Dendam Cucu Mafia

Dendam Cucu Mafia
89.Syok


__ADS_3

Plak !


Shiren menampar Zico,langsung membuat Pria itu terbangun.


Blam!


Suara pintu kamar yang di banting oleh Shiren.


Zico memegang wajah nya,ia menatap ke arah pintu kamar saat Shiren berlari keluar.


"Anak itu kenapa?"


Gumam Zico yang belum sadar dengan keadaan nya.a


"Ini !"


Zico menatap dirinya yang tanpa pakaian,hanya mengenakan CD nya saja,ia melihat pakaian nya yang di jemur di balkon kamar Shiren.


"Apa yang terjadi?"


Gumam Zico lagi yang masih bingung.Ia segera mengeluarkan ponsel milik nya,lalu menatap layar ponsel yang ada foto Anushka sang istri.


"Sayang...Aku merindukan Mu!"


Ujar Zico mengusap layar ponsel nya.


"Sayang,Aku harus bagaimana ?"


Sambung nya lagi,sudah sejak lama,Zico tidak memimpikan lagi Anushka dalam tidur nya,mungkin sudah waktu nya untuk Zico melupakan Anushka.


Ceklek !


Pintu kamar terbuka,Shiren kembali lagi,dengan bubur hangat yang ia bawa diatas nampan.


Zico menatap nya dengan heran,Shiren tidak mengucapkan sepatah kata pun,setelah meletakkan bubur diatas nakas,ia segera berlalu ke balkon untuk melihat pakaian Zico.


"Ini sudah kering,Anda bisa memakai nya kembali,nanti malam sudah bisa kembali ke hotel,kata petugas mereka sedang membersihkan salju yang menutupi jalan aspal!"


Ujar Shiren meletakan pakaian Zico di atas ranjang.


Shiren dapat melihat otot perut Zico yang begitu menggoda,sehingga membuat wajahnya merona.


'Umur sudah 40an tapi tubuhnya masih bagus,bahkan terlihat kekar'


"Sudah lihat nya?"


Ketus Zico,mengangetkan Shiren.


"Aaah!"


Shiren kaget lalu berpaling.


"Buburnya di habisin!"


Sambung Shiren,lalu berjalan ke arah pintu kamar,meninggalkan Zico sendiri.


"Aduuh,kenapa wajah Ku jadi merona di dekat duda itu !"


Gumam Shiren.


"Kenapa Kamu?"


Tanya Naura saat melihat anak gadis nya yang senyum-senyum sendiri.


"Enggak ada!"


Jawab Shiren.


"Maka nya cari pacar,udah umur 25tahun masak belum nikah !"


Cibir sang ibu.


"Jangan sampai perawan tua ya!"


Sambung ibu nya lagi.

__ADS_1


"Mah,bukan nya di doain biar cepat dapat jodoh,malah di sumpahin !"


Ketus Shiren kesal,lalu pergi meninggalkan sang ibu.


"He..he..ada-ada saja lah,anak muda jaman sekarang!"


Gumam Naura lalu pergi meninggalkan kamar Shiren yang sekarang di tempati Zico.


Shiren mengeluarkan semua tugas yang di berikan papa nya,ia harus membantu sang Ayah dalam menyelesaikan tugas kantor .


Tanpa sengaja,Shiren membuka situs tentang Zico,disana ada bio Zico dengan lengkap.


"Dinda satu anak,juga orang terkaya dan terpandang di Negar E?"


Gumam Shiren,sedang membaca biodata Zico.


"Tapi kenapa belum menikah?padahal kaya,mampan lagi?"


Sambung Shiren lagi.


"Aku tidak tertarik dengan perempuan lain,selain istri Ku!"


Jawab Zico yang baru saja turun.


Tab!


Shiren segera menutup laptop nya kembali saat mendengar suara Zico.


"Tuan Anda?"


Shiren sedikit gugup,saat mengetahui Zico sudah di depan nya.


"Tidak ada perempuan yang lembut selain istriKu,perempuan yang mandiri dan juga penyayang,sedang kan di dunia banyak wanita yang pemanja dan juga menyusahkan !"


Ketus Zico,


"Eeh Tuan jaga omongan Anda ya,Saya juga tidak tertarik dengan Pria seperti Anda,egois,sombong,angkuh dan kasar!"


Pungkas Shiren.


