
Berson telah menyiapkan mobil untuk Ezra,gadis ini segera keluar dari mansion untuk bertemu dengan Berson .
"Sayang kalau sudah sampai kabarin Papa!ingat jangan melakukan hal apapun yang membuat Kamu rugi!" Ucap Zico memeluk Anaknya.
"Tentu,Aku tidak akan ceroboh untuk ke dua kalinya!" Jawab Ezra melepaskan pelukan Zico.
Zico melihat kearah punggung mobil yang hilang dari pandangan matanya,Zico lebih senang mengirim Ezra ke pulau dari pada di mansion,ia akan terus mengingat suami yang telah menipu nya.
"Paman,Aku ingin singgah di Hyde Park sebentar, !" Ucap Ezra di sela-sela Berson menyetir.
"Tapi Non,Tuan tidak akan senang,Saya tidak bisa melanggarnya!"Jawab Berson menolak dengan sopan.
"Sebentar saja paman,Aku hanya ingin bertemu dengan nya untuk terakhir kali!" Ezra memohon kepada Berson.
"Non ingat lah hanya sebentar ya,karena Tuan sudah hitung berapa jam perjalanan Kita,jika terlambat Tuan akan marah !"Jawab Berson.
"Baik!"
Berson segera melajukan mobil nya kearah Hyde Park,Berson mengerem mobil nya tepat di depan gerbang Hyde Park,Ezra masih menyimpan remote control milik Candra ia segera menekan nya lalu pintu gerbang terbuka.
Para pengawal yang berjaga melihat bukan mobil Tuan nya,mereka segera menghadang nya,tidak memperbolehkan Ezra untuk masuk.
"Biarkan Aku turun,Aku hanya sebentar !"Ucap Ezra mengambil surat yang ia tulis untuk Candra,didalam surat itu ia memberitahukan kepada Candra mengenai masalah lalu tentang kakaknya.
Ceklek !
"Maaf Anda tidak bisa masuk !"Ucap pengawal itu dengan lantang.
"Biarkan Aku masuk,hanya li-ma menit!" Seru Ezra mencoba menerobos.
"Tidak bisa !Ini perintah!"Sambung mereka lagi,mencoba menghalangi Ezra.
Ezra segera menerobos untuk masuk kedalam,dan para pengawal ini malah menyerang Ezra,melihat Ezra di serang,Berson segera keluar dari dalam mobil untuk membantu Ezra.
Dugh !
Dugh !
Bugh !
Ezra berhasil mengalahkan semua pengawal Candra,namun ada seseorang menyerang nya dari belakang.
Dugh ! "Aaahhh..!"
"Non Ezra !" Teriak Berson yang melihat Ezra terjatuh.Ezra segera bangkit,tanpa disadari kepala nya berdarah.
__ADS_1
Saat pengawal itu ingin menyerang Ezra lagi,Marco muncul di antara mereka.
"Hentikan !" Teriak Marco,semua pengawal langsung mundur dari hadapan Ezra.
"Aku ingin bertemu dengan Candra!" Ucap Ezra lantang.
"Tidak bisa!Bos tidak ingin bertemu dengan Kamu!" Jawab Marco mencoba melarang Ezra.
"Aku tidak peduli!" Ucap Ezra segera menerobos,Marco tidak bisa menghajarnya,karena kalau Candra tahu ia akan marah.
"Buka pintu nya!" Ucap Ezra kepada Marco,karena ia tahu hanya Marco yang punya sandi card kamar Candra.
Tit ..! Tit..!
Kamar Candra terbuka,Ezra segera masuk,Marco menunggu di luar.
Ezra melihat kearah Candra yang berdiri di jendela.
"Aku sudah katakan jam segini jangan ganggu Aku!"Ucap Candra tanpa melihat ke arah Ezra.
"Marco tinggalkan Aku!"Sambung nya lagi,tapi orang itu masih tidak menjawab."Apa Kau tidak dengar !tinggalkan Aku !" Teriak Candra lalu berbalik,dan ia langsung terkejut melihat Ezra yang datang menemui nya.
"Ezra !"Ucap Candra berjalan mendekat kearah Ezra .
Candra langsung memeluk Ezra dengan erat,ia sudah lama ingin bertemu dengan Ezra,namun Mr.D mengancam Candra,saat ini Candra terpaksa masih menuruti kemauan Mr.D karena ia tidak mau rencana nya terganggu.
