
Dea masih setia menunggu di luar ruangan meeting.
"Dea,kenapa berdiri disini,seharusnya di lobi saja biar enggak capek !"
"Enggak apa-apa buk,apa berangkat sekarang buk?"
Tanya Dea.
"Tunggu sebentar ya,Saya ambil kan tas di ruangan Suami Saya!"
"Tidak perlu,pergi saja,ini pakai!"
Candra memberikan black card kepada Ezra,
"Yang kemarin saja belum di gunakan !"
Ketus Ezra,
"Udah pakai aja,ini punya Ku!"
"Yasudah,Cup!"
Ezra mencium pipi suaminya,lalu berpamitan pergi dengan Dea.
Kali ini Han yang mengantar Ezra dan Dea ke butik.
Ceklek !
"Nyonya silahkan !"
Ujar Han,
Ezra segera masuk,sementara Dea duduk di depan di sebelah Han.
"Han,kalau nanti jumpa orang yang jualan buah berhenti ya!"
Pinta Ezra,Dea menoleh.
"Buk,Bapak berpesan,hanya boleh berbelanja di supermarket atau mall,tidak boleh berbelanja di pinggir jalan,apalagi buah-buahan !"
Pungkas Dea,
"Jangan bagi tau Bapak ya !"
Cetus Ezra,lalu Dea memperlihat kan layar yang ada di dalam mobil.
"Astaga!kapan itu di pasang !"
Candra telah memasang layar monitor di mobil nya,apapun yang di kerjakan Ezra otomatis Candra tahu,dan semua perkataan Ezra telah di ketahui oleh Candra.
Kriing...
Kriing..
Ponsel Dea berdering,Candra menelpon.
"Buk,ini Bapak!"
Dea memberikan ponsel nya kepada Ezra.
"Iya Sayang!"
Jawab Ezra begitu panggilan terhubung.
"Jangan berbelanja di sembarangan tempat,tetap harus pilih-pilih,ingat dimana pun kalian berada harus hati-hati!"
Tegas Candra di seberang sana .
"Iya..ya..!tenang aja,disini ada Han dan Dea!"
"Kalau gitu sayang,Aku tutup dulu Aku mau bertemu dengan klien!"
"Iya!"
Ezra memberikan kembali ponsel kepada Dea.
"Nyonya,Kita sudah sampai !"
Dea segera turun,dan membuka kan pintu untuk Ezra,Han juga ikut masuk ke dalam butik, untuk memastikan Istri Bos nya aman di dalam.
"Han,Kamu bisa menunggu disini,dan silahkan pesan minuman apa saja !"
Pungkas Ezra,menyuruh Han untuk tunggu di resto kopi yang ada di depan Butik.
__ADS_1
"Baik Nyonya!"
Dea dan Ezra segera masuk ke dalam,mereka memilih dan memilah baju yang mereka suka,hampir 50% isi toko Ezra suka,namun ia tidak bisa memborong semua nya,kalau tidak sempat id pakai kan kasihan uang nya.
"Dea Kamu pilih saja,nanti Aku yang bayar!"
"Tidak usah buk,Aku tidak biasa menerima pemberian orang!"
Jawab Dea menolak secara sopan.
"Anggap saja Kita sekarang teman,Kamu pilih saja ya!"
Ezra tetap memaksa,bagaimana pun Dea adalah sosok wanita yang bisa di andalkan,ia tidak pernah mengeluh atas pekerjaan yang ia kerjakan.
"Buk,maaf sebentar Saya angkat telepon dulu ya !"
Ezra mengangguk,Dea sedikit menjauh.
Setelah Ezra memilih semua baju nya,ia meminta Pelayan toko untuk membungkus kan beberapa baju untuk Dea.
"Sudah ?"
Tanya Ezra,saat Dea kembali,Dea mengangguk nya.
"Ini untuk Mu!"
"Banyak banget Buk,apa tidak apa-apa ini?"
Tanya Dea segan,Ezra menggelengkan kepala nya sambil tersenyum.
Mereka keluar dari Butik,pelayan toko membawa belanjaan menuju mobil,lalu Han ikut menyusul mereka,semetara Ezra menyuruh Dea untuk membayarkan minuman Han.
Ezra segera masuk ke dalam mobil,disaat Ezra sudah berada di mobil,tanpa sengaja ia melihat mobil kantor Candra yang biasa di gunakan Candra untuk meeting berhenti di sebuah hotel yang ada di sebelah butik.
"Itu mobil Candra ?"
