
Candra telah bersiap-siap untuk berangkat ke kantor,namun melihat Ezra yang sedang menahan sakit,Candra pun mengurungkan niat nya untuk pergi ke kantor.
"Apa yang terjadi sayang?"
Candra mendekat.
"Perut,perut Ku sakit,seperti nya akan segera lahiran !"
Candra segera membantu Ezra,dan ia mengendong Ezra ke lantai bawah.
"Han,siapkan mobil,Aku akan membawa nya ke rumah sakit HK!"
"Baik Tuan!"
Terlihat Han yang bergegas meninggalkan ruangan tamu,dan menuju garasi mobil.
Ceklek !
Han membuka pintu mobil untuk Ezra dan Candra,lalu di susul oleh Han dan segera masuk ke dalam mobil.
"Mas sakit!"
Ezra mencengkram kuat tangan Candra.
"Tahan ya sayang,Kita akan segera sampai kok!"Candra membelai rambut sang istri yang sedang menahan rasa sakit nya!"
"Han,bisa lebih cepat !"
Teriak Candra di belakang.Han segera menambah kecepatan mobilnya.
10 menit kemudian,mereka bertiga tiba di depan rumah sakit HK.
"Dok,dokter !"
Teriak Candra dengan keras yang sedang mengendong Ezra.
"Tuan sebelah sini!"
Han menarik hospital bed,lalu dokter yang keluar segera membantu mendorong tubuh Ezra ke ruangan operasi .
"Tuan mohon tunggu di luar ya!"
"Tapi dok,Dia istri Saya,Saya harus menemani nya!"
"Tenang ya Tuan,Kami akan melakukan yang terbaik,tolong tunggu lah disini!"
Blam!
Dokter segera menutup pintu ruang operasi.
Candra menghubungi Keluarga Carlose,tidak satu pun yang tersisa,ia telah menghubungi semua nya.
Li-ma menit kemudian,semua keluarga Carlose tiba begitu cepat di hadapan Candra.
__ADS_1
"Dimana Ezra?"
Tanya Clara.
"Ada di dalam !"
"Bagaimana keadaan nya,apa Dia baik-baik saja?"
Tanya Clara lagi.
"Sayang tenang,semua nya akan baik-baik saja!"
Abian memeluk istri nya.
Terlihat Zara yang berdampingan dengan suami nya,perut nya kini sudah terlihat buncit,kehamilan nya memasuki bulan ke empat.
Disana juga ada Azlan dan Altar yang sedang menunggu Ezra lahiran.
"Dimana Zico?"Tanya Abian kepada Clara saat tidak melihat Pria itu.
"Ia akan segera tiba!"
Sahut Mattew.
"Kemana ia pergi?"
"Ke bandara!"
Abian terdiam mendengar jawaban Mattew.
Ceklek !
Beberapa perawat menarik hospital bed milik Ezra keluar dari ruangan nya.
"Sayang..."
Candra memegang tangan Ezra,namun Ezra terlihat masih lemah,lalu perawat segera mendorong hospital bed itu menuju ruangan inap.
"Selamat ya Tuan,Anda memiliki putra yang tampan!"
Ujar dokter Santi.
"Terimakasih dok !"
"Tampan sekali sayang!"
Clara melihat nya dengan terharu.
"Saya akan mengantar nya keruangan,kalian bisa melihat nya disana!"
Semua keluarga Carlose mengikuti dokter Santi.
"Nyonya Ezra,bagaimana keadaan Anda?"
__ADS_1
Tanya sang dokter.
"Sedikit lemah dok,tapi sayang senang,ia dapat lahiran normal!"
Pungkas Ezra.
"Apa?"
"Kenapa bisa?"
Semua orang terlihat panik,harus nya operasi tapi Ezra memilih untuk lahiran normal.
"Dimana Papa?"
Tanya Ezra saat tidak melihat adanya Zico.
"Papa disini sayang!"
Semua orang menoleh saat mendengar suara Zico,Zico membuat semua orang terkejut,apalagi kedatangan nya bersama dengan seorang perempuan.
Candra sedang mengendong anaknya,tidak memperhatikan orang disekitar.
"Sayang,selamat ya atas lahiran nya!"
Cup!
Zico mengecup dahi sang anak yang masih berbaring.
"Selamat ya Ezra!"
Ujar Shiren yang melangkah maju.
"Terimakasih Tante!"
Sahut Ezra tersenyum.
"Panggil Mama dong,sebentar lagi Shiren akan menjadi mama sambung Mu sayang!"
Awal nya Ezra syok,lalu ia berpikir kalau dirinya tidak boleh egois.
"Iya Mama!Selamat untuk Papa juga!"
"Terimakasih sayang!"
Zico dan Shiren langsung memeluk Ezra bergantian.
Clara meminta Candra untuk bergantian mengendong putra Candra,terlihat Clara yang begitu bahagia.
"Kini keluarga Kita sudah lengkap kembali!"
Pungkas Abian.
Yang pergi tak kan bisa kembali,yang datang sambut lah ia dengan sepenuh hati.
__ADS_1
End !