"Candra lepas!"Ucap Ezra lirih,melepaskan pelukan Candra.
"Kenapa Kau disini,Apa Kamu sudah mempercayai Ku!" Tanya Candra memegang wajah Ezra.
"Aku kesini,hanya ingin memberikan ini kepada Mu,Aku hanya punya waktu li-ma menit Aku akan pergi!" Ucap Ezra memberikan sebuah surat kepada Candra,lalu berbalik pergi .
"Tunggu !" Candra memeluk Ezra dari belakang.
"Jangan pergi,tinggal bersama Ku disini!" Sambung nya lagi.
"Lepas!" Ucap Ezra mencoba melepaskan tangan Candra.Namun,pelukan nya sangat erat.
Pak ! Ezra menginjak kaki Candra,lalu meninju nya dengan kuat.
Dugh ! "Aagrh!" Candra memegang dada yang tinju oleh Ezra.Candra memegang tempat yang di tinju ezra barusan,tempat yang sama yang di tembak oleh nya waktu itu,Candra tidak bergeming,tangannya masih memegang dada.
"Kamu kenapa ?" Tanya Ezra memegang bahu Candra.
"Aku tidak apa -apa !" Jawab nya,tidak menoleh kearah Ezra.
__ADS_1
Ezra melihat kemeja putih yang di kenakan Candra ada noda darah,Ezra segera mendorong tubuh Candra keatas ranjang.
Bugh ! "Kamu aku apa ?" Tanya Candra panik.
Breet ..Breett !
Ezra segera merobek kemeja putih Candra,ia segera melihat tubuh Candra ada beberapa bekas luka tembak disana,yang baru itu yang berdarah di sebab kan oleh Ezra.
"Dimana kotak obat,biar Aku ganti perbannya,kalau belum sembuh kenapa enggak kerumah sakit,ini bisa meradang,takut infeksi !" Ucap Ezra yang terlihat panik,Candra hanya diam tanpa menjawab,terus menatap ke arah Ezra yang sibuk membersihkan lukanya.
Cup !
Candra menarik leher Ezra,sehingga kedua bi bir Mereka menyatu,membuat Ezra memberontak.
Plak !
Ezra menampar Candra membuat Pria ini terdiam,ia segera bangkit dan berdiri.
"Jangan Kamu kira,Aku kesini sudah memaafkan Mu,Aku belum memaafkan Mu,!" Ucap Ezra lalu pergi meninggalkan Candra.
"Kamu lupa dengan status Mu ?Kita ini masih suami istri,apapun yang ku lakukan padamu tidak melanggar hukum!" Ucap Candra berdiri di belakang Ezra.
"Aku sudah meninggalkan pesan di surat itu,Kamu baik-baik saja membacanya,percuma suami istri,Kita tidak akan bisa menyatu!"Jawab Ezra lalu pergi meninggalkan Candra di kamar nya.
Marco yang masih di luar kamar Candra,melihat kepergian Ezra,ia segera menoleh kedalam,dan terkejut dengan kondisi Candra yang berdarah,Marco segera membantu pria itu untuk membalut luka nya.
Candra belum sempat membuka surat yang di berikan oleh Ezra,ia segera membersihkan luka dan mengobati nya kembali supaya tidak terinfeksi.
"Apa yang terjadi?" Tanya Marco
"Tidak ada,hanya saja luka ini belum kering!" Jawab Candra
"Kau mencintai Dia ?" Sambung Marco.
Candra menoleh tanpa menjawab.
"Pada akhirnya Anda yang kalah Bos,Santiago sudah siuman dari komanya kapan Kita melihat Dia !"
Candra tidak menjawab,ia hanya teringat dengan Ezra,lalu berjalan kearah jendela melihat Ezra dari balik jendela kamar nya di lantai dua.
"Seperti nya kamu sudah jatuh cinta kepadanya,jika tidak mana mungkin Kamu akan peduli dengan hal itu!" Ucap Marco berjalan mendekati Candra.
"Ayah angkat telah mengancam Kita,jadi untuk sementara jangan bertindak bodoh dulu,Kita harus bisa main cantik,disaat kita punya kesempatan itu,maka kita sendiri yang akan menjebak nya !" Sambung Marco lagi.
"Ezra mengirim surat untuk Ku,tapi Aku belum membukanya !" Jawab Candra,baru menyadari akan surat yang di berikan Ezra,ia segera berjalan kearah surat tersebut yang terletak diatas ranjang.
__ADS_1