Dendam Cucu Mafia

Dendam Cucu Mafia
13.Tentang Hati


__ADS_3

Candra menyusul Ezra di dapur, yang sedang membuatkan minuman untuk diri sendiri.


"Haaah..!"Ezra kaget yang melihat Candra sudah di depan nya,"Sejak kapan Kamu disini!kenapa tidak bersuara,memang nya Kamu bisu!" Kesal Ezra kepada Candra yang membuat nya kaget.


"Sejak kapan orang lain bisa seenaknya marahin Aku!" Batin Candra menatap kearah Ezra.


Gluk !Ezra menelan ludah melihat pandangan Candra yang fokus kearah nya tanpa berkedip.Ngeri - ngeri sedap pandangan nya bisa menghanyutkan.


"Apa lihat - lihat ?"Tantang Ezra lagi berjalan melewati Candra.Pria ini hanya terdiam melihat tingkah Ezra yang bikin ia senyum - senyum sendiri.


"Lebih baik begitu,dari pada Kamu mengetahui jati diri Ku, jangan kan berbicara,berdiri saja Kamu tidak akan mampu!" Gumam Candra yang ikut keluar dari dapur.


Saat sudah di ruangan tamu,Candra kaget yang melihat Ezra yang sudah akrab dengan Santiago.


"Ha..Ha..Ha..Kamu benar!mana ada anjing takut kucing,yang ada kucing takut anjing !" Ucap Ezra yang masih tertawa.


"Ada kok ! Kamu Kucing Dia anjing,Dia pasti takut dengan Mu,coba saja Kamu marahin Dia,Aku yakin Dia tidak berani melawan !" Cibir Santiago sengaja mengecek Candra.


Candra mengepalkan tangan nya,mendengar perkataan Santiago,Pria ini menatap tajam kearah nya,Candra pun berjalan kearah sofa,dan bergabung dengan Mereka.


"Santi Kamu tau!saat Aku duduk tidak jauh dari Mu begini,ingin sekali rasa nya Aku mencolek ginjal Mu didalam sana !" Ucap Candra datar namun begitu menakutkan di telinga Santiago yang sudah mengenal Candra.


Gluk !Santiago kaget,dan langsung berdiri dari tempat duduknya.


"Aku akan pulang,seperti nya,mama Ku menelpon !" Ucap Santiago berbohong,Mereka itu hanya kelompok yatim piatu,mana ada seorang wanita tua yang hidup bersama dengan Mereka,hanya karena tidak ingin identitas Mereka terbongkar,terpaksa Santiago,ikut bermain trik dengan Candra.


Candra melirik kearah Santiago yang berlari kearah pintu utama.Ezra masih menatap ke arah Candra .


"Kau mengusir nya ?" Tanya Ezra saat Santiago sudah pergi .


"Tidak !Aku hanya bercanda saja!tapi Dia langsung mengerti tanpa di usir " Jawab Candra merebut minuman di tangan Ezra.


"Eeh..!" Tangan Ezra terhenti saat Candra sudah meminumnya.


"Gluk.. gluk.. gluk ..!" Candra menghabiskan minuman milik Ezra yang tertinggal separuh.

__ADS_1


"Terimakasih "Ucap Candra memberikan gelas kosong kepada Ezra.


Ezra hanya menatap bingung kearah Candra yang bangkit dari duduk nya dan pergi ke kamar,Ezra tahu kalau Candra pasti ingin mandi.


Ezra harus menunggu di ruangan tamu saat Candra sedang mandi.


Beberapa menit kemudian,Candra keluar dari kamar dengan hanya menggunakan celana rumahan nya saja yang pendek,tanpa mengenakan kaos,berjalan terla njang dada di depan Ezra,membuat gadis ini terpaku seketika.


"Kenapa Kau berjalan seperti itu !dimana baju Mu !" Teriak Ezra,dengan wajah yang memerah menatap roti sobek milik Candra.


"Inikan apartemen Ku,terserah Aku lah mau gimana !"Jawab nya santai duduk di depan Ezra.Sengaja menggoda gadis ini.


"Ya..ya..ya Aku tau ini apartemen Mu,kalau begitu Aku yang harus pergi!" Ezra beranjak dari tempat duduk nya dan pergi masuk ke dalam kamar .


Candra hanya menatap kepergian Ezra dan tersenyum kepada gadis itu yang sudah berhasil ia goda.


MANSION !


Zico duduk di sofa ruang tamu mansion,Berson datang menghampiri nya.


