
Candra berdiri di depan garis,di atas meja masih banyak pilihan senjata yang masih bisa di pilih oleh Mereka.
"Aku tidak tertarik dengan benda panjang ini,Aku lebih tertarik ini,dan Aku akan kalibrasi nya sendiri !" Ucap Candra langsung mengkalibrasi pist*l yang ada di atas meja,semua penonton hanya bisa tercengang melihat keahlian Candra.
Krak !
"Ini baru mantap !" Ucap nya lagi,Berson datang memberikan peluru kepada Candra,Pria ini segera mengambilnya.
*Krak !
krak* !
"Terlalu banyak gaya juga enggak bagus!" Cibir Zico masih berdiri di sebelah Candra.
"Heh!"Candra melirik dengan senyuman sinis kearah Zico.Tanpa memalingkan wajahnya,ia langsung mengarahkan pist*l nya kearah papan tembakan.
Dor !
"Hebat sekali!Dia tidak perlu membidik,tapi semua tembakannya tepat sasaran !" Ucap Berson seketika, melihat tembakan Candra yang begitu bagus.
"Cih !Apa hebat nya baru juga sa-tu,masih ada dua peluru lagi !" Cibir Ezra yang baru saja datang.
Dor !
"Eh..!tembakan pertama tepat sasaran,yang kedua seperti nya meleset,tidak tepat sasaran!" Ucap Berson,saat melihat tidak ada peluru yang mengenai titik sasaran.
Dor !
"Hah!Kenapa bisa meleset lagi!" Sambung Ezra masih melihat kearah Candra,yang masih fokus menatap kearah Zico dengan senyuman sinis nya.
"Bagaimana mungkin,Dia menembak tanpa membidik,dan semua nya tepat sasaran dalam satu titik tidak meleset !" Ucap Zico berjalan kearah Candra.
"Hah!benar - benar orang hebat,jarang kita temui dapat menembak tanpa membidik,dan semua masuk dalam lubang yang sama !" Ucap Ezra melirik kearah Candra.
"Bukannya tembakan pria itu tidak pernah meleset ?" Goda Candra kepada Ezra,membuat wajah wanita itu bersemu merah.
"Ehem..!Aku katakan Kamu berhasil,dan menang !" Ucap Zico .
'Dengan adanya Candra di dekat Ezra,Aku tidak perlu takut lagi,mungkin Candra adalah pilihan yang tepat untuk Ezra !' Zico bergelut dengan hati nya saat mendekati Candra.
__ADS_1
Ezra segera mengambil senapan yang ada di tangan Berson,ia berjalan kearah garis penembak.
"Bos,apa yang mau di lakukan calon istri Anda ?" Bisik Marco kepada Candra yang sedang melihat Ezra.
"Kau akan tau setelah melihat nya,Kau tunggu saja !" Jawab Candra yang masih fokus melihat kearah Ezra.
*Krak !
Krak* !
Ezra segera mengarahkan senjatanya ke arah botol yang telah di susun dengan rapi.
Dor ! Prang !
Dor ! Prang !
"Kamu memang tidak pernah mengecewakan Papa !" Ucap Zico berjalan kearah Ezra,dan mengambil senapan yang ada di tangan Ezra.
"Tuan,bagaimana dengan janji Anda sebelum nya !Tuan Candra masih punya urusan penting lain nya yang harus ia hadiri,apakah lamaran ini bisa di lanjutkan sekarang ?" Tanya Santiago kepada Zico.
"Saya tidak suka berbicara dengan bawahan,Saya lebih senang langsung berbicara dengan orang yang bersangkutan !" Ucap Zico berjalan kearah Candra.
"Aku menerima lamaran Mu,tentu Kamu akan menyiapkan mas kawin untuk Anak Ku,Aku ingin pulau di bagian selatan itu sebagai mahar !" Ucap Zico tanpa sungkan,seketika membuat Candra kaget,dan melirik kearah Marco.
'Pulau itu milik Ayah angkat,bagaimana ia tahu Aku bisa memberikan pulau itu 'Candra belum menjawab,ia masih melihat kearah Santiago.
"Tuan,Anda tidak perlu khawatir,mas kawin nya ada disini !" Ucap Santiago berjalan mendekat,dengan membawakan berkas kepemilikan pulau kepada Zico.
