
"Aku punya barang bagus untuk Mu !" Sambung Mr.D lagi
"Bisa membuat batang naga ku kelelahan enggak ?" Tanya Candra lagi,masih meletakan ponsel di telinga nya.
"Jangan kan batang naga mu,bahkan Dia akan mampu merobohkan tubuh Mu,sekali kenak kau akan betah diatas ranjang !" Jawab Pria dengan sebutan Mr.D.
"Aku sedang dalam perjalanan menuju kesana,bersama dengan Marco!" Ucap Candra .
"Candra !"Panggil ayah angkatnya lagi,membuat Candra kaget.
"iya,Aku masih disini!" Jawab nya segera.
"Siapa perempuan di apartemen Mu!Kamu memiliki barang bagus,kenapa tidak berbagi dengan Ku !" Pertanyaan Mr.D membuat Candra kaget,yang sudah mengetahui keberadaan Ezra.
"Aku tidak suka berbagi milik Ku kepada orang lain,jika Kau mau Kau bisa menunggu disaat Aku puas !" Jawab Candra dengan lantang.
"Ha ..Ha..Ha..!Sudah Ku tebak,Kau itu bukan lah orang yang pelit,Aku yakin Kau akan berbagi nya dengan Ku !Candra apa Dia memuaskan ?"
"Aku akan segera sampai,tunggu Aku sampai di sana Aku akan menceritakan semuanya !"
Candra segera mematikan panggilannya,sebenarnya Pria ini sudah muak mendengar ocehan Tua Bangka itu setiap saat,namun Tua Bangka itu telah berjanji kepada nya akan mempertemukan dirinya dengan pembunuh Kakak laki - laki nya.Meskipun Dia sudah sangat muak dengan orang seperti Mr .D,Dia tetap harus bersabar,demi misi nya itu.
"Dari mana Ayah angkat tau keberadaan Ezra ?"Tanya Candra kepada Marco .
"Seperti nya Ayah angkat mengirim seseorang untuk melacak keberadaan Mu,Kamu harus lebih berhati - hati Pria tua itu,licik dan kejam !" Marco memberi peringatan kepada bos nya.
Candra segera mengirim pesan kepada Santiago,untuk mencari informasi tentang Ayah angkat nya,Dia ingin tahu apa yang di lakukan Ayah angkat nya akhir - akhir ini.
***
Di dalam sebuah ruangan terlihat remang - remang tidak memiliki cahaya yang begitu terang.Meskipun tempat nya terlihat begitu kumuh,tapi banyak orang yang telah di tampung di dalam nya.
Ceklek !
Pintu ruangan itu terbuka,Mr.D dengan di temani oleh Asisten pribadi nya ikut masuk ke dalam ruangan tersebut.
"Bagaimana ?" Tanya Mr .D saat sudah duduk di sebuah kursi yang disediakan oleh beberapa Anak buah nya.
__ADS_1
"Bos,hari ini Kami mendapatkan 15 orang gadis,semua nya masih remaja, rata - rata usia Mereka 15 sampai dengan 18 tahun!" Jelas seseorang yang di sebut Rambo,Dia adalah Kaki kanan Mr.D untuk mengurus bisnis pros titusi miliknya.
"Bagus bawa Mereka kesini,Aku ingin melihat barang yang akan Aku jual !" Titah nya,masih duduk di sofa dengan kaki menyilang,mengenakan jas berwarna hitam.
Dari dalam terdengar suara gadis - gadis yang memberontak ingin pergi dari tempat ini,tidak hanya satu atau dua orang yang menangis,bahkan hampir semua gadis di dalam ruangan tersebut menangis.
"Jalan !"Titah Rambo menyeret semua gadis remaja tersebut untuk berdiri tepat di hadapan Mr.D.
"Lepaskan semua pakaian Mereka !" Ucap nya masih menatap datar ke arah para gadis tersebut.Terlihat dari pakaian yang Mereka kenakan rata - rata adalah gadis desa yang di culik paksa oleh bawahan Mr.D.
Salah satu dari Mereka ada yang memberontak,dan tidak ingin melepaskan pakaiannya,membuat Mr.D ini marah dan segera bangkit dari duduk nya.
"Jangan mendekat !" Ucap Gadis itu dalam keadaan takut.
"Kesini sayang! Aku akan menyayangi Mu,Aku tidak akan memperlakukan Kamu dengan buruk !" Ucap Mr.D dengan lembut mendekati kearah gadis itu yang belum di ketahui identitas nya atau pun nama dari Mereka semua.
