Dendam Cucu Mafia

Dendam Cucu Mafia
86.Khawatir


__ADS_3

Dea segera turun dari mobil,saat Han menghentikan mobil nya.


"Buk terimakasih!"


Ujar Dea begitu turun dari mobil.


"Sama-sama!Saya pulang dulu ya!"


"Hati-hati Buk!"


Setelah menaikan kaca mobil kembali,Han segera memutar arah,dan pulang ke rumah.


"Kenapa Ku ikut pulang ?"


Tanya Ezra yang bingung,


"Aku akan mengambil cuti seminggu untuk menemani istriKu dirumah!"


Tegas Candra.


"Sayang,Kau tidak perlu begitu,Aku baik-baik saja, Aku besok tidak perlu ke kantor,Aku di rumah saja !"


Pungkas Ezra.


"Tidak,Aku tidak akan bisa tenang,Aku tetap akan mengambil cuti,Kamu tidak boleh menolak nya,kecuali Kamu tidak ingin melihat Mu dirumah!"


Candra mengerutkan dahi nya,Ezra hanya bisa menghela nafas nya,melihat tingkah suaminya.


"Oke,oke!Kamu bisa cuti seberapa lama Kamu ingin cuti!"


Mendengar ucapan Ezra,membuat Candra kembali bersemangat.


Candra segera memeluk Ezra,meskipun sedikit ada jarak,namun rasa cinta Candra terhadap Ezra begitu besar,ia tidak ingin menyia-nyiakan orang yang paling ia cintai.


"Han,Kita nanti singgah di toko buah ya,Aku ingin beli buah yang banyak!"


"Baik Tuan"


Han seperti biasa nya hanya boleh membawa mobil begitu tenang,saat ezra berada dalam mobil yang sama dengan Mereka.


Di tempat lain..!


Jepang tempat di mana Zico selama ini melakukan tugas nya,sehingga membuat Abian harus mengurus Mexio sendiri.


Hari ini udara nya begitu dingin,karena ini sudah memasuki musim dingin tentu saja akan segera turun,biasa nya di Jepang salju muncul pada akhir bulan Desember dan juga pertengahan Februari,kebetulan Zico akan selesai tugas nya dalam waktu ti-ga bulan lagi.


Baru tanggal 25 Desember,masih ada waktu beberapa bulan untuk menikmati salju di Jepang.


"Aaahhh!"


Bugh!


Seseorang tanpa sengaja tergelincir,dan terjatuh keatas Zico.


'Tampan sekali !'


Mereka berdua terjatuh,wanita tersebut menimpa tubuh Zico,dan Zico merasakan sesuatu.


"Anushka!"


Gumam Zico saat melihat wanita itu,Zico mencengkram kuat bahu wanita tersebut dan juga segera memeluk nya.


"Tolong ada orang me sum!" Teriak wanita itu dengan keras dan berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Zico.


"Diam,diamlah,Aku suami Mu!"


Pungkas Zico yang masih memeluk Wanita itu.


"Suami?"


Wanita itu terlihat bingung.


"Kau pria me sum Aku belum menikah bagaimana bisa memiliki Suami!"


Teriak nya lagi,yang masih berusaha untuk lepas.


Plak!


Zico tercengang saat Wanita itu menampar nya,pelukannya terlepas,wanita itu segera berdiri,dan membenarkan bajunya yang lesuh.


"Kau cukup berani memeluk Ku!Kamu tidak tau siapa Aku disini?"


Tanya Wanita itu menatap tajam ke arah Zico,namun pandangan Zico malah menatap nya penuh kasih sayang.


Pandangan nya yang sendu,dan terdiam membisu,membuat Wanita tersebut menggelengkan kepala nya.

__ADS_1


"Kenapa Dia malah tersenyum ?"Gumam Wanita tersebut saat melihat Zico tersenyum sendiri.


"Heeeiii!gila ya!"


Teriak wanita itu lagi,melambaikan tangan nya ke arah Zico.


Zico menangkap tangan wanita itu,ia menatap netra perempuan yang berdiri di depannya.


"Siapa nama Mu?"


Suara Zico mengagetkan wanita itu.


"Haaah!lepas!"


Teriak nya sekali lagi.


"Jawab pertanyaan Ku maka akan ku lepas!"


"Aku Shiren Asyuki !"


Jawab wanita itu lirih.


"Apa Kamu memiliki saudara kembar atau saudara lain ?"


Tanya Zico,semakin membuat wanita itu kebingungan.


"Haah?Saya anak tunggal,tidak memliki kakak atau adik,jadi berhenti bersikap bodoh!"


