
Semua persiapan telah disiapkan oleh Candra dan bawahan nya.Ada 10 mobil mewah berbaris dengan rapi di depan gerbang Hyde Park milik Candra.
"Bos,Kamu mau berkunjung apa lamaran?" Tanya Marco membawakan sekotak perhiasan berlian di tangannya.
"Aku sudah katakan tidak akan bermain lama- lama karena akan bosan,jadi hari ini Aku akan datang untuk melamar !" Jawab Candra berdiri di sebelah mobil,dengan satu tangan di masukan kedalam saku celana nya.
"Bos,Kau akan mengejutkan calon mertua Mu!dengan datang begini!" Seru Marco meletakan Kotak perhiasaan di jok belakang.
"Ini belum seberapa,tapi Dia akan terkejut lagi,disaat Aku akan menjadi menantu nya,Dia tidak bisa menghindar lagi,kemarin saja Dia sudah terkejut mengetahui Aku masih hidup!" Candra tersenyum licik,sembari masuk ke dalam mobil mewahnya.
"Calon mertua ingin membunuh Calon menantu!Bapak Mertua tidak tau kalau calon mantu nya seorang iblis dari Mafia serigala!"Ha..Ha..Ha.. Marco tertawa membuka pintu mobil untuk Candra.
"Kalian semua ikuti Kami dari belakang,jangan ada yang terlambat,semua barang yang sudah di siapkan jangan sampai tertinggal!" Titah Santiago yang baru keluar dari Hyde Park,dengan pakaian rapinya,terlihat lebih macho dan mempesona dari biasanya.
Marco dan Candra saling melirik melihat kearah Santiago yang berjalan kearah Mereka.
"Bos,Dia seperti nya yang akan pergi melamar bukan Kamu!" Cibir Marco
"Diam!Dia hanya tidak ingin mengecewakan Aku di tempat Ezra !" Jawab Candra,tersenyum kearah Santiago.
"Santi!Kau naik mobil itu,Aku dengan Marco naik yang ini!" Sambung Candra menunjuk kearah mobil mewah berwarna biru metalik yang terparkir diantara mobil mewah lain nya.
"Siap !" Mengangkat tangan nya berjalan melewati Mereka.
"Tumben tidak bertingkah !" Bisik Marco kepada Candra.
"Heeemmm!" Candra hanya menghela nafasnya lalu masuk kedalam mobil.
Marco Menggerakkan tangannya ke atas, pertanda kalau Mereka semua sudah siap untuk jalan.
Brruuummm !
Brruuummm !
Semua mobil mewah berjalan dengan begitu rapi di sepanjang jalan,semua yang melihat kagum dengan pemandangan itu,bahkan tidak satu orang yang tidak kenal dengan keluarga ini.
"Hari ini orang melihat Kita seperti melihat pawai saja !" Ketus Marco memperhatikan jalan nya."Hari ini sedikit mengejutkan dunia,dengan munculnya CEO baru dari bidang pemasaran berlian dan properti lain nya !lebih mengejutkan lagi,pesaing dengan Ayah mertua,saat ini Mexio di bawah perusahan Master Properti milik kita!" Sambung Marco lagi,Candra tidak menjawabnya,bukan itu yang ia pikirkan saat ini.
__ADS_1
Perusahaan Master Properti saat ini telah mendunia,meskipun banyak yang enggak kenal dengan CEO nya,namun seluruh dunia tahu tentang perusahaan multinasional tersebut.
"Bos apa pendapat Anda,jika Papa Ezra tau,kalau Anda adalah CEO Master Properti !" Tanya Marco lagi,melihat Candra yang diam saja.
"Itu akan membuat Dia lebih giat bekerja lagi !" Cibir Candra.
"Tuan Kita hampir sampai! "Ucap Marco melirik kearah Candra,Pria ini mengintip dari jendela mobil melihat kearah rumah mewah dengan dua lantai,ruang Beauty tergolong rumah yang mewah di daerah perumahan ini.
"Langsung masuk ke dalam halaman rumah !" Titah Candra.
"Baik !"Sekali lagi Marco mengangkat tangannya menyuruh yang lain untuk masuk kedalam halaman rumah Beauty.