Disaat Mr.D ingin meraih lengan Gadis ini,Dia malah meludahi wajah Mr.D membuat pria tua ini marah dan segera menjambak rambut panjangnya,menyeret tubuh nya ke dalam kamar mandi.
"Lepaskan bajunya !" Titah Mr.D kepada Rambo.
Mr.D melihat tubuh mulus milik gadis ini,Dia tersenyum nakal kearah nya,bahkan sesekali menjulurkan lidahnya ingin segera mencicipi buah segar yang ada di depan matanya.
"Dia pera wan ?" Mr.D melirik kearah Rambo.
"iya Bos,Dokter Saxena telah memeriksa Mereka semua dalam keadaan pe rawan!"
Jawab Rambo masih berdiri di samping Mr.D.
"Mandi Dia dengan bersih lalu antar ke kamar Ku! jangan lupa dandanin Dia dengan cantik !" Titah Pria itu berbalik badannya, "Berikan satu butir obat untuk nya,biar lebih menggairahkan lagi !" Bisik Mr.D kepada Rambo,Pria itu mengangguk nya lalu segera membersihkan gadis itu.
"Jangan mendekat !" Teriak gadis tersebut di dalam kamar mandi.Namun,Rambo terus saja memandikan nya,bahkan sesekali menyentuh buah kenyal milik gadis ini,sehingga membuat gadis ini merin tih kesakitan.Rambo ingin sekali menyentuh bagian vi tal gadis remaja ini pasti sangat nikmat pikirnya.Namun,Rambo takut Mr.D akan mengetahui nya Dia pasti akan di bunuh saat ini juga.
Rambo segera memberikan baju kepada gadis yang telah Dia bersihkan,lalu mendandani gadis itu,segera keluar dari kamar mandi,dan membawa gadis ini ke lantai atas untuk diantar ke kamar Mr.D.
Tok..Tok..Tok..
"Masuk !" Jawab Mr.D di dalam kamar.
__ADS_1
Ceklek !
Rambo segera masuk bersama dengan gadis itu,di dalam sudah ada Candra yang datang menemui Ayah angkat nya.
"Siapa nama Mu !"Tanya Mr .D kepada gadis yang di bawa oleh Rambo.
"Tania !"Jawab nya singkat menundukan pandangan nya.Gadis ini melirik kearah Candra yang duduk di sofa didekat jendela .
Bugh !
"Tuan,lepaskan Aku bawa Aku pergi dari sini,Aku mohon !" Ucap Tania berlutut di depan Candra,membuat Mr.D mengerutkan dahinya.
Candra menatap Tania,tiba- tiba bayangan Ezra terlintas di pandangan matanya,Candra segera memegang bahu Tania.
"Aku akan membawanya !" Ucap Candra berdiri di depan Mr.D.
"Boleh saja !Tapi Kamu harus menukarkan gadis yang di apartemen dengan gadis ini !" Jawab Mr.D tersenyum licik kearah Candra,sembari memperlihatkan layar handpone nya,memperlihatkan kalau anak buah Mr.D sedang mengintai Apartemen Candra.
Candra segera melepaskan genggaman tangan Tania,membuat gadis ini kaget.
"Tuan Ku mohon ! bantu Aku !" Gadis ini terus saja memohon kepada Candra,namun Pria ini tidak memperdulikan nya,dan kembali duduk di sofa nya.
Rambo mendekat kearah Tania,lalu memberikan sebutir obat kepada gadis ini,setelah selesai ia segera menghempaskan tubuh Tania keatas ranjang king size milik Mr.D.
Mr.D tau,Candra sangat melindungi gadis di apartemen nya,jadi kali ini Dia tidak akan merebut gadis untuk di tiduri oleh Mr.D.
"haaah..!Panas !" Ucap Tania menarik baju nya hingga terlepas.
Candra melirik kearah Tania yang sedang kepanasan karena efek obat yang di berikan oleh Rambo.
"Rambo siapkan kamera nya,lalu edit wajah Saya jangan sampai di kenali oleh orang,jual film ini ke berbagai warnet yang ada di Negara ini!" Mr.D segera berjalan kearah ranjang milik nya.
Mr.D berdiri di depan ranjang nya,menurunkan baju tidur nya kebawah,sehingga memperlihatkan tubuh nya dari belakang,Mr.D sengaja melirik ke arah Candra yang menatap kearah jendela.
"Apa Kau ingin bergabung !" Tanya Mr.D,namun Candra tidak merespon nya.
"I'm coming baby ..!"Mr.D segera naik keatas ranjang,terlihat batang singkong nya yang sudah mengeras dan berdiri begitu tegak.
__ADS_1