Dendam Cucu Mafia

Dendam Cucu Mafia
53.Kepanikan Candra


__ADS_3

Ceklek !


Kamar terbuka,Marco datang bersama dengan Dokter Tasya,ia membawa wanita itu masuk ke dalam kamar tamu.


"Tuan Candra!" Sapa Tasya dengan ramah,melihat kearah Candra,wanita ini sejak lama sudah menyukai Candra,Marco pun mengetahuinya.


"Periksa istriKu!dari tadi mual-mual,ia juga terlihat sangat pucat !" Ucap Candra berdiri di tepi ranjang melipatkan kedua tangan nya.


"Saya akan memeriksanya "


Dokter Tasya segera memeriksanya,ia juga membawa alat lengkap seperti yang di perintahkan oleh Marco.


Setelah Dokter Tasya memeriksa Ezra,ia segera menyimpan semua alat,Dokter Tasya terlihat sedikit kecewa.


"Apa yang terjadi ?" Tanya Candra mencengkram kuat lengan Dokter Tasya.


"Tuan,Anda menyakiti saya, lepaskan saya dulu,biar saya jelaskan hasil pemeriksaan barusan !" Jawab Dokter Tasya.


"Bos,tenang dulu !" Marco berusaha melepaskan tangan Candra.


"Katakan !" Ucap Candra melihat kearah istrinya yang setengah sadar.


"Selamat ya Tuan,Istri Anda sedang mengandung,usia kehamilan belum di pastikan,jika Anda ingin tau,bisa USG di rumah sakit "Jelas Dokter Tasya, "Rasa mual yang dialami istri Anda itu sudah biasa dialami oleh ibu hamil pada umumnya,meskipun tidak semua wanita merasakan itu!" Sambung nya lagi.


Ceklek !


"Tuan,ini penghilang rasa mual !" Ucap pengawal yang di utuskan oleh Marco tadi.


Candra mengambil nya,ingin memberikannya kepada Ezra,namun Dokter Tasya melarang nya .


"Biar saya lihat,obat apa yang dibawa nya !" Candra langsung menyerahkan obat yang di pegang nya,dan di berikan kepada Dokter Tasya.


"Ini bukan untuk ibu hamil,ini tidak bisa,dapat mempengaruhi perkembangan janin !"Jelas Dokter Tasya,Candra menyempitkan matanya melirik kearah pengawal yang tadi membeli obat.


"Apa Kamu berencana membunuh Anak Ku!" Ucap Candra berjalan kearah pengawal.


"Bos,Dia tidak tahu,kan Anda yang menyuruh nya!"Marco kembali menghalangi Candra,dan menyuruh pengawal itu untuk keluar.


"Saya akan menulis resep obat lain untuk istri Tuan!" Ucap Dokter Tasya.


"Apa itu bisa di percaya ?"Tanya Candra menyempitkan mata nya,membuat Marco dan Dokter Tasya kaget,Pria itu yang baru tahu istrinya hamil,begitu perhatian dengan istrinya,sehingga apapun yang di berikan orang ia akan terus merasa khawatir.

__ADS_1


"Anda bisa percaya kepada Saya,tidak mungkin saya menyakiti calon pewaris Master Properti!"Jawab Tasya tegas.


"Marco antar Dokter Tasya,sekalian beli ambil resep obat !"Titah Candra.


"Baik Bos !"


Marco segera membawa Dokter Tasya pergi dari kamar tamu,Candra kembali duduk di tepi ranjang,memegang tangan Ezra,ia melihat air mata Ezra mengalir dari pipinya.


"Sayang !"Sentuh Candra dengan lembut wajah Ezra,wanita ini membuka mata nya perlahan.


"Kenapa Kamu menangis ?" Tanya Candra,masih mengelus pipi Ezra dengan lembut.


"Apakah Anak ini akan menghalangi niat Ku,apakah Anak ini akan mengganggu misi Ku !" Ucap Ezra,membuat Candra kaget.


"Kenapa Kamu berpikir begitu,Aku sayang Kamu dan calon Anak Kita,jangan memikirkan yang macam-macam !"Jawab Candra membantu Ezra duduk.


"Mas..!" Pertama kali Ezra memanggil Candra dengan sebutan yang berbeda,membuat Pria ini tersipu malu,merasa lebih di hargai oleh Ezra.


"Aku belum membalaskan dendam ibuKu,jika Aku hamil sekarang Aku tidak akan bisa menjalankan misi Ku!" Ucap Ezra memegang tangan Candra.


