
Marco mengemudi mobil begitu tenang,ia sesekali menoleh ke belakang.
"Apa rencana Bos sekarang?"Tanya Marco kepada Candra .
"Tetap pada rencana awal,membunuh Mr.D dan Abian !" Jawab Candra lantang.
"Bos,kenapa jadi dua orang ?" Marco semakin bingung,karena belum membaca isi surat yang di berikan Ezra.
"Yang membunuh ayah Ku,Abian,yang membunuh Kakak Ku,Mr D !" Jawab Candra,ia membaringkan tubuh nya di jok mobil,lalu mengangkat kaki nya keatas.
"Bos,bagaimana dengan istri Anda?"Tanya Marco lagi.
"Aku tidak akan membiarkan Dia pergi jauh dari sisi Ku,tapi dendam ini harus terbalas!" Jawab nya lagi.Membuat Marco semakin bingung.
'Bos sangat ingin balas dendam,tapi sementara yang jadi sasaran Dia adalah Kakek dari istrinya?apa itu tidak akan membuat nya berpisah dengan istrinya ?'Marco semakin di buat bingung dengan pernyataan Candra.
Ia menoleh ke belakang kalau Pria itu sudah tertidur di dalam mobil,setelah kejadian semalam,ia tahu Candra belum istirahat,maka ia tidak akan membangunkan nya kalau belum sampai ke Hyde Park .
Margo mendapat panggilan dari informan yang ia bayar.
"Hallo !" Jawab Marco saat headphone sudah di kupingnya.
"Tuan,Aku menemukan tempat tinggal Pria yang Kau suruh cari,Aku hanya melihat ia hidup berdua dengan istrinya,apa ada perintah lain ?" Tanya orang di seberang sana.
"Tidak ada,nanti Aku akan hubungi Kamu lagi,kirim semua data nya ke email!"
"Baik !"
Panggilan segera terputus saat Marco mencabut kembali headphone nya.
"Siapa yang Kau telepon ?" Tanya Candra mengejutkan Marco.
"Itu informan yang Aku pekerjakan untuk mencari tahu keberadaan Tuan Abian !" Jawab Marco dengan gemetar.
"Sudah dapat informasi nya ?" Tanya Candra masih memejamkan matanya.
"Sudah Tuan,mereka ada di Australia!"Jawab Marco singkat.
__ADS_1
"Suruh seseorang untuk mengawasi Mereka,Kita tunggu mereka kembali !"Ucap Candra kembali duduk dari tidur nya.
"Baik Tuan,Aku akan mengirim seseorang untuk mengawasi tempat tinggal mereka !" Jawab Marco lagi.
Candra langsung memejamkan kembali matanya,menunggu perjalanan sampai ke Hyde Park.
***
Suasana Pulau Elang begitu ricuh saat Ezra dan Altar baru sampai ke pulau.
"Apa yang terjadi ?" Tanya Ezra kepada Altar saat mereka akan memasuki lorong menuju kamar masing- masing,namun mendengar suara seseorang yang sedang marah.
"Ayoo Kita lihat,itu ada di aula belakang!" Altar menarik tangan Ezra untuk pergi ke aula belakang.
"Papa..!"Gumam Ezra saat sudah berada disana .
Zico melirik kearah anaknya yang baru saja pulang,ia langsung berjalan lebih dekat dengan Ezra.
Plak !
Sebuah tamparan melayang di pipi Ezra,membaut Altar marah dan menarik kerak kemeja Zico.
"Tuan Muda !lepaskan tangan Anda !"Ucap Berson mencoba melepaskan tangan Altar.
Dugh !
Altar malah menendang Berson hingga jatuh,membuat Zico marah.Ia segera memegang tangan Altar lalu menghempaskan nya ke lantai
Bugh ! "Uuuhhkk!" Altar bangkit memegang dadanya.
"Kalian berdua berani melanggar aturan yang buat,siapa yang menyuruh kalian pergi menemui Mr.D di aula"Tatapan Zico mematikan teralih kearah Altar,"Dan Kamu sejak kapan menjadi wanita penggoda,berani merayu pria tua itu !"Zico berbalik menatap kearah Ezra.
"Anda bisa marah,bisa pukul saja Aku,tapi jangan Dia,Aku yang mengajak Dia pergi,jadi Aku yang bertanggung jawab!" Teriak Altar kepada Zico.
"Kau sudah dewasa!sudah berani melawan Ku!" Zico menarik kerah baju Altar,menatap nya penuh amarah.