"Heh!" Zico tersenyum sinis,ia tidak tahu jika persiapan Candra cuma membuat nya kaget.
"Coba di lihat dulu,apakah benar pulau ini yang Anda maksud barusan?" Tanya Santiago lagi kepada Zico,memperlihatkan berkas kepemilikan pulau.
"Berson !" Panggil Zico.
Pria berumur 60 tahunan itu segera mendekat kearah Zico.
"Tuan ini lengkap !" Bisik Berson kepada Zico,Berson segera mengambil berkas tersebut.Namun,Candra belum sadar kenapa Santiago bisa memiliki berkas tersebut.
"Baiklah kalau begitu,kalian bisa menyematkan cincin di jari kalian,jangan bilang,Kamu juga tidak menyiapkan cincin tunangan !" Ucap Zico.
__ADS_1
"Ayah mertua jangan salah sangka,semua nya telah Saya siapkan!"
Jawab Candra,Marco segera berjalan,dan membuka kotak cincin yang berpasang,cincin berlian dengan harga milyaran,membuat semua orang yang melihat tercengang.
Candra segera mengambil cincin satunya, dan meminta Ezra untuk lebih mendekat.
Candra berlutut di depan Ezra, dan menyodorkan cincin berlian kedepan Ezra.
"Will you marry me ?" Ucap Candra kepada Ezra,membuat gadis ini tersipu malu,Ezra tidak menyangka Candra akan melamar nya dengan begitu romantis.
"Eemmm..." Ezra mengangguk nya Candra segera memasang kan cincin di jari manis Ezra,begitu juga sebalik nya Ezra memasangkan cincin di jari manis Candra,lalu mereka berdua berpelukan.Disaat Candra ingin mencium Ezra,Zico segera menarik Ezra.
"Ehem !Belum saat nya,masih belum suami istri"Zico menarik tangan Ezra.
"Dasar Pak Tua,ganggu saja !" Batin Candra yang kesal .
"Kami hanya terbawa suasana saja !" Ucap Ezra ,yang setengah malu melihat kearah Zico.
Candra masih belum tahu,tentang hati nya,ia sendiri belum bisa mengakui kalau ia jatuh cinta pada Ezra,karena belum ada perasaan di hatinya,sebelumnya ia mendekati Ezra hanya ingin memanfaatkan kekuatan dan kekuasaan dari keluarga Ezra saja.
Mengenai kasus 20 tahun lalu,hanya Zico yang bisa membantu Candra,sesuai arahan yang di berikan oleh Ayah angkatnya,bahkan Pria tua itu meminta Candra untuk menikahi Ezra.
Candra belum mencintai Ezra,bahkan Dia tidak menunjukan ketertarikan nya kepada gadis ini,hanya saja Ezra sangat senang jika di dekat Candra,Pria ini mengetahui kalau Ezra jatuh cinta padanya,maka dari itu Dia memanfaatkan momen lamaran ini,dan yakin kalau Ezra enggak akan menolak nya.
"Besok adalah waktu yang cocok untuk acara pernikahan,Kamu masih punya waktu untuk menyiapkan semua nya,Acara nikahan akan di langsung kan disini! " Ucap Zico,melihat ke arah Candra yang terlihat bingung.
"Aku akan menyiapkan semuanya !" Jawab Candra singkat.
"Baik!semoga Kamu tidak mempermalukan Aku besok !" Sambung Zico lagi.
"Bapak mertua tenang saja,Aku tidak akan mengecewakan Kalian !" Candra melirik Ezra yang sibuk memandang cincin pertunangan Mereka.
'Dia terlihat bahagia,apakah dengan acara sesederhana ini saja bisa membuat orang begitu bahagia ?'Tanpa sadar Marco sudah berdiri di samping Candra.
"Bos,apa yang sedang Kau pikirkan,Aku membaca hati mu,seperti nya Kau mulai menyesal?jangan bilang Kau belum siap !" Bisik Marco kepada Candra.
"Mundur pun percuma !" Sambung Santiago,yang memegang gelas wine di tangan nya.
"Aku sudah memulai nya,maka Aku tidak akan mengakhiri dengan begitu mudah,Aku janji setelah masalah 20 tahun itu kelar,Aku akan meminta maaf kepada Ezra dan memberi kompensasi kepada nya,karena telah memanfaatkan Dia !" Jawab Candra dengan setengah berbisik.
__ADS_1