"Berhenti memikirkan hal itu,tugas Kamu sekarang menjaga kandungan mu,melahirkan Anak ini sampai selamat,urusan Pria Tua itu biar Aku yang selesaikan untuk Mu!" Candra memeluk Ezra,mengelus rambut panjang istrinya.


Tok..tok ..tok...!


Ceklek !


"Tuan,Bapak Mertua ada disini !" Ucap Marco menundukkan kepala nya.


"Dimana,Aku akan menemuinya!" Ucap Candra bangkit dari duduk nya.


"Tidak perlu,Aku sudah masuk kesini!" Ucap Zico dengan tegas,melihat kearah Ezra yang duduk diatas ranjang,sesekali menatap ke arah Candra.


"Papa !" Panggil Ezra yang berusaha turun dari ranjang,namun di larang oleh Candra.Zico yang melihat sikap Candra begitu,segera menghampiri mereka berdua.


Zico menarik tangan Ezra,menariknya turun dari ranjang,membuat Candra kaget.Langsung memegang tangan sa-tu nya.


"Berhenti menarik Ezra !" Ucap Candra,yang menahan amarahnya.


"Kamu tau apa yang Kamu lakukan!lepaskan tangan nya!" Titah Zico kepada Candra.


"Anda lupa,Dia istri Saya,hanya Saya yang berhak melindunginya!"Jawab Candra menarik Ezra dalam perlukan nya,namun tangan satu lagi masih di pegang oleh Zico.

__ADS_1


"Lepas !" Titah Zico,menahan emosi nya.Namun,Candra tidak perduli atau melepaskan tangan Ezra,ia masih memeluknya.


"Aahhh !"


"Ezra !"


Dugh ! Dugh !


Zico mendorong Ezra,hingga lutut nya terkenak tepi ranjang,lalu dengan marah Zico memukul Candra.


"Papa,berhenti !"Ezra mencoba memisahkan kedua orang tersebut,namun lagi - lagi Zico mendorong nya,hingga terduduk di lantai.


Didalam kamar hanya terdapat mereka bertiga,mendengar suara ribut-ribut Marco segera masuk kedalam kamar,dan membantu memisahkan bapak mertua dan menantu.


Candra membantu Ezra untuk berdiri.


"Aaakhhh!"Ezra memegang perutnya yang sakit,terlihat Candra yang panik,Zico juga sedikit bingung.


"Ezra Kamu kenapa ?" Tanya Zico mendekat kearah anaknya.


"Jangan menyentuh istriKu !"Teriak Candra membuat Zico kaget dan seisi ruangan ikut terkejut.


"Mas !" Panggil Ezra menatap kearah Candra.


"Dia hampir saja membahayakan Calon Anak Kita,Orang Tua macam apa Dia !" Terlihat Candra yang begitu emosi,ia tidak bisa menahan amarah nya jika menyangkut dengan kondisi calon baby nya.


"Candra,apa yang Kamu katakan !" Tanya Zico


"Ezra hamil !" Jawabnya singkat.Namun,berhasil membuat Zico kaget,dan menatap kearah Ezra.


"Ezra,benar Kamu hamil ?" Tanya Zico,Wanita itu hanya menganggukkan kepalanya saja.


"Tidak mungkin,bagaimana bisa,Kamu tau Pria ini punya dendam terhadap Opa Mu,bagaimana bisa Kamu menjalin kan hubungan dengan orang seperti itu !"Ucap Zico menunjuk kearah Candra .


"Aku tau,tapi Anak ini tidak bersalah pa!"Ucap Ezra memegang perutnya.


"Coba Kamu tanyakan kepada Pria yang disebelah Mu,Dia memilih Kalian,apa tetap memilih untuk balas dendam!" Seru Zico,membuat Marco dan yang lain kaget mendengar pernyataan Zico.


Zico tidak akan membiarkan Candra menjalankan niatnya untuk membunuh Abian,karena bagaimana pun Abian tidak sepenuhnya bersalah.


"Mas !"Ezra menatap kearah Candra yang terdiam menatap Zico,Pria ini sudah sedari tadi menahan emosi nya,dengan perlakuan Zico terhadap dirinya,namun Zico kembali menguji kesabaran nya saat menyuruh ia memilih diantara hal yang paling sulit.

__ADS_1


"Mas,kenapa Kamu diam,Aku sedang berbicara dengan Mu,jawab Aku,jangan diam saja,Aku juga ingin tau jawaban Mu!"Ucap Ezra lirih,melirik kearah Candra.


"Diam!"Teriak Candra dengan tegas,menatap kearah Ezra,lalu memalingkan pandangan nya kearah Zico.


__ADS_2