
Candra baru saja sampai ke Hyde Park.Ia segera masuk ke kamar,lalu merebahkan tubuhnya di atas ranjang king size miliknya.
Pria ini terlalu lelah untuk bangun mengantikan semua pakaian dia,baru saja tubuh nya berbaring di atas ranjang ia sudah terlelap.
Keesokan pagi nya !
Candra terbangun sedikit telat karena baru semalam ia dapat tidur begitu nyenyak.
Candra sudah berniat ingin bertemu dengan Ezra,ia segera melepaskan jas nya,tanpa sengaja sesuatu terjatuh dari dalam saku jas miliknya.
Tang !
Candra menoleh kearah benda yang jatuh dari jas nya,ia segera mengambilnya,lalu melihat dengan teliti.
'Ini penyadap suara ?'Candra menyempitkan matanya,melihat ke arah benda tersebut,lalu ia teringat,kalau hari ini ia harus bertemu dengan Ezra,banyak pesan dan panggilan dari Ezra Candra segera bangkit dan pergi,benda yang ia temukan kali telah di hancurnya.
Blam !
Suara pintu kamar Candra,Marco sudah berada di depannya.
"Bos !" Panggil Marco saat melihat Candra panik.
"Kita harus ke Apartemen lama Ku,Ezra menunggu disana,takut sesuatu terjadi,seperti nya Ayah angkat memasukan penyadap suara dalam saku jas Ku!"Candra mempercepat kan jalan nya melewati Marco.
"Bos,Kita sudah telat sa-tu jam!" Ucap Marco masuk kedalam mobil.
"Cepat nyalakan mobilnya!"
Candra segera masuk dan duduk di belakang Marco.
Setelah keluar dari Hyde Park,ia baru teringat kalau ponsel nya ketinggalan di kamar.
"Sial!ponsel Ku ketinggalan di kamar !"Ucap Candra,mencari ponsel di saku celana nya.
Sementara ponsel milik Candra yang berdiri di atas ranjang nya.
Saat tiba di depan Apartemen lama nya,Candra melihat Ezra yang sedang di kejar oleh seseorang,terlihat Ezra yang sempoyongan dalam berlari,ia bahkan melihat Ezra yang akan pingsan.
Candra segera keluar dari mobilnya dan memanggil Ezra.
"Ezra..!"
Wanita itu menoleh nya,melihat ke arah Candra yang berdiri di pintu mobil,seseorang membawa paksa Ezra dan memasukkan ke dalam mobil.
***
"Marco cepat kejar mobil itu!" Titah Candra.
__ADS_1
Mobil di depan Candra juga melaju begitu kencang,Marco mempercepat kan laju mobil nya untuk mengejar mobil yang membawa Ezra.
Ckkkiiiiiittttt !
Marco mengerem mobilnya,sebuah mobil melintas di depan nya,dan tiba-tiba mobil itu mogok.
"Apa yang terjadi ?"Tanya Candra.
"Ada mobil di depan,seperti nya mogok !"Jawab Marco melihat dari jendela mobil.
"Aku turun!"Candra segera turun untuk melihat,ia sudah was-was,tidak ada sopir di kursi kemudi.
huuuussss !
Bugh!
Dugh !
Keluar orang dari belakang bok yang bersembunyi,orang- orang itu di suruh oleh orang yang menculik Ezra.
Mereka menyerang Candra,secepatnya Candra menghindar,dan melawan orang tersebut hingga terkapar sekali penyerangan.
Candra langsung masuk ke dalam mobil,saat orang itu kabur dari hadapan Candra.
"Cepat kejar mobil yang membawa Ezra!"Titah Candra .
"Aku tahu tempat nya,kamu ikuti saja arahan Ku!" Seru Candra lagi,melihat ke layar laptopnya yang ada di mobil.
***
Ring...Ring...!
Suara rantai di tangan Ezra,ia di rantai,kakinya di ikat dengan tali,Ezra berada di sebuah gedung,ia sendiri tidak tahu sedang berada di mana,dalam keadaan setengah sadar ia melihat orang di sekitarnya,ada li-ma Pria berbadan besar sedang mondar - mandir di depan tempat duduknya.
"Heeii...!"Teriak Ezra,"Siapa Kalian,kenapa membawa Ku kemari !" Teriak Ezra,seseorang yang berlagak seperti bos datang menghampiri Ezra.
