
Tap..tap..tap..
Tok..tok..tok...
Dea mengetuk pintu nomer 056,namun tidak ada yang membuka.Disaaf Dea sudah semakin panik dan ingin segera pergi.
Ceklek !
Pintu kamar tersebut terbuka.Yang membuka nya adalah seorang perempuan.
"Hallo,ada yang bisa Saya bantu?"
Tanya wanita dengan penampilan sexy nya.
"Apakah Bapak Candra ada di dalam?"
Tanya Dea,raut wajah sangat panik ia takut sesuatu terjadi.
"Oh ada,tunggu Saya panggil kan!"
Jawab Wanita itu,lalu membuka pintu dengan lebar,terdapat di dalam ada beberapa orang rekan bisnis Candra yang juga berada disana.
"Ada apa ?"
Tanya Candra saat melihat Dea di depan kamar tersebut.
"Pak maaf,Saya telah menganggu waktu meeting Anda,tapi ini lebih penting,Ibu ada di sana,perut nya sakit !"
Pungkas Dea,yang setengah menunduk.
"Cepat antar Saya kesana!"
Dea segera berbalik dan membawa Candra ke tempat di mana Ezra sedang menahan rasa sakit.
"Nyonya sabar ya,sebentar lagi Tuan pasti datang!"
Ujar Han,
"Han,sudah Kita pergi saja,Aku benar-benar enggak kuat lagi !"
Jawab Ezra,ia masih memegang perut nya yang sakit.
"Tunggu sebentar lagi Nyonya,Saya yakin,Tuan akan segera kemari!"
Han tetap ingin menunggu Candra,namun satu sisi Dia juga takut terjadi apa-apa dengan Ezra.
"Kenapa Dea lama sekali !"
Ezra benar-benar tidak bisa menunggu lebih lama,perut nya semakin lama,semakin sakit.
"Nyonya,apa Anda ingin melahirkan ?" Tanya Han.
"Tidak,usia kehamilan Saya baru 7 bulan,ada 2 bulan lagi untuk melahirkan !"
Jawab Ezra dengan suara terbata.
Tap...tap..tap...
"Pak,itu buk Ezra!"
Dea dan Candra sampai ke tempat di mana Ezra sedang kesakitan.
"Sayang,kenapa Kamu di sini?"
Tanya Candra yang memegang Ezra,dan segera mengangkatnya.
"Aku tadi tanpa sengaja melihat mobil Mu masuk sini,terus Dea bilang Kamu enggak ada jadwal meeting disini!
"Jadi Kamu mencurigai Aku ?gitu?"
Candra menatap Ezra tajam,sampai mereka tiba di dalam lift.
__ADS_1
"Sayang maaf !"
Ucap Ezra,menyentuh wajah Candra.
"Kamu tau,selain membahayakan diri Kamu,Kamu juga telah membahayakan diri Kamu sendiri!"
Pungkas Candra,menahan amarah nya,berulang kali menatap ke arah Han dan juga Dea.
"Sayang,kenapa melihat mereka begitu,itu bukan kesalahan Mereka!"
"Bukan kesalahan Mereka,tapi tidak bisa menelpon dulu untuk memastikan kebenaran nya,Aku memang tidak ada jadwal meeting disini,tapi hari ini ada jadwal nya ganti dari restoran jadi pintu ke sini,karena klien dari Thailand nginap di hotel ini,terpaksa Aku datang kemari!"
Mereka telah sampai di lobi hotel,semua orang mekinya ke arah Candra dan juga Ezra.
"Aaakhh!"
Ezra menyentuh perut nya lagi.
Candra segera masuk mobil dan di susul oleh Dea.
"Apa yang sakit !"
Tanya Candra saat mobil nya telah melaju .
"Bagian ini!"
Ezra memegang perut bawah nya,ia merasakan sesuatu yang sangat sakit.
"Udah rileks ya,Kita bentar lagi sampai rumah sakit!"
Candra menenangkan Ezra,dan mencoba mengelus perut Ezra agar rasa sakit yang di rasakan Ezra dapat berkurang.
"Sayang,Aku baru ingat ponsel Ku ketinggalan di kantor,maka dari itu Aku tidak mengangkat panggilan Kalian!"
Pungkas Candra dengan wajah yang merasa bersalah.
