Dendam Cucu Mafia

Dendam Cucu Mafia
15.Berpisah


__ADS_3

Ezra menatap ke arah Candra,meminta Candra untuk membawa nya pergi.


kriing


kriing


"Hallo Tuan Tetua !" Panggil Berson setelah ia mengangkat teleponnya.


"Iya,Aku bersama dengan Nona muda !" Sambung Berson lagi melirik kearah Ezra.


Berson memberikan handphone kepada Ezra,gadis ini segera mengambilnya.


"Opah..!" Panggil Ezra saat ia meletakkan handpone di kuping nya.


"Pulanglah sayang,kasian Papa Mu !"Ucap Abian di seberang sana,namun Ezra hanya diam saja.


"sayang,Omah mohon pulang lah,Papa Mu cukup terpukul dengan kepergian Mama Mu!jangan biarkan Dia menderita dengan kehilangan Mu!"Sambung Clara meyakinkan Ezra.


Tanpa menjawab,Ezra segera memberikan handpone kepada Berson.


"Baik Tuan Tetua!"Jawab Berson terakhir sebelum memutuskan panggilan nya.


"Nona Muda !mari ikut pulang ke rumah Beauty!" Ucap Berson lagi,Ezra melirik kearah Candra,Pria ini menganggukkan kepala nya.


"Beri Aku waktu li-ma menit,Aku akan berbicara dengan teman Ku!" Ucap Ezra.


"Baik Nona Muda!"


Ezra segera menarik lengan Candra,menjauh sedikit dari tempat Mereka tadi.


"Ikut lah dengan Ku!" Ucap Ezra kepada Candra.


"Aku tidak bisa!Aku tidak akan bisa ikut dengan Mu!karena Kita belum tau keadaan rumah Mu saat ini,pulang lah dulu,nanti Aku akan menelpon Mu,bawa handpone ini juga bersama dengan Mu!" Sambung Candra lagi.


"Kamu janji,jangan lupakan Aku !" Ucap Ezra memegang tangan Candra.Saat ini Candra tidak tahu harus bagaimana untuk membuat Ezra yakin dengan diri nya.


Candra memegang wajah Ezra,lalu mendekatkan wajahnya dengan Ezra.


Cup !Candra menciumnya dengan lembut,tunggu lah Aku,suatu saat Aku akan datang kerumah Mu,untuk melamar Mu sebagai istri Ku!" Ucap Candra lagi,meyakinkan Ezra,gadis ini hanya tersenyum bahagia mendengar pernyataan Candra.


"Janji lah! Kau akan datang Menjemput Ku!" Ucap Ezra memegang tangan Candra.


"Aku janji,pergilah!Mereka telah menunggu mu begitu lama !" Jawab Candra,meskipun enggan melepaskan tangan Candra,Ezra yakin Candra adalah pria yang bertanggung jawab,ia akan datang ke rumah Beauty untuk melamar dirinya.


"Da dah....!" Ezra melambaikan tangan nya berjalan bersama dengan Berson,dan segera masuk ke dalam mobil.


Dari jauh Candra hanya bisa melihat kepergian Ezra bersama dengan pengawalnya.Begitu mobil Ezra pergi,mobil lain pun datang dan berhenti di depan Candra yang sedikit jauh dari nya.


Tit..Tit..Tit.."Masuk !" Teriak orang di dalam mobil.

__ADS_1


Candra segera berlari kearah mobil,dan masuk ke dalam nya.


"Bagaimana Kau tau Aku disini!" Tanya Candra kepada Marco.


"Aku mengikuti Kalian,karena Aku tau sesuatu,Ayah angkat telah menyusun rencana baru nya,Aku mengetahui ia berencana menculik Ezra!" Jelas Marco,Candra segera memakai jas nya,dan menyimpan sweater nya tadi.



Candra di depan para bawahannya!


"Aku sudah tau,kalau Dia pasti menginginkan Ezra,Aku tidak akan membiarkan Dia membawa Ezra,karena gadis ini berbeda dengan gadis yang Mereka bawa ke hotel dan Bar !" Jawab Candra meletakan jas diatas bahu nya.


"Bos,apa Kau mencintai gadis itu?" Tanya Marco,menoleh kearah Candra.


"Aku belum tau jelas,tapi disaat berada di dekat gadis itu,entah kenapa dunia yang dulunya hampa tapi bisa bewarna dengan adanya gadis itu!"Candra menatap layar handphone nya,melihat GPS yang terpasang di handpone Ezra,kalau Ezra sudah berada di rumah Beauty.


