
Ezra masih menatap kearah Zico yang bangkit dari duduk nya,berjalan kearah pintu labirin,dan menutup nya.
"Kamu harus janji dengan Papa!"Ucap Zico kembali berjalan kearah nya."Jika ia tidak mau membantu Mu,maka Kamu sudah bisa berhenti berniat membalaskan dendam ini!"Sambung Zico lagi.
"Katakan Pa,siapa !" Ezra berdiri di depan Zico.
Zico menatap kearah Ezra,ia tahu anak nya tidak akan menyerah begitu saja.
"Tuan Tetua Carlose yang bisa mengalahkan taktik dari musuh,apalagi orang sperti Mr.D!"Ucap Zico dengan serius.
"Di usia Opa yang sekarang apa masih bisa ?" Ragu Ezra melihat kearah Zico.
"Kamu meragukan opa Mu?jangan sampai ia mengetahui nya,ia akan membunuh Mu!"Cibir Zico tersenyum kearah Ezra.
"Oke,Aku akan mencoba menghubungi opa sekarang!" Ucap Ezra mengambil ponsel di saku nya.
"Speaker !" Titah Zico,Ezra hanya mengangguk saja
"Hallo !" Terdengar suara Clara,wanita ini yang mengangkat panggilan dari Ezra.
"Oma,dimana Opa ?" Tanya Ezra kepada Clara.
"Sayang,itu Kamu kenapa nomer Mu,baru lagi ?"Tanya Clara.
"Aku pakai handpone yang di berikan papa !"Jawab Ezra,Clara mengenali suara cucu nya.
"Dimana Opa?"Tanya Ezra
"Sudah tertidur habis olahraga !"Jawab Clara menawan tawa,padahal Abian masih di sebelah Clara,yang sedang memeluk istrinya.
"Jam segini?"Tanya Ezra melihat jam di tangannya.
"Apa ada yang salah sayang?"Tanya nya lagi.
"Tidak ada!,Aku hanya ingin berbicara sebentar dengan Opa!Kalau Opa tidak mau berbicara tidak masalah,selamanya tidak perlu menelpon !" Ancam Ezra yang mengetahui kalau Abian masih di sebelah istrinya.
__ADS_1
"Opa disini,ada apa?"Sahut Abian yang tiba-tiba,Clara menepuk jidat tidak percaya dengan apa yang di lakukan Abian,tadi berpura-pura tidur begitu di ancam Ezra langsung sahut,tidak bisa berbohong kepada Cucunya.
"Aku ingin bekerjasama dengan Opa,Aku ingin Opa membantu Ku,dalam mengalahkan musuh!tidak perlu banyak basa- basi,kalau Opa mau bantu Aku katakan iya,jika katakan tidak !"Ezra berharap Abian mau membantunya.
"Tidak !"Jawab Abian datar,Zico sudah menembak nya,karena Zico tidak punya alasan lagi untuk menolak permintaan Ezra,akhirnya Zico sengaja melibatkan Abian dalam masalah ini.
"Katakan pada Papa Mu,kalau ia sudah tidak sanggup menjaga Mu,suruh Dia kirimkan Kamu kesini!"Titah Abian dengan suara datar tapi masih bisa di dengar begitu mengerikan dari suara nya yang berat.
"Akan Aku sampaikan !" Jawab Ezra lalu mematikan panggilannya.
"Sudah Ku katakan !Dia tidak akan membantu Ku!" Ucap Ezra memutar di depan Zico,membuat Pria ini membulatkan matanya melihat tingkah anaknya yang kesal.
"Tepati janji mu,lupakan persoalan balas dendam!" Ucap Zico lalu berjalan kearah pintu labirin,Ezra mengikutinya dari belakang.
Ezra tidak akan menyerah begitu saja,ia tahu siapa yang bisa membantunya,ia akan meminta Altar untuk membantunya.
***
Jam 10:00 Am,Ezra sudah bersiap-siap untuk keluar pulau,tanpa sepengetahuan siapapun,karena ia tahu semalam Zico telah kembali ke mansion.
'Semoga saja Candra sudah membaca surat yang mu berikan kepadanya dua hari yang lalu,dengan begitu Candra akan tau orang seperti apa Ayah angkatnya!'
Ezra menaiki sebuah taxi,ia memerintahkan sopir untuk membawanya ketempat Candra,tepat di apartemen lama mereka.