"Pantesan saja,Aku menyuruh Dea menghubungi Mu tapi tidak di angkat angkat padahal Aku udah mikir yang macam-macam tentang Mu?"
Ketus Ezra.
Cup!
Candra menci um kening Ezra,terlihat Ezra lebih rileks lagi.
"Tuan Kita sudah sampai!"
Ucap Han,sembari menghentikan mobil nya,Dea segera turun dan membuka pintu mobil untuk Candra.
Candra segera mengendong Ezra ke dalam,dengan cepat suster dan dokter datang membawa bed pasien ke arah mereka berdua.
"Dok tolong periksa istri Saya secepatnya,tadi katanya perut Dia sakit!"
"Tuan,mohon tenang dulu ya,jangan panik,Saya akan memeriksa nya,kalian bisa tunggu di luar!"
Selama pemeriksaan berlangsung,Candra dan Dea menunggu di depan ruangan dokter.
Ceklek !
Pintu ruangan kembali terbuka.
"Dok,bagaimana ?" Tanya Candra,
"Silahkan masuk Tuan!"
Candra segera masuk ke dalam ruangan dokter.
"Begini Tuan,istri Anda tidak apa-apa,itu terjadi karena istri Anda terlalu capek,apalagi gerakan yang terlalu di paksakan,sehingga membuat perut bawah nya keram,Saya akan menulis resep obat,nanti Anda bisa menebusnya di bagian obat,untuk Janis sehat tidak ada masalah apapun,saran saya kurangi aktivitas nya!"
Jelas dokter.
"Baik dok,Saya mengerti!Istri Saya enggak perlu di rawat kan dok?"
__ADS_1
Tanya Candra lagi.
"Tidak perlu,hanya perlu meminum obat secara rutin,jika selama minum obat masih terasa sakit,Kalian boleh kemari lagi,dan Saya akan melakukan pengecekan lebih lanjut!"
"Baik dok,terimakasih !"
Dokter itu tersenyum sembari berjabat tangan dengan Candra.
"Sayang,ayo,pulang!"
Candra membantu Ezra untuk bangun,lalu ia kembali mengendong Ezra,resep obat di berikan ke pada Dea,sementara Candra membawa Ezra ke mobil.
Ceklek !
Han membuka pintu mobil,Dea belum selesai menunggu obat di bagian farmasi.
"Kita tunggu sebentar,Dea lagi menunggu obat!"
Ujar Candra,
"Baik Tuan!"
Jawab Han.
"Sayang masih sakit?"
Tanya Candra.
"Sudah enggak sayang,benarkan hanya keram saja!"
Jawab Ezra.
"Untung hanya keram,kalau terjadi sesuatu bagaimana tadi,lain kali jangan ceroboh lagi seperti ini!"
Marah Candra.
"Udah,Aku kan minta maaf,hanya panik saja,lain kali enggak begitu lagi!"
"lain kali?"Candra menatap tajam ke arah Ezra.
"Jangan berharap ada lagi lain kali nanti,cukup hari ini saja,ini saja sudah membuat Ku begitu khawatir,Sayang jangan sampai sesuatu terjadi kepada kalian!"
Candra menyentuh Ezra,Wanita ini tersenyum menatap ke arah suaminya yang begitu khawatir.
"Maaf sayang,Aku hanya tidak ingin melihat Mu berduaan dengan wanita lain!"
Ujar Ezra.
"Untuk apa wanita lain,ada Kamu disini saja sudah cukup sayang!"
Jawab Candra dengan tegas.
Cup !
Candra menci um Ezra begitu lembut,Ezra juga membalas nya.
Ceklek !
"Haah!"
Saat Han,dan Dea membuka pintu mobil membuat Ezra kaget dan segera mendorong Candra ke samping.
Candra menatap nyalang ke arah Han,karena telah menganggu nya.
'Kenapa Tuan menatap Ku begitu,apakah Aku melakukan kesalahan !'
Han melirik ke arah Candra,lewat kaca spion depan.
"Kita ke kantor dulu!"
Titah Candra.
__ADS_1
"Baik Tuan !"
Han segera melajukan mobil nya,dengan begitu santai,karena saat ini ada Wanita hamil yang bersama mereka,Han tidak ingin Candra menegur nya nanti.