Candra menyimpan kembali handpone nya.


***


Ceklek !


Berson membuka pintu mobil untuk Ezra,Gadis ini segera turun dari dalam mobil,dan bener Mereka membawa Ezra ke rumah Beauty.


Tap..Tap..Tap...!


Ezra berlari masuk ke dalam untuk menemui Zico.Ezra segera naik ke lantai atas dimana Zico beristirahat.


Ceklek !


"Sayang ..!" Zico mengusap rambut anaknya saat Ezra memeluk Zico.


"Papa,maafkan Aku,karena Aku papa,menjadi seperti ini!" Ucap Ezra menahan tangisnya.


"Jangan menangis,Anak papa tidak boleh bersedih!bagaimana keadaan Mu selama di luar rumah !" Tanya Zico,berusaha duduk diatas ranjang .


"Aku baik Pah,ada seseorang yang merawat dan melindungi Ku!" Jawab Ezra tersenyum .


"Apa Kau menyukai nya?" Tanya Zico menyempitkan matanya melihat kearah Ezra.


Gadis ini tidak bisa menjawab,ia tahu papa nya tidak akan setuju,lebih-lebih Candra hanya orang biasa,bukan kalangan orang yang kaya,atau yang sama derajatnya seperti keluarga Mereka pikir Ezra sejenak.


"Kenapa Kamu diam!" Zico bertanya lagi.


"Eemmm..!"Ezra melirik kearah Papa nya.


Ceklek !


"Tuan Maaf !" Berson menundukkan kepala nya.

__ADS_1


"Ada apa ?" Tanya Zico kepada Berson yang datang menghadap nya.


"Tuan !" Berson melirik ke arah Ezra,Zico langsung paham.


"Kita bicara di ruangan kerja Ku !" Ucap Zico turun dari ranjang nya,membuat Ezra curiga dengan gelagat Zico.


"Sayang Kita bicarakan nanti ya !"


Cup ! Zico mencium kening anaknya lalu pergi meninggalkan Ezra di kamar,Zico mengunci pintu Ezra dari luar membuat gadis ini kaget.


Blam !Klik !


"Papah.. "Teriak Ezra saat melihat Zico menarik kunci kamar.


Dugh ! Dugh ! "Papa buka!" Teriak Ezra lagi,namun Zico mengabaikan nya


"Papa Kau akan menyesal melakukan ini pada Ku!" Ucap Ezra dengan kesal,namun Zico tetap tidak merespon.


Ceklek !


Zico membuka pintu ruangan kerja,dan duduk di kursi kerja milik nya,menatap kearah Berson .


"Katakan !"Ucap Zico menompang dagu nya.


"Tuan,Aku telah menyelidiki Pria yang dekat dengan Nona muda! Ucap Berson berdiri di depan Zico.


"Apa yang Kamu ketahui?"Tanya Zico menatap tajam kearah Berson.


"Dia hanya Pria biasa,pekerjaan nya juga tidak tentu,tapi menurut penglihatan Saya seperti nya Dia mencintai Nona muda,apalagi waktu di taman Nona Muda juga mencintai Pria itu !"Jelas Berson kepada Zico.


Kraak !


Pulpen di tangan Zico patah,Zico begitu marah saat mendengar ada Pria yang berani mendekati Anaknya.


"Bunuh Dia!jangan biarkan Dia mendekati Ezra,jangan sampai Ezra tau rencana Kita !"Ucap Zico bangun dari duduknya.


"Baik Tuan,Aku akan mengirim seseorang untuk membunuh Pria itu!"


Berson segera pergi meninggalkan ruangan kerja Zico,tanpa mengetahui nama pria itu,Zico telah mengambil keputusan untuk membunuh Candra.


"Siapapun yang berani menyentuh putri Ku,tidak akan ku biarkan menghirup udara segar !Aku akan melenyapkan Mereka semua!"Ucap Zico berdiri di depan jendela kaca.


Dzzzt...Dzzztt...Dzzt...


Handpone Zico bergetar,ada sebuah panggilan masuk dari pulau,sudah hampir ti-ga bulan Zico tidak pergi ke pulau.


Ia melihat seseorang yang memanggilnya,jelas ia tahu siapa pria yang menghubungi nya.


"Kasio "Gumam Zico saat melihat layar handphonenya.

__ADS_1


Zico segera mengangkat panggilan tersebut,dan berbicara dengan bawahannya.


__ADS_2