
Flash Back !
Altar telah menghubungi Azlan,karena altar tahu Azlan tekan sampai di Negara E tadi malam.
Altar mengajak Azlan untuk pergi ke Hyde Park,karena hanya Azlan yang bisa masuk ke sana,dan memaksa orang disana untuk membuka gerbang.
"Marco!" Panggil Ezra yang baru saja turun dari lantai atas.
"Nyonya,sedang apa Anda disini,Bos menyuruh Anda untuk istirahat"Jawab Marco.
"kedua Saudara Saya ada di depan gerbang,tolong buka kan pintu !" Titah Ezra berjalan kearah pintu utama.
"Anda tidak boleh keluar,Bos tidak mengijinkan nya!" Jawab Marco lagi melarang Ezra untuk keluar.
"Aku perintahkan Kamu untuk membuka pintu gerbang,sekarang! "Ucap Ezra lagi,yang sudah kesal.
Marco mencoba menarik paksa tangan Ezra untuk naik keatas namun Ezra dapat melawan nya,Marco tentu saja tidak bisa melukai Ezra dalam keadaan hamil.
"Nyonya,Aku membuka pintu gerbang,mohon untuk menjaga sikap Anda,jangan mempersulit kan Aku !" Ucap Marco memberi peringatan.
"Baik lah !Aku tau batas Ku!"
Marco segera menyuruh pengawal untuk membuka pintu gerbang,Azlan dan altar segera melajukan mobil nya untuk menjemput Ezra.
Altar duduk di dalam mobil,semangat Azlan turun dari dalam mobil.
Bugh!
Ezra berlari memeluk Azlan,ia tahu kalau yang peluk adalah Azlan.
"Maaf kan Aku yang tidak mengenal Kakak saat di Turki !" Ucap Ezra melepaskan rindunya.
Dugh !
Marco memukul Azlan,Ezra segera menengah.
"Apa yang Kau lakukan ?" Tanya Ezra marah kepada Marco.
"Kata Bos,tidak ada yang boleh memeluk wanita nya,kecuali Bos!"Jawab Marco yang masih berdiri di depan Ezra.
"Aku ingin membawa Mu pulang,Paman menunggu Mu di rumah !" Ucap Azlan berbohong kepada Ezra.
"Nyonya Anda tidak boleh keluar dari sini!"Marco melarang Ezra untuk pergi dengan saudara nya.
"Aku dapat menjamin kesehatannya!" Seru Azlan memperlihatkan identitas nya,tanpa ada pilihan lain Marco segera membiarkan Ezra pergi.
Ezra dan kedua saudara nya telah keluar dari pintu gerbang Hyde Park,Marco segera menghubungi Candra,namun tidak ada jawaban,ia juga terpaksa menyusul kesana.
Ezra sampai di sebuah tempat,ia tidak tahu tujuan Azlan dan altar apa membawa nya kemari.
__ADS_1
Altar & Azlan
"Kenapa Kita kemari ?"Tanya Ezra yang bingung,mengikuti jalan Azlan.
"Kamu akan tahu !" Jawab Altar datar .
Brakk!
Altar menendang pintu gedung,Ezra,Azlan dan juga Altar melihat orang yang terjatuh di lantai,dan juga ada Candra yang berdiri di depan mereka dengan Senjata di tangannya.
"Opa !"Panggil Ezra berlari kearah Abian.
"Tuan Tetua!" Panggil Altar,sementara Azlan memegang Candra agar tidak kabur dari sana.
Ezra melihat kearah Abian yang tidak sadarkan diri,kondisi nya lemah.
"Bawakan Opa ke mobil,Candra biar Aku yang urus !" Ucap Ezra berdiri dan menghampiri Candra yang di pegang oleh Azlan.
"Kamu ke mobil saja bersama dengan Altar,Dia Aku yang urus !" Ucap Azlan,meminta Ezra untuk pergi.
"Tinggal kan Kamu berdua,ini urusan suami dan istri!Kalian bisa pergi duluan ke rumah sakit,selamat kan Opa!"Seru Ezra yang menahan emosinya.
Azlan dan Altar segera membawa Abian pergi dari dalam gedung,kini hanya tinggal Ezra dan Candra di dalam gedung.
Sebuah tamparan pertama melayang di pipi Candra,membuat pria ini kaget dan bingung.
"Kenapa Kau memukul Ku!" Teriak Candra kepada Ezra,yang kesal di tampar oleh istrinya.