"Disini bukan rumah Mu,tidak perlu berteriak !" Jawab Pria itu mendekat kearah Ezra.
"Lepas kan Aku!"Ucap Ezra menatap kearah Pria itu.
"Lepas?rugilah!Kami akan pergi Kau tunggu lah Bos Kami sampai !"Ucap Pria itu berjalan ke arah pintu,meninggal kan Ezra sendiri di dalam ruangan.
'Dimana Aku'Ezra menatap ruangan yang kosong tanpa ada perabot apapun di dalam nya hanya ada sa-tu kursi saja untuk tempat Ezra duduk.
Ceklek !
Pintu ruangan terbuka,terlihat beberapa orang masuk ke dalam nya,namun tidak satu orang pun dikenal oleh Ezra.
__ADS_1
Mereka berbaris di dalam gedung ada sepuluh orang di depan Ezra.
Tap ..tap ...tap..
Langkah kaki seseorang masuk ke dalam ruangan dengan di ikuti bawahannya dari belakang.
'Pangeran Derrin 'Ezra menatap lekat kearah pria tua yang berjalan ke arah nya.
"Hallo,menantu kesayangan Ku,bagaimana Aku harus menyambut Mu,apa dengan ciuman hangat atau pelukan hangat Ku!" Ucap Mr.D berjalan ke arah Ezra.
"Lepaskan Aku!apa mau Mu,tua bangka!" Teriak Ezra,membulatkan mata nya.
"Mau Ku?Kamu yakin ingin mendengar nya ?" Tanya Mr.D mendekat kearah Ezra memegang bahunya.
"Aku ingin menggoyang Mu!" Bisik Mr.D di telinga Ezra.
"Cuih ...!sampah !menjijikan!" Ezra meludahi wajah Mr.D dengan tatapan jijik.
"Kamu berani meludahi Ku!"Mr.D mencengkram kuat dagu Ezra,lalu mendekatkan wajahnya.
"Untung saja wajah Mu,sama cantik dengan ibu Mu,jika tidak dari tadi Aku sudah menggores wajah Mu dengan pisau ini!" Terlihat pisau di tangan Mr.D ujung nya di letakan di wajah Ezra.
"Eekhh..!"Ezra melawan cengkraman Mr.D.
Dugh !
Bugh!
Dengan kedua tangannya yang di rantai ia memukul pinggang Mr.D.membuat Pria itu terjatuh ke lantai.
"Heh !cucu Abian,seperti nya,ia melatih Mu,dengan sangat keras,jarang melihat wanita yang masih terlihat santai begitu didepan Ku,banyak orang yang sudah Ku bunuh,setiap Aku melihat mereka,pasti mereka akan takut!" Ucap Mr.D kembali berdiri di depan Ezra.
"Rambo !" Panggil Mr.D dengan keras,Pria itu segera melangkah ke depan memberikan sa-tu suntikan untuk Bos nya.
Mr.D melangkah lebih dekat dengan Ezra,lalu memegang lengan Ezra yang putih mulus,Mr D nampak menjilat pergelangan Ezra.Membuat Ezra memberontak,Mr.D menaikan lengan kaos Ezra keatas lalu Mr.D menyuntikan obat perang sang di lengan Ezra.
"Tidak!tidak!lepas !" Ezra memberontak saat ujung jarum masuk dalam kulit lengan nya,sehingga mengeluarkan darah karena Ezra menghentakkan tangannya yang di genggam Mr.D.
"Bajing*n lepaskan Aku!" Teriak Ezra,saat Mr.D melepaskan tangan Ezra,Pria ini menyuruh semua orang untuk keluar.
"Rambo lepaskan rantai di tangan Dia,jangan menyakiti tangan mulus nya!" Ucap Mr.D menatap Ezra penuh hasrat.
Ezra masih berusaha untuk membuat dirinya sadar,ia menggigit tangan nya dengan kuat,agar ia tidak pingsan dan hilang kendali.
"Percuma Kau menyakiti diriMu,obat yang Ku berikan adalah yang terbaik!" Ha..Ha...Ha..
Gelak tawa Mr.D memenuhi ruangan itu,tangan Ezra sudah berhasil di lepaskan oleh Rambo,namun ia tidak sanggup lagi untuk berdiri selain,membuat dirinya tetap sadar,Dia telah menggigit tangannya hingga lembab dan berdarah.
__ADS_1