
Candra mendekat ke arah orang yang berdiri di depannya.
"Ezra!sedang apa Kamu disini ?"Tanya Candra berjalan ke arahnya.
"Ayoo pulang !" Candra menarik tangan Ezra.
"Lepas!"Teriaknya dengan keras,bola mata yang memerah,mata nya berbinar-binar melihat ke arah Candra.
"Apa yang Kamu lakukan disini,kenapa Kau bisa bersama dengan Mr.D!" Sambung Ezra lagi.
"Kamu sedang apa disini,di jam ini!kenapa Kau tidak pulang ke Hyde Park !"Seru Candra berusaha menarik tangan Ezra.
"Aku datang untuk Mu!jika hari ini Aku tidak datang,mungkin selama nya Aku tidak akan tau kebusukan Mu!" Ezra menepis tangan Candra,ia menatap tajam ke arah Pria itu.
"Aku mempercayai Mu,bahkan Papa Ku melarang untuk memilih Mu,ia takut akan kenyataan pahit yang menimpa diriku,namun pada kenyataan nya Kamu sama busuk dengan Mr.D!"Sambung Ezra lagi,masih berdiri di depan Candra.
"Apa yang Kamu ketahui,berapa lama Kamu sudah disini !"Tanya Candra mendekat ke arah Ezra.
"Apakah itu kebohongan yang Kau bilang cinta?Kamu menipu Ku,untuk mencapai tujuan Mu?Apa Kau sudah merencanakan itu sejak awal ?"Tanya Ezra,tanpa sengaja air mata sudah membasahi kedua pipi nya.
Tap ! Tap ! Tap !
Pasukan pulau yang di kirim Berson mengelilingi Candra dan Ezra,ada 10 orang yang datang ke hadapan Mereka.
Candra secepatnya menarik Ezra ke dalam pelukannya,lalu menodong pistol ke arah Dia.
Candra menarik rambut Ezra,meletakan ujung pist*l di kepalanya.
"Lepaskan Ezra !" Titah Zico,yang datang bersama dengan Berson.
"Aku akan membunuh Mu,lepaskan Ezra "Sambung Zico lagi berjalan ke arah Ezra.
"Berhenti,jika kalian mendekat akan ku pastikan Dia tidak tertolong !"Ucap Candra,masih meletakan senjata kearah Ezra.
"Iya !Aku membohongi Mu,menipu Mu!karena Aku tau kekuasaan papa Mu,yang bisa menyelidiki kasus masa lalu,tapi tidak disangka orang itu ternyata masih keluarga Kamu !"Ucap Candra dengan posisi pist*l masih di kepala Ezra,Candra menarik kuat rambutnya Ezra.
Ezra menatap tajam ke arah Candra dengan mata yang memerah,penuh kebencian.
"Tapi,cinta Ku kepada Mu,tulus adanya,Aku baru menyadari nya,Aku tidak pernah membohongi soal rasa!jangan menatap Ku seperti itu!Aku tidak menyukai nya !"Ucap Candra kepada Ezra.
"Turun kan senjata Mu!" Teriak Zico lagi.Namun,tidak di gubris oleh Candra.
"Aku tidak peduli orang lain tidak mempercayai Ku,Aku berharap Kamu percaya!"Ucap Candra lagi.
"Meskipun orang lain mempercayai mu,Aku tidak akan percaya padaMu!sekarang Kamu berani menyandera Aku untuk melarikan diri,sekarang Kau bunuh saja Aku!"Tantang Ezra dengan keberanian nya.
Krak !
Candra semakin menekan senjata di kepala Ezra.Lalu mendorong Ezra ke depan Zico.
"Papa!" Ezra memeluk Zico,lalu menatap kearah Candra dengan tatapan penuh kebencian.
"Ezra !" Panggil Candra,wanita ini menatap dengan penuh amarah.
"Dengarkan Aku, I love you !" Ucap Candra tersenyum kepada Ezra,namun wanita ini memalingkan wajahnya.
Dugh !
Dugh !
Pasukan pulau memukul Candra dua kali,Pria ini tidak melawan.
"Tatap mata Ku,I love you! he he he !" Candra tersenyum kearah Ezra saat melihat wanita itu yang menatap nya penuh kebencian.
__ADS_1
Mereka semua memegang Candra,Pria ini juga tidak memberontak.
"Bawa Dia ke pulau,Aku akan membereskan nya!" Ucap Zico,lalu membawa Ezra pergi.
Pasukan pulau menyeret Candra masuk kedalam mobil,Ezra melihat nya,namun disaat Candra balik menatap kearah nya ia segera memalingkan wajahnya.
Brruuuummmmm!
Brruuummm!
Li-ma mobil anti peluru menerobos mobil pasukan pulau.
Dor !
Dor !
Marco dan Angga melepaskan tembakannya kearah ban mobil yang mereka kendarai.Sehingga membuat mobil mereka oleng,dan sebagian ada yang terbalik.
Brak !
Brak !
Marco menabrak mobil yang ada Candra didalam nya,mobil itu di kemudi oleh pasukan pulau,Berson pergi bersama dengan Zico dan Ezra.Jadi Marco punya kesempatan untuk menolong Candra.
Braakk!
Mobil yang di tabrak oleh Marco menabrak pembatas jalan,sehingga Angga punya kesempatan untuk menolong Candra.
Ceklek !
Dor !
Dor !
Dor !
Angga segera menembak pasukan pulau yang lain,bebepa pasukan serigala telah mengandung mobil pasukan pulau.
Candra segera masuk ke dalam mobil yang ada Marco.