Gumam Ezra,lalu kembali turun dari mobil nya,ia melihat mobil itu masuk ke dalam tempat parkiran hotel.
"Loh Buk,kenapa di luar?"
Tanya Dea yang berjalan ke arah Ezra.
"Aku melihat mobil Candra!"
Jawab Ezra menunju ke arah hotel.
Pungkas Dea,itu membuat Ezra penasaran.
"Ayo kita lihat,siapa yang Candra temui!"
Ujar Ezra.
"Buk,apa enggak pa-pa Kita pergi kesana?kalau Bapak tahu ia akan marah !"
Pungkas Dea,
"Udah Kamu tenang saja,Dia enggak bakalan marah!"
Dea bersama dengan Ezra,segera pergi ke hotel,semetara Han mengikuti mereka dari belakang dengan mobil.
"Buk,pelan-pelan,nanti Anda bisa terjatuh,ingat lagi hamil!"
Dea ngilu melihat jalan nya Ezra yang terburu-buru.
"Enggak sempat lagi Dea,Aku keburu penasaran,apa yang Candra lakukan disini!"
Tegas Ezra berjalan ke arah resepsionis.
"Hallo selamat siang Buk ada yang bisa Kita bantu!"
"Barusan Candra Hengkara kemari,apa Dia memesan kamar?"
Tanya Ezra.
"Ia ia memesan kamar,mereka ada di nomer 056!"
"Mereka ?ia datang bersama siapa?"
Tanya Ezra yang penasaran.
"Wanita Buk!"
"Kami segera kesana !"
__ADS_1
"Ayo,Dea!"
Ezra masuk ke dalam lift,sementara Han sudah mengikuti mereka dari belakang.
"Buk,hati-hati,jangan gegabah,ingat janin ibu!"
Ujar Dea berkali-kali,ia takut sesuatu terjadi.
"Kalau Kau pelan-pelan,keburu Mereka naik Ranjang!"
Ketus Ezra dengan kesal,menahan amarah nya.
Pintu lift terbuka,Mereka segera keluar,Dea dan Han mengikut Ezra dari belakang.
"Aaagrrrh!"
Ezra memegang perut nya,karena terlalu bersemangat,sehingga membuat perut Dia sakit.
"Buk kenapa?apa Kita pulang saja,atau kerumah sakit saja!"
Dea begitu panik.
"Enggak usah!Aku perlu tahu,apa yang Candra lakukan di sini!"
Tegas Ezra lagi,yang sudah tersulut emosi,Ezra benar-benar marah,Candra menyewa kamar hotel bersama dengan wanita lain.
"Tapi perut ibu sakit,takut ada apa-apa!"
"Benar Nyonya,mending Kita ke rumah sakit dulu!"
"Tidak perlu,Aku tidak apa-apa!"
Ezra segera mengimbangi tubuhnya agar ia lebih rileks.
"Aaaggrrhhh!"
Teriak Ezra lebih keras,membuat Dea panik,apalagi Han.
"Nyonya Aku akan menelpon Tuan,Aku takut sesuatu terjadi!"
"Tidak perlu!"
"Tapi Buk,Bapak perlu tahu kondisi ibu!"
"Aku bisa berdiri!"
Cetus Ezra berpegangan sama Dea,Han juga ikut membantu.
"Pelan-pelan Buk!"
Ucap Dea,Wanita ini benar-benar panik,apalagi kondisi Ezra yang tengah hamil.
"Awww,Aaaggrhh!"
Ezra kembali mengeluh,ia merasakan sakit yang luar biasa.
"Buk,seperti nya Aku gak bisa menahan diri lagi!"
"Jangan !"
Ezra melarang Dea.
"Han,hubungi Bapak Candra!"
Pinta Dea,Han mengangguk nya.
Han mencoba menelpon Candra,namun ponsel nya tidak di angkat,bahkan Han sudah menelpon berkali-kali.
"Sunda Aku bilang jangan di telepon,ia enggak akan angkat,paling juga sedang bersama dengan perempuan itu!"
Ketus Ezra,menahan rasa sakit.
"Bagaimana ini!"
Ucap Dea yang panik,
"Bagaimana kalau Aku ke kamar itu!Buk tunggu disini dulu!"
Sambung Dea lagi.
"Enggak usah!"
Tegas Ezra lagi.Namun,air matanya tiba-tiba terjatuh,Dea merasa kasihan.
__ADS_1
"Han,jaga Buk Ezra,Aku akan ke kamar Bapak Candra!"
Han mengangguk,Dea dengan langkah besar segera berlari menuju kamar yang disewakan oleh Candra.