Dendam Cucu Mafia

Dendam Cucu Mafia
32.Polisi Militer


__ADS_3

Ezra masih menatap kearah mereka sa-tu per sa-tu,di tambah dengan tubuh mereka,yang tinggi dan besar,membuat Ezra hanya mengangkat sedikit kepala nya agar bisa melihat mereka.


"Tuan,siapa Anda?sedang apa disini?" Tanya Ezra dengan sopan,ia yang mengerti sedang berada di Negara orang .


"Saya pengawal dari kedutaan,seseorang menyuruh Kami menjemput Anda,ada yang ingin bertemu dengan Nona !" Jawab mereka.


"Tunggu !biarkan Aku ganti baju dulu,Aku sangat menghargai kedutaan,tidak mungkin akan kesana dengan seperti ini!" Seru Ezra meminta mereka agar menunggu nya berganti pakaian.


Dua Orang itu saling lihat satu sama lain,yang sa-tu nya memberikan isyarat untuk membiarkan Ezra berganti pakaian .


"Baik,Nona Kamu punya waktu li-ma menit silahkan ganti pakaian Anda!"


"Baik !"


Ezra segera menutup kembali pintu kamarnya,ia tidak langsung mengantikan pakaian nya,tapi ia memilih untuk menghubungi Candra dulu.


Disaat Ezra mengambil ponselnya,tapi kehabisan baterai,semalam iya lupa mengisi nya.


"Aku akan isi baterai dulu,jika menunggu ini penuh pasti akan lama,Aku harus melakukan sesuatu,Aku tidak bisa ikut sembarangan orang,Papa pernah berpesan,jangan pergi dengan orang yang tidak Kita kenal!" Gumam Ezra memikirkan cara agar bisa pergi dari kamar itu.


Ezra melihat dari balkon ke bawah,mereka berada di lantai dua dan itu tinggi sekali membuat ia takut untuk turun ke bawah.


Dugh !


Dugh !


"Nona waktu Anda sudah habis,mari ikut dengan kami!" Ucap mereka dari luar,Ezra semakin panik,dan memikirkan cara agar bisa melawan Mereka.


Ezra mencari senjata yang bisa di gunakan,namun di dalam koper Candra ia tidak mendapatkan senjata,ia menemukan foto wanita lain,yang membuat hati nya sesak.


"Foto siapa ini?" Gumam Ezra mengambil foto yang ada di dalam koper Candra,dan berdiri melihat foto itu dengan serius.


Dugh !


"Nona !" Teriak mereka lagi,namun Ezra tidak merespon,dan memilih diam.


Karena melihat tidak ada jawaban dari dalam,para pengawal memilih untuk mendobrak pintu kamar Ezra.


Prak !


Prak !


"Gawat !Mereka akan mendobrak!" Ucap Ezra menyimpan foto itu di dalam saku baju mandinya,lalu berlari kearah jendela kamar di dekat balkon.


Ezra memegang botol wine yang di tinggalkan Candra semalam,untuk senjatanya.


"Sekuat apapun Aku,jika mereka sebesar itu,Aku juga akan kalah !" Gumam Ezra memegang botol minuman.


Brak !


Pintu kamar Ezra terbuka,mereka masuk ke dalam .

__ADS_1


"Periksa ruangan ini Aku yakin gadis itu masih disini!" Ucap salah satu pengawal itu,Mereka langsung mencari di semua tempat,sampai mereka ke balkon kamar.


"Dia disini !" Ucap pengawal yang menemukan Ezra.


Prang !


Ezra melemparkan botol wine ke salah satu pengawal itu,sehingga melukai kepala nya,Ezra segera bangkit dan berlari,namun disaat Ezra akan keluar kamar,secepatnya mereka menangkap Ezra.


"Nona,Saya ingatkan Kamu,jangan coba-coba melawan,jika tidak Aku akan membunuh Mu!" Ucap mereka menggertak Ezra.


"Cih sial,berani nya melawan perempuan !"Cibir Ezra.


Plak !


"Diam!" Titah mereka menampar pipi Ezra,dan wanita ini terjatuh ke lantai.


"Bawa Dia !" Perintahnya lagi,lalu keluar dari dalam kamar Ezra.Satu pengawal lagi menutup pintu kamar.


Sepanjang jalan Ezra memberontak,namun melihat identitas pengawal dari kedutaan tidak ada yang berani melawan nya,atau menolong Ezra.


"Tolong !siapapun tolong Saya,Mereka menculik Saya !"Teriak Ezra dengan keras,namun di abaikan oleh semua orang,lebih- lebih para pengawal ini tidak takut apapun.


Ceklek !


Mereka membuka pintu mobil,namun Ezra sekuat tenaga menahan nya agar tidak masuk ke dalam mobil.


Ckiitttt !


Seorang pria dengan pakaian lengkap nya keluar dari mobil,dan menghampiri mereka bertiga.


