
Ezra sudah tidak bisa mengontrol dirinya lagi,lebih - lebih tubuh nya yang semakin terasa begitu panas,ia masih berusaha untuk sadar dan mencari cara untuk kabur.
Mr.D atau sering di kenal dengan Pangeran Derrin,Ayah angkat dari Candra,duduk dengan santai memainkan pisau di tangannya,melihat kearah Ezra yang sedang kepanasan.
'Aku,Aku tidak bisa tahan lagi,semoga Candra bisa datang secepatnya,Aku harus bisa mengendalikan tubuh Ku!'Ezra mencari cara,ia segera mencakar lengannya hingga kuku - kuku panjang nya,melukai tangannya,Mr.D hanya bisa melihat saja,apa yang di lakukan Ezra.
Dugh ! Ezra membenturkan kepala nya ke dinding,karena ia tidak bisa tahan dengan hawa panas,yang meran sang tubuh nya.
Mr.D segera berjalan ke arah Ezra,menarik rambut Ezra agar tidak membenturkan kepala di dinding lagi,Mr.D memaksa Ezra untuk tidur di lantai,Wanita ini masih mencoba memberontak Mempertahankan harga dirinya,ia tidak ingin orang seperti Mr.D menjamah tubuh nya.
*Plak !
Plak*!
Mr.D menampar pipi Ezra dua kali,obat yang di berikan Mr.D memang sangat kuat,bahkan Ezra telah mencoba melawan nya berkali-kali namun ia masih tidak bisa,bahkan tenang pria ini lebih kuat dari Ezra saat ini,Mr.D mengikat Kemabli kaki Ezra,agar tidak memberontak.
"Kamu nikmati saja,Aku yang main kan !" Ucap Mr.D Mengikat kedua tangan Ezra kembali,lalu meletakan nya di atas kepala.
"Lepaskan Aku!" Teriak Ezra lagi,Mr.D menyentuh bibir mungil milik Ezra.
"Jika Kau terus berteriak Aku akan melu mat kan bi bir mu sekarang uga !" Ancam nya lagi.
"Kau bajing*n,berani menyentuh Ku,akan ku pastikan Aku akan mematahkan leher Mu!" Ucap Ezra dalam keadaan tubuh tidak bisa di kontrol lagi.
"Kau berharap siapa yang datang?Candra ? Papa Mu ?" Semua orang tidak akan pernah tau tempat ini,kecuali Kakek Mu,Orang yang selalu Kamu bangga- bangga kan,20 tahun lalu,ia pernah membawa seseorang kesini,lalu membawa nya ke pulau untuk di hukum,bukan kah,keluarga mu sangat suka dengan kekerasan seperti ini?" Ucap Mr.D menyentuh pipi Ezra,Wanita ini masih mencoba memberontak,Mr.D semakin senang melihat Ezra yang sedang memberontak.
*Kring ...
Kring*.....
Handpone Mr.D berdering.
"Ck ..!"Ia berdecak kesal,saat seseorang menganggu nya.
"Siapa ?"Sahut nya saat ponsel sudah berada di kuping nya.
"Tuan,seseorang datang ingin bertemu dengan Mu!" Ucap Rambo di balik ponsel,Rambo sudah kembali ke bar dan hotel,di luar gedung hanya tersisa pengawal saja.
"Suruh Dia menunggu Aku masih punya tugas yang belum ku tuntas kan!"Jawab Mr.D melirik penuh hasrat kearah Ezra.
"Baik Tuan !"
__ADS_1
Mr.D langsung memutuskan panggilan nya,ia segera berjongkok lagi,ingin melanjutkan aksinya.
"Maaf sayang,Aku sudah membuat Mu menunggu lama,apa Kau bosan?" Tanya Mr.D menyentuh leher jenjang milik Ezra, Wanita itu memberontak,namu membuat Mr D tersenyum bahagia,apalagi mengetahui kalau Ezra tidak dapat menahan nya lagi,efek obat sudah mulai beraksi.
Saat ini kondisi Ezra sungguh buruk,kepala yang berdarah,lengan semua terluka,sudut bibir berdarah akibat tamparan Mr.D.
"Apa Kamu panas sayang,biarkan Aku membantu membuka baju ! "Ucap Nya lagi,mengambil pisau tadi,lalu menarik kaos hitam yang di kenakan Ezra dengan pisau nya,sehingga membuat baju Ezra perlahan- lahan robek,mulai dari bawah hingga atas.
