Dendam Cucu Mafia

Dendam Cucu Mafia
94.Kebagian Zara


__ADS_3

Tok..tok..tok..


Dari luar Clara mengetuk pintu kamar Zara.


"Sebentar !"Sahut Mattew yang berjalan kearah pintu.


Ceklek !


"Dimana Zara?"


Tanya Clara saat pintu kamar terbuka.


"Ada di ranjang!"


Jawab Mattew.


Clara segera masuk untuk melihat Anaknya.


"Apa perlu memanggil dokter?"


Tanya Clara.


"Tidak perlu ma,Mattew akan membeli tespack di apotik,Aku baik-baik saja,ini bukan yang pertama lagi!"


Jawab Zara tersenyum.


Meskipun Clara adalah ibu mertua Mattew,namun Pria ini masih merasa sedikit menghindar saat bertemu dengan Clara,ia tidak ingin Zara berpikir yang macam-macam kepada nya.


"Istirahat lah,jaga kandungan Mu baik-baik!"


Ucap Clara,lalu pamit kepada Zara.


Disaat Clara sudah keluar kamar,Zara menatap Mattew dengan heran.


"Mas,kenapa Kamu begitu,apa ada yang salah?Kamu setiap bertemu mama selalu cuek!"


Tanya Zara yang penasaran.


"Tidak ada apa-apa,tapi Aku sedang menjaga hati istri Ku,agar tidak cemburu!"


Ujar Mattew duduk di tepi ranjang.


"Sayang,Aku tuh gak cemburu,ngapain cemburu sama Mama !"


Jawab Zara yang memalingkan wajahnya.


"Nah,ini kan lagi cemburu,kalau enggak kenapa memalingkan wajah Mu!"


Tanya Mattew menyentuh pipi Zara.


"Enggak!Aku sudah katakan Enggak!"


Zara masih bersikukuh.


"Cemburu ngaku aja!"


Mattew senang menggoda istri nya.


"Kamu sengaja kan kau Aku gitu!"


Ketus Zara yang cemberut.


"Enggak Lo sayang!Aku tuh sayang Kamu dan calon anak Kita,cup!"


Mattew menci um perut rata Zara.


Ceklek!


Pintu kamar terbuka,Azlan dan Altar baru datang.


"Mama..!"


Panggil Altar,


"Sayang,kenapa datang kemari?bukannya harus ke pulau bantu Papa Zico ya?"


Tanya Zara yang bingung ke dua anak nya datang ke mansion.


"Kamu mau beri selamat dulu buat Papa sama Mama!"


Ujar Azlan.


"Kan bisa lewat telepon!"


Zara berusaha untuk duduk agar lebih leluasa berbicara dengan si kembar.


"Papa,selamat ya,Anda memang jago di ranjang !"


Goda Altar.

__ADS_1


"Altar!"


Panggil Zara,Altar hanya melirik saja sambil cengir.


"Enggak sopan bicara begitu!"


Sambung Zara lagi.


"Alah Mama,kenapa harus marah,kan papa memang jago!"


Sambung Altar tanpa rasa bersalah,terlihat wajah Zara yang merona karena malu.


"Anak kecil tau apa sih!"


Cibir Azlan.


Altar menatap kesal ke arah Azlan.


Azlan melihat ponsel milik nya yang berdering,Zico menelpon nya.


"Siapa ?"


Tanya Altar.


"Papa Zico,paling juga nanya udah sampai mana?"


Ujar Azlan.


"Eeh bilang lah,Kalian masih disini,nanti Papa Zico nunggu !"


Sambung Zara.


"Aku kirim pesan aja!"


Azlan segera mengirim pesan kepada Zico.


"Udah kalian pergi saja,biar Papa yang jaga mama!"


Ucap Mattew memegang bahu ke dua Anaknya.


"Dimana adik kecil Ku?"


Tanya Azlan,yang tidak melihat Ezra dari tadi.


"Kembali ke Hyde Park!"


Jawab Zara.


Tanya Altar yang kepo.


"Iya,tapi gak tahu kenapa pulang ke Hyde Park!"


Jawab Zara.


"Yasudah lah,Kami pergi dulu!"


Ujar Azlan,


"Hati-hati Sayang!"


Ucap Zara,Azlan dan Altar mengangguk.


Blam!


Pintu kembali tertutup,Mattew kembali duduk di tepi ranjang,mengelus perut rata Zara.


"Ada apa ?"


Tanya Zara yang melihat tangan Mattew mengelus perut nya.


"Kalau lanjut bisa gak ya?"


