Dendam Cucu Mafia

Dendam Cucu Mafia
36.Pertemuan Menantu dan Bapak Mertua


__ADS_3

Candra melangkah ke arah mobil yang sudah di siapkan Marco,Ezra berada di sebelah nya mengandeng tangan Candra.


"Aku akan pergi kerja,Kamu tinggal disini baik - baik,jika perlu apa-apa,minta saja sama Angga,ia akan menyiapkan semua keperluan Mu!" Seru Candra berdiri di depan Ezra.


Cup !


Candra mencium kening Ezra,membuat Marco membelalakkan matanya,entah sejak kapan pria ini telah bersikap lembut kepada istrinya.


'Dia sudah menjalankan misinya,jadi tidak heran sikap nya akan lembut kepada Ezra'Marco menggelengkan kepala nya,lalu membuka pintu mobil untuk Candra.


Ezra melambaikan tangannya kearah mobil Candra yang sudah jalan kearah gerbang utama Hyde Park.


"Kita ke Mexio,bertemu dengan Bapak mertua !" Ucap Candra saat mobil mereka sudah keluar dari Hyde Park.


"Bos,Kamu yakin akan bertemu dengan papa Ezra !" Marco menoleh ke belakang.


"Iya!Aku harus secepatnya bergerak,Aku tidak mungkin membiarkan kisah ini berlarut- larut sejauh mungkin " Jawab Candra,yang fokus dengan laptop di atas pahanya.


Angga mengirim beberapa email kepada Candra,mengenai pergerakan Ayah angkat nya.


Candra lebih fokus kepada layar laptop,sehingga tidak menyadari kalau ia sudah sampai di Mexio.


'Aku merasa tidak asing dengan tempat ini'Candra melangkah masuk mengikuti Marco dari belakang.


"Tuan Candra !" Sapa Berson di lobi,semua mata karyawan tertuju kepada Candra,semua orang mengenalinya sekarang setelah acara pernikahan Ezra dan Candra.


"Mari ikut Saya,Tuan Besar ada di ruangan nya !" Sambung Berson lagi,berjalan kearah lift menuju lantai li-ma,tepat dimana ruangan CEO berada.


Mexio memang perusahaan nomer sa-tu di Negara E,sebelum Master Properti hadir,tapi saingan bisnis Mexio,belum ada yang bisa mengalahkan,karena pendapatan Mexio murni dari hasil Berlian dan desainer serta proyek-proyek yang mereka bangun.


Master Properti,saat ini menjadi perusahaan nomer sa-tu di Negara E,tapi untuk pendapatan masih kalah jauh dari Mexio.


Ceklek !


"Tuan Besar!Tuan Candra disini!"


Ucap Berson menundukan kepala nya.


"Suruh mereka masuk !"


Zico segera bangkit dari tempat duduk nya dan berjalan kearah sofa.

__ADS_1


"Tuan Candra silahakn duduk,Saya akan membawakan minuman kesini,dan sedikit cemilan !" Ucap Berson.


"Tidak perlu,Saya tidak terbiasa makan di luar,Aku akan memakan dirumah saat pulang,karena ada istri di rumah yang menunggu Ku!" Jawab Candra,sengaja memancing Zico dengan membawa Ezra,agar bisa mendapat simpati dari Zico.


"Katakan!kenapa Kamu ingin bertemu ?"


Seru Zico duduk di depan Candra,Marco yang berdiri di sebelah Candra.


"Aku datang kesini,ingin meminta pertolongan Ayah mertua untuk menanyakan sa-tu hal !" Jawab Candra melihat kearah Zico,tanpa menurunkan pandangannya.


Baru kali ini ada yang berani menatap ke arah Zico secara langsung,tanpa sungkan sedikit pun.


"Apa yang ingin Kamu ketahui ?" Zico masih melihat ke arah Candra dengan tatapan yang tidak senang.


Ddzzzzrrt..Dzzzrrtt...


Mr.D mengetahui kedatangan Candra ke Mexio,ia tidak ingin Candra secepat ini mengetahui tentang masa lalu nya sebelum rencana Mr.D tuntas.


'Ayah angkat 'Candra menatap layar ponsel nya,lalu memberikannya kepada Marco,meminta Marco untuk mengangkatnya.


Marco segera pergi sedikit menjauh dari tempat Mereka,lalu pergi mengangkat telepon.


"Aku hanya ingin meminta Anda untuk menyelidiki seseorang,karena Aku orang baru di dunia bisnis,sedikit sulit bagi ku untuk melacak Orang ini,mungkin Anda lebih berpengalaman di dunia bisnis!" Ucap Candra,memulai pembicaraan nya lagi.


