
Di saat Ezra sedang bersantai di bawah pohon rindang yang ada di samping Hyde Park,ia melihat mobil Han telah kembali.
Han,turun dan juga Zico ikut turun membuat Ezra kaget,dan segera berlari ke arah Zico.
Candra yang berada di lantai atas,melihat sang istri yang berlari begitu kencang, tanpa memikirkan keselamatan anak yang di kandung,membuat Candra marah.
"Ezra....!"
Teriak Candra dengan keras,namun Ezra tidak mendengar nya,Candra segera turun ke lantai bawah.
"Sayang,pelan-pelan!"
Ujar Zico yang ngilu melihat Ezra.
"Udah gak pa-pa!"
Jawab Nya berdiri di depan Zico dan langsung memeluk nya.
"Pah,Ezra rindu!"
Lirih Ezra masih memeluk Zico.
"Tuan Zico,baru saja sampai ke Negara E,begitu tau Nyonya tidak di mansion ia segera meminta Saya agar mengantar nya kemari!"
Pungkas Han,
"Terimakasih Han!"
Ucap Ezra tersenyum,Han membalas nya dengan anggukan.
"Kenapa lari begitu kencang?"
Ucap Candra yang sedang marah,Zico dapat melihat kemarahan di mata Candra.
"Tenang,Dia enggak apa-apa,kenapa Kamu begitu marah?"
Sambung Zico yang tidak ingin anaknya di marahin.
"Kalau terjadi sesuatu dengan calon bayi,bagaimana ?"
Tanya Candra lagi.
"Apa Kamu hanya memikirkan Anak dalam kandungan Nya saja!"
Teriak Zico yang ikut emosi.
Ezra kebingungan hanya bisa menggelengkan kepala nya saja.
"Stop!"
Teriak Ezra,ke dua nya terdiam dan saling pandang satu sama lain,dengan aura mafia masing-masing yang ada dalam diri Mereka.
"Setiap ketemu gak pernah akur!"
Cibir Ezra,yang pergi meninggalkan ke dua pria itu.
"Ezra!"
"Sayang..!"
Ke dua nya memanggil Ezra, namun tidak di gubris oleh Ezra yang langsung masuk ke dalam.
"Ini salah Mu!"
Cetus Zico.
"Salah Andalah!"
Candra menatap Zico dengan tajam.
"Ayo,masuk!"
Ajak Candra,Zico tersenyum melihat tingkah menantu nya itu.
Zico segera masuk ke dalam dengan mengikuti Candra,Ezra sedang menyiapkan minuman untuk Zico di dapur,dan di bantu oleh Han.
Begitu siap,Han membawa nya ke ruang tamu,dimana ada Candra dan juga Zico.
"Tuan Zico,Tuan Candra silahkan di minum!"
Ucap Han,meletakan nampan minuman.
"Dimana Ezra?"
__ADS_1
Tanya Candra,
"Ada di belakang Tuan,sedang menyiapkan makanan!"
Ujar Han,
"Panggil kemari,Kita pesan di luar saja,untuk apa ia memasak!"
Tegas Candra.
"Baik Tuan !"
Han segera kebelakang,tak lama Ezra pun segera ke ruang tamu,untuk berbincang-bincang dengan Zico dan juga Candra.
"Untuk apa Kalian kembali kesini,bukan kah seharusnya menunggu Ezra lahiran ya?"
Tanya Zico,di sela-sela perbincangan mereka.
"Di mansion tidak lah nyaman,di tempat sendiri lebih nyaman !"
Ujar Candra.
"Disana ada Oma,dan mama Zara yang akan menjaga Ezra,disaat Kamu sibuk kerja!selama Kamu kerja Ezra tinggal dengan siapa disini?"
Tanya Zico.
"Ikut ke kantor !"
Jawab Candra singkat.
"Kenapa Kamu membiarkan Dia capek,seharusnya sudah dekat lahiran Dia harus banyak-banyak istirahat!"
Zico menatap Candra dengan tajam,dari awal Candra tidak pernah akur dengan keluarga Ezra,meskipun ia terlihat begitu kasar kepada istri nya,sebenarnya Candra sangat menyayangi Ezra.
"Pah,Papa gak usah khawatir,Candra bisa menjaga mu dengan baik,Dia tidak pernah meninggalkan Ku walau hanya sedetik !"
Ezra menenangkan Zico.
