
Candra melakukan gerakan pinggulnya lagi,kali ini ia melakukan nya dengan perlahan,agar Ezra tidak kesakitan.
"Uuh !" Ezra kembali mengerang,ia mere mas sprei dengan kuat,dan langsung menarik sprei itu sampai lepas,saking sakitnya.
"Aaaahhhhh !" Candra mendongakkan kepala nya ke atas.Setelah mencapai kli maks yang kedua nya,ia belum terasa begitu lemas,melihat Ezra yang mengalami kesadaran menurun ia segera menyusahkan permainannya.
Candra membalikkan tubuh Ezra,terlihat begitu melelahkan .
"Capek ?" Tanya Candra membelai wajah Ezra,wanita ini menganggukkan kepala nya saja,tanpa menjawab.
Cup !
"Istirahat dulu,sebentar nanti kita lanjut lagi !" Ucap Candra menggoda Ezra,wanita ini segera memasukan kepalanya dalam selimut.
Candra segera turun dari ranjang,dan memakai baju mandi nya.Candra bejalan ke arah balkon kamar,udara di sini memang begitu sejuk,apalagi angin malam yang berhembus,menerpa,kulit wajah dan tangan Candra yang tidak berbalut dengan kain.
Candra meneguk segelas wine,untuk menghangatkan tubuhnya.
Gluk !
Satu teguk wine sudah masuk kedalam rongga mulut,Candra meletakan gelas wine di atas tembok balkon,lalu ia berdiri melihat suasana malam di Turki.
Ting !
Sebuah pesan masuk,Candra segera mengambil handpone nya yang ia letakan di atas meja di dalam kamar,ia segera membuka pesan tersebut,yang di kirimkan oleh Santiago.
"Aku sudah menemukan pria yang Kamu suruh cari,ia ada di di hotel Catron bersama dengan pengawalannya !"
Setelah membaca pesan tersebut,Candra segera pergi,meninggalkan Ezra sendirian di dalam kamar,tanpa berpamitan kepada istri nya.
"Hallo,Aku akan segera kesana,tunggu Aku !" Ucap Candra,lalu memutuskan panggilan nya,Candra meminta seorang sopir hotel untuk mengantar nya ke tempat yang Santiago infokan.
"Akhir nya Aku menemukan pria itu,Aku akan mencari tahu,siapa anak yang di kandung Angel,jika ia hamil sebelum ke Turki,itu bisa jadi Anak ku,tapi jika ia hamil setelah di Turki mungkin itu bukan Anak Ku!" Gumam Candra saat duduk di belakang sopir.
"Tuan Kita sudah sampai di hotel Catron !" Ucap sopir tersebut menoleh ke arah Candra.
"Pak tidak perlu menunggu,Aku akan pulang sendiri !" Jawab Candra,lalu turun dari mobil.
"Awas..!" Teriak Santiago yang berlari ke arah Candra.
Dor !
Dor !
Candra berguling - guling berdua dengan Santiago di depan hotel Catron.
"Ada apa ?" Tanya Candra,saat mereka sudah bersembunyi.
"Pria yang Aku sekap barusan adalah orang yang di lindungi oleh orang nomer sa-tu di Turki, keluarga mereka di lindungi oleh duta besar,siapapun tidak bisa menyentuh Mereka apalagi hanya warga luar !" Jelas Santiago mengeluarkan senjatanya.
__ADS_1
"Mereka masih disini !" Ucap Candra melirik ke arah dua pria yang berjaga di depan hotel.
"Itu Pria yang di kirim oleh kedutaan untuk menjemput Pria di dalam,itu Mereka !" Santiago dan Candra melihat kearah Pria yang berjalan ke arah mobil mewah miliknya.
"Dia !" Gumam Candra .
"Dia bekerja di bagian kedutaan jadi mereka di lindungi oleh kedutaan !" Jelas Santiago lagi.
"Aku akan mengejar nya !" Ucap Candra berlari ke arah Pria itu.
"Tunggu !"Teriak Santiago,namun Candra sudah berlari begitu jatuh "Sial,apa Dia sudah gila!" Umpat Santiago dengan kesal.
Tap ! Tap ! Tap !
Lari Candra ke arah mobil mereka,dan memegang pintu mobil,membuat semua pengawal bersiap siaga ingin menembak Candra.
"Saya,Warga disini,saya kesini hanya ingin berbicara dengan Anda saja,cuma li-ma menit !" Ucap Candra memperlihatkan identitas nya yang penduduk Turki asli.
"Turun kan senjata kalian !" Perintah Pria itu,semua pengawal nya menurunkan senjata mereka.
"Kita bicara di mobil !" Ucap Pria itu lagi,Candra segera masuk kedalam mobil,dan memberikan kode kepada Santiago untuk menelpon pengawal mereka untuk mengejarnya dari belakang.
