Dendam Cucu Mafia

Dendam Cucu Mafia
73.Abian Murka


__ADS_3

Dor..!Dor...!Dor..!


Ketiga peluru yang terbang dari senjata milik Abian tidak ada yang meleset,semua nya tepat sasaran.


"Opa ..!" Teriak Ezra,namun tidak melepaskan tangan Candra.


"Altar bawa Ezra ke mobil dengan Candra,Pria ini biar Aku yang urus !" Ucap Abian dengan datar,namun tatapan nya kepada Santiago sangat mengerikan.


'Dia Abian,The King Of Mafia! benar-benar tatapan yang sangat menakjubkan ' Santiago yang memandang kearah Abian begitu serius.


"Kau berani menyentuh keluarga Ku,apa Kamu lupa,Kamu menginjak kaki di Negara yang peraturannya Aku buat sendiri ?"Ucap Abian berjalan kearah Santiago.


"Katakan Kau ingin mati disini atau di tempat lain ?" Sambung Abian lagi,Kini berdiri di depan Santiago.


"Bac*t cuiihhh..!" Santiago meludah di depan Abian.


"Hiiiyaak ..."Dugh...Dugh...Dugh..


Santiago langsung menyerang Abian,namun pria ini dapat menahan nya.


Kekuatan nya masih sama saat ia berusia 20 tahun,ia tidak pernah lemah dalam bertarung.Abian tersenyum licik melihat kearah Santiago yang mulai ngos-ngosan melawan dirinya.


'Sialan kenapa ia masih kuat,meskipun usia nya sudah Tua !'


Santiago langsung menyerang kembali Abian,beberapa kali ia ingin memukul Abian,namun Abian selalu dapat menghindarinya.


Dor ...! "Uuukkhhh..!"


Dor...! Dor...! Dor...!


Abian melirik kearah orang yang melepaskan tembakan nya.


"Ezra !" Panggil Abian yang telah menembak Santiago sampai mati.


"Ini balasan untuk orang yang mengkhianati suami Ku,dan bahkan ingin membunuh suami Ku,Dia pantas mendapatkan itu !"Ucap Ezra masih memegang senjatanya.


"Ezra ..!"Abian mengambil senjata di tangan Ezra,lalu membuang nya ke lantai.


"Kamu sedang hamil,bagaimana bisa membunuh orang begitu !" Ucap Abian yang takut akan kondisi janin Ezra.


"Opa,Candra belum siuman !" Ucap Ezra memegang tangan Abian.


"Dia akan baik-baik saja,Kita akan mengantar nya ke rumah sakit !"Abian memeluk Ezra,menuntun Ezra keluar dari markas.


"Opa,semua mobil telah siap,Kita akan ke rumah sakit !" Ucap Altar berdiri di depan Abian.

__ADS_1


"Kerumah sakit HK!" Jawab Abian membuka pintu mobil untuk Ezra.


Terlihat Candra yang tidak bergerak membuat Ezra tidak berhenti menangis,Abian yang disamping Ezra merasa iba melihat cucu nya yang begitu terluka,karena Candra tidak sadarkan diri.


"Sayang sudah,Opa yakin Ia akan baik-baik saja !" Ucap Abian memegang bahu Ezra.


"Opa tahu,Young yang membuat Kami begini,sehari semalam Kami di kejar, hanya beristirahat sejenak,bahkan mereka berani menerobos masuk ke rumah Candra,ingin membunuh Ku saat Candra tidak dirumah !" Ucap Ezra,dalam tangis nya,Abian memeluk Ezra menenangkan Ezra,Abian takut kalau Ezra terus begini akan berpengaruh pada kondisi kehamilannya.


"Tenang,Opa sudah membereskan wanita itu!"Jawab Abian,memeluk cucunya.


Dua jam berlalu dalam perjalanan dari markas,menuju ke rumah sakit HK.


Altar menurunkan Candra dari dalam mobil di bantu oleh Abian,Ezra mengikuti mereka dari belakang.


Dokter Dairul,Dokter pribadi keluarga Abian yang sekarang setelah Dokter santi.


"Dok,tolong selamat kan suami cucu saya!" Ucap Abian,membaringkan tubuh Candra si atas hospital bed yang di dorong perawat.


"Mohon tunggu di luar biarkan kami yang memeriksa nya!" Ucap Dokter Dairul menutup pintu ruang operasi.


"Tidak,biarkan Aku masuk,Aku ingin melihat suami Ku!" Teriak Ezra begitu kencang,membuat Abian kaget menoleh kearah sumber suara yang berada di belakang nya.


