Dendam Cucu Mafia

Dendam Cucu Mafia
24.Lamaran 2


__ADS_3

"Papa Mu memanggil Kita, ayoo kesana!" Ucap Candra,menarik lengan Ezra.


"Oh Tuhan,apa yang ia pikirkan,Papa pasti akan marah!" Batin Ezra,memegang dahi nya.


"Tuan Besar !" Panggil Berson,namun Zico segera menggerakkan tangannya untuk menghentikan Berson.


"Apa tujuan Mu,katakan !" Ucap Zico langsung pada intinya.


"Tidak salah orang - orang sangat mengagumi Anda Bapak Mertua,Anda memang to the poin kalau berbicara,cukup mengesankan !"Jawab Candra berdiri di depan Zico.


"Jaga bicara Mu!Aku bukan Bapak Mertua Mu!" Seru Zico dengan kesal,namun tidak bisa melakukan apapun di depan Ezra .


"Sekarang bukan!sebentar lagi Saya akan menjadi menantu Anda !" Candra cukup menantang Zico.


Pak ! Pak ! Pak!


Marco menepuk tangannya ti-ga kali,semua para pengawal maju ti-ga langkah lebih tepat dekat dengan tempat mereka berdiri,dan membawa semua bingkisan yang disiapkan oleh Candra.


Zico menyempitkan matanya melihat kearah Candra,ia baru melihat orang seberani ini melawan dirinya.


Marco maju kedepan dengan memegang sebuah kotak perhiasan,dan membuka nya di depan Zico.


"Tuan,ini adalah satu set perhiasan untuk putri cantik Anda yang sangat berharga ini,perhiasan ini adalah bentuk dari rasa kagum dan rasa hormat dari Tuan Kami,mohon di terima !" Ucap Marco menyerahkan kotak perhiasan kepada Zico.


"Cukup menarik,Mereka bisa membawa kan perhiasan yang cukup beharga ini kemari,dan ini semua di lakukan oleh Pria ini,siapa Dia sebenarnya !" Batin Zico masih melihat ke arah Candra dengan sangat intens.


"Papa..!" Ezra mendekat kearah Zico,memegang lengan Zico.


"Berson,ambil hadiah yang disiapkan oleh Tuan Candra jangan membuat Mereka tersinggung !" Seru Zico,Berson segera melangkah maju dan mengambil kotak perhiasan di tangan Marco.


Santiago melangkah maju,dan berdiri di sebelah Marco.


"Tuan Zico,perkenalkan nama Saya Santiago,Saya adalah Direktur dari perusahaan Master Properti !" Mendengar penjelasan Santiago,semua tamu terkejut,karena baru kali ini Mereka dapat bertemu langsung dengan orang yang berasal dari Master Properti.


"Hallo Tuan Santiago,senang bertemu dengan Anda!" Zico mengulurkan tangannya,Candra menyempitkan matanya saat melihat Zico begitu antusias,dengan Santiago saat mendengar nama Master Properti.


Santiago berjabat tangan dengan Zico.


"Tuan Santiago,dimana CEO Master Properti,kenapa tidak ikut sekalian kemari !"

__ADS_1


Zico bejalan kearah Santiago,membelakangi Candra,Marco yang melihat nya hanya bisa menahan senyum,disaat Candra sudah melirik kearah Marco, pria ini segera berdiri dengan tegak .


"Tuan,Beliau ada disini !"Jawab santiago,terlihat Zico yang terkejut,dan melirik kiri dan kanan,mencari sosok CEO dari Master Properti .


"Tuan Candra adalah CEO,Master Properti!" Sambung Santiago lagi menunjuk kearah Candra yang berdiri di belakang Zico.


"Hah!"


"Hah!"


"Itu CEO,Master Properti,Kita sungguh beruntung bisa melihat langsung,Ayo melihat lebih dekat,jika bisa bekerja sama dengan nya pasti perusahaan Kita dapat proyek baru !"


Seru semua orang yang disana,para tamu berangsur - angsur datang mendekat kearah Candra.


Semua orang memberi salam kepada Candra,Zico yang berdiri di belakang orang berkerumunan,dengan wajahnya yang suram,hanya bisa menahan malu.Orang hebat seperti Zico bisa- bisa nya tidak mengenali CEO Master Properti membuat Dia sangat malu.


Ezra yang dari tadi melihat itu semua tidak tinggal diam,ia segera mendekat kearah Candra.


