
Suara di dalam kamar milik Mr.D terdengar begitu panas,ia bermain dengan dua gadis kecil sekaligus.
"Aaah..Aah!"Terdengar suara de sahan di bawah tubuh Mr.D, lain yang duduk di sebelah nya,******* kan bi bir mr.D dengan rakus.
Setelah mencapai pada puncak pertama,Mr.D mengantikan dengan gadis yang satu nya lagi,ia mulai mengatur posisi yang bagus untuk mereka tarik ti-ga.
Mr.D mencium bi bir mungil gadis itu,dan tangan satu nya bermain di area vi tal gadis sa-tu lagi.
Cup !"Eem..eeem..eemm"Mereka berciuman begitu rakus,Mr.D menyapu habis bi bir dan le her Tania,gadis yang kemarin ia main,hari ini ia bermain lagi dengan rekan Tania,Mereka tarik ti- ga diatas ranjang.
Tangan Mr.D menjelajahi area vi tal rekan Tania, "Ooh..Aah..aah..!" Gadis kecil dan mungil ini terus men de sah saat Mr.D mengobok - obok kue cucur nya.
Sebelum pertempuran diatas ranjang,Mr.D sudah memberikan obat kepada mereka,masing- masing mendapatkan satu butir untuk meningkatkan gairah s ex mereka.
Melihat rekan Tania yang sudah sangat bergairah,Mr.D segera membaringkan tubuh gadis ini,dan naik diatasnya,singkong tua yang sudah berumur,tapi masih bisa berdiri dengan begitu tegak saat melihat kue cucur di depan mata.
"baby...Kau sudah begitu basah !" Bisik Mr.D kepada rekan Tania yang berbaring di atas ranjang,dengan tubuh yang menggoda.
Mr.D segera berpindah kepada tubuh rekan Tania,Singkong Tua segera menempel di kue cucur yang basah itu,perlahan -lahan di ge sekan nya,sehingga membuat gadis ini men de sah.
"Aah ..Aah..!" Gadis ini menarik sprei merasakan sensasi yang luar biasa dari permainan Mr.D,Pria tua ini tidak akan berhenti sebelum ia puas bermain.
Jleeebb!
Singkong Tua menerobos masuk kedalam kue cucur yang basah,lalu memaju mundur kan tubuh nya,bergo yang diatas tubuh mungil itu,seluruh kamar bergema dengan suara de sa han.
Tidak mau menganggur Tania juga ikut me lumatkan bi bir Mr.D dengan rakus,hanya sekali saja belajar,Tania sudah mahir dalam melayani tamu,bahkan Dia sangat pandai memu askan pelanggan .
Tok ..Tok..Tok..
"Ck !"Mr.D berdecak mendengar ketukan pintu kamar nya.
"Ooh..Aggrh..Ahkk ..oohh Aaahhh...!"
Setelah sama- sama mencapai puncak kenikmatan,Mr.D baru turun diatas ranjang,dalam keadaan yang te lanjang bulat,lalu meraih handuk nya yang ada di pinggir ranjang.Kedua gadis tersebut segera memakai pakaian mandi nya lalu pergi membersihkan tubuh Mereka.
Ceklek !
Mr.D membuka pintu,melihat diluar sudah ada Rambo yang datang menghampiri nya.
Dugh ! "Uukkh..!"
__ADS_1
Tanpa mengucapkan satu kata pun,Mr.D sudah menendang nya hingga jatuh,dan berdiri tepat di hadapan Rambo.
"Berapa kali Aku ingat kan,disaat Aku lagi bersenang-senang jangan ada yang ganggu Aku !" Ucap Mr.D dengan raut wajah yang memerah,membuat Rambo gemetar,perlahan bangkit.
"Katakan apa tujuan Mu kesini!" Sambung Mr.D lagi.
"Tuan,orang yang Anda kirim untuk membunuh gadis itu telah mati!"Ucap Rambo dalam keadaan memegang perutnya.
"Pasti Candra yang menolong nya!Karena sebelum nya tidak ada yang bisa mengalahkan pengawal yang ku latih!" Ucap Mr.D dengan kesal.
"Tuan,apa yang harus Kita lakukan ?"Tanya Rambo kepada Mr.D.
"Untuk saat ini jangan lakukan apa- apapun !cukup pantau gadis itu saja!Kau membawa foto nya bersama dengan Mu!" Tanya Mr.D kepada Rambo.
"Iya!" Rambo mengeluarkan selembar foto yang ada didalam jaket nya.
