
Suasana rumah sakit terlihat begitu menegang kan,apalagi seluruh anggota keluarga Carlose memenuhi lorong rumah sakit,membuat semua perawat dan Dokter yang bertugas sedikit gugup,takut melakukan kesalahan.
Pada dasar nya keluarga ini sangat di hormati di rumah sakit HK,Dokter yang bertugas disini sudah banyak di gantikan oleh orang baru,karena telah banyak yang pensiun.
Aura rumah sakit terlihat begitu dingin,sang angker dalam sehari,bagaimana tidak semua orang berkerumunan datang kerumah sakit ini untuk mengantar kedua Bos Mafia yang sedang terluka.
Ada Marco dan Santiago yang menunggu Candra di operasi,disebelah juga ada Azlan dan Altar yang lebih dulu sampai membawa Abian kerumah sakit,operasinya telah selesai,Abian telah melewati masa kritis.
Clara juga terpaksa harus di rawat untuk melakukan pengecekan pada kaki nya,jika Clara mengabaikan nya kali ini,jika dapat lumpuh sekali lagi,maka ia tidak akan bisa berjalan.
Ezra duduk di kursi di luar ruang operasi menunggu Candra,namun Dokter yang menangani nya belum juga keluar bahkan mereka telah menunggu sa-tu jam lama nya,biasanya operasi cuma sebentar tapi kali ini terjadi cukup lama,membuat Ezra begitu panik.
Tap...Tap...Tap...!
Zico berlari kearah kamar Abian,ia tertegun melihat Ezra yang duduk di luar ruangan operasi lalu mendekat nya.
"Sedang apa Kamu disini,kenapa tidak datang menjenguk Opa ?" Suara Zico mengagetkan Ezra,dan mendongakkan kepala nya menatap kearah Papa nya.
"Candra terluka !"Jawabnya singkat,lalu memalingkan wajahnya.
"Aku akan melihat nya nanti,Aku mau menemui Tuan Tetua dulu!"Zico segera pergi meninggal tempat Ezra menunggu.
Tap...Tap...Tap...!
"Zara tunggu!pelan-pelan nanti Kamu jatuh !"Teriak Mattew yang melihat istrinya berlari kearah kamar Abian.
"Mama Zara ?"Panggil Ezra bangkit dari duduk nya begitu melihat Zara menghampiri kamar Abian.
"Sayang!"
__ADS_1
Bugh !
Ezra memeluk Zara,semenjak kepergian Anushka,Ezra selalu menganggap Zara sebagai ibu nya,karena di keluarga Carlose Zara yang selalu berhati lembut dan bersikap lemah,sementara Clara tempramen nya hampir sama dengan Abian dan juga Zico.
"Paman!" Panggil Ezra saat melihat Mattew di belakang Zara.
Mattew tersenyum lalu merentangkan tangannya memeluk Ezra dengan lembut.
"Apa Kamu baik-baik saja?" Tanya Mattew membelai rambut Ezra,wanita ini hanya mengangguk nya saja.
"Malam masuk dulu sayang,Kita nanti mengobrol lagi !"Ucap Zara segera membuka pintu ruangan Abian.
"Kenapa semua nya terlihat begitu mirip,Aura keluarga ini benar-benar sangat kuat !" Bisik Santiago kepada Marco.
"Aku sudah tahu keluarga ini sejak dulu,yang Kamu lihat barusan kembaran Papa Nyonya,dan satu lagi suaminya,Mereka keluarga terkaya di Negar E ini posisi nomer sa-tu,dua adalah Mereka!" Jelas Marco masih berdiri tidak jauh dari tempat Ezra.
"Tidak heran,kedatangan mereka menghebohkan rumah sakit,jarang-jarang bisa melihat suasana yang dingin dan menegangkan seperti ini!" Ucap Santiago melirik kearah Ezra yang masih gelisah.
"Itu karena kerja keras Ku di perusahaan !" Santiago berbangga diri saat mendengar ucapan Marco,membuat Marco melihat kearah nya dengan ekspresi menjijikan.