Teriak wanita itu.


"Tapi wajah Mu sangat mirip seseorang!"


"Seperti nya Kamu sedang mabuk!"


Ketus Wanita Ku dengan kesal dan segera pergi meninggalkan Zico sendirian.


"Uuh,menyebalkan !"


Ketus Wanita itu,menoleh kebelakang,dan segera berpaling,di tempat semula Zico hanya tersenyum saja.


"Nona Shiren Kita akan bertemu kembali bukan?"


Gumam Zico.


Zico segera berbalik saat mendengar suara seseorang memanggil namanya.


"Tuan Rendra!tidak masalah,Saya juga baru sampai !"


Jawab Zico.


"Mari masuk!disini terlalu dingin,karena sebentar lagi akan musim dingin!"


Ujar Tuan Rendra.


"Bukankah,ini sudah musim dingin?"


"Kira-kira begitu lah !"


He...he..


Pria lebih tua dari Abian,sedang mengajak Zico untuk masuk ke dalam rumah nya,kebetulan mereka sedang ada kontrak bersama selama Zico di Jepang.


Ceklek !


"Masuk lah,istri Saya juga ada dirumah!"


Zico tersenyum,sembari masuk ke dalam.


"Sayang,Kita ada tamu,siapkan makan siang di atas meja!"


Pinta Tuan Rendra.


"Baik!"


Sahut sang istri dari dapur.


"Silahkan duduk!sambil menunggu makan siang siap,Kita minum-minum dulu!"


Tuan Rendra mengeluarkan dua botol minuman wine,dan meletakan nya diatas meja,dan dua cangkir kecil di depan Zico.


Tuan Rendra segera menuangkan wine ke dalam gelas,dan mereka berdua siap bersulang.


Ting !


"Semoga kontrak Kita terus berjalan!"

__ADS_1


"Semoga saja!"


Jawab Zico.


"Tuan Zico berapa bulan lagi Anda dimari?"


"Sekita tiga atau empat bulan,tergantung tugas ini cepat atau lambat selesai nya!"


Pungkas Zico.


"Sayang,makan lah bakpao ini Aku baru siap bikin nya!"


Ucap Istri Tuan Rendra yang datang ke ruangan tamu.


"Tuan Zico kenalkan ini istri Saya,Naura!"


"Hallo Tuan Zico senang bertemu dengan Anda!"


Ucap Naura ramah,mengulurkan tangannya.


"Senang bertemu dengan Anda,Nyonya Naura!"


Zico terlihat begitu ramah.


Ceklek !


"Pah..papa...!"


Teriak seseorang memanggil nama Tuan Rendra.


"Sayang,Papa disini!"


Sahut Tuan Rendra yang sedikit jauh dari pintu utama.


"Kamu!"


"Kamu!"


Zico dan Anak Tuan Rendra saling terkejut,saat bertemu satu sama lain.


"Kalian saling kenal?"


Tanya Tuan Rendra kepada Anaknya.


"Ini Dia pah Pria me sum!"


Ketus Anak Tuan Rendra.


"Shiren!"


Panggil Tuan Rendra,agar tidak menyinggung Zico.


"Kenapa Pa,emang benar,kalau papa enggak percaya tanya aja orang Nya,baru sekali bertemu sudah berani memeluk Aku!"


Ujar Shiren sambil mengerutkan bibirnya.


"Tuan Zico..."


Tuan Rendra sedikit tidak enak hati.


"Tidak apa-apa,ini salah Saya,tanpa sengaja Saya memeluk nya,Saya berasa ia mirip seseorang yang saya kenal!"


Jelas Zico.


"Tapi Kamu tetap saja salah,sembarangan memeluk orang,apalagi itu namanya kalau bukan Pria me sum!"


Ketus Shiren dengan lantang.


"Shiren cukup!"


Tuan Rendra berdiri dari duduk nya,sang istri kaget melihat suaminya begitu marah.


Shiren yang biasanya tidak pernah di marahin juga ikut terkejut.Ia menatap Tuan Rendra dengan sedih.


"Papa tidak bermaksud memarahi Kamu,tapi dengan yang lebih dewasa Kamu harus menghormati nya!"


Ujar Tuan Rendra.


"Tuan Rendra,Saya tidak apa-apa,Anda tidak perlu bersikap begitu!"


Cetus Zico,tersenyum ke arah Tuan Rendra.


'Kata orang,Tuan Zico ini kejam dan dingin,belum ada yang pernah menyinggung nya!'


Tuan Rendra menatap Zico dengan cemas.

__ADS_1


__ADS_2