Dendam Cucu Mafia

Dendam Cucu Mafia
46.Terbongkar rahasia !


__ADS_3

Candra sedang bersantai di Hyde Park,di paviliun nya yang jauh dari tempat Mr.D.


Angga mengantarkan sebuah surat kepada Candra.


"Bos,Aku menemukan ini di mobil Mu,seperti nya ini milik Bos!" Ucap Angga memberikan sebuah surat kepada Candra.


"Ini surat yang di berikan Ezra,berikan padaKu!" Candra segera membuka surat yang di berikan Ezra beberapa hari yang lalu .


Candra membaca istri surat dari Ezra,baru setengah nya ia baca,namun emosinya sudah meluap,kemarahan nya sudah mendidih didalam tubuh nya.


Angga dapat melihat raut wajah Candra yang memerah,dengan rahang yang mengeras,bahkan bola mata seakan keluar dari tempat nya,tangan yang memegang surat seakan akan meremas nya seperti abu.


Braaakkk!


*Prang !


Prang !


Prang* !


Candra menendang meja kecil yang ada di taman,meja beserta isinya berserakan di lantai taman bunga dekat Hyde Park.


"Bos,apa yang terjadi?apa semua baik-baik saja?" Tanya Angga yang melihat Candra marah.


"Ayah angkat telah menipu Kita selama 20 tahun lamanya,tapi Aku baru tahu sekarang !" Teriak Candra menggemparkan taman bunga milik nya,Marco yang berdiri di tempat papan penembakan mendengar suara teriakan Candra,ia segera berjalan kearah Candra untuk mengetahui apa yang terjadi .


"Bagaimana bisa ?Bos,Dia telah merawat Mu selama bertahun-tahun tidak mungkin Dia menipu Mu!" Bantah Angga lagi.


"Kamu yang selama ini berada di pihak Dia,Kamu juga yang membocorkan tempat tinggal Ku sama Dia !"


Candra mencengkram kuat leher Angga sehingga membuat Pria ini susah bernafas.


"Uhhuukk..!uuuhhhuuk !Bos,Ka..mu salah paham !" Angga mencoba melepaskan tangan Candra namun tenaga nya masih kalah kuat.


"Bos,apa yang Kau lakukan ,Kau bisa membunuh nya !"Ucap Marco mencoba melepaskan tangan Candra.


"Aku akan membunuh nya hari ini !" Candra menghempaskan tubuh Angga ke depan taman.


Bugh !


Tubuh Angga terjatuh ke tanah,ia mengeluarkan banyak darah dari mulut nya,hempasan Candra begitu kuat,sehingga membuat seluruh tubuh Angga kesakitan.

__ADS_1


Krak !


Candra mengarahkan senjata kearah Angga,lalu membidik nya.


"Bos,jangan gegabah !" Marco mencoba menghentikan aksi gila Candra,Pria ini selalu saja begitu,jika sudah marah ia akan membunuh siapa saja yang telah menentang nya.


Dor ! "Aahh !"


Dor ! "Aahh !"


Dor ! Dor ! Dor ! Dor !Dor !


Ia mengabdikan ke tujuh peluru yang ada di pist*l tersebut,tubuh Angga di penuhi dengan darah ,seluruh peluru menancap di tubuhnya.


Candra memberikan pist*l itu kepada Marco,lalu berjalan kearah Angga yang sudah tidak bernyawa lagi.


"Nyalakan mobil nya Kita ke Hotel dan Bar!"Titah Candra mengendong tubuh tubuh Angga bak karung beras.Lalu menyimpan mayat itu di belakang mobilnya.


Marco segera menancap gas sesuai yang di pinta oleh Candra,saat ini Marco tidak berani melawan atau membantah perintah dari Bos nya itu,yang sedang emosi berat.


Sampai di parkiran,Mereka selalu memilih jalan atas menuju tempat Mr.D.Candra mengendong mayat Angga dengan sendiri nya,Marco mengikuti Candra dari belakang.


Semua pengawal yang berjaga,memberi hormat kepada Candra,sembari menundukkan kepala nya.


Candra membuka kamar Mr.D,ia melihat Mr.D yang sedang main kuda- kudaan dengan wanita muda hasil tangkapannya minggu ini,posisi Mr.D memang sangat menggoda para pejantan ini,tapi apalah daya saat ini Candra sedang marah,dan melupakan sejenak kesenangan matanya.


