Dendam Cucu Mafia

Dendam Cucu Mafia
29.Ezra


__ADS_3

Santiago sudah berhasil mengantar Ezra dan Candra ke hotel,tapi ia hanya mengantar sampai ke depan hotel saja.Menunggu Mereka sampai keatas baru ia akan pergi.


Ceklek !


"Kamu tidur duluan,Aku harus pergi ada urusan mendadak !" Ucap Candra berdiri di ambang pintu,melihat Ezra yang sedang melepaskan jas mantelnya.


"eemm!" Jawab nya singkat,meski sedikit kesal malam pengantin pun masih sibuk kerjaan.


Blam !


Pintu tertutup kembali,Candra sudah pergi,ia melihat Santiago masih di depan hotel.


"Pergi dan selidiki orang ini!" Seru Candra memperlihatkan selembar foto kepada Santiago,foto yang ia dapatkan di ruangan kerja Mr.D beberapa hari yang lalu.


Disaat Candra ingin membuka pintu mobil,Santiago melirik nya.


"Kau mau kemana ?"Santiago masih berada di dalam mobil.


"Aku akan ikut dengan Mu!"Jawab nya masih berdiri di luar.


"Kamu yakin tidak ingin menghabiskan malam pertama dengan istri Mu,jika ada seseorang yang tau,ada pengantin Wanita yang di tinggal suami di malam pengantin pasti banyak orang yang akan datang ke kamar istri Mu,disaat Kau pulang melihat Mereka bermesraan apa yang akan Kau lakukan?bukannya Kau membenci wanita bekas orang lain ?"Cibir Santiago,membuat Candra melepaskan tangannya,yang dari tadi ingin membuka pintu mobil.


"Kau benar,maka dari itu Aku tidak ingin ada orang lain yang menyentuh nya duluan!"


Candra mundur dua langkah dari tempat nya berdiri.


"Kamu pergi lah,Aku menunggu kabar ini besok pagi !" Sambung nya lagi,Santiago mengangguk dan segera melajukan mobilnya.


Candra berbalik masuk ke dalam hotel,karena kepikiran dengan perkataan Santiago barusan,ia sampai tidak fokus berjalan memikirkan kata - kata tersebut.


"Ezra!" Panggil nya dengan keras begitu sampai di depan kamar.


Ceklek !


"Kenapa berteriak ?" Tanya Ezra yang keheranan,dengan wajah Candra yang datar.Ezra belum sempat mengantikan bajunya.


Candra melangkah maju,Ezra malah mundur melihat wajah Candra yang begitu datar,Candra segera menarik pintu dan menutup tanpa memalingkan wajah nya dari Ezra.


Candra melangkah lebih dekat dengan Ezra,sementara Ezra malah mundur perlahan lebih jauh dari Candra.

__ADS_1


Dugh !


Ezra berdiri di depan ranjang,tidak bisa mundur atau maju lagi,karena Candra sudah semakin dekat dengan nya.


Candra melangkah berjalan lebih dekat lagi dengan Ezra,sehingga deru nafas mereka berdua terdengar begitu jelas,tidak terkecuali dengan jantung yang sedari tadi berdegup kencang.


Candra membelai wajah Ezra,memindahkan rambut nya ke belakang.


Nafas nya memburu,menerima perlakuan lembut dari sang suami,ini baru pertama kali nya bagi Ezra menerima sentuhan begitu lembut dari Candra.


Cup ! Cup !


Candra mencium bi bir Ezra dengan lembut,memegang wajah sang istri,memainkan setiap inci bi bir Ezra.


Ke dua dahi nya menyatu,mereka berdua melepaskan ciuman,Ezra mengambil kembali nafas yang sempat tertunda, oksigennya habis menahan ciuman dari Candra yang secara tiba- tiba .


Candra menggesekkan batang hidung nya dengan hidung Ezra,menyatukan kembali kedua bibir itu,dan me lumatnya dengan begitu lembut,aroma di dalam kamar masih belum tergantikan sehingga mendukung suasana Mereka untuk bermesraan.


Ezra melepaskan jas yang di kenakan oleh Candra,lalu melanjutkan ciuman mereka yang sempat tertunda.


Cup !


Dalam keadaan masih berciuman,Candra menjelajahi tubuh Ezra dengan tangannya,memainkan jarinya di setiap inci tubuh molek Ezra yang sedikit terbuka karena memakai dress yang tadi.