"Berhenti menatap Aku seperti itu,Kamu tidak lebih tampan dari Aku !"Seru Santiago.
"Aku memang tidak setampan Kamu,tapi Aku tidak gemulai !" Cibir Marco,membuat Santiago geram dan mengerutkan bibirnya.Ezra hanya menatap kearah dua orang di depan nya menggelengkan kepala nya.
Siapa sangka,sa-tu jam lalu semua orang bergelut di dalam hutan,tapi saat ini semua dapat bercanda dan tertawa bersama,hanya Ezra yang masih menunggu dengan panik suaminya.
"Nyonya Anda harus istirahat,terlalu lelah juga enggak bagus untuk kesehatan Nyonya yang sedang hamil !" Ucap Marco berjalan kearah Ezra,Wanita ini hanya diam saja.
"Ini bukan pertama kali bagi Bos menghadapi maut,ia telah melewati banyak ujian maut sebelumnya !" Sambung Marco lagi.
__ADS_1
"Ia banyak maut yang telah ia lewati,jika kali ini Ia tidak bisa melewatkan maut nya gimana?" Tanya Ezra dengan netra yang berbinar-binar,membuat Marco tertegun,ia tidak tahu harus menjelaskan apa selain diam saja,lalu mundur perlahan dan berdiri di sebelah Santiago lagi.
Bip !
Operasi selesai,lampu telah terganti dengan lampu hijau.
Ceklek !
Ruang operasi terbuka,Dokter dan perawat menarik hospital bed milik Candra keluar dari ruang Operasi,Ezra belum bertanya apa-apa ia segera mengikut hospital bed Candra.
Ezra memegang tangan suaminya yang masih belum siuman,tangannya dingin,wajahnya terlihat pucat,namun ia masih sangat tampan dengan kondisi nya yang saat ini.
Ceklek !
Hospital Bed,milik Candra di dorong di dalam ruangan VIP,Santiago dan Marco masih mengikuti nya dari belakang,Ezra juga ikut masuk.
"Keluarga pasien,ini prosedur yang harus di urus dan di bereskan,mohon segera ke admistrasi!"Ucap perawat yang membawa berkas,dan menyerahkan kepada Marco,selaku yang bertanggung jawab.
"Aku akan pergi membereskan ini,Kamu Santiago pergi cari makanan,Nyonya belum makan apapun dari tadi !" Seru Marco berjalan meninggalkan ruangan Candra,Santiago juga ikut pergi mencari makanan.
Ezra masih memegang tangan Candra,dan mengelusnya dengan lembut,ia membelai wajah suaminya,lalu mengecup kening suami.
"Sayang!bangun apapun yang terjadi hari ini Aku memaafkan Mu,tapi Kamu harus bangun untuk melewati masa koma Mu ini,jangan tidur terlalu lama,kata Dokter jika kamu tidur terlalu lama,itu bisa memicu kepada koma !" Ucap Ezra memegang tangan Candra,meletakkannya di pipi.
Tidak ada jawaban dari Candra membuat Ezra kecewa,melihat tangan yang berbaring kaku diatas ranjang pasien,membuat Ezra menatap nya dengan sendu.
Pria yang dulu ia kenal dengan tempramen buruk,bahkan hari ini bisa berbaring dengan lemah di atas ranjang pasien.
Siapa yang bisa menebak,sekuat apapun manusia pasti ada masa dimana ia akan lemah,tidak selama nya manusia dapat menaklukkan dunia,inilah yang dirasakan Candra saat ini,mengahadapi situasi yang sulit untuk di gambarkan.
__ADS_1
Ia harus bisa melewati masa kritis nya,ia harus bisa bertahan,dan harus segera untuk bangun agar menghindari koma masa panjang.Fisik nya cukup kuat,jadi ia hanya terluka bagian luar saja,selebih nya semua baik-baik saja,tingkat kesadaran nya menurun karena pengaruh obat bius,ia telah melewat masa operasi berkali - kali dan selalu berhasil,kali ini Ezra juga berharap kalau Candra berhasil melewati masa ini.