Di jalan Ezra sudah menghubungi Candra beberapa kali,namun Pria itu tidak menjawab nya,sehingga membuat Ezra sekali lagi kesal dengan sifat Candra yang tidak tepat waktu.
Didalam Taxi Ezra mengomel sendiri karena kepala,sopir taxi yang melihatnya hanya bisa melirik lalu menggelengkan kepala nya,saat melihat Ezra yang terus saja kesal dengan suaminya.
"Aku sudah menghubungi nya beberapa kali,namun kenapa Dia tidak menjawabnya ?" Gumam Ezra,masih mengirim kan pesan kepada Candra.Tapi belum ada jawaban.
"Nona Kita sudah sampai !" Ucap Sang sopir menoleh kearah Ezra,lalu wanita ini mengeluarkan selebar uang dollar untuk membayarkan taxi nya.
Di Pulau Elang!
Altar mencari keberadaan Ezra,namun ia tidak menemui wanita itu ada di mana,semua tempat telah ia cari,tapi tidak apa sosok Ezra,lalu penjaga pagar keamanan datang untuk melapor.
__ADS_1
"Tuan Muda,maaf hari ini hamba telah membiarkan Nona Ezra pergi!" Ucap nya menundukkan kepala nya.
"Pergi kemana ?" Tanya Altar membalikan tubuhnya kearah penjaga itu.
"saya tidak tau,karena Nona Ezra hanya menitipkan sebuah pesan saja kepada saya,ia bilang tidak akan pulang,ia baik- baik saja,ia meminta Tuan untuk tidak mengkhawatirkan nya!" Baca Penjaga itu,surat itu memang di tuliskan oleh Ezra,ia sengaja menulis surat itu,karena ia yakin ia akan sementara akan tinggal dengan Candra,setelah misi nya selesai ia akan kembali ke pulau,dan ia yakin Candra akan mengajaknya tinggal di Hyde Park lagi.
"Aku akan mencari nya!"Ucap Altar berjalan kearah gerbang,ia tahu kalau Ezra pasti akan melakukan hal bodohnya lagi,Altar takut sesuatu terjadi dengan Ezra,ia segera mencari keberadaan wanita itu.
Semetara Di Tempat Lain !
Ezra yang masih menunggu Candra tidak juga datang,lalu wanita itu masuk berjalan kearah tempat di mana terjadi kebakaran, yaitu apartemen milik Candra.
'Kenapa belum datang 'Ezra menoleh kearah jalan aspal,tapi tidak ada satupun tanda -tanda akan datang seseorang.
Ezra mendengar suara mobil berhenti di depan apartemen Candra,Ezra segera menoleh,lalu berbalik untuk melihat siapa yang datang,ia melihat sebuah mobil yang sangat mirip dengan punya Candra,ia yakin mobil itu milik suaminya.
Seseorang keluar dari mobil,itu adalah seorang pengawal,berjalan kearah Ezra.
"Nona Ezra!"Sapa mereka menundukkan kepala nya.
"Nona Ezra,Tuan Candra menyuruh Kami menjemput Anda,ia sudah menunggu Anda di rumah !"Ucap Pria itu melirik ke arah Ezra yang melihat nya dengan bingung.
'Kenapa cara panggil nya berbeda,rumah ?sejak kapan Candra tinggal di rumah,ia tinggal di paviliun ?'Ezra menatap kearah pengawal itu penuh dengan keheranan.
"Tunggu,Aku harus menghubungi nya dulu,untuk memastikan !" Ucap Ezra lalu merintih ponsel di saku nya.
"Aahh !" De sah Ezra,saat pengawal itu menyuntikan obat bius ke bahu Ezra,membuat Ezra sempoyongan tapi masih setengah sadar.
Ezra berusaha untuk lari,tapi efek obat itu membuat ia sempoyongan dan susah untuk kabur.
"Ezra !" Panggil Candra yang melihat Ezra hampir pingsan,wanita ini sempat menoleh lalu kesadarannya menghilang.
Pengawal tadi yang membius Ezra dengan suntikan langsung membawa Ezra masuk mobil,Candra kalah cepat dengan si penculik yang telah membawa Ezra pergi dari tempat itu.
Vote,like dan beri hadiah ya,sebentar lagi Tamat ! Jangan lupa dukung karya baru author yang ini π€π
__ADS_1