Rumah Beauty !
Zico di temani oleh kolega nya,sedang berdiri di depan papan penembak,di sebelah nya ada Berson yang memegang senapan milik Zico.
Ezra duduk di kursi dengan sedikit mulai bosan,Zico juga mengundang keluarga kaya lainnya,yang datang kebanyakan Tuan Muda dari keluarga kaya,tidak sedikit dari mereka mencuri kesempatan untuk berbicara dengan Ezra.
"Nona Ezra,mau saya temani minum?" Tanya salah satu Tuan Muda yang hadir hari ini.
Dor..Dor..Dor..!
Zico mulai melakukan tembakan tidak ada yang meleset,semua tepat sasaran,cara menembak nya juga cukup membuat orang kagum.
"Tuan,Anda masih masa hebat waktu umur 20 tahun lalu!" Ucap Berson mengambil senapan di tangan Zico,dan kembali di simpan oleh nya.
Brruuummm..!
Brruuuummmm..!
Suara mobil,mengejutkan Zico dan yang lain,mereka semua segera memandang kearah gerbang pintu masuk rumah Beauty,melihat dengan terkejut,banyak mobil mewah yang berbaris di depan rumah Beauty.
"Berson!Apa Kau mengundang pemerintah ?" Tanya Zico melihat kearah Berson.
"Tidak Tuan,ini hanya Acara santai,Aku tidak mengundang orang yang penting seperti itu!" Jawab Berson,melihat kearah mobil mewah yang berbaris di depan Beauty.
"Siapa Mereka!" Tanya Zico masih berdiri di tempatnya.
__ADS_1
Marco turun dari dalam mobil,pengawal yang lain juga ikut turun dari dalam mobil,satu - satu di antara mereka memegang bingkisan yang telah di siapkan oleh Candra.
Ceklek !
Marco membuka pintu mobil,Candra menurunkan satu kakinya,lalu di ikuti dengan satu kaki lagi,keluar dari dalam mobil,dengan kaca mata hitam masih melekat di mata nya.
Candra berdiri dengan begitu gagah,ia segera mengancingkan jas nya dan berdiri melihat kearah Zico dan Ezra.
Blam !
Marco menutup kembali pintu mobil,dan memegang kotak perhiasan di tangannya.
Para pengawal telah siap dengan semua bingkisan di tangan nya,Mereka semua berjalan kearah di mana Zico dan yang lain berdiri.
"Candra ?" Gumam Ezra berjalan kearah Papanya.
"Pah !" Panggil Ezra memegang lengan Zico.
"Sialan!" Batin Zico melihat ke arah Candra yang datang menghampiri nya.
Tap. .Tap. .Tap. .
Candra berdiri di depan Zico,dan melepaskan kaca mata hitamnya,melempar sembarang arah,pengawalnya siap menangkap benda itu,para tamu yang datang kagum melihat ketampanan Candra.
Tidak ada yang tidak memerhatikan kearah mobil mewah yang berbaris di depan rumah Beauty.
Zico mengempal kan tangannya melihat ke arah Candra,menyembunyikan sedikit rasa kesal nya,berharap kalau Candra tidak akan datang,namun Dia datang malah mengejutkan Zico sang pemilik rumah.
Ezra berjalan kearah Candra,dan menarik lengan Candra agar sedikit menjauh dari papanya.
"Apa yang Kau lakukan?barang milik siapa yang Kamu pinjam,untuk mengesankan Papa Ku?" Tanya Ezra yang mulai kesal melihat sikap Candra hari ini.
"Papa tidak akan senang jika ada Pria yang suka bergaya,Dia lebih simpati dengan Pria biasa!" Sambung Ezra lagi.
"Aku tidak sedang bergaya,semua ini milik Ku!" Jawab Candra sedikit berbisik .
"Apa kalian sudah bisa bergabung kemari ?" Tanya Zico,tiba- tiba mengejutkan Ezra,Gadis ini cukup takut jika papa nya tahu kalau Candra hanya bergaya saja,apalagi sampai meminjam barang milik orang lain.
__ADS_1