"Selamat pagi,apa terjadi sesuatu?" Tanya Pria itu berjalan kearah Mereka,Pria itu adalah Gendarmerie pasukan bersenjata,atau polisi militer.


"Tidak ada ini hanya masalah keluarga!" Jawab mereka,Ezra di todong pistol di pinggang nya sehingga tidak berani bersuara,namun wanita ini cerdas,sehingga memberikan isyarat kepada polisi tersebut.


Polisi itu memperkenalkan dirinya,ia memiliki pangkat yang tinggi disana,meminta para pengawal itu untuk melepaskan Ezra.


"Lepaskan wanita itu, Kita bisa menyelesaikan masalah ini di kedutaan atau di kantor saya !" Ucap Pria itu .


"Tidak perlu!Kita akan membiarkan gadis ini pergi!" Mereka segera melepaskan Ezra, dan masuk kedalam mobil,mereka segera pergi dari hadapan Ezra.


"Tuan terimakasih sudah menolong saya !"Ucap Ezra sopan.


"Lain kali lebih hati- hati,ini Negara orang tidak sebebas Negara asal!" Ucap Pria ini menyentuh kepala Ezra,membuat wanita ini tersentuh,lalu tersenyum.


"Mau Saya antar ke kamar ?" Tanya Pria itu.


"Siapa nama Anda ?" Ezra tidak mendapatkan bet nama di baju pria itu.


"Panggil saja saya polisi,karena saya memang seorang polisi !" Jawab polisi itu tersenyum.


"Saya akan naik keatas,terimakasih pertolongan nya tadi !"

__ADS_1


Ucap Ezra,Polisi itu menganggukkan kepala nya,lalu Ezra pergi meninggalkan nya di luar hotel.


"Hati- hati,sebentar lagi akan ada badai salju!" Teriak nya lagi,mengingatkan Ezra,wanita itu berbalik dan tersenyum.


"Hallo !" Pria ini segera meletakan handphonenya di kuping.


"Bagaimana ?" Tanya seseorang di seberang sana.


"Aku sudah membereskan nya,Tuan Tetua seperti nya mereka di utuskan oleh seseorang,Mereka terlihat memaksa membawa Esra !" Jelas Polisi itu.


"Awasi Ezra,jangan biarkan Dia terluka,dan selidiki,kenapa mereka menjemput paksa Ezra !satu lagi cari tau dimana suami nya !" Ucap seseorang dengan nada marah di seberang sana.


"Baik! Aku akan selidiki semua,salam untuk Nyonya Tetua!"


Pria ini segera memutuskan panggilannya,lalu pergi meninggalkan hotel tersebut.


***


Candra sedang bersama dengan Santiago,ia terluka akibat jatuh dalam jurang,meski tingkatan jurang ringan,namun ia juga terdapat luka pada bagian tubuhnya.


"Aahh !" De sah Candra saat bangkit dari tidur nya.


"Pelan,Kamu masih sakit !" Ucap Santiago.


Mereka berada di rumah lama Candra yang ada di Turki.


Di dalam rumah dan di luar terdapat beberapa pengawal.


"Aku sudah tau,Angel hamil sebelum ke Turki,dan satu hal yang baru Kita tau,ia cuma sekitaran ti-ga bulan baru di Turki,terus tiga tahun Dia menghilang itu kemana ?Aku yakin ada yang di sembunyikan Ayah angkat!" Ucap Candra setelah duduk dengan benar di atas ranjang.


"Kamu masih memikirkan gadis itu ?" Tanya Santiago membawakan segelas minuman kepada Candra.


"Aku tidak tau,semakin Aku ingin tidak ikut campur,semakin Aku penasaran akan hal itu!" Jawab Candra santai.


"Bagaimana dengan istri Mu,Kau sudah meninggalkan Dia dari semalam"Ucap Santiago.


"Sial! Aku lupa,Wanita itu sendirian di dalam kamar hotel,saat ini pasti orang dari kedutaan akan mencari Dia!" Candra berusaha turun dari ranjangnya.


"Kamu khawatir ?" Tanya Santiago


"Tidak !" Jawab Candra singkat.


"Jika tidak untuk apa Kau panik ingin melihat Dia ?"


"Aku punya kewajiban untuk melindungi Dia,kalau tidak papanya pasti akan membunuh Ku!" Jawab Candra memakai mantel miliknya.


"Itu bukan alasan,Kau memang bajing*n,semalam telah bersama dengan nya,Kau pergi meninggalkan Dia dalam keadaan mungkin Dia yang sakit habis Kau jamah,apa Kau memikirkan perasaan Dia saat itu ?" Ucapan Santiago membuat Candra marah.


"Diam!Kau sudah banyak bicara,lakukan tugas Mu,jangan terus bertanya tentang hal itu,Aku bisa mengatasinya !" Ucap Candra.


Santiago segera mengikuti Candra yang sudah keluar dari kamar nya.

__ADS_1


__ADS_2