
Seisi ruangan nampak terdiam,mendengar perkataan Candra,Ezra melepaskan tangah candra yang dari tadi di genggam nya.Candra baru menyadari kalau ia telah menyakiti perasaan Ezra.
"Sayang!" Panggil Candra melihat Ezra yang berjalan kearah Zico.
"Sayang,Kamu mau kemana ?" Tanya Candra lagi.
"Kamu tidak bisa memilih,biarkan Aku yang memilih!" Jawab Ezra,berdiri di sebelah Zico.
"Saya tau jawaban yang ingin Kalian dengar !" Ucap seseorang yang baru saja masuk ke dalam kamar tamu di Hyde Park.
Semua mata tertuju kearah sumber suara,seisi ruangan terlihat kaget,bahkan Candra membelalakkan matanya,menatap kearah sumber suara itu.
"Kamu !" Ucap Candra berjalan mendekat kearah Pria itu.
"Kamu berani datang kemari !" Sambung Candra mencengkram kuat jas mantel milik Abian.
Pak !
"Lepaskan tangan Mu,Kamu tidak berhak menyentuh nya!" Seru Clara yang ikut datang ketempat itu.
Clara menatap kearah Ezra,ia ingin melangkah lebih dekat kearah Ezra,namun Candra melarang nya.
"Berhenti,Anda tidak berhak masuk kedalam sini,ini tempat Saya,silahkan menunggu di luar !" Ucap Candra dengan tegas,Abian menatap kearah Candra dengan tatapan marah nya,karena memperlakukan Clara dengan tidak baik.
Dugh !
Dugh !
"Aku sudah cukup melihat nya dari tadi,seperti nya Kamu tidak bisa menghargai orang !" Ucap Abian mencengkram kuat ke her Candra,Pria ini tidak diam begitu saja,ia juga langsung membalas serangan Abian.
Bugh ! "Uuukkkkh..!"
Candra menendang perut Abian,dan ia segera melayang kan kaki nya kearah wajah Abian.
Dugh !
Abian terjatuh kelantai,Clara ikut membantu Abian membalaskan tendangan Candra barusan,Clara segera memutarkan tangan Candra dengan gerakan cepatnya,sehingga membuat Pria ini tidak dapat mengelak nya.
Dugh !
Dugh !
Clara menendang betis Candra membuat pria itu terjatuh ke lantai.Clara melepas tangannya lalu berjalan mendekati Ezra,Candra masih berusaha untuk melawan Clara,ia berniat untuk menarik tangan Clara,namun Ezra langsung berdiri di depan Candra.
__ADS_1
"Cukup !" Teriak Ezra,mengagetkan semua orang.
"Aku akui kalian semua hebat,kalian semua bisa berkelahi sa-tu sama lain,dan bahkan kalian semua bisa saling membunuh kalau kalian mau,sebelum Kalian lanjut peperangan ini kalian bunuh dulu Aku"Sambung Ezra lagi menatap semua orang yang berada di dalam kamar tersebut.
"Kamu!Kamu bisa bunuh Aku sekarang jika Kamu mau !" Teriak Ezra memegang tangan Candra,lalu berjalan kearah Abian,"Apa Opa juga ingin melenyapkan Aku ? dan Oma juga begitu ?Papa ! Kamu apa kalian semua masih mau lanjut ?maka bunuh Aku dulu !" Sambung Ezra lagi berdiri di tepi ranjang.
Semua orang terdiam,melihat kearah Ezra,tidak satu orang pun yang mengeluarkan suaranya,setelah mendengar pernyataan Ezra.
"Hiks..hiks!" Ezra duduk di lantai di dekat ranjang,Zico yang melihat nya tidak tega.Clara merasa telah menyakiti cucunya itu,sekita ia teringat dengan Anushka,Clara segera berjalan mendekati Ezra.
"Sayang !maafkan Oma!" Clara ingin menyentuh Ezra,namun wanita ini menghindar nya.
Abian yang melihat ya menyempitkan matanya,lalu berjalan mendekat.
Zico membantu Ezra berdiri,namun wanita ini juga menghindarinya tidak ingin di sentuh oleh siapapun.
"Aaaaggrrhhhh ...!" Ezra menyentuh perut nya merasakan kesakitan yang luar biasa membuat Candra panik,dan segera berlari kearah Ezra.
"Sayang Kamu kenapa,kontrol emosi Mu!itu bisa berpengaruh pada baby!" Ucap Candra,mendekat kearah Ezra.
"Sayang "Panggil Candra lagi.
"Jangan sentuh Aku!Kalian semua egois,tidak ada yang peduli dengan perasaan Ku !"Ucap Ezra masih memegang perut nya.
"Aku bantu"Ucap Candra lagi mendekat ke arah Ezra.
Candra tidak bisa diam saja melihat istrinya dalam keadaan sakit.Candra segera mengendong Ezra.
"Marco siapkan mobil,Kita akan ke rumah sakit!"Titah Candra.Marco segera pergi menyiapkan mobil untuk Candra sesuai perintah.