Tanya Mattew,Zara menahan tawa nya.


"Kalau Aku nolak ?"


Tanya Zara balik,langsung Mattew pasang wajah kecewa.


Cup!


Zara menci um bi bir Mattew,Pria ini segera membalas nya,dan membaringkan tubuh Zara pelan -pelan.


Kini ciu man Mattew turun ke leher dan langsung ke bukit kembar.


Kali ini Mattew tidak ingin menyia-nyiakan lagi,ia takut gagal bercocok tanam lagi,seperti tadi.


Entah sejak kapan semua pakaian Mattew sudah berserakan di lantai,begitu juga CD nya.


Mattew segera mengarahkan benda tumpul itu didepan goa kenikmatan.

__ADS_1


"Pelan -pelan ya sayang !"


Ucap Zara saat Mattew sedang bersiap-siap untuk menerobos masuk.


"Aaahh!"


Suara de sah Zara,saat benda tumpul yang besar dan panjang itu,masuk separuh,Mattew berhenti sejenak.


Lalu Mattew mulai memutar dan maju mundur sesuai dengan irama gerakan pinggul nya,yang membuat Zara merem melek,merasakan kenikmatan nya.


"Aaaggrrhhh...Sayang..!"


Zara mere mas rambut Mattew saat Pria ini mempercepat gerakan nya.


"Tahan ya sayang,dikit lagi,Aaah...eeem...ohhh..."


Mattew terus saja maju mundur,gerakan nya tidak beraturan saat ia akan mencapai kenikmatan nya.


"Aaaagggrrh!"Teriak Mattew dengan keras,untung saja kamar yang mereka tempati kedap suara.


Mattew sudah mencapai kli maks berkali-kali,ia segera menyudahi permainan nya,karena ia takut terjadi sesuatu dengan calo baby nya,apalagi masih awal bulan pertama,sangat rentan terhadap keguguran.


"Haah...Haaah!"


Mattew mengatur nafas nya yang tersengal-sengal.


"Aku ke kamar mandi dulu!"


Ujar Zara,namun Mattew menarik Zara dalam pelukan nya.


"Sebentar lagi!"


Bisik Mattew.


"Tapi ini gerah,Aku mau mandi sebentar!"


Keluh Zara,


Tidak seperti biasa,Zara sangat cepat ingin mandi,biasanya tunggu satu atau dua jam,mungkin perubahan hormon membuat sikap nya yang mudah gerah,padahal AC nya hidup.


"Aaah!"


Mattew segera mengendong Zara menuju kamar mandi.


"Apa yang Kamu lakukan sayang!"


Tanya Zara,


"Aku akan memandikan Mu!"


Mattew meletakan tubuh sexy Zara di bathub,lalu ia menghidupkan airnya.


"Awas masuk hidung airnya "


Ujar Mattew yang sedang memandikan Zara.


"Sayang,kenapa Kamu terlihat murung ?"


Tanya Zara yang memperhatikan wajah Mattew.


"Aku takut Kamu mengabaikan ku,saat baby ini lahir!"


Ketus Mattew yang sedikit khawatir.


"Sayang!"


Zara membelai wajah suaminya,


"Tanpa Kamu belum tentu ada anak ini,Aku tidak mungkin mengabaikan Mu,Kamu tetap suami terbaik Ku,Kita besarkan anak ini sama-sama sayang!"


Ucap Zara menenangkan suaminya.


Cup!


Zara menci um bi bir Mattew,dengan sangat lembut.


"Aaah..Aaahh!"


Zara memde sah,saat Mattew sekali lagi mere mas bukit kembar milik Zara,dan memainkan pen til nya yang menonjol itu.


"Pelan sayang,itu sakit "


Ucap Zara,saat mereka melepaskan ciu man nya.


Kini Mattew masuk ke dalam bathub yang sama dengan Zara,Mattew ingin main di dalam air.


Zara tidak menolak,ia tahu Mattew pasti tidak cukup sekali.


Mattew berbaring di bawah Zara,sementara Zara diatas nya.Lalu ia mengangkat pinggul sang istri dengan pelan - pelan.

__ADS_1


Tangan Mattew yang nakal masuk di sela-sela goa,dan menari-nari di dalam nya,Zara mencengkram kuat paha Mattew hingga mereka mencapai puncak kenikmatan sama-sama.


Setelah selesai,Mattew segera memandikan Zara,dan Ia juga membersihkan tubuh nya,tidak ingin berlama-lama berendam di dalam air saat malam.


__ADS_2