"Kita segera pergi,menyusul Ezra !" Ucap Candra.Marco dan Angga menoleh ke belakang .
"Bos,Mereka sudah kembali ke mansion,di mansion siapapun tidak boleh masuk !" Ucap Marco.
"Siapapun kecuali Kita kan?"Tanya Candra,melihat Marco dengan serius.
"Bos,Anda sedang tidak bercanda kan,Kita baru saja ketahuan,telah memanfaatkan mereka,sekarang Bos ingin Kita kesana?" Tanya Angga.
"Jalan kan mobilnya,jika kalian terus bertanya turun saja sekarang Aku tidak keberatan!" Ucap Candra dengan tegas,tanpa pilihan lain,Marco segera melajukan mobil ke arah mansion.
***
Mansion !
Ezra segera turun dari mobil,dan masuk ke dalam mansion.Dengan perasaan yang sedih dan juga kesal.
"Papa tau apa yang Kamu rasakan,ini adalah kesalahan Mu,yang telah menolak mempercayai Papamu sendiri !" Ucap Zico saat Ezra sudah berada di ruang tamu.Ezra berbalik melihat ke arah Zico.
"Papa sekarang juga menyalahkan Aku ?Papa tau, kalau Aku tau Ayah angkat Candra Mr.D mungkin Aku sudah lama membunuh nya,bahkan membunuh Pria itu!Papa yang puna kekuasaan saja tidak bisa melacak informasi itu,jadi kenapa Papa sekarang memarahi Ku !" Teriak Ezra kesal,karena kebodohan nya telah membuat semua lebih runyam lagi masalahnya.
"Ezra !"Teriak Candra yang sudah berada di depan halaman mansion.
"Nah! itu Dia sudah datang sendiri,cepat Kamu bunuh Dia,jika Kamu punya nyali !" Teriak Zico lagi lebih keras kepada Ezra.
__ADS_1
Ezra segera merebut pist*l di tangan Berson,dan membawanya bersama untuk menemui Candra di luar mansion.
"Ezra !"
"Ezra !" Teriak Candra lagi,sementara Marco dan Angga sudah melumpuhkan beberapa pengawal yang berjaga di pagar.
"Tidak perlu berteriak Aku sudah di disini!" Ucap Ezra berjalan kearah Candra.
"Aku ingin menjemput Mu pulang!" Ucap Candra tanpa sadar apa yang telah terjadi.
"Dalam mimpi Mu!Aku tidak akan kembali dengan Mu !" Jawab Ezra menantang Candra,Pria ini berjalan lebih dekat ke arah Ezra .
Krak !
"Kalau Kau mendekat,ku pastikan peluru ini akan menebus jantung Mu!" Ucap Ezra mengarahkan senjata ke arah Candra.
"Hehe!Kau berani mengancam Ku?" Tanya Candra tidak percaya.
"Aku tidak perlu mengancam Mu,jika Aku mau sekarang Aku bisa membunuh Mu juga !" Ezra berjalan dua langkah lebih dekat dengan Candra.Di balik jendela Zico mengintip Ezra diluar,ia sengaja tidak keluar,karena ia tahu Ezra bisa mengatasi masalahnya.
"Lakukan jika Kau berani !"Tantang Candra memegang pist*l di tangan Ezra lalu mengarahkan ke dada nya sendiri.
"Hah!" Saat Candra memegang ujung pist*l membuat Ezra kaget.
"Tembak,tembak Aku !" Ucap Candra dengan tersenyum kearah Ezra.
Ezra masih memegang pelatuk,ia belum melepaskan nya,Ezra menatap mata Candra dengan lekat,kali ini berbeda dari sebelumnya,Ezra dapat melihat cinta dari mata Candra.
"Tembak !" Teriak Candra lagi membuat Ezra kaget.
"Apa yang Kau tunggu,apa Kau ragu,atau tidak berani ?"Tanya Candra lagi.
"Siapa bilang Aku tidak berani,orang seperti mu tidak pantas hidup,hanya untuk menyusahkan orang saja !" Jawab Ezra.
"Kenapa Kau belum menembak nya ?" Tanya Candra tersenyum kearah Ezra.
"Hah"
Ezra menarik pist*l dari tangan Candra,lalu mundur sa-tu langkah.
Tap ..Tap..
"Aku akan membunuh Mu !" Ucap Ezra melepaskan tembakannya.
Dor ! "Aah!"
Dor ! "Aah !"
Tang !
Ezra melepaskan senjata yang ada di tangannya.Melihat kearah Candra yang tertembak.
"He..he..he..!"Candra tersenyum sebelum tubuh nya terjatuh.
Bugh!
"Bos!" Teriak Marco dan Angga bersamaan,berlari untuk menolong Candra.
"Ezra!Aku mencintai Mu,jika punya kesempatan untuk hidup,Aku akan mengejar cinta Mu,meskipun dunia dan keluarga mu menentang nya!Aku akan mengejar Mu,Aku bisa membalaskan dendam Ku, dan juga mempertahankan cinta Ku!" Ucap Candra,kedua peluru yang melukai tubuhnya,kini mengeluarkan darah begitu banyak.
Tap ..Tap...Tap...Tap..
Ezra tidak menjawab lalu berlari masuk ke dalam mansion,dengan menutup mulutnya,ia menahan rasa sedihnya agar tidak menangis di depan Candra.
__ADS_1
Blam !
Ia menutup pintu utama,sebelum kesadaran Candra menghilang,Marco dan Angga membantu memapah tubuh Candra ke dalam mobil.