"Eemmm!"Mr.D menyempitkan matanya melirik kearah foto yang di berikan oleh Ezra.
"Menarik,matanya cantik bibirnya Sexy,tiba-tiba Aku punya gairah ingin tidur dengan gadis ini!"Ucap Mr.D saat memandangi foto Ezra yang dibawakan oleh Rambo.
"Selidiki latar belakang gadis ini!jika Kau bisa membawa nya kesini,itu lebih bagus!" Sambung Mr.D membawakan foto Ezra bersama dengan nya.
"Baby ...Muaachh!" Mr.D mencium foto Ezra,lalu men ji latnya,menatapnya penuh nafsu.
"Jika Aku bisa melihatnya dalam keadaan te lanjang itu lebih menarik lagi!" Gumam Mr.D.
Pria Tua ini sungguh meresahkan,selalu mengincar gadis muda untuk memuaskan naf sunya,setelah puas ia akan men jual gadis - gadis tersebut kepada pelanggan nya.
***
Ezra membantu Candra untuk mengobati luka nya,Ezra terus memandangi kearah Candra,Ezra curiga dengan kondisi Candra,Pria ini tidak terlihat seperti orang sakit,tapi lebih tepatnya Pria ini baik-baik saja.
"Kamu istirahat saja!Aku akan membereskan ruangan ini!" Ucap Ezra,meninggalkan Candra di ruang tamu.
Tok..Tok..Tok..
Ezra mendengar seseorang mengetuk pintu Apartemen Candra,saat Ezra ingin membuka pintu,Candra melarang nya.
"Tunggu!" Candra berusaha bangkit dari tidurnya,berjalan kearah Ezra .
"Biar Aku saja!" Ucapnya lagi.
__ADS_1
"Kamu tidur saja!biar Aku saja yang buka pintu Kamu kan lagi sakit!"Candra pun mengalah dan duduk kembali di sofa,sementara Ezra berjalan kearah pintu,untuk membukanya,Candra terus memandang kearah Ezra,ia takut kalau yang datang adalah suruh Ayah angkatnya lagi.
Ceklek !
"Baby....Aike datang,Aike sangat merindukan Mu!" Ucap Santiago,langsung memeluk Ezra saat gadis ini membuka pintu.
"Aaahhh..!"
"Aaakkkhh..!"
Teriak Ezra dan Santiago dengan keras,membuat Candra kaget segera berlari kearah pintu.
Candra yang melihat Santiago memeluk Ezra langsung amarah nya memuncak,tingkat kemarahannya mencapai 99%.
"Santi !"Teriak Candra dengan keras,membuat kedua nya kaget,dan Santiago segera melepaskan pelukannya.
"Baby...kenapa ada Wanita disini!" Tanya Santiago melewati Ezra dan mendekat kearah Candra.
Candra masih melihat kearah Santiago dengan kesal,tanpa menjawab pertanyaannya.
"Muach..!"Santiago segera mencium Candra,membuat Pria ini semakin marah,lebih- lebih lagi di depan Ezra,gadis itu terlihat kaget dan syok Ezra menutup mulut nya.
"Lepas!" Ucap Candra menyuruh Santiago melepaskan tangannya.
"Aku...Aku akan ke kamar !"Ucap Ezra yang malu,lalu pergi meninggalkan Mereka berdua di depan pintu.
"Ada apa ?"Tanya Candra kepada Santiago.
"Aku menunggu Mu,tapi kau tidak datang,siapa gadis itu bok...!" Tanya Santiago dengan lembut dan memainkan tangannya di wajah Candra,semakin membuat Pria ini kesal.
"Kalau Kau tidak bisa diam,silahkan Kau pergi!" Ucap Candra,membuat Santiago segera bertingkah seperti Pria.
"Aku membawa berita bagus untuk Mu,Aku sudah mendapatkan lahan yang Kau ingin kan!"Ucap Santiago berjalan kearah sofa.
"Bagus!memang Kau Santi Ku yang terbaik!"Peluk Candra dari belakang,kebetulan Ezra juga keluar dari kamar untuk mengambil minuman.
"Eeh..!"Kaget Ezra,Candra segera melepaskan pelukannya.
"Aku hanya ingin ke dapur !" Ucap Ezra langsung pergi ke dapur .
"Tunggu!ini enggak seperti yang Kau bayangkan!" Teriak Candra dengan keras,namun Ezra tidak menjawab ia hanya menahan tawa nya saja.
__ADS_1