Dendam Cucu Mafia

Dendam Cucu Mafia
69.Pengkhianatan 2


__ADS_3

Candra segera melacak lokasi ponsel milik Ezra,dari jauh Candra melihat Ezra yang terkapar di tanah.Candra segera berlari untuk menolong istrinya sebelum Young yang lain datang,karena ia sadar Mereka dapat melacak keberadaan Ezra.


"Ezra,bangun ..!" Candra menepuk pelan wajah Ezra,namun masih tidak ada jawaban.


Melihat Ezra,tidak meresponnya,Candra segera mengendong Ezra untuk pergi dari sana.Sa-tu menit baru berlalu kepergian Candra bersama dengan Ezra,Young bersama dengan pasukan nya telah tiba ke tempat di mana Ezra sebelumnya pingsan.


"Sial! Kita telat,berpencar Aku yakin Mereka masih berada di sekitar sini!"Teriak Young,dengan posisi senjata masih di tangannya.


Melihat kondisi Ezra yang tidak sadarkan diri Candra berusaha untuk mencari klinik kecil yang ada di desa tersebut.Namun,pergerakannya di ketahui oleh musuh,ponsel milik Candra masih ada bersama nya.


Mendengar suara orang yang mengejar Mereka ia segera membuang ponsel milik nya ke sembarangan tempat.


Begitu sampai di klinik desa,di depan gerbang sudah ada beberapa orang yang memantau tempat itu,Mereka adalah pasukan yang di kirimkan oleh Young.


Candra terpaksa mencari klinik yang lain,bagaimana pun Candra harus bisa menyelamatkan Ezra dan juga calon baby nya.


Candra baru ingat,jika di desa nya dulu ada seorang bidan desa,Candra berharap jika bidan desa itu masih tinggal di desanya.


'Aku berharap bidan Dara masih tinggal disini,supaya bisa menyelamatkan Ezra!'


Candra berdiri di depan sebuah rumah yang sederhana,halaman nya begitu adem,namun dari luar terlihat sepi.


Tok...Tok..Tok...!


"Permisi ..!" Candra mengintip dari jendela,namun tidak ada tanda-tanda seseorang yang tinggal disana.


Tok..Tok..Tok...!


"Tunggu ..!"Sahut seseorang yang baru saja keluar dari kamar mandi,menuju pintu utama.


Ceklek !


"Candra ..!"Sapa seorang wanita dewasa yang sudah lama mengenal Candra.


"Silahkan masuk !" Ucap wanita itu,menyuruh Candra untuk masuk.


"Bidan Dara,tolong periksa istri Saya,tiba-tiba ia pingsan dan tidak sadarkan diri !"Ucap yang membaringkan tubuh Ezra di atas sofa.


"Tunggu sebentar,Saya ambil kan alat untuk memeriksa nya !"


Beberapa menit kemudian Bidan Dara kembali ke ruang tamu dengan stetoskop di lehernya.


Dara segera memeriksa Ezra yang masih belum siuman.

__ADS_1


"Bagaimana,apa yang terjadi dengan istri saya ?"Tanya Candra duduk di sofa di dekat Ezra.


"Dia mengalami dehidrasi,Dia harus segera di rawat,supaya kondisi tubuhnya pulih kembali!" Jelas Bidan Dara.


"Baik,berikan Dia infus supaya kondisi nya membaik!"Ucap Candra.


"Sayang ...!" Panggil Ezra yang siuman,langsung melihat ke arah Candra yang duduk di dekat nya.


"Tidak apa -apa semua akan baik -baik saja!" Jawab Candra dengan tersenyum,karena ia tidak ingin membuat Ezra khawatir.


*Tok...Tok...Tok..!


Dugh...!Dugh*..!


Suara orang yang menggedor- gedor pintu depan rumah Bidan Dara.


"Saya akan melihat nya,tunggu sebentar,!" Ucap Dara pergi meninggalkan Ezra dan Candra.


Candra mengintip dari jendela ruang tamu yang tidak jauh dari pintu utama.


"Sayang Kita harus pergi,seperti nya itu pasukan Marco"Ucap Candra,membantu Ezra untuk bangkit,lalu Candra segera mengendong Ezra untuk pergi dari pintu belakang .


Ceklek !


"Apakah seseorang datang kemari,dengan membawa istrinya yang sedang hamil ?" Tanya pasukan Marco.