"Paman Berson bawa semua tamu untuk mencicipi hidangan!" Seru Ezra yang sudah berdiri di depan Candra.


Berson segera membubarkan semua tamu,Ezra menoleh ke arah Candra yang masih berdiri di belakang nya.


"Apa maksud semua ini?kenapa Kamu menipu Ku ?Aku senang dengan Kamu karena Kamu pria biasa,bukan seperti Tuan Muda pada umum nya,yang hanya bersembunyi di balik harta dan kekayaan nya!Kau tau Aku tidak suka orang yang berlebihan !" Ucap Ezra tanpa henti,namun pernyataan Ezra membuat Zico senang dan tersenyum .


"Tunggu !"Candra memegang tangan Ezra,menghentikan Wanita ini untuk pergi.


"Aku tidak berniat membohongi Mu,Kau tidak pernah tanya tentang kehidupan Ku,jadi ini bukan salah Ku,Aku juga tidak senang dengan kemewahan makanya Aku tinggal di apartemen yang sederhana,tapi Kamu tau seseorang dengan sengaja membakar Apartemen ku !"Candra melirik kearah Zico,berniat meminta bantuan kepada Zico,jika Pria itu hanya diam saja,mungkin Zico akan membuka rahasia nya.


"Sial !"Umpat Zico dalam hati melihat netra Candra yang melirik kearah nya,Zico segera berjalan kearah Ezra.


"Sayang !biarkan Dia tetap disini,Dia tau apa yang harus ia lakukan,mungkin Dia datang kemari untuk membuat papa Mu yang Tua ini terkesan !"Seru Zico memegang bahu Anaknya.


"Berson bawa semua pengawal dan tamu terhormat Kita ini,Kita akan berlatih tembakan!" Sambung Zico lagi.Ezra segera masuk kedalam rumah untuk mengantikan bajunya dengan baju olahraga.


"Bos,Kau memang hebat,Bapak mertua Mu tidak bisa berkutik di depan Anaknya !" Bisik Marco kepada Candra.


"Jangan senang dulu,Pria Tua ini punya banyak cara untuk mempermalukan Aku !" Jawab Candra juga berbisik .


"Berson berikan senapan itu kepada Dia,Aku ingin melihat sepintar apa Dia dalam menembak!"Tantang Zico kepada Candra.

__ADS_1


Candra tersenyum mendengar penuturan Zico,"Jika Aku bisa mengalahkan Anda,apa yang akan Anda berikan kepada Saya?" Candra mengambil senapan sama Berson.


"Jangan tinggi dulu,selesaikan misinya,baru bisa berbangga,jika Kamu berhasil Aku akan memberikan apapun yang Kamu minta !" Jawab Zico berjalan kearah benda yang di susun dengan rapi di depan mereka.


"Aku meminta Ezra..!"


Prang !


Gelas di tangan Zico pecah dengan genggaman nya yang kuat,rasa emosi di dadanya sudah begitu memberontak ingin segera di luapkan kepada Candra.


"Boleh saja!asal Kau berhasil !" Jawab Zico dengan tersenyum.


Berson meletakan papan berbentuk orang dengan jarak 15 meter dari tempat Mereka berdiri.Di setiap papan itu punya titik yang harus mereka tembak .


Zico segera mengambil senapan di tangan Berson dan mulai mengarahkan nya kepada papan yang di susun Berson barusan.


"Kita mulai !" Ucap Zico berjalan kearah garis yang sudah di buatkan Berson.


Zico mulai mengarahkan senapan,untuk menembak,bagi Zico itu hanya lah hal kecil.


Dor !


Dor !


Dor !


"Wah hebat !" Puji para tamu yang hadir.


Pak ! Pak ! Pak !


Mereka semua bertepuk tangan saat melihat aksi penembakan Zico yang tidak meleset,ia menembak tiga kali,semua nya tepat sasaran.


Zico melihat kearah Candra yang berdiri di belakang nya.


"Sekarang giliran Mu,ingat jika Kamu gagal jauhi Ezra,bila perlu tinggalkan Negar ini!" Ucap Zico.


"Jika Aku berhasil,ingatlah janji Anda Tuan Besar!" Jawab Candra dengan senyuman liciknya.


"Kita lihat saja !"

__ADS_1


Candra segera berjalan ke garis penembakan,dan melonggarkan dasinya,Candra melepaskan jas nya,Marco datang mengambil semua barang yang di berikan Candra.


"Terlalu banyak gaya !"Cibir para penonton disana.


__ADS_2