Tanpa memperdulikan kedatangan Candra,Mr D masih menggo yangkan wanita muda yang ada di bawahnya,membuat wajah Marco bersemu merah,ia tidak pernah main kuda-kudaan dengan wanita mana pun,tapi saat ini junior nya bisa bangkit begitu menggairahkan.


Belum lagi mendengar suara de sahan wanita itu,yang terus di hantam oleh Mr.D.


"Aaaahh..!Ooohh...!Aaaggarrhhh..Aaahhh jooshh..!"


Wanita muda itu begitu agresif Bagaikan orang yang sudah berpengalaman.Kalau sudah sampai di tangan Mr.D semua wanita polos akan hilang jati dirinya,obat yang di berikan Mr.D bisa membangkitkan gairah sensual mereka.


Jleb !Jleb ! Jleb!


Suara dari hasil goya ngan Mr.D membuat kuping Marco semakin panas,apalagi pemandangan di depan membuat Pria ini berkeringat dingin.Berbeda dengan Candra begitu tenang menunggu Mr.D menyelesaikan permainannya .


"Aaaaaaahhh!"


Setelah menunggu lama,akhirnya Mr.D selesai pada permainan nya gadis ini segera keluar dari dalam kamar Mr.D dengan hanya menggunakan handuk kecil menutup sebagian tubuh nya.

__ADS_1


Candra melihat Mr.D yang sedang mengikat tali baju mandinya,Candra berjalan ke arah Mr.D.


Bugh !


Candra melemparkan tubuh Angga ke atas ranjang milik Mr.D.Pria tua ini melihat kearah Candra dengan sangat marah.


"Apa-apaan ini ?"Tanya Mr.D menatap Candra.


"Aku kembalikan bajing*n ini kepada Anda,karena Anda lebih membutuhkan"Jawab Candra lantang.


"Apa maksud Kamu ?Kamu tau,dengan siapa Kamu sedang berbicara?"Tanya Mr.D lagi,berjalan lebih dekat dengan Candra.


"Aku tau,Aku sedang berbicara dengan Tuan Derrin !"Jawab Candra memajukan kepala nya kearah Mr.D,mata Mr.D membulat menatap kearah Candra.


"Kau mulai terpengaruh dengan wanita itu,hah ?"Tanya Mr.D menarik kerah baju Candra.


"Kenapa Kau tidak membawa nya kemari,Kita lihat seberapa lama ia sanggup bertahan di atas ranjang,atau Kita bisa mencoba goyangan siapa yang lebih memuaskan goa Dia !" Sambung Mr.D lagi memprovokasi Candra, Pria ini menggempalkan tangannya,menatap kearah Mr.D dengan tatapan mematikan, bola matanya memerah,mimik wajahnya bergetar,menahan amarah yang sudah bekobar di dalam dadanya.


"Dasar tua bangka sial*n !"


Dugh ! Dugh ! Dugh ! Dugh !


Bugh ! Bugh !


Candra meninju Mr.D bahkan menendang nya bebepa kali,Marco mencoba menghentikan Candra.


"Lepas!Aku akan membunuh nya hari ini,Dia berani berbicara seperti itu,apa Dia lupa?tanpa Aku Kau hanya Pria lemah !"Teriak Candra,Marco menarik Candra keluar dari kamar Mr.D,sementara Rambo baru datang.


"Tuan !"Panggil Rambo membantu Mr.D untuk bangkit.


"Singkirkan mayat ini,lalu atur rencana untuk besok !jangan sampai gagal !"Ucap Mr.D memegang wajahnya yang sudah memar di hajar Candra.


Marco menarik Candra sampai ke tempat parkir,bahkan Candra masih emosi sampai saat ini.


"Bos !" Marco membuka pintu mobil,menyuruh Candra masuk,Pria ini segera masuk kedalam mobil,Marco segera menyalakan mobilnya,lalu memutar arah jalan pulang.


"Bos,apa yang membuat Mu begitu marah,sehingga menghajar Ayah angkat!" Tanya Marco tanpa menoleh.


"Apa Kamu akan diam saja kalau ada seseorang menghina wanita Mu,apalagi istri Mu,apa Kau akan diam,atau Kau menikmati setiap hinaan ?" Teriak Candra saat dalam mobil,emosi nya belum reda.


Marco dengan sedikit gugup menggelengkan kepala nya,tanpa melihat kebelakang.

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE,BERI HADIAH YA😘SEMANGAT AUTHOR BUAT UP 🤗


__ADS_2