Sampai lah di bagian dada Ezra,kaos yang di kenakan Ezra menjadi dua bagian,Mr.D beberapa kali menelan ludah saat melihat bukit kembar punya Ezra yang begitu menantang,dan terlihat begitu kenyal.
"Memang berbeda dengan wanita desa,punya Wanita kaya terlihat lebih menantang dan lebih indah !" Ucap Mr.D menjulurkan lidah nya ke arah Ezra,Wanita ini memalingkan wajahnya,tidak ingin melihat Pria yang menjijikan itu.
"Apa Kau sudah siap sayang ?" Tanya Mr.D lagi,berdiri melepaskan jas hitam yang di kenakan nya,lalu membuka kemeja milik nya,tidak melepasnya,ia terlihat gerah,apalagi melihat bentuk tubuh Ezra yang begitu menggodanya.
Mr.D Mendekat kearah Ezra,ingin menikmati sebuah tubuh yang sudah begitu ingin di sentuh,efek obat sepenuh nya sudah berpengaruh terhadap tubuh Ezra.
Mr.D ingin menj ilati le hernya Ezra.Namun,aksinya di hentikan saat ia mendengar suara ketukan pintu.
Tok..Tok..Tok..!
"Sial siapa yang berani menganggu kesenangan Ku!" Gumam Mr.D lalu bangkit,berjalan kearah pintu.
BRAAKKK !
Belum sempat Mr.D membuka pintu,Candra sudah menendang nya dengan kuat,di luar terlihat Marco yang sedang berkelahi dengan pengawal Mr.D.
Hidung Mr.D mengeluarkan darah karena terkena daun pintu.
"Pria tua sialan,berani Kau menyentuh istri Ku,Aku akan membunuh Mu !"
Candra menarik kuat kerah kemeja Mr.D,emosi nya meluap saat melihat kemeja Mr.D yang terbuka,dan ikat pinggang yang longgar membuat emosi Candra memuncak.
Dugh !
Dugh !
Dugh !
Candra sudah memukul Mr.D berkali-kali namun ia masih bisa tertawa melihat Candra.
Ha..Ha...Ha.."Kau Pria bajing*n,Kamu sediri yang setuju memberikan Dia kepada Ku,kenapa Kau berubah pikiran !"Teriak Mr.D dengan kuat membiarkan Ezra mendengar nya.
__ADS_1
Dugh !
Dugh !
"Anda terlalu banyak bicara,Aku akan membunuh Mu hari ini !" Ucap Candra belum melepaskan kerah kemeja Mr.D.
Dor !
Dor !
Terdengar di luaran sana seseorang melepaskan tembakan,itu Rambo yang datang menyelamatkan Mr.D,ia beberapa kali melepaskan tembakan.
"Candra ..!" Panggil Ezra lirih,wanita ini merasakan tubuh nya semakin panas,dan juga ia sudah memberontak berkali-kali tidak sanggup dengan hawa di tubuhnya sehingga membuat tangan nya terluka .
Candra melirik kearah Ezra.Ini adalah kesempatan untuk Mr.D kabur dari Candra .
Dugh !
Bugh!
Saat lengah,Mr.D menendang Candra dengan kuat,hingga ia terjatuh.Candra memegang perut nya dan mengejar Mr.D,namun di luar Rambo datang menjemput Mr.D pria itu segera masuk ke dalam mobil,Marco sudah mengejarnya,namun pengawal yang tersisa menghalangi Marco.
Marco segera mengambil pist*l milik nya yang jatuh saat berkelahi.Ia segera mengarah kearah pengawal yang tersisa itu.
Dor !
Dor !
Dor!
Candra berdiri di ambang pintu,melihat kearah Marco,mobil yang menjemput Mr.D sudah jauh dari gudang,Marco berjalan kearah Candra.
"Apa Aku perlu mengejarnya ?"Tanya Marco berdiri di depan Candra,dengan nafas yang tersengal-sengal .
"Tidak perlu !"Candra berbalik masuk kedalam gedung untuk melihat Ezra,namun ia kaget melihat Ezra dalam keadaan baju yang terbelah dua.
Marco juga ikut masuk kedalam.
"MARCO PUTARKAN KEPALA MU!" Teriak Candra dengan keras,membuat Marco segera berbalik badan.
"Aaaku,Akan menunggu di mobil !"Sahut Marco gugup lalu segera meninggalkan Mereka berdua di dalam gudang.
__ADS_1