
"Haaah!"
Shiren segera berbalik,saat menyadari ia telah menarik handuk yang di kenakan Zico.
"Tuan maaf,ini celana nya"
Shiren membelakangi Zico.
Zico segera menarik celana di tangan Shiren.Lalu melangkah masuk kembali ke dalam kamar mandi.
Jantung Shiren tidak berhenti untuk berdetak,bahkan ia sangat merasa gugup.
Ceklek !
Zico kembali keluar dari kamar mandi.
"Tuan,biarkan celana nya saya yang cuci,setelah kering Saya akan mengembalikan nya kepada Anda!"
Ujar Shiren.
"Tidak perlu!"
Jawab Zico ketus,lalu segera keluar dari kamar Shiren.
Baru pertama kali Shiren melihat Pria dengan tempramen yang begitu buruk,bahkan ia tidak akan menerima maaf orang lain.
Tap..Tap..
Zico kembali turun,di ruangan keluarga terdapat Tuan Rendra dan istrinya yang sedang menonton.
"Tuan Zico "
Ucap Tuan Rendra segera berdiri dari tempat duduk nya.
"Saya akan kembali ke hotel!"
Pungkas Zico.
"Di luar sedang ada badai salju,alangkah baiknya,malam ini menginap disini saja,takut terjadi sesuatu!"
Jelas Tuan Rendra.
"Tidak perlu,Saya bisa mengatasi nya!"
Zico segera berjalan ke arah pintu utama,begitu ia membuka pintu,angin membawa terbang buliran salju sehingga masuk ke dalam rumah.
Braak!
Shiren yang baru datang segera menutup pintu rumah,mengejutkan Tuan Rendra dan juga sang istri.
"Tuan,kenapa Anda membuka pintu,diluar sedang badai,jika Anda tidak hati-hati angin itu bisa membuat Anda sakit!"
Ujar Shiren setengah memarahi Zico.
"Saya ingin pulang ke hotel!"
Cetus Zico yang datar.
"Pulang?"Shiren menatap Zico,Pria tersebut menganggukkan kepala nya.
"Gini saja,sebelum Anda keluar,lihat dulu keadaan di luar!"
Saran Shiren,Zico segera berdiri di jendela,namun jendela sudah di penuhi dengan salju,sehingga tidak dapat melihat suasana di luar lagi.
"Sial!"
Umpat Zico yang kesal,ia tidak bisa kembali ke hotel.
"Tuan Rendra,Aku harus kembali ke hotel,ada sesuatu yang Saya tinggalkan di sana!"
Pungkas Zico,ia masih mondar-mandir di depan pintu.
"Tuan Zico mohon mengerti,bukan Saya melarang,tapi Anda tidak bisa keluar dari sini,kalau saat ini sedang ada badai"
__ADS_1
Jelas Tuan Rendra lagi.
"Aku tidak peduli,Aku harus segera kembali !"
Ucap Zico lagi.
Ceklek!
"Jangan!"
Teriak Shiren,tapi Zico berhasil untuk berdiri di teras.
Semua jalanan sudah di penuhi oleh salju,sehingga sangat sulit bagi Zico untuk sampai ke tujuan dengan mobilnya.
Zico melihat mobilnya yang sudah di tutupi oleh salju,lalu membuat ia menyerah.
Zico sudah berada di luar ruang Shiren hampir 1 jam,namun ia belum berhasil juga melewati jalan salju.
Bugh!
Tiba-tiba tubuh Zico yang sudah kedinginan terjatuh diatas salju.Zico tidak dapat bergerak lagi,bi bir nya membiru,bulu mata nya mengeras dan bahkan telapak tangan nya membiru,ia tidak ada persiapan,hanya mengenakan jas formal nya saja.
"Papa,Tuan Zico terjatuh!"
Ketus Shiren yang mengintip dari jendela.
"Ayo,Kita menolongnya!"
Ujar Tuan Rendra segera berdiri.
Shiren dan Tuan Rendra berlari ke arah Zico yang berbaring di atas salju.
Shiren memangku tubuh Zico,dan memeluk nya dengan erat,lalu mereka berdua membawa Zico masuk ke dalam rumah .
"Bawa ke kamar saja!"
Ujar Istri Tuan Rendra,Shiren serta Tuan Rendra segera melangkah menuju lantai atas.
"Shiren pelan-pelan!"
Begitu sampai di kamar,Mereka segera membaringkan tubuh Zico.
