahan Tania.
Plak "Aakhh..!"
plak! "Aakh..!"
Pria itu menampar bo kong milik Tania,membuat gadis ini merintih kesakitan,pan tat Nya yang putih mulus,kini menggambarkan lima jari disana berwarna merah.
Cup ! Cup ! Cup !
Mr.D kembali mencium Tania dengan rakus,tidak membiarkan gadis ini untuk bernafas dengan teratur.
Obat yang di berikan Rambo kepada gadis ini,membuat Tania semakin agresif, sehingga Tania tidak dapat mengontrol dirinya,bahkan Dia sangat senang mendapatkan sentuhan dari Mr.D.
Jleeebb......!
"Aaaaagggrrrrrhhhhh !"Teriak Tania,saat batang singkong Tua itu menerobos paksa ke dalam kue cucur milik nya,Tania merasakan sakit yang luar biasa,ini baru kali pertama ia melakukan itu.
"Aahhh !" Mr.D mend esah saat sudah berhasil membenamkan batang singkong miliknya.
Candra sedari tadi yang berada di dalam ruangan itu,tidak bergeming,bahkan Rambo dengan sangat serius merekam kejadian itu,bahkan Pria ini tidak dapat menahan nya.
"Aah Aah Aah Aaah ..!" Mendengar de sa han demi de sa han dari bi bir Tania,membuat Candra bangkit dari duduk nya,perlahan - lahan mendekati ranjang king size itu.
__ADS_1
"Aaaaaaahhh..!" Mr.D melepaskan batang singkong milik nya,lalu menepi kesamping,ia tahu kalau Candra juga ingin menggunakan gadis ini,dengan senang hati ia berbagi kepada Candra.
Candra melepaskan ce lana nya,lalu berdiri di tepi ranjang,batang singkong muda memang lebih menggoda,bahkan gadis ini yang semula nya hanya gadis polos,tapi begitu ter an sang oleh obat yang di berikan Rambo,hilang seketika kepolosannya.
Tania mendekat kearah Candra.Lalu mema sukan batang singkong muda tersebut ke dalam mulut nya,Tania menj ilatnya dengan lembut,sentuhan li dah dan bi bir Tania membuat Candra menekan kan kepala Tania agar lebih cepat menggerakkan nya .
Candra lagi - lagi melihat kearah Tania,tapi yang ia lihat ialah sosok bayangan Ezra yang tersenyum kearah nya.
"Aah...Ezra ..!"Batin Candra memejamkan matanya,merasakan sentuhan dari li dah Tania.
"Eem...emm..emm..emm..!" Tania memaju mundur kan kepala nya.
Candra akan segera mencapai puncak nya "Ooh..Aah ..eemm..Aaah...emmm..Aaaahhh....!"
Tania melepaskan batang singkong dari mu lutnya.Lalu berdiri dengan lutut di depan Candra,ingin menggoda Candra,mengalungkan kedua tangan nya di leher Candra mendekatkan bi birnya dengan bi bir Candra.
Bugh !
Candra mendorong tubuh Tania sehingga terbaring diatas ranjang .
Mr.D berjalan kearah Candra,dengan segelas Vodka di tangan nya.
"Kau terlalu kejam !" Cibir Mr.D kepada Candra .
"Aku punya tujuan kesini,apa Kita sudah bisa membahas nya !" Seru Candra berjalan kearah pintu.
"Mandikan Gadis ini,biarkan Dia tinggal disini beberapa hari,Aku belum puas !" Ucap Mr.D,lalu menyusul Candra yang sudah keluar.
"Apa yang ingin Kamu bahas "Tanya Mr.D kepada Candra.
"Aku ingin semua data - data orang yang membunuh Kakak Ku !" Jawab Candra berjalan masuk kearah lift.
Mr.D dengan mengenakan baju tidur nya berjalan menemani Candra.
"Aku akan mengirim semua data itu kepada Marco besok pagi !"
"Aku tunggu !"
__ADS_1
Jawab Candra singkat.
"Kau tidak ingin melihat barang yang Kita dapat hari ini ?" Tanya Mr.D kepada Candra.
"Boleh ! antar Aku kesana !"
Mereka berdua segera pergi ke sebuah gudang tempat penampungan para gadis - gadis yang Mereka culik.
Ceklek !
Pintu gudang terbuka,di dalam gudang tersebut terdapat,15 ranjang yang bertingkat untuk tempat tidur para gadis yang Mereka culik,setiap hari nya Mereka mendapatkan baju dan juga makanan yang enak- enak.
Jika ada yang berani melawan,atau menyakiti pelanggan,maka Mereka tidak segan - segan akan menyiksa para gadis malang ini.
Melihat kedatangan Candra dan Mr.D membuat para tahanan ini takut,Mereka menyembunyikan dirinya di bawah selimut,bahkan ada yang masuk ke kolong tempat tidur untuk bersembunyi.
"Semua nya terlihat lebih Muda dari biasanya !" Seru Candra memperhatikan Mereka sa-tu - sa- tu.
"Pelanggan banyak yang meminta se usia Mereka, lebih - lebih Mereka masih pe rawan,dan harga yang Kita pasarkan sangat mahal,masih bisa di jangkau oleh para hidung belang tersebut,jadi banyak yang minta gadis belia seperti Mereka "Ucap Mr.D dengan bangga,telah mendapatkan banyak gadis atas kerja kerasnya.
"Apa Kau melupakan sesuatu ?" Tanya Candra kepada Mr.D
"Apa maksud Mu ?" Mr.D berbalik bertanya kepada Candra .
"Aku meminta Mu,untuk menyelidiki kasus 20 tahun yang lalu,tapi kenapa sampai sekarang Kamu tidak menyelidiki nya !" Jawab Candra keluar dari tempat tersebut.
"Aku tidak pernah lupa,Aku telah mengirim email nya kepada Marco,dan satu lagi Kamu berhenti bertanya mengenai hal itu kepada Ku!yang berkuasa disini Aku!jika Kau ingin membunuh orang itu,Kau bisa mencari tau nya sendiri,Aku hanya bisa membantu Mu lewat dana!" Jelas Mr.D kepada Candra yang mulai tidak menghormati nya sebagai Ayah angkat Dia.
"Jangan pernah melupakan ini Ayah angkat !Aku membantu Mu lebih dari yang Kau harap,jika Aku bisa membangunkan istana untuk Mu,maka Aku bisa membangun kan Neraka untuk Mu juga !" Ucap Candra penuh penekanan setiap kata - kata yang di ucapkan nya.
Candra berjalan kearah lift meninggalkan Mr.D di depan gudang di tempat para gadis - gadis itu di sekap oleh Mereka.
"Aah Sial !"
Prang !
Mr.D melemparkan gelas yang ada di tangan nya kearah dinding,merasa kesal dengan ucapan Candra barusan .
__ADS_1