
Suasana di dalam ruangan Abian terlihat begitu ramai,kenapa tidak dari Anak dan cucu semua ada disitu,terlebih lagi si kembar,Mereka berdua paling antusias merawat Abian.
Clara duduk di kursi di dekat ranjang Abian,menyuapi bubur untuk Abian,disana juga ada Zico yang baru saja datang,membawa semua berkas pekerjaan.
Demi menjaga dan menjenguk Abian,semua file penting perusahaan di bawanya ke rumah sakit.
"Kenapa membawa pekerjaan kemari?jika Kamu terlalu sibuk,kerjakan saja dulu pekerjaan Mu,disini masih banyak orang yang akan merawat Ku !" Ucap Abian saat melihat Anak nya yang tengah sibuk dengan file.
"Bagaimana bisa Aku mengabaikan tanggung jawab Ku,meninggalkan Mu disini,sementara yang lain datang kesini!" Jawab Zico sibuk memeriksa file nya.
"Datang lah ke kamar Candra,Ezra sendiri disana!"Ucap Abian,menghentikan pulpen di tangan Zico yang sedang berjalan di atas kertas penuh dengan tulisan itu.
"Aku akan datang nanti,Aku sedang sibuk sekarang!"Jawab nya dengan raut wajah yang kesal.
"Sampai kapan Kau akan membenci Pria itu,bukan Dia yang membunuh istri Mu,tapi Kakaknya,bagaimana pun Anak Mu sedang mengandung,apa Kau tidak kasian sama Ezra !" Sambung Abian lagi.
Semua orang terlihat heran dengan kepedulian Abian,tidak ada yang tahu apa yang di pikirkan Pria tua ini,tapi semua orang percaya jika Abian sudah berkata begitu pasti tidak ada yang salah.
Brak !
Zico meletakan file nya diatas meja,lalu bangkit,dan berkata "Aku akan melihat Nya sekarang !"Zico segera berjalan kearah pintu.
Azlan menatap kearah Abian yang terlihat tersenyum.
"Opa,siapa orang yang Opa maksud kemaren ?" Tanya Azlan yang masih penasaran.
"Kalian tidak perlu memikirkan orang itu,biarkan itu di urus oleh papa Mu,kalian hanya perlu waspada saja,ingat jangan lengah di depan kamar Candra !" Abian memperingati Cucu nya.
"Kenapa Kamu peduli sangat pada pria itu !"Tanya Clara dengan raut wajah yang penasaran.
"Tidak ada,Aku hanya kasian saja,Dia dengan Ku sama !sama-sama menjadi anak angkat dan memilih jalan menjadi Mafia,itu semua telah di atur oleh Papa Nadia,dan juga sama hal nya dengan Candra,apapun yang berlaku pada dirinya telah di atur oleh Mr.D!" Jelas Abian,membuat Clara mangut - mangut saja.
Di ruangan lain,dimana Candra dirawat,Ezra sangat setia menemani sang suami dalam keadaan terbaring lemah di atas ranjang.
__ADS_1
Ceklek !
Pintu ruangan terbuka,Ezra melihat kearah pintu,ada Zico disana yang datang menjenguk Candra.
"Papah!" Ezra bangkit dari duduk nya,ia takut Zico akan memarahi Candra,ia segera menghampiri Zico.
"Pah apa yang Kamu lakukan disini!"Tanya Ezra yang penasaran dengan Zico,dan menghalangi Zico untuk menghampiri ranjang Candra.
"Kamu kenapa takut begitu,Papa hanya melihat Dia saja,tidak melakukan hal lain!" Seru Zico berjalan kearah Candra.
Candra yang masih terbaring lemah diatas ranjang pasien,hanya bisa diam dan menyaksikan apa yang di lakukan sang ayah mertua nya.
"Bagaimana keadaan Mu !"Tanya Zico,dengan wajah yang datar.
"Baik !"Jawab Candra singkat,Mereka berdua tidak pernah basa-basi sebelumnya jadi sekali ketemu dalam keadaan begini,pasti membuat kedua nya canggung.
"Kalau begitu,Aku pergi dulu,semoga cepat sembuh !" Sambung Zico lagi,Ezra kaget melihat tingkah papanya yang aneh.
