Dendam Cucu Mafia

Dendam Cucu Mafia
17. Satu Minggu kemudian


__ADS_3

Candra berdiri di depan markas,Marco datang menghampirinya.


"Seperti nya Kita tidak akan bisa menyerang dalam waktu terdekat ini!" Ucap Marco berdiri di belakang Candra.


Dengan memakai jas mantel panjang,ia membelakangi Marco,tanpa menoleh kebelakang."Apa Kau takut ?" Tanya nya masih dengan posisi semula.


"Kalau Kita hanya diam saja,semua pengawal yang Kita latih dari dulu akan sia-sia,dan pasukan serigala akan hancur !" Sambung Candra lagi berbalik melihat kearah Marco.


"Akan Aku tunjukan pada dunia siapa diriku,apa itu pasukan Serigala !" Raut wajah yang memerah menahan emosi yang memuncak di hatinya,ingin segera menangkap Andra dan membunuhnya hidup - hidup.


Candra yang di ikuti Marco lalu berjalan masuk ke dalam Markas nya,dan berdiri di dinding kaca yang begitu besar,melihat kebawah dari lantai tiga gedung tersebut.


Angga datang menghampiri Candra, dalam keadaan perban masih di perut.


"Ayah angkat mengirim Rambo untuk bertemu dengan Mu!" Ucap Angga berdiri di belakang Candra.


"Suruh yang lain bersiap -siap!"Jawab nya berjalan kearah Sofa.


"Baik Bos !"


Angga pergi menemui rambo di bawah markas,sementara Candra duduk bersama Marco untuk membalas rencana selanjutnya.


"Apa rencana kita selanjutnya !" Tanya Marco mengenai tempat markas yang sebelumnya yang telah di hancurkan oleh Kasio.


"Kita harus membangun pabrik baru,dan mencari peracik baru untuk memproduksi barang - barang Kita,banyak konsumen yang sudah menanyakan barang itu!" Jawab Candra duduk menyilangkan kaki nya,kedua tangannya di rentang diatas pinggiran sofa.


"Jika mencari peracik baru itu akan lama"Ucap Marco lagi bertanya .


"Menurut informasi dari Santiago,katanya ada pengedaran obat terbaru,Aku yakin itu milik Andra,jika Kita bisa menangkap nya maka Kita akan memiliki obat itu,karena tujuan Dia adalah membunuh Ku,dan mengambil pemasaran penjualan obat - obatan Kita!" Jelas Candra lagi,lalu bangkit dari duduk nya.


"Ayoo Kita temui para pelanggan !Kita akan meminta waktu kepada pelanggan agar lebih bersabar,selama kita meracik nya ulang"


Marco juga ikut bangkit dari duduk nya dan menyusul Candra.Terlihat Candra yang kesal keluar dari gedung lantai tiga menuju ke lantai bawah.


***


Candra berbaring di ranjang king size nya.Tanpa mengenakan baju hanya mengenakan boxer nya,ia masih memejamkan matanya .


Kriing...


kriing...

__ADS_1


Handpone nya berbunyi,ia melihat satu panggilan dari Ayah angkat nya,tanpa menunggu lama Candra segera mengakat nya.


"Hallo!" Jawab nya singkat turun dari ranjang berjalan kearah dinding kaca.


Sudah seminggu Candra tinggal di Hyde Park miliknya.


"Aku sudah mengirim alamat Andra ke email Mu,ajak Dia bekerjasama dengan Kita,kalau Dia menolak bakar semua tempat untuk peracikan obat milik Dia!"Titah Mr.D di balik telepon.


"Aku tidak akan memungut sampah!jadi Aku tidak akan mengajak Dia bekerjasama,kalau Ayah masih tertarik berhubungan dengan Dia,makan Anda sendiri saja yang langsung datang pada nya,memohon seperti Anj*ng!" Cibir Candra kepada Mr.D membuat Pria tua menggempalkan tangannya.


"Ha Ha Ha..! memang tidak salah menjadi Anak angkat Ku!Kamu cukup patuh pada pendirian Mu,baik lah lenyap kan semua Markas milik Dia !" Ucap Mr.D terakhir kali,Candra tidak menjawab tapi langsung memutuskan panggilannya.


Sudah seminggu Candra tidak menghubungi Ezra,bahkan Pria ini tidak membuka atau membalas pesan dari Ezra.


"Marco! siapkan mobil,Kita akan ke tempat peracikan obat milik Andra,Ayah angkat telah mengirim alamat kepada Ku!"


