
"Terimakasih banyak Tuan!"
Berson menundukkan kepala nya.
"Kalau begitu Saya akan kembali ke mansion,sampai kan salam Ku kepada Sakti!"
Berson mengantarkan Abian sampai ke pintu depan,setelah Abian pergi,Sakti kembali.
"Sakti Kamu kembali?"
Tanya Berson,
"Aku akan ikut ke mansion kalau Dia menjamin kan hidup Ku!"
Ucap Sakti,Berson senang,namun ia juga khawatir.
"Kamu tidak merencanakan sesuatu kan?"
Tanya Berson yang khawatir dengan Anak nya.
"Tidak!"
Jawab Sakti lalu segera masuk ke dalam rumah.
Meskipun Berson merasa Anak nya baik-baik saja,ia tidak akan percaya sepenuh nya dengan Sakti,karena Ia sangat hafal bagaimana tempramen seorang anak saat memiliki sebuah dendam.
Di Mansion!
Clara yang menyadari Abian belum kembali,ia menunggu sang suami di depan mansion,tepat nya di halaman belakang mansion.
Clara mendengar suara mobil,ia tahu kalau Abian telah kembali,Clara segera berjalan ke arah depan untuk menemui sang suami.
"Zara.."
Panggil Clara saat melihat Zara dan Mattew yang keluar dari dalam mobil,raut wajah Clara sedikit kecewa.
"Kenapa Mah?kenapa wajah nya begitu kecewa,Mama berharap kalau papa yang pulang ya ?"
Goda Zara tersenyum.
"Mana ada !Ayo masuk diluar dingin !"
Ujar Clara,
Suasana sore sedikit mendung,mungkin akan turun hujan.
Clara sekali lagi melihat ke arah gerbang,belum ada tanda -tanda kalau Abian akan kembali.
"Mah,Kami ke kamar dulu,enggak apa-apa kan Kami tinggal?"
Tanya Zara, memegang lengan Clara.
"Enggak,kalian istirahat saja!"
Jawab Clara tersenyum
Mattew segera merangkul pinggang Zara dan mengajak ia untuk masuk ke kamar.
Ceklek !
"Ada apa ?"
Tanya Zara,saat melihat wajah Mattew penuh keceriaan.
"Pasti ada mau nya!"
Sambung Zara lagi yang duduk di tepi ranjang.
"He..he..he..tentu dong,memang nya Kamu enggak mau?"
Goda Mattew yang duduk di sebelah Zara,memainkan rambut nya yang sebahu.
"Aku sedang enggak mood!"
Jawab Zara memalingkan wajahnya.
__ADS_1
"Ayo lah!masak iya harus tunda lagi!"
Rengek Mattew yang tidak biasa nya.
"Heei,apa-apaan ini,kenapa wajah mu begitu?"
Zara melihat wajah suaminya yang masam.
Cup! Zara langsung berinisiatif mencium Mattew,akhirnya wajah nya kembali ceria lagi,Mattew melu mat kan bi bir Zara dengan begitu lembut,ia telah lama,tidak memainkan bi bir sexy itu semenjak sang istri mengeluh sakit perut dan seketika mood nya kadang -kadang hilang begitu saja.
Mattew segera memainkan li dah nya di le her sang istri dan sedikit meninggalkan bekas kepemilikan disana.
Sesekali terdengar suara erangan dari bi bir Zara.
"Aahh!"
Saat ia akan memainkan dua buah kenyal yang lembut dan menantang itu,Zara tidak dapat menahan rasa panas akan dirinya.
"Aagrh..pe..lan mas!"
Bisik nya,namun tangan Zara dengan kuat menarik rambut Mattew.
Mattew memainkan pen til yang menonjol di sana,terlihat Zara menarik sprei nya dengan kuat saat gigi Mattew menekan kuat ujung benda menonjol itu.
"Uuhh...Aaahh!"
Mattew menurunkan ciu man nya ke bawah perut hingga sampai di pasar.
Entah sejak kapan Mattew,telah membuang semua pakaian yang menutupi tubuh sang istri.
Kini hanya ada benda segitiga yang menutupi taman mawar itu.Tanpa menunggu lama ia segera membuang nya ke lantai.
