
Ezra sedang berada di kamar mandi,sedang membersihkan tubuhnya.
"Ezra cepat,Kita akan terlambat !" Ucap sang suami di dalam kamar.
"Beres kan barang-barang Ku !" Teriak Ezra di dalam kamar mandi.
Candra tanpa menjawab,semua pakaian dalam berserakan di lantai,setelah semalaman bertempur di tempat tidur.Mereka tidak sempat membereskan pakaian mereka.
Ceklek !
Ezra keluar dari dalam kamar mandi,dengan handuk masih melilit di tubuhnya,satu lagi di sanggul di kepalanya.
"Kenapa belum di bereskan itu !" Protes Ezra melihat baju yang berserakan.
"Biarkan saja,tidak perlu di pungut,Kita beli baru!Tidak akan ada yang bisa di pakai lagi!" Jawab Candra membereskan koper Mereka.
"Iyalah,sehari hampir selusin hancur pakaian dalam Ku!" Ketus Ezra kesal,mengambil pakaian ganti yang sudah di letakan Candra di atas ranjang.
"Aku pakai ini?" Ucap Ezra melihat gaun berwarna kuning ke emasan,sangat formal,bahkan Ezra jarang memakai pakaian wanita yang begitu,ia lebih suka yang simpel,apalagi baju nya banyak yang memakai celana,Ezra tidak suka yang ribet.
"Pakailah!Ayah angkat mengundang Kita makan malam !" Ucap Candra memakai jas nya,lalu membenarkan dasi nya.
"Bisa gak pakai dress pendek saja!ini terlalu formal,dan juga terlalu panjang!" Protes Ezra.
"Tidak boleh,istri seorang CEO,harus terlihat anggun dan cantik,tidak boleh terlihat seperti babu!" Candra menyisir rambutnya,menyemprot minyak wangi ke jas nya,ia terlibat begitu bahagia,tidak tahu apa yang sedang pria ini rasakan.
"Oke Aku akan memakai nya!" Ezra langsung memakai di depan Candra,pria ini hanya bisa melihat nya saja,tanpa bisa bertindak,atau menggoda Ezra kali ini.
"Bantu Aku !" Ezra berdiri di depan Candra,meminta Pria ini untuk menaikan resleting baju.
Kali ini Candra memilih baju panjang dan lengan panjang untuk Ezra,Candra tahu harus bersikap bagaimana saat masuk ke dalam tawanan singa.Apalagi singa tua seperti Mr.D.
"Cantik enggak ?" Tanya Ezra kepada Candra,Pria itu hanya menganggukkan saja.Setelah siap berias,Candra segera mendorong koper milik nya untuk di bawa keluar dari kamar.
Di depan kamar,Santiago sudah menunggu mereka,ia segera mengambil koper yang ada di tangan Candra,lalu membawa turun ke lantai dasar.
Ezra memeluk lengan suaminya,ia sangat mencintai Candra,bahkan Ezra tidak pernah memikirkan hal- hal buruk lain nya tentang Candra,yang ia tahu ia mencintai Pria ini.
Namun,cinta Ezra yang besar dan tulus sangat berbeda dengan cintanya Candra,Pria ini tidak pernah mengungkap kan kalau ia mencintai Ezra,bahkan sudah hampir seminggu di Turki,Candra tidak pernah melakukan hal romantis lain,selain berhubungan int*m dengan Ezra.
Candra memang belum jatuh cinta kepada Ezra,bahkan pria ini masih memikirkan cara memanfaatkan Ezra dalam hal untuk membantu mencari tahu orang yang telah membunuh kakaknya.
Ezra sendiri masih juga bertekad mencari tahu siapa yang membunuh Mamanya,ia hanya tahu nama tidak tahu dengan orang nya.
Mereka berdua sudah sampai di pesawat pribadi Candra,Ezra masih memeluk suaminya dengan erat,bahkan serasa tidak ingin melepaskan pria ini.
"Ingat!saat Kamu disana Aku tidak ingin Kamu melirik pria mana pun lebih- lebih Ayah angkat,Kamu jangan terlalu dekat dengan Dia,karena Dia hanya ayah angkat ku saja, jadi Kamu tidak perlu begitu respon terhadap Dia !"
__ADS_1
Candra mengingatkan Ezra agar tidak gegabah dalam bertindak.
"Siap bos !" Jawab Ezra tersenyum kearah Candra,Pria ini segera memalingkan wajahnya,Ezra masih memeluk Candra duduk di dalam pesawat.
***
Margo menjemput Candra dan Ezra di lapangan,terlihat Ezra dalam gendongan Candra masih terlelap.
"Bos !" Sapa Marco,menundukkan kepalanya
"Kita ke tempat Ayah angkat !" Titah Candra,membuat Margo kaget.
"Bos,tidak salah ?"Tanya Marco,kepada Candra yang berjalan ke arah mobil.
"Tidak,ia sudah menelpon,menyuruh Kami untuk datang kesana"Jawab Candra meletakan Ezra di dalam mobil.
"Bos,apa Kau ingin bertemu dengan wanita itu lagi,Santiago sudah menjelaskan kepada Ku,tapi belum tentu anak itu adalah anak Mu!" Seru Marco berdiri di depan Candra.
Akhirnya terjawab sudah kebahagian Candra,ia dari pagi tadi terlihat bahagia,ternyata ia akan bertemu dengan Angel,wanita pertama dulu yang ia sukai.
"Jalan kan mobilnya!"
Marco juga tidak bisa berkata apa- apa disaat Candra sudah memerintahkan,namun Marco masih merasa kesal melihat sikap Candra yang plin plan.