Candra mengirim pesan suara kepada Marco,tanpa menunggu Marco membalasnya,Pria ini sudah bersiap-siap lebih dulu.


Setelah menunggu 15 menit di depan pagar Penthouse,Marco muncul dengan mobil mewah nya berwarna merah metalik membuat Candra tercengang.


Marco tidak turun dari dalam mobil,tapi segera menekan tombol remote yang ada di tangannya.Candra segera duduk di jok belakang sopir.


"Marco!" Panggil Candra dengan wajah suram,Marco yang menyadari hanya bisa tersenyum saja melihat bos nya marah.


"Bos!Kalau barang sebagus ini hanya jadi pajangan di gudang mobil sungguh sangat di sayangkan!" Jawab Marco tanpa menoleh kearah Candra.


"Eeemm!Aku belum juga menggunakan nya!Kau sudah berani menaiki nya !"Ucap Candra mengerut kan dahinya karena kesal.


"Bos! Kita sampai !" Marco menekan tombol lagi,membuka pintu mobil,Mereka berdua segera turun.


Candra menyerahkan sebuah tas tipis kepada Marco.Pria itu segera mengambil nya.


Disaat Mereka sudah berada di depan pintu masuk,pasukan Andra melarang Mereka masuk.


"Bos ku datang untuk menemui atasan kalian !" Ucap Marco,berdiri di depan Candra.


"Sudah membuat janji!" Jawab Pasukan tersebut.


"Aku tidak perlu membuat janji! apalagi Pria sampah seperti atasan kalian !" Cibir Candra.Salah satu pasukan itu ingin menghajar Candra,tapi Marco segera mengendong pos*ol kearah mereka semua.


Klak !

__ADS_1


"Biar kan Kami masuk!Kami kesini hanya untuk bisnis bukan untuk bertarung!"Ucap Marco dengan tegas,pasukan Andra segera membiarkan mereka masuk kedalam,tempat nya tidak terlalu besar,ini malah lebih kecil dari perkiraan Mereka.


pak pak pak !Andra bertepuk tangan saat melihat Candra datang ke gudang milik nya.


"Wah....!sebuah kehormatan bagi saya karena langsung di kunjungi oleh master !"


Candra berdiri didepan Andra,kedua tangannya di masukan kedalam saku celana nya ya,melihat kearah Candra dengan tatapan yang mematikan.


"Langsung pada intinya !" Ucap Candra menoleh kearah Marco.


"Ayah angkat mengundang mu untuk datang ke hotel dan bar miliknya!" Ucap Marco memberikan sebuah surat kepada Andra.


Namun,tanpa membaca atau ingin mengetahui surat itu,Andra segera merobek nya,membuat Candra mengepalkan tangannya.


"Aku tidak ingin datang! sampai kan kepada Pria Tua itu,jika ia ingin Aku datang kesana,Dia harus datang kemari,berlutut di depan Ku!"Tantang Andra,berjalan kearah Andra.


Dugh ! "Aahhh .."


Bugh !


Tubuh Andra melayang mengenai dinding beton gedung.


"Uuhuukk..Uuhuukkk..!" Andra mengeluarkan darah dari mulutnya,pengawal Andra segera menghampiri Bos mereka dan ingin menyerang Candra.


Klak !


Marco mengarahkan senjata kearah Andra,Pria ini segera menyuruh pengawalnya untuk mundur.Candra tersenyum licik,"Kau akan menyesal telah menolak tawaran Ayah angkat" Ucap Candra lalu berjalan keluar dari gedung tersebut.


Sampai di depan mobil,Candra mengeluarkan mancis,dan melemparkannya kedalam gedung.


Boooommmm!


Suara ledakan terdengar dari luar,Candra menyimpulkan senyuman dari sudut bibirnya.


"Bos!Kau terlalu licik,sejak kapan Kau menyemprot bensin di gedung itu ?" Tanya Marco saat Mereka sudah berada di dalam mobil.


"Saat Aku membuang minuman kaleng Ku !"Jawab Candra,menoleh kearah gedung yang habis terbakar.


Ting !


Sebuah pesan suara masuk kedalam ponsel milik Candra,ia segera membuka nya dengan suara yang begitu besar.

__ADS_1


"Brengs*k Kalau Kau besok tidak datang kesini,jangan harap Kita bisa bertemu lagi!"


"Puuffff !!!"Marco menahan ketawa nya mendengar pesan suara yang di kirimkan oleh Ezra,Candra menatap kearah Marco dengan tatapan ingin menerkamnya saat ini juga.


__ADS_2