"Maaf Bapak Mertua,Saya harus pergi, Ayah angkat Saya mengalami serangan jantung,Aku harus segera melihatnya" Ucap Candra bangkit dari duduk nya.


"Tidak masalah!lain kali bisa membuat janji lagi!" Jawab Zico dengan santai,tidak menunjukan sikap senangnya kepada Candra.


Candra bersama dengan Marco,segera keluar dari Mexio,Candra menatap ke arah Marco,pria itu segera menoleh kearah Candra.


"Bos,Ayah angkat baik-baik saja,Dia tidak serangan jantung,hanya saja,Aku tidak punya alasan lain untuk Kita keluar dari tempat ini,bagaimana pun Kita yang meminta nya untuk bertemu !"Jelas Marco kepada Candra.


"Aku tau!Kita ke tempat Ayah angkat seperti nya,ada sa-tu hal yang ingin ia sampaikan kepada Kita !" Ucap Candra melonggarkan dasi nya.


***


Terlihat Ezra yang berjalan ke arah taman belakang Hyde Park,ia melihat berbagai macam olahraga ada disana,tapi Ezra memilih untuk menembak,dan memanah.


"Berikan senapannya kepada Ku!"Ucap Ezra mengulurkan tangan kearah Angga.


"Baik!" Angga memberikan senapan yang biasa di gunakan oleh Candra untuk berlatih.

__ADS_1


Ezra mengangkat senapannya,lalu membidik sesuai dengan sasaran yang ia inginkan.


Dor !


Dor !


Dor !


Semua tembakan Ezra tidak ada yang meleset,bahkan Angga yang melihatnya ikut kagum dan terpesona di buat Nyonya Muda .


"Nyonya,dari mana Anda belajar menembak ?" Tanya Angga,mengambil senapan di tangan Ezra.


"Aku berlatih bersama dengan orang kepercayaan papa!Aku lebih tertarik dengan hal ini dari mana hal lain,tapi semenjak kuliah di bagian kedokteran waktu Ku sedikit berkurang untuk melatih ilmu bela diri"Ezra mengambil beberapa busur,ia akan memanah burung yang ada di pohon,burung peliharaan Candra untuk masa pelatihan.


"Nyonya Anda berarti seorang Dokter ?"Angga terlihat terkejut mengetahui kepribadian Ezra.


"Eeemm!" Jawab nya singkat,sedang memasang anak panah.


*Syuutt....! Bugh !


Ciit..Ciit...


Syuutt* ..! Bugh !


Ciit..Ciit...


"Bisa dimakan?" Tanya Ezra kepada Angga,Pria itu terlihat begitu kaget.


"Bi..bisa,Nyonya,Aku akan mengutip nya lalu Kita bisa memanggangnya!" Ucap Angga lalu berjalan kearah pohon besar.


Ezra menyimpan kembali perlengkapan memanah,dan menembak,lalu berjalan ke arah Angga.


"Nyonya masuk saja,biarkan Aku sendiri yang memanggang nya,Bos sudah memperingatkan Kami jangan membiarkan Nyonya masuk ke ruangan dapur!" Ucap Angga,melihat kearah Ezra.


"Dia bukan khawatir kepada Ku,Dia hanya takut Aku meledakan dapur nya saja!sini biarkan Aku saja,Aku memang tidak pernah mengerjakan pekerjaan rumah,tapi bangunan memanggang apalagi membunuh burung seperti ini,Kamu jangan ragu,Aku ahlinya !" Ucap Ezra merebut burung di tangan Angga.


"Eehh!"


Ezra sudah berjalan masuk ke dalam Hyde Park,beberapa pelayan berdiri di depan dapur.


"Bantu Aku siapkan alat memanggang,Aku akan memanggang burung ini!" Ucap Ezra berjalan kearah wastafel lalu membersihkan burung tersebut dengan di bantu oleh pelayan.

__ADS_1


Ezra baru ingat,kalau ia melupakan sesuatu,ia tadi pagi berencana untuk meminjam laptop Candra,karena ia baru ingat,pernah menemukan informasi mengenai Mr.D di kediaman Beauty yang di bawakan berkas oleh Berson,Ezra ingin memasuki website yang di tinggalkan Berson.


Ezra segera naik ke lantai atas,karena tidak ingin Angga curiga,ia meminta Angga untuk membelikan beberapa buah-buahan segar untuk Nya,tentu saja Angga tidak bisa menolak.


__ADS_2