"Eeem..!" Jawab nya singkat,di tangannya terdapat segelas minuman.


"Hari ini Aku melihat Nona Muda dengan seorang Pria,Aku ingin membawa Nona Muda kembali,namun Aku mengurungkan niat Ku,Aku mengikuti Mereka sampai Apartemen " Jelaskan Berson.


"Teruskan !"Zico masih tidak menoleh ke arah Berson.


"Bagaimana kalau besok Kita menjemputnya di Apartemen,Aku punya sebuah ide,biar Nona Muda mau pulang dengan Kita dengan keinginan nya sendiri tanpa paksaan "Sambung Berson.


"Jalan kan tugas Mu,bawa Ezra pulang!sudah lama Dia di luar,Aku takut sudah banyak yang tau keberadaan Dia!" Jawab Zico bangkit dari duduk nya.


"Tuan,yang menyerang Nona Muda hari ini,Aku yakin sekelompok orang yang Anda cari selama ini !" Sambung Berson lagi.


"Sekuat apapun ilmu yang di pelajari Ezra,Dia tidak akan sehebat laki- laki,jadi Dia tidak bisa terus berlama- lama di luar mansion,itu akan berbahaya !" Zico melangkah naik keatas,sementara Berson masih dengan posisi nya yang menundukkan kepala nya.


"Meskipun Tuan terlihat tidak perduli dengan Nona muda,namun kasih sayang nya cukup besar kepada Anaknya,Tuan Besar jadi begini karena kehilangan istrinya,bangkit dari keterpurukan adalah hal yang paling sulit!"Gumam Berson berjalan kearah luar,untuk menyusun rencana nya dengan para pengawal mansion.

__ADS_1


***


Mr.D duduk di sofa dengan kaki dijulurkan ke atas meja,sementara tangannya memegang foto Ezra,terlihat singkong tua ini tidak bisa melepaskan foto tersebut dari pandang nya.



Mr.D cukup penasaran dengan Ezra,semakin ia menatap Ezra semakin ia teringat seseorang,wajah nya tidak asing.


"Dia !" Gumam Mr.D mendongakkan kepala nya keatas lalu mengingatkan sesuatu.


"Ha Ha Ha Ha !Baby....!Kau memang jodoh Ku,Aku akan memiliki Mu,akhirnya Aku mengingat Kau siapa,Aku yakin tebakan Ku, tidak pernah salah,mata Mu ini sangat mirip dengan seseorang !" Ucap Mr.D masih menatap langit - langit ruangan kerja nya.


Tok..Tok..Tok...


"Masuk !" Jawab Mr.D dari dalam.


Ceklek !


Tap Tap Tap !Rambo berjalan masuk,lalu menundukkan kepala nya.


"Tuan,ini semua informasi mengenai gadis itu!"Ucap Rambo meletakan semua berkas yang sudah ia kumpul.


"Bagus!apapun dari hasil yang Kau selidiki,Candra tidak boleh tau !Dia tidak boleh mengetahui latar belakang gadis ini,Kau harus bisa menjaga rahasia jika tidak Kau akan tau akibat nya !" Ucap Mr.D mengambil berkas diatas meja.


"Tuan,Aku permisi !" Rambo segera keluar dari ruangan Mr.D.


Mr.D begitu antusias membuka berkas yang di berikan oleh Rambo,ia cukup yakin dengan penilaian nya sebelum ini,ia yakin kalau Ezra benar Anak dari seseorang yang ia kenal.


"Ha Ha Ha !"Gelak tawa Mr.D bergema di seluruh ruangan,Pria tua ini terlihat cukup bahagia,ia bangkit dari duduk nya dan berjoget-joget begitu girang saat melihat isi berkas tersebut.


"Kita akan lihat Abian Carlose,sampai kapan Kau akan bersembunyi,Aku tidak yakin kau tidak akan pulang kesini jika kau tau kalau cucu Mu dalam bahaya !" Ucap Mr.D menatap lagi foto Ezra.


"Sayang nya gadis secantik ini harus lahir dari keluarga Carlose,baby jangan salahkan Aku yang kejam padamu,tapi salah kan ibu Mu,yang rela di tanam benih seorang pria dari keluarga Carlose,itu takdir Mu cantik ada di tangan Ku !mari bermain- main baby !"


Mr.D mengambil ponsel di saku nya,lalu menelpon seseorang untuk menyusun rencana,Mr.D akan berencana untuk mengambil Ezra di sisi Candra.Sementara Pria ini belum mengetahui latar belakang Ezra.

__ADS_1


__ADS_2