Abian bersama dengan Clara dan juga Zico mengikuti mereka dari belakang.
"Sayang,bertahan lah sedikit Kita akan sampai di rumah sakit,Marco naikan kecepatan mobil,Aku tidak ingin sesuatu terjadi" Ucap Candra terus memandangi wajah Ezra yang menahan rasa sakit.
"Mas !"Lirih Ezra menatap kearah Candra.
"Sayang,Kamu tenang ya,Aku akan mendengarkan apa yang Kamu bilang,untuk saat ini Kamu harus bertahan untuk sampai di rumah sakit !" Sambung Candra lagi,Candra terlihat sangat panik saat melihat kondisi istri nya yang terus memegang perut dan mengeluh sakit.
"Mas,Aku tidak apa-apa !Kamu tenang ya,Aku yakin Aku tidak apa -apa!"Ucap Ezra,memegang tangan suaminya,Candra sedikit bingung melihat perubahan Ezra,sebelumnya ia terlihat begitu kesakitan namun sekarang ia bersikap seolah-olah ia tidak apa-apa,membuat Candra bingung.
Candra langsung mengendong Ezra masuk kedalam,setelah Marco memarkirkan mobilnya.
"Dokter Tasya,tolong periksa istri saya,seperti nya terjadi sesuatu kepada nya!" Ucap Candra membawa Ezra kedalam ruangan pemeriksaan.
__ADS_1
"Bagaimana bisa,Aku baru saja memeriksanya belum juga beberapa jam sudah mulai terjadi kekacauan lagi!"
Dokter Tasya segera memeriksa Ezra yang berbaring diatas ranjang pasien.
Dokter Tasya terpaksa untuk USG kandungan Ezra biar tahu lebih jelas penyebab ia sakit perut dan mual yang berlebihan,ia juga takut sesuatu terjadi.
Candra melihat layar monitor,janin yang belum berbentuk baby itu,terlihat begitu jelas di layar,Dokter Tasya memperlihatkan nya kepada Candra.
"Janin nya tidak masalah,hanya saja istri Anda terlalu stres dan banyak gerak,untuk sementara kurangi berhubungan in tim agar tidak berpengaruh pada calon baby !" Jelas Dokter Tasya
"Bagaimana bisa ?" Tanya Candra membuat Ezra dan Dokter Tasya menatap nya.
"Maksud saya bagaimana bisa ia stres,ia tidak melakukan apapun yang membuat nya stres !" Candra terpaksa berkelit,agar tidak membuat nya malu karena keceplosan.
"Kedepannya lebih di perhatikan,usahakan istri anak lebih rileks dan lebih bisa mengontrol diri,jika tidak itu akan lebih rentan pada keguguran !" Sambung Dokter Tasya,Candra meminta untuk membawa Ezra pulang,ia tidak ingin Ezra menginap di rumah sakit,ia bisa merawat nya dirumah.
Candra tidak membiarkan Ezra berjalan kaki,ia masih sanggup mengendong nya,Candra segera keluar dari ruangan Dokter Tasya.
Abian dan yang lain sudah menunggu di luar ruangan,terlihat Ezra yang menatapnya sa-tu sama lain.
"Sayang bagiamana kondisi Mu?" Tanya Clara mendekat.
"Aku tidak apa -apa Oma,ada Mas Candra disini yang akan merawat Ku!",Jawab Ezra dan tersenyum kearah Clara.
ABIAN DAN CLARA
Suasana terlihat begitu canggung,Ezra menyadari itu,apalagi setelah perkelahian tadi di Hyde Park,membuat suasana semakin canggung.
"Sampai kapan kalian akan terus bermusuhan gitu,cukup sa-tu orang saja yang menjadi musuh Kita!" Ucap Ezra melihat kearah semua orang.
"Aku tidak akan memaafkan orang yang telah membunuh Kakak dan Ayah Ku !" Ucap Candra tegas.
"Kalau begitu Kau tidak perlu memaafkan!"Jawab Abian berjalan kearah Candra yang sedang mengendong Ezra.
"Karena Ezra juga tidak akan memaafkan orang yang telah membunuh ibu nya!" Sambung Abian lagi melihat kearah Candra,Pria ini baru mengingatnya kalau yang membunuh ibu Ezra adalah kakak nya.
"Aku punya sa-tu rekaman untuk Mu,mungkin akan mengubah pemikiran Mu,terhadap keluarga Kami!jaga Ezra dengan baik,jika Kamu menyakiti Dia ,Kamu akan tau akibatnya !" Ucap Abian mengajak yang lain untuk pergi.
Meskipun yang lain sudah pergi,Candra masih mematung melihat sebuah kaset di tangan Ezra yang di berikan Abian.
__ADS_1
"Mas,Ayoo pulang !" Ucap Ezra menyadarkan Candra dari lamunannya.
Pria ini tersenyum,lalu melanjutkan jalanya kearah parkiran mobil.