"Ezra tenang,Kakak yakin Candra tidak apa -apa !" Altar memeluk Ezra,raut wajah Abian memerah melihat Ezra yang begitu terluka,membuat jiwa mafia Abian bangkit lagi.


Altar mengangguk nya,Abian segera pergi meninggalkan mereka di rumah sakit,lalu pergi untuk kembali ke mansion.


***


Ckkiiiitttttt...!


Suara mobil Abian yang di rem secara mendadak oleh Abian,Clara berlari keluar dari mansion.


Tap...Tap...Tap...!


"Kenapa Kamu lari -lari ?" Tanya Abian.


"Dari mana saja Kamu,dari semalam tidak pulang,apa Kamu sudah punya simpanan ?" Tanya Clara dengan marah kepada Abian.


"Tidak sayang,Aku hanya menjemput Ezra di desa Candra"Abian merangkul istri nya untuk masuk ke dalam mansion.


"Sayang Kamu tau,semua bawahan Candra mengkhianati Dia,salah satu nya adalah orang kepercayaan Mu yang membantu bawahan Candra!" Sambung Abian lagi masih merangkul istrinya .


"Siapa,katakan !"


Clara berdiri di depan Abian.

__ADS_1


"Young !" Jawab Abian singkat.


"Young ?bagaimana bisa ?"Clara ikut terkejut mendengar Abian menyebut nama Young,Wanita yang selama ini di percayakan oleh Clara,malah sudah di anggap seperti adik nya.


"Dimana perempuan itu?" Tanya Clara lagi.Namun,Abian tidak menjawab nya,ia berjalan kearah anak tangga,Clara masih mengikuti nya dari belakang .


"Sayang kenapa Kau tidak menjawab,jangan bilang Kamu ingin melindungi gadis itu !" Teriak Clara,membuat Abian menghentikan langkah kakinya.


Pria itu menoleh kearah istrinya.Clara segera menghampirinya.


"Katakan !" Clara memaksa Abian untuk mengatakan apa yang terjadi kepada Young.


"Kalau Kamu tidak memberitahukan Aku,biarkan Aku cari tau sendiri !" Sambung Clara lagi,Abian segera mengendong tubuh Clara seperti karung beras.


"Lepas,apa yang Kamu lakukan !" Teriak Clara memberontak .


"Tidak Kah Kamu tau apa yang ku inginkan saat ini?" Tanya Abian,ia segera membuka pintu kamar nya.


Bugh ..!


Abian mendorong tubuh Clara ke atas ranjang,membuat wanita ini bingung.


"Sayang Aku ingin Kamu melayani Aku malam ini,Aku rindu belaian Mu !" Ucap Abian berbisik di telinga Clara,membuat wajah Clara bersemu merah karena malu.


"Sudah setua ini masih bisa malu juga ?" Goda Abian lagi,tangannya sudah berpindah posisi di kancing dress milik Clara,ia segera membuka kancing baju sa-tu persa-tu.


"Apa yang Kamu lakukan ?" Tanya Clara lagi menahan tangan Abian.


"Jangan hentikan Aku,Aku sudah ingin main kuda-kudaan !" Ucap Abian.


Cup ..! Abian melu mat kan bi bir Clara,Wanita ini juga membalasnya,baju nya sudah terbuka,dengan perlahan Abian menurunkan dress yang di kena kan oleh Clara.


Gunung kembar yang masih terlihat begitu menantang,menggoda Abian untuk segera memainkan nya.


"Bagaimana kondisi Candra sama Ezra,apa Mereka baik-baik saja ?" Tanya Clara kepada Abian yang sedang memainkan gunung kembar milik Clara.


"Aaah..!" De sah Clara saat Abian menggigit pelan pu ting su su milik Clara.


"Mereka baik-baik saja,berhenti mengganggu Ku,Aku sedang sibuk sekarang !" Jawab Abian melihat kearah Clara yang sedang berasa di bawah nya.


"Sibuk?"Clara menyempitkan matanya, "Kau sedang mengerjai Ku,kerjaan apa yang Kau bilang sibuk...Aaahhh..apa yang Kamu lakukan !" Pekik Clara menjambak rambut Abian.


"Berhenti menganggu Ku,jika tidak akan ku putus kan ini !" Ucap Abian menatap kearah benda kecil yang nongol di atas gunung kembar.


Perkataan Abian membuat Clara mengerutkan bibirnya.

__ADS_1


__ADS_2