"Sejak kapan Aku menjadi pion Mu,yang bisa Anda mainkan,selama nya Aku adalah diriku,Aku tidak ingin di perintahkan oleh siapapun !" Protes Altar yang begitu keras kepada Zico,membuat yang lain menatap takut kearah mereka berdua,Ezra hanya bisa menahan sakit di pipinya.
__ADS_1
Bugh !
Zico melepaskan tangannya,menghempaskan tubuh Altar kebawah.
"Young bawa Ezra ke gudang,beri Dia hukuman!" Titah Zico
"Aku saja!Kau bisa menghukum Ku,tapi lepaskan Dia!" Sahut Altar lagi yang bangkit berdiri di depan Zico.
"Pah,kenapa Kau begitu marah!Kalau Kau mau membunuh Ku,bunuh sekarang Aku!karena Kau takut Mr.D mengusik mu dan mengganggu Mu,maka bunuh Aku !" Teriak Ezra di samping Zico,dengan wajah yang memar,pukulan Zico kali ini begitu kuat,Ezra sudah terbiasa dengan tempramen Zico.
"Tidak heran jika mama memilih pergi,dari pada ia bersama Mu,Aku tidak tau Dia semenderita apa !"Singgung Ezra,seketika membuat Zico menatap nya dengan tajam,lalu pergi meninggalkan ruangan itu dengan hati nya yang luka.
"Nona..!" Panggil Berson yang berjalan kearah nya.
"Seharusnya Anda tidak menyinggung Nyonya,kenapa Anda melukai perasaan Tuan Besar,ia begitu karena terlalu khawatir dengan Anda,ia takut hal 20 tahun lalu terjadi lagi sekarang,tapi hari ini pertama kali nya Anda membuat Tuan Besar begitu tidak berdaya!" Ucap Berson,Ezra baru sadar jika papanya selama ini sangat menyalahkan diri atas kematian ibunya,namun Ezra malah berkata begitu di depan Zico.
"Aku akan melihat papa !" Ucap Ezra berbalik menyusul Zico,Wanita ini terus mencari kemana papa nya pergi,namun ia tidak melihat siapapun disana.
Ezra berjalan kearah labirin terlarang,yang siapapun tidak boleh datang kesana,ia segera masuk ke sana,benar saja Zico sedang duduk di dalam itu,untuk menghukum dirinya sendiri.
"Pah!" Panggil Ezra mendekat,namun Zico tidak menoleh ke arah Ezra.Wanita ini segera mendekat dan memeluk nya dari belakang.
"Pah !maafkan Aku,Aku tidak bermaksud menyinggung Mama!" Ucap Ezra penuh penyesalan.
Seorang pria yang begitu keras namun bisa lemah hanya satu sebutan saja,yaitu menyalahkan dirinya atas kematian istrinya,maka ia akan merasakan begitu rapuh.
Bahkan seseorang akan lupa dengan jati dirinya,saat melihat ia saat ini yang begitu rapuh dan terluka.
"Aku sudah bertahan selama 20 tahun ini untuk tidak mengingat kejadian itu,namun hari ini Kamu menyadarkan Aku,kalau Aku belum pernah membahagiakan ibu mu !"Ucap Zico lirih,membuat Ezra tidak tega,dan terus memeluk Zico.
"Papa,Kamu telah membahagiakan Aku,jadi Kamu sudah melakukan kewajiban mu dengan baik!Aku bangga memiliki seorang papa seperti Mu,maafkan Aku yang selalu menyusahkan Mu!"
Zico menatap dalam ke arah putri nya,yang dulu berusia 10 tahun,saat ia diantar ke tempat ini,tapi sekarang usia nya sudah 20 tahun.Zico yakin kalau Ezra sudah bisa membenarkan mana salah mana baik untuk dirinya.
"Ingat apapun yang berhubungan dengan Mr.D Kamu harus berhati -hati,tidak semua orang akan lemah,tidak semua orang bisa di jinak dengan kata-kata lembut!"Ucap Zico memegang wajah anaknya,lalu menyeka air mata Ezra.
"Jika Kamu sangat ingin balas dendam,papa punya seseorang yang bisa mengalahkan kelicikan Mr.D!" Ucap Zico menatap Ezra.
__ADS_1
"Siapa Pa !" Tanya Ezra penasaran dengan orang tersebut .
Zico terlihat menghela nafasnya,lalu memalingkan wajahnya dari Ezra,ia tidak yakin orang itu akan membantu Ezra atau tidak.