"Papa hanya khawatir dengan Kamu!"
"Ezra khawatir dengan papa,kenapa papa enggak mencarikan teman hidup yang baru,agar ada yang menjaga dan merawat papa kelak !"
Saran Ezra,langsung Zico menanggapi nya dengan marah.
Teriak Zico yang segera berdiri.
"Pah,jangan marah,maksud Ezra baik kok,Ezra hanya tidak ingin papa kesepian,papa tau,yang sudah pergi takkan kembali,sudah saat Nya kita bangkit Pah!"
Ujar Ezra menenangkan Zico lagi.
"Benar kata Ezra,papa harus segera menikah lagi,karena hidup papa itu masih panjang!"
Sambung Candra.
"Akan papa pertimbangkan !"
Jawab Zico kembali duduk.
"Papa pelan-pelan saja,pasti bisa kok!"
Cetus Ezra.
Candra merangkul Ezra di depan Zico,mengelus perut buncitnya,melihat keharmonisan ke dua nya tidak membuat Zico khawatir akan keselamatan sang anak.
"Opa bilang,Paman Mike,tempo hari main ke mansion?"
Tanya Zico.
"Iya benar,Anak nya yang kecil itu pah,ganjen banget lah"
Ketus Ezra yang kesal.
"Dia suka sama Candra!"
Sambung Ezra lagi.
"Benar Candra?"
Tanya Zico,pria itu hanya mengangguk kan nya saja.
"Mita namanya pah,berbeda sekali dengan Roshmi,udah baik sopan lagi!"
Puji Ezra.
__ADS_1
"Mita ngikut Papa nya berarti buaya darat!"
Cibir Zico,Ezra tertawa.
"Satu lagi pah,noh dulu Roshmi juga suka sama Candra,waktu di Turki!"
Jelas Ezra.
"Sudah ,sudah,apa Kamu cemburu ya sayang,dari tadi kok bahas itu Mulu!"
Sambung Candra yang sudah bosan mendengar nama perempuan dua itu.
"Cemburu lah,apalagi ia cerita tentang kalian yang di masa lalu,iihh bikin darting!"
Ketus Ezra.
"Gak boleh benci sama orang segitu nya,apalagi saat ini lagi hamil"
Ujar Zico.
"Benar dengerin tuh sayang !"
Candra membenarkan ucapan Ayah mertua nya.
Kriing..
Kriingg...
Ponsel Zico berdering,ia segera mengangkat nya.
"Hallo!"
"Tuan Zico,ini Saya penjaga di pulau,hari ini ada lima gudang senjata kita terbakar,penyebab nya belum di ketahui,Aku sudah menelpon Tuan Tetua,tapi tidak ada jawaban !"
Ucap Seseorang dengan nada bicara yang sedikit gemetaran.
"Apakah disitu ada Berson?"
Tanya Zico.
"Berson sudah lama tidak kemari,semenjak kejadian beberapa bulan yang lalu,Berson dan juga anak nya ikut menghilang!"
"Kamu padam kan dulu api nya,sebentar lagi saya akan ke sana !"
"Baik Tuan!"
Zico segera mematikan panggilannya,lalu ia mengunjungi Abian namun tidak ada jawaban.
Zico mengirim pesan kepada Abian,lalu menyimpan kembali ponsel nya.
"Ada apa pa?"
Tanya Ezra yang penasaran.
"Gudang senjata di pulau terbakar,tidak tahu penyebab nya!"
Jelas Zico,segera berdiri.
"Aku ikut pah!"
Ucap Ezra.
"Kamu enggak boleh ikut,dah hamil besar mau ikut kesana,enggak tau apa sedang ada bahaya disana!"
Marah Candra,
"Iya benar sayang,Kamu di rumah saja,papa cuma sebentar,nanti langsung pulang!"
Zico segera keluar,berjalan menuju mobil nya,Ezra melambaikan tangannya.
"Kamu enggak boleh melakukan hal apapun, ingat sudah mau melahirkan !"
Tegas Candra,
"Siap Bos!"
Jawab Ezra tersenyum.
"Pokoknya awas aja kalau ketahuan melakukan pekerjaan berat,Kamu akan Aku hukum !"
Ancam Candra.
"Iyaya,tenang saja,enggak bakalan kok sayang!"
__ADS_1
Ezra lalu memeluk suaminya dengan mesra,kedua nya terlihat begitu bahagia.