Terlihat Zara yang menutup taman mawar itu dengan ke dua pa ha nya.
Perlahan-lahan Mattew membuka nya,lalu menenggelamkan wajahnya di tengah - tengah pa ha,ia menju lurkan Li dah nya,menyapu taman itu dengan lembut.
"Aaggahh aaahhh!"
Zara merasakan kaki nya yang gemetar saat Mattew memainkan li dah nya,Zara tidak dapat menahan rasa nikmat itu,ia berkali-kali menjambak rambut sang suami,agar mempercepat kan gerakan li dah nya.
Keluh nya saat Mattew masih sedang meng hi sap milik Zara,bahkan ia menekan ke dua buah kenyal itu dengan tangan nya,membuat tubuh Zara semakin tidak tertahan kan.
"Huuueeek..hueek..!"
Zara merasa mual,ia segera berlari ke kamar mandi,sehingga membuat Mattew sedikit kecewa dengan apa yang barusan terjadi.
Blam!
Zara menutup pintu kamar mandi,ia memuntahkan semua isi perut yang tadi pagi ia makan,bahkan telur dadar dengan roti bakar atau jus wortel susu yang tadi pagi di minum nya,semua nya ia muntah kan.
"Sayang,apa semua baik-baik saja?"
Tanya Mattew dari luar,
"Iya,tunggu sebentar!"
Sahut Zara dari dalam kamar mandi yang sedang membersihkan mulut nya.
Ceklek !
"Apa yang terjadi?apa Kita perlu ke dokter?"
Tanya Mattew dengan panik,apalagi melihat wajah Zara yang pucat.
"Tidak usah,hanya perlu istirahat saja!"
Jawab Zara berjalan ke arah kamar mandi,Mattew masih menggenakan baju lengkap nya sementara Zara hanya mengenakan baju tidur.
Mattew membantu Zara membereskan pakaian nya.
"Apa yang Kamu rasakan apa ada yang tidak enak!"
Tanya Mattew.
"Seperti nya Aku telah telat dua Minggu!"
__ADS_1
Gumam Zara.
"Apa?"
Kaget Mattew.
"Kamu kenapa terkejut,bukan kah ini hal wajar?"
Tanya Zara yang kesal melihat raut wajah Mattew.
"Iya wajar,tapi Aku perlu memberitahukan Azlan dan Altar,Mereka perlu tau,kalau sebentar lagi Mereka akan memiliki seorang adik!"
Ucap Mattew begitu antusias,mengeluarkan ponsel nya.
"Belum tentu benar!"
Zara menyangkal nya.
"Kalau benar?"
Tanya Mattew dengan wajah ceria.
"Tentu orang pertama yang bahagia adalah Kamu!"
Ketus Zara.
"Iya Aku sudah lama menantikan moment ini,masak ia hanya memiliki dua orang Anak saja,begitu besar Mereka tidak akan tinggal dirumah seperti saat ini!"
Ujar Mattew duduk di tepi ranjang.
"Jangan begitu,Mereka seperti itu kan Kamu yang meminta nya untuk sukses,enggak boleh mengeluh!"
Zara mengusap-usap lengan suaminya.
"Kamu istirahat saja,sebentar lagi,Azlan dan Altar pasti datang kesini!"
Ketus Mattew.
"Kamu sudah memberitahukan nya?"
Tanya Zara .
"Sudah Aku chat mereka berdua!"
Jawab Mattew singkat,lalu berdiri.
"Mau minum?Aku akan mengambil nya di dapur!"
"Ambilkan minuman hangat dengan sedikit madu!"
Pinta Zara.
"Baik!"
Mattew segera berjalan keluar,menuju dapur,kebutuhan ada Bi Nana dan juga Clara.
"Bi ambil kan minuman hangat dan juga sedikit madu!"
Titah Mattew.
"Hah!untuk siapa ?"
Tanya Clara yang duduk di meja makan.
"Untuk Zara!"
Jawab Mattew.
"Telat berapa Minggu?"
Mattew langsung bisa menebak nya.
"Katanya dua Minggu!"
Mattew mengambil minuman di tangan Bi Nana.
__ADS_1
Lalu berjalan menuju kamar nya,Clara melirik nya,ia merasakan bahagia,mendengar Zara akan memiliki Anak lagi.