Tubuh Ezra menggeliat merasakan sentuhan jari jemari Candra di pangkal pahanya,Pria ini menaikkan tangannya keatas bahu,menyentuh bagian dress Ezra,perlahan - lahan menurunkan nya sedikit demi sedikit kebawah leher.


Candra melepaskan ciuman bi bir,berlanjut menjelajahi le her jenjang milik Ezra,meninggalkan beberapa kepemilikan disana,terlihat ada beberapa tanda merah yang hampir seluruh nya menutupi garis leher Ezra.


"Aah..!"Tanpa sengaja ia mende sah,lalu menggigit bi bir bawahnya agar tidak mengeluarkan suaranya.


Mereka berdua bergerak kesamping,dalam keadaaan yang masih memeluk,berdiri di tepi ranjang,Candra menurunkan dress Ezra sampai melorot ke bawah,kini hanya tersisa kedua benda kecil yang menutup sebagian tubuhnya.


Cup !


Candra kembali menyatukan bi bir nya dengan bi bir Ezra,mendorong tubuh Ezra dengan lembut ke atas kasur,masih dalam keadaan yang berciuman.


Tangan Candra membuka pengait br* yang membungkus kedua buah melon tersebut.Lalu menarik dan membuang nya ke lantai,dua buah melon yang berdiri dengan tenang,membuat Candra membulat kan matanya,benda yang tadi sempat menyentuh dadanya,kini dapat ia lihat lebih dekat.


Pak ! "Uh..!" Desis Ezra

__ADS_1


Candra mendekap kedua tangannya di samping buah melon,menyatukan keduanya,dua buah melon yang terlihat begitu kencang,warna nya yang indah putih mulus dan bersih,pu ting su su yang berwarna merah muda itu sangat menggoda pertahanan Candra.


Candra memainkan ujung kecil berwarna merah muda itu,menggelint*r dengan lembut memainkan jari nya disana.


"Eem..Uhh!"


Karena ini yang pertama,pasti membuat tubuh Ezra merespon begitu cepat.


*Plup !


Plup* !


Terdengar suara saat Candra melahap dengan rakus buah melon milik Ezra,membuat tubuh Ezra menggeliat begitu hebat.


"Aahh!"Ezra kaget saat Candra menggigit pu ting su su miliknya.


"Kenapa Kau suka sekali menggigit emang nya kamu ini sio anj*ng !" Seru Ezra dalam keadaan yang di tin dih oleh Candra.


"Heeemmm!" Candra melepaskan gigitannya lalu menatap kearah Ezra,dengan marah.


"Kamu akan tau seperti apa sio anjing itu !" Ucap Candra.


"Tapi ...Ka...eemmm!"


Ucapan Ezra terputus saat Candra menyatukan bibir nya dengan bibir Ezra,membuat Ezra sulit bernafas.


Candra tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini,semua orang akan punya kesempatan untuk melakukan itu dengan istrinya,jadi Dia tidak akan membiarkan orang lain menyentuh istrinya,Dia sendiri yang akan mengambil kes*cian milik sang istri.


"Aahh!"Desa han Ezra kembali terdengar saat Candra meninggal kan bekas kepemilikan di buah melon,kita buah itu sudah di penuhi dengan peta-peta hasil dari gigi Candra.


Cup ! Cup ! Cup !


Ia menelusuri setiap sudut inci tubuh Ezra,dan meninggalkan ciumannya disana.


Candra menarik paksa benda segitiga yang berada di antara kedua kaki Ezra.Namun,itu sangat sulit bagi Candra,benda itu tidak mudah robek,ini adalah sepasang pakaian da lam milik Ezra yang ia bawa sendiri bukan yang di siapkan oleh Marco.


"Kenapa sulit sekali di lepas !"Ketus Candra dengan kesal,menatap kearah Ezra.Gadis ini menghela nafas melihat Candra yang tidak sabaran.


"Eemmm,kamu bisa melepasnya secara perlahan!"Jawab nya kesal.

__ADS_1


Candra menyempitkan mata nya melihat kearah Ezra yang kesal dengan Dia.


JANGAN LUPA,VOTE,LIKE,DAN BERI HADIAH 😘SEMANGAT AUTHOR ADA PADA KALIAN 🤗


__ADS_2