"Apa Kita membeli sesuatu ?"Tanya Candra lagi,kepada Marco.
"Apa yang ingin Bos beli ?"Tanya Marco tanpa menoleh ke belakang.
"Kita sudah di mana ?" Tanya Ezra,Candra segera menoleh.
"Kita hampir sampai"Jawab nya singkat.
"Marco langsung ke hotel dan bar,ayah angkat sudah menunggu Kita disana !" Sambung Candra lagi,Marco hanya menganggukkan kepalanya.
Marco segera belok kanan,lalu masuk ke jalan lantai atas untuk memarkirkan mobilnya.
Candra dan Ezra segera turun,terlihat Ezra yang sedikit sempoyan karena lama di perjalanan membuat nya sedikit pusing.
"Kamu kenapa?" Candra melihat Ezra yang memegang kepala.
"Aku,Aku sedikit pusing,seperti nya mabuk perjalanan !" Ucap Ezra yang masih memegang kepala nya.
"begitu saja sudah pusing,ayoo kita harus segera masuk,tidak boleh membiarkan Dia menunggu lama !" Ucap Candra yang meninggalkan Ezra sendiri di mobil.
Terpaksa Ezra mempercepat gerakan nya saat melihat Candra sudah jauh,di lorong masuk lantai atas,Ezra berpas-pasan dengan Rambo, pria ini tidak memalingkan wajah nya melihat Ezra,bahkan pria ini tidak mengedipkan matanya,karena ia sudah mengetahui siapa Ezra sebenarnya.
Candra segera masuk ke dalam lift,sementara Ezra masih di luar,ia segera berlari agar bisa mencapai lift yang sama dengan Candra.
__ADS_1
Candra menoleh Ezra disamping nya yang sedikit lelah,namun pria ini cuek saja.
Disaat Mereka hendak keluar lift,Candra segera menggenggam tangan Ezra,dan mereka berjalan bersama.
"Tuan,Tuan Besar sudah menunggu Anda di dalam !" Ucap pelayan itu mengantar Candra dan yang lain kedalam.
Terlihat diatas meja makan,semua menu makanan sudah tersusun begitu rapi,banyak makanan yang di hidangkan oleh pelayan Mr.D.
"Selamat datang pengantin baru !" Ucap Mr.D yang baru saja keluar dari kamar nya.
Mr.D segera memeluk Candra,lalu pandangan nya teralih kepada Ezra.Pria ini segera mendekat ke arah Ezra yang berdiri di sebelah Candra.
Mr.D mengulurkan tangan nya ke arah Ezra,Wanita ini ragu untuk menjabat tangan Mr.D namun,Ezra merasa tidak enak jadi ia segera menjabat tangan Mr.D.
Cup !
Mr.D mencium punggung tangan Ezra,membuat wanita ini kaget,lalu melirik kearah Candra.
Namun,Candra tidak melihat nya,ia lebih fokus kepada angel yang baru keluar dari kamar nya menuju meja makan.
Ezra segera menarik tangannya,ia merasa jijik melihat sikap pria tua itu yang menggoda nya.
"Ayooo makan bersama!" Ajak Mr.D berjalan ke arah meja makan yang besar.
Candra memilih duduk di sebelah Angel,sementara Mr.D duduk di kursi kepala keluarga,Ezra memilih duduk disebelah candra,karena ia tidak mengenal siapapun disini selain Candra.
Suasana makan malam terlihat begitu tenang.Namun,pria tua itu terus saja memandangi Ezra,membuat Ezra sedikit takut melihat kearah Mr.D.
"Menantu,makan lah yang banyak,Kamu baru pertama kali datang ke sini!"Ucap Mr.D
"Iya,Terimakasih Ayah angkat,maaf Aku datang kali ini tidak membawa hadiah apapun untuk Ayah Angkat." Jawab Ezra sopan,padahal wanita ini sudah cukup kesal melihat Ayah mertua yang nakal itu.
"Pelayan,bawa bingkisan untuk menantu saya!" Titah Mr.D kepada pelayan nya.
Dua Orang pelayan datang membawakan bingkisan yang besar,lalu memberikan nya kepada Ezra,Wanita ini menerima lalu meletakan nya di kursi sebelah.
Setelah perjamuan makan malam,Mr.D mengajak Ezra dan Candra jalan - jalan di sekitar hotel dan bar.
"Aku ingin berbicara dengan Mu!" Ucap Candra kepada Angel,Wanita ini mengangguk lalu mengikuti Angel yang berjalan agak jauh dari tempat Ezra dan Mr.D.
"Kamu jangan takut,Mereka sudah berteman sejak lama,jadi mungkin hanya melepaskan rindu nya karena sudah lama tidak bertemu!"Seru Mr.D mendekat kearah Ezra.
Pria tua ini memegang bahu Ezra,membuat Ezra menghindar,karena melihat gelagat Mr.D yang mencurigakan.
"Kamu sangat bagus memakai gaun ini,apalagi kalau kamu mau mencoba gaun baru hadiah dari Saya !" Ucap Mr.D,Ezra menolak karena tidak senang melihat sikap Mr.D yang penggoda itu.
"Tidak perlu Ayah angkat,Saya lebih nyaman memakai ini!" Jawab Ezra sopan.
__ADS_1
Ezra ingin mencari Candra,namun ia tidak menemukan Candra dan Angel di sekitaran ruangan tempat terakhir Mereka pergi.
JANGAN LUPA LIKE,VOTE DAN BERI HADIAH YA,SEMANGAT author untuk up π€