"Dasar perawa n tua!"


"Dasar Pria Duda Akut!"


Balas Shiren,lalu berbalik ke arah tangga,ia berjalan menuju kamar nya sendiri.


Ceklek !


Shiren masuk ke dalam kamar,ia melihat dompet Zico yang terjatuh,dan segera mengambil nya.


Shiren membuka dompet tersebut,banyak black card dan kartu kredit lain nya di dalam dompet,tapi tidak memiliki uang tunai.


Shiren tercengang dengan selembar foto yang di simpan Zico di dalam dompet nya.Foto dirinya dan Anushka dan juga Ezra waktu masih bayi.


Shiren dengan sengaja mengambil foto tersebut dan melihat nya dengan teliti.


Brak!


Pintu kamar terbuka,Shiren menatap ke arah Zico.


"Berikan dompet itu kepada Ku!"


Titah Zico dengan datar.


"Enak aja!"


Shiren segera berlari ke arah balkon.


"Shiren berikan,Aku sedang tidak ingin main-main!"


Ketus Zico dengan kesal.


"Tidak !"


Jawab nya lagi berdiri di pinggir.

__ADS_1


"Berikan sini!"


Ucap Zico yang sedang menahan amarah.


"Aaah!"


Shiren terpeleset,untung saja,langsung berpegangan,namun sayang nya,foto di tangan Shiren lepas,hingga terbang ke bawah.


"Shiren.....!"


Teriak Zico dengan keras,membuat Wanita itu mematung.


"Aku sudah katakan,jangan main-main dengan benda itu,kenapa Kamu menjatuhkan nya!"


Teriak Zico kembali dengan raut wajah yang marah.


Zico segera berjalan ke arah pintu kamar.


Blam!


Zico membanting nya dengan kuat,dengan langkah seribu ia meninggalkan rumah tersebut dan berjalan ke bawah untuk mencari foto.


"Aku harus menemukan nya!"


Gumam Zico yang keluar menuju belakang rumah.


Salju masih sedang turun,sehingga membuat nya untuk susah berjalan,salju yang baru saja jatuh kebawah dari atap rumah mengenai foto Zico dan istri nya serta anaknya,Zico mencari nya dengan begitu panik.


"Dimana Kamu!"


Teriak Zico,ia sedang mencari foto yang tertutup salju.


Dari atas Shiren melihat itu,dan ia tahu betapa penting nya foto itu terhadap Zico,Shiren merasa bersalah dan segera membantu Zico untuk mencari nya.


"Aku harus membantu nya!"


Gumam Shiren yang berlari ke belakang rumah.


"Sayang Kamu dimana !"


Ucap Zico lagi,namun foto itu belum juga ketemu.


"Aku bantu cariin!"


Ujar Shiren yang baru saja datang.


"Tidak perlu!ini semua gara-gara Mu,memang wanita itu menyusahkan !"


Teriak Zico dengan marah,sorotan mata Zico masih sama pada saat ia berusia 20 tahun,pada masa itu ia baru saja di angkat menjadi prajurit mafia elang oleh Abian.


"Tuan Aku meminta maaf !


Ujar Shiren yang merasa bersalah.


"Maaf?Kau bilang maaf?Kau pikir dengan Kau minta maaf foto itu akan kembali hah?"


Teriak Zico lagi,kali ini benar-benar membuat Shiren takut setengah mati.


"A..Aku benar -benar minta maaf,tolong maafkan Aku !"


Sambung Shiren lagi,yang sedang membantu Zico.


Bola salju yang baru saja jatuh dari atap rumah,Zico segera mendorong Shiren.


Bugh !


Kini ke dua nya terjatuh,dan saling tatap satu sama lain,apalagi Shiren melihat wajah tampan Zico dari dekat.


Zico segera mendorong Shiren ke samping,dan pergi dari tempat tersebut,Zico mengurungkan niat nya untuk mencari foto keluarga nya yang hilang.


"Maaf !"


Gumam Shiren saat Zico pergi dengan raut wajah yang kecewa.


"Ini salah Ku!harusnya Aku tidak mengambil foto itu!"

__ADS_1


Lanjut Shiren yang merasa bersalah.


Zico segera masuk ke dalam rumah,untuk menunggu waktu malam,karena ia berencana untuk kembali ke hotel,pada malam hari.


__ADS_2