"Kenapa Papa Mu,tiba-tiba kemari ?" Tanya Candra yang berusaha untuk duduk,dan di bantu oleh Ezra.
"Iya,Aku mau makan Kamu !" Goda Candra membuat Ezra membulat kan mata nya.
"Kamu masih sakit saja,tau goda orang !"Ucap Ezra mengambil bubur yang ada di dalam mangkuk.
"Bagaimana baby Kita?" Tanya Candra mengelus perut Ezra yang sudah mulai terlihat.
"Dia baik-baik saja!" Jawab Ezra tersenyum.
Ceklek !
Pintu ruangan Candra kembali terbuka,kali ini yang datang adalah Marco.Pria ini membawa semua makanan yang sebelumnya di pesan oleh Ezra.
"Nyonya,ini makanan yang Anda pesan !" Marco memberikan paperbag kepada Ezra,wanita itu segera mengambil nya.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan di markas,apa Mereka menyerang lagi!" Tanya Candra saat Ezra sudah pergi duduk di sofa.
"Tidak,sementara keadaan nya sudah membaik,tapi ada sa-tu hal yang membuat kejanggalan itu terjadi di perusahaan !" Ucap Marco duduk di kursi.
"Aku sudah tau itu akan terjadi,awasi semua nya,jangan biarkan Dia menghancurkan kerja keras Kita selama ini,tunggu Aku kembali Aku akan membereskan nya !" Ucap Candra sedikit berbisik,tidak ingin di dengar oleh Ezra.
"Aku punya sa-tu informasi mengenai hotel dan bar milik Mr.D!" Marco memperlihatkan layar tablet kepada Candra.
"Bukankah itu sudah tidak berjalan lagi,semenjak Mr.D mati?"Tanya Candra kepada Marco,Pria itu menggelengkan kepala nya,pertanda kalau hotel dan bar itu masih aktif sampai sekarang.
"Siapa yang menjalan kan nya?"Tanya Candra,Marco segera memperlihatkan orang di balik layar,yang sedang mengoperasi bar milik Mr.D.
"Angel ?"Candra menatap kearah Marco,Pria itu menganggukkan kepala nya.
"Aku yakin Angel tidak melakukan nya sendiri,pasti ada sesuatu yang Kita lewatkan,selidiki terus kasus ini,jangan biarkan seseorang menghancurkan usaha dan rencana Kita!" Titah Candra,Marco juga menunjukan foto orang yang terlibat dalam kasus Angel.
"Dia !" Tatapan Candra yang tajam,melihat kearah Marco.
"Aku sudah curiga sejak lama,kalau Dia dalang nya,Mr.D menempatkan Dia di dekat Kita untuk menghancurkan Kita!tapi Kita malah tidak menyadari nya!"
Marco membuka file lain,yang berhubungan dengan orang yang telah merencanakan penyerangan terhadap Candra dan Abian.
"Bagaimana dengan Oma Ezra ?" Tanya Candra berbisik kepada Marco,tidak ingin Ezra mengetahui nya.
"Ada di kamar sebelah merawat suaminya!" Jawab Marco,lalu bangkit dari duduknya.
"Marco siapkan perjalanan Aku ke desa,Aku ingin berkunjung ke rumah Ibu di desa,umum kan pada semua pengawal Kita!" Seru Candra memberi perintah kepada Marco.
"Apakah ini untuk menjebak musuh Kita?" Tanya Marco,karena jika Candra,hanya ingin berkunjung,ia tidak akan membiarkan orang lain tahu.
"Benar,sudah saat nya menyelesaikan semua permasalahan yang ada,jangan sampai Kita lengah kali ini,Aku akan menyelesaikan masalah ini sendiri !"Ucap Candra.
"Bagaimana dengan Nyonya?"Tanya Marco melirik kearah Ezra yang sedang melahap makanan bawaan Marco.
__ADS_1
"Aku akan membawa nya bersama dengan Ku,Aku akan menjebak musuh,melalui Ezra,rahasiakan rencana Kita ini dari orang lain !" Jawab Candra,memberikan sebuah sim card kepada Marco.
"Baik,Aku tau apa yang harus Aku lakukan !" Ucap Marco,berpamitan,dan pergi meninggalkan ruangan inap Candra.