"Harusnya Aku tidak menampar Mu,tapi langsung membunuh Mu!kenapa Kau melukai Opa Ku,apa salah Dia,bukannya Kau tau bukan Dia penyebab kematian Kakak Mu!" Teriak Ezra lebih keras dari Candra.
"Apa Kamu lupa,Kakak Mu telah membunuh mama Ku,bahkan Aku belum merasakan kasih sayang dari Nya,kakak Mu telah memisahkan Kami !" Sambung Ezra lagi,menunjuk kearah Candra.Pria ini terdiam,namun saat ini benar memang bukan Dia pelaku nya.
"Tapi benar bukan Aku yang menembak Opa Mu!" Bantah Candra.
"Bukan Kamu lalu siapa,disini hanya ada Kamu seorang!"Jawab Ezra.
"Jika sesuatu terjadi dengan Opa,Aku tidak akan memaafkan Mu!"Teriak Ezra yang ingin pergi.
"Tolong,dengarkan Aku,itu tidak seperti yang Kamu lihat !"Ucap Candra menahan Ezra pergi,wanita ini memberontak nya.
"Jangan,jangan pergi,Kamu harus percaya kepada Ku,Aku tidak berniat untuk membunuh Opa Mu,bahkan Aku punya misi dan rencana dengan nya !percaya pada Ku!"Sambung nya lagi memegang tangan Ezra.
Candra memeluk Istrinya,yang ingin pergi,namun Candra memeluk erat tubuh Ezra.
"Jika Aku kehilangan Opa,Kamu akan kehilangan Anak Mu !"Ucap Ezra mengancam Candra,membuat tempramen pria ini naik lagi.
__ADS_1
"Kamu berani melukai Anak Ku?sudah ku katakan bukan Aku pelaku nya!"Bantah Candra lagi yang mencengkram kuat lengan Ezra.
"Aku tidak percaya!Kau pembunuh,Kau bajing*n ! "Teriak Ezra lagi.
Cup ! Candra mencium paksa bi bir Ezra,membuat Ezra tidak bisa bernafas,meskipun mencoba memberontak.Namun,pegangan Candra lebih kuat dari tenaga Ezra.
"Haaah!"
Candra melepaskan ciumannya.Lalu memeluk Ezra dengan erat, "Kamu tidak boleh keluar dari gedung ini,diluar bahaya,banyak musuh yang mengincar kan Kita!" Ucap Candra mengingatkan Ezra,agar tidak bertindak ke gegabah.
*Dor ! Prang !
Dor ! Prang* !
"Seseorang datang kemari,cepat bersembunyi!" Ucap Candra melindungi Ezra,Mereka melepaskan tembakan kearah jendela,pasti karena melihat bayangan kedua nya dari luar,Candra memberikan sa-tu senjata nya kepada Ezra,dan sa-tu lagi untuk nya.
"Itu untuk jaga-jaga,Aku akan melindungi Mu,gunakan saat mendesak !"Ucap Candra,mereka berdua bersembunyi di bawah jendela dan berjalan kearah pintu utama,sebelum pasukan itu berhasil menemukan mereka.
"Kamu tetap disini,Aku akan keluar,untuk menghadapi Mereka semua,ingat jangan keluar kalau kalau Aku tidak kembali !" Ucap Candra,namun Ezra tidak mau di tinggal sendiri di dalam gedung.
"Kita hadapi bersama -sama !" Ucap Ezra memegang tangan Candra.
"Tidak bisa mereka terlalu banyak!"Jawab Candra,ia berencana meminta bantuan namun ponsel nya tertinggal di mobil.
*Dor !
Dor !
Dor* !
"Tetap disini!" Candra mencegah Ezra untuk bangkit.
Dor ! "Aakh!"
Dor ! "Aaakhh!"
Pasukan yang barusan datang dengan sa-tu mobil dapat dilihat mencapai 10 orang,li-ma dari mereka telah berhasil di lumpuh kan oleh Candra.
Dor ! Prang !
"Akkhhh !"
Senjata di tangan Candra terjatuh,saat tangan nya terkena peluru tembakan yang baru saja terbang kearah nya.
*Dor ! Dor ! "Akhh !"
Dor ! Akhh* !"
Ezra melepaskan tembakan nya membuat dua orang musuh terjatuh di tanah,Ezra melihat masih ada ti-ga di antara mereka yang berjalan kearah pintu utama.
__ADS_1
"Kamu enggak apa-apa ?"Tanya Ezra yang melihat tangan Candra terluka.
"Hanya luka kecil,Cup !"Candra mengecup kening Ezra meminta istrinya untuk tetap di sampingnya,Candra tidak ingin Ezra terluka.