"Baik!" Jawab Candra,dan segera masuk kedalam mobil Pria itu.
Blam!
"Saya Candra Hengkara !" Candra memperkenalkan dirinya.
"Saya Mastio !" Jawab nya singkat.
"Tuan Mastio,apakah Anda mengenali seorang warna Negara E yang bekerja disini !" Tanya Candra melihat ke arah Tuan Mastio.
"Namanya ?" Tuan Mastio cukup gugup mendengar pertanyaan itu.
"Angel !" Jawab Candra singkat.
"Heh! Wanita menyebalkan itu,Dia sebelum datang kesini sudah hamil,tapi Mr.D malah memaksa Aku menerima Wanita itu,jika Aku tidak baik hati mungkin Dia sudah mati !" Jawab Tuan Mastio tanpa melihat kearah Candra.
Candra mengepalkan tangan nya mendengar jawaban dari Tuan Mastio.
"Selain itu Dia sudah tinggal berapa tahun dengan Anda,kenapa Anda bilang Dia hamil sebelum kesini!" Candra kembali menggali informasi dari Tuan Mastio.
"Ti-ga bulan ?Dia hanya tinggal li-ma bulan disini,saat kesini,Dia sudah hamil dua bulan,itu membuat Ku sangat rugi,Mr.D menipu Ku kali ini!" Jawab Tuan Mastio lagi.
"Brengsek !" Ucap Candra meletakan lengannya di leher Tuan Mastio.
"Siapa Kamu!turunkan tangan Mu,jika tidak Kau akan mati !" Ucap Tuan Mastio.
Sopir Tuan Mastio, sudah memberi sinyal kepada pengawal nya,sopir ini segera memberhentikan mobilnya,Candra segera membuka pintu mobil,dan ingin menyerang Tuan Mastio.
__ADS_1
Dor !
Pengawal Tuan Mastio sudah melepaskan peluru nya,namun meleset,Candra mengurungkan niat nya untuk memukul Tuan Mastio,ia segera berlari masuk kedalam hutan.
"Sial,Aku melakukan kesalahan,harusnya tidak langsung menggertak nya!" Gumam Candra yang berusaha lari dari kejaran pengawal Tuan Mastio.
"Tuan,Dia sudah kabur begitu jauh!" Ucap pengawal itu.
"Kita kembali kedutaan,besok utuskan beberapa orang untuk melacak tempat mereka tinggal !"
"Baik Tuan !"
Tuan Mastio segera masuk kembali ke dalam mobil nya.
Candra tanpa sengaja menginjak ranting sehingga membuat nya jatuh berguling ke bawah jurang yang ringan.
"Bos !"Teriak Santiago yang baru datang
"Bos !"
Teriak nya lagi,namun tidak menemukan adanya Candra,Santiago ingin berbalik,namun ia melihat jam Candra yang terjadi di tempat tersebut.
"Ini jam milik nya,berarti Dia masih disini!" Ucap Santiago melihat kearah jam di tangannya,"Gerakkan semua orang untuk turun ke bawah sana !" Sambung Santiago lagi,mengutuskan beberapa pengawal untuk turun ke bawah jurang ringan tersebut.
***
Jam 10:00 pagi,Ezra terbangun dari tidur nya,ia tidak menemukan Candra ada di ranjangnya,Ezra berusaha bangkit,namun seluruh tubuh nya ia merasakan nyeri yang luar biasa.
Seluruh tubuhnya di penuhi dengan bercak- bercak merah.Ezra berusaha meraih baju mandi yang ada di dekat ranjang nya.
"Uuh ..!" Ezra merasakan bagian sensitif nya yang begitu,bahkan ada noda merah di atas sprei nya,membuat Ezra hanya bisa menghela nafas lalu berhasil turun dari atas ranjang,dengan segala usahanya,akhirnya ia berhasil.
Ezra segera memakai baju mandinya,lalu mengikat tali itu dengan kuat,agar tidak terlepas,Ezra berusaha jalan kearah kamar mandi,namun langkah nya terhenti saat mendengar ketukan dari pintu kamar milik nya.
Tok..Tok...Tok..
"Siapa ?" Teriak Ezra dari dalam kamar,lalu membalikan tubuh nya berjalan ke arah pintu.
"Pelayan Hotel !" Jawab mereka,Ezra segera mempercepat jalan nya meski dalam keadaan yang sakit.
Ceklek !
"Ada apa ya ?" Tanya Ezra belum melihat ke arah mereka.
"Hah!"
Ezra kaget melihat sosok Pria berbadan besar berdiri di depan kamar Ezra,kedua pria itu juga menatap ke arah Ezra.
JANGAN BOM LIKE YA !MINIMAL BACA 10 MENIT BARU LIKE,MOHON VOTE,LIKE DAN BERI HADIAH๐ค๐
__ADS_1