"Mereka ada didalam ..!"


Beberapa orang itu sudah menerobos masuk,begitu sampai mereka di dalam,Candra dan Ezra telah pergi dari pintu belakang .


"Cepat kejar Mereka,telah pergi dari sini ?" Teriak Pasukan Marco keluar dari rumah Bidan Dara dan mengejar Candra,dalam hutan belakang rumah Bidan Dara.


Candra tidak berlari ke dalam hutan,namun ia bersembunyi di rumah tetangga bidan Dara yang kosong.


"Sayang,apa Kamu baik-baik saja?" Tanya Candra membantu Ezra memasang infus di tangannya.


"Aku baik-baik saja!" Jawab Ezra melihat kearah Candra.


Setelah selesai memasang infus,Candra membuka kaos nya lalu membersihkan tubuhnya yang penuh bekas luka tembakan.


"Sayang !" Ezra kaget melihat tubuh Candra yang penuh luka,ia berdiri tepat di belakang Candra.


"Apakah itu karena Mereka ?" Tanya Ezra mendekat kearah Candra.

__ADS_1


"Berhenti!Kamu jangan kesini,lihat tangan Mu,Kamu terlalu bergerak membuat selang infus macet,lihat darah Mu !" Marah Candra yang melihat Ezra tidak nurut.


"Berhenti mengkhawatirkan Aku,Kamu sendiri terluka!" Ucap Ezra menyentuh tubuh Candra yang terluka.


"Aku tidak apa-apa,ada Kamu disini,Aku akan baik-baik saja !" Jawab Candra membenarkan selang infus.


"Biarkan Aku bantu Kamu membersihkan luka Mu,jika tidak ini akan terinfeksi!"Ucap Ezra,Wanita ini punya banyak pengalaman di bagian ini,karena Ia lulusan Kedokteran.


Ezra mengambil sebotol Rivanol atau antiseptik yang Candra ambil di rumah bidan Dara.


"ini Rivanol adalah cairan antiseptik yang digunakan untuk membersihkan luka yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri.Untung saja Kamu mengambil nya tadi !"Seru Ezra membersihkan luka di tubuh Candra.


"Awww..!pelan kan sedikit tangan Mu sayang!" Pekik Candra yang membuat Ezra menatap nya.


"Tadi tidak apa-apa begitu di obati malah mengeluh sakit !" Gumam Ezra yang masih berlanjut mengobati luka Candra.


"kemarin tidak ada Kamu,jadi Aku tidak tahu harus mengeluh kepada siapa ?" Jawab Candra dengan wajah memelas.


Cup..!Ezra mencium pipi suami nya,"Sudah selesai,Kamu istirahat dulu!Kita bisa menginap disini tidak malam ini,apa ini aman ?" Tanya Ezra yang melihat keadaan disekitar.


"Disini seharusnya aman,Kamu tidur lah disini !" Ucap Candra menyuruh Ezra untuk berbaring di dekatnya.


Ezra segera tidur dalam pelukan Candra,Pria ini memeluk istrinya,beberapa kali mengecup puncak kepala Ezra.


'Aku janji akan membawa Mu pergi dari sini,untuk sementara Kita istirahat dulu!'


Mereka berdua memejamkan matanya,beristirahat sebentar setelah perjalanan yang begitu melelahkan.


Baru juga terlelap,sekitaran 10 menit,sudah terdengar suara ribut di luar rumah.


"Cari di rumah ini,pasti Mereka bersembunyi disini,karena hanya rumah ini yang belum Kita periksa !" Ucap Mereka yang mencoba membuat pintu utama.


"Sayang ...bangun !" Candra membangunkan Ezra yang sedang terlelap.


"Ada ap...!" Candra segera menutup mulut Ezra,karena merasa mereka telah mendekat.


"Sssttt ..!Mereka disini !" Bisik Candra kepada Ezra,istrinya hanya mengangguk,lalu Candra melepaskan tangannya yang menutup mulut Ezra.


"Kita harus pergi dari sini!"Candra memakai kembali baju nya,lalu membantu Ezra untuk berdiri.


Candra membantu melepaskan infus Ezra,lalu memakai kan mantel panjang miliknya kepada sang istri.


Candra mengambil pist*l nya,ia mengandeng kan tangan Ezra lalu berjalan kearah belakang,untuk pergi dari rumah tersebut.

__ADS_1


__ADS_2