"Papa akan mengambil air hangat serta obat demam,Kamu jaga Tuan Zico!"
Tegas Tuan Rendra.
"Baik Pah!"
"Mama akan mengambil selimut tebal,serta jaket bulu!"
Sambung Naura.
Shiren melihat Zico dengan wajah panik,bahkan ia sangat khawatir,ia takut sesuatu terjadi.
Shiren menggosok tangan Zico,sehingga membuat ia terus saja menatap Zico dengan begitu tenang.
"Shiren kompres dulu wajah nya!"
Pungkas Tuan Rendra mengejutkan Shiren.
"Haah,letak disini aja Pah!"
Jawab Shiren yang tengah gugup segera berdiri.
"Shiren,Kamu rawat Zico jangan sampai ia demam,ini obat nya!
Titah Tuan Rendra.
"Jadi Papah mau kemana?"
Tanya Shiren,
"Papa mau melihat keadaan di bawah,takut salju menimpa rumah kita!"Pungkas Tuan Rendra dan segera turun ke lantai bawah.
__ADS_1
"Baik Pah!"
Kini hanya tinggal Zico dan juga Shiren di dalam kamar.
"Tuan maaf!"
Lirih Shiren,
Shiren segera membuka kemeja yang di kenakan Zico.Lalu melepaskan celana bahan milik Zico.
Gluk !Shiren terpaku saat melihat benda yang menonjol di bawah kain segitiga milik Zico.
"Besar sekali !"
Gumam Shiren,lalu segera menutup mulutnya,
Shiren segera mengantikan baju Zico dengan baju tebal,dan serta mengantikan celana nya juga.
Namun sekali lagi,mata Shiren ternoda,saat melihat burung itu seperti kembang kempis,rasa kepo Shiren pun menggejolak ingin tahu,bagaimana benda di dalam itu,sehingga dapat gerak-gerak.
'Astaga Shiren,apa yang kau bayangkan !'
Shiren segera berdiri,dan meletakan baskom berisi air hangat di atas nakas.
Setelah mengantikan baju dan celana Zico,Shiren hendak pergi,namun Zico melarang nya.
"Jangan pergi,jangan tinggalin Aku!"
Ucap Zico,Shiren yang tidak berbalik tanpa melihat ke arah Zico,ia malah tersenyum-senyum sendiri.
"Apa yang tejadi"
Shiren berbalik,melihat Zico masih tertidur,membuat Shiren terkejut.
Saat mengetahui Zico masih tidur,ia segera ingin pergi,namun Zico menggenggam kuat tangan Shiren,sehingga membuat wanita itu tidak bisa pergi.
"Lepas!Aku ingin keluar!"
Pinta Shiren,tapi Zico masih tertidur.
Shiren masih berusaha untuk melepaskan genggaman tangan Zico,tapi sialnya Zico terlalu kuat.
"Aaah!"
Bugh!
Zico menarik Shiren dalam pelukan nya,sehingga membuat Shiren semakin bingung memikirkan cara nya untuk lepas dari genggaman Zico.
"Eeemm,bagaimana ini?"
Ucap Shiren yang belum bisa melepaskan diri dalam pelukan Zico.
Tidak ada pergerakan dari Zico,Shiren semakin sulit untuk melepaskan diri.
Shiren terkejut,saat ke dua dada nya tertekan di dada Zico,ia merasakan tubuhnya yang hangat.
Shiren dari merasakan hembusan nafas Zico yang begitu candu dengan wangi mint,membuat Shiren terlena.
"Jangan tidur Shiren,Kamu harus melepaskan diri!"
Gumam Shiren,semakin ia mau melepaskan diri semakin kuat pelukan Zico.
"Sial!"
Umpat Shiren yang kesal.Karena tdiak berhasil melepaskan diri.
Pak!
Zico memegang wajah Shiren dengan ke dua tangan nya,Shiren terkejut,bagaimana tidak,Zico masih tertidur,namun tangan nya malah bergerak-gerak,sembarangan menyentuh.
Cup!
Zico merapatkan bi bir nya dengan bi bir Shiren,membuat wanita ini kaget,bagaimana tidak kaget,ia di paksakan untuk menerima ciu man pria asing.
__ADS_1
Saat Zico memainkan li dah nya semakin membuat Shiren kaget lagi,ia berusaha untuk melepas kan tangan Zico yang memegang wajahnya.