
Malam pun tiba,sesuai yang di katakan oleh Tuan Rendra,kini jalan dapat di lewati setelah di bersih.
Zico sudah bersiap-siap untuk meninggalkan rumah Tau Rendra,terlihat Shiren yang berdiri di depan kamar nya.
Ceklek !
Pintu kamar terbuka,Zico keluar dari kamar Shiren,dan ingin kembali ke hotel.
"Tuan Zico,maaf,Saya tidak bermaksud untuk menghilangkan foto itu,maaf kan saya !"
Ujar Shiren,Zico langsung berlalu dari hadapan Shiren,tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Zico langsung berjalan kearah tangga,dari belakang Shiren menatap nya dengan pilu,entah kenapa hati nya sakit,saat merasa di cuekin oleh duda tampan itu.
"Apa yang terjadi ?"
Tanya Naura,mengagetkan Shiren.
"Tidak ada!"Jawab Shiren singkat.
"Ada apa ?apa anak mama jatuh cinta?"
Tanya Naura yang penasaran.
"Tidak !"
Jawab Shiren dan segera masuk ke dalam kamar nya.
Blam!
Shiren membanting pintu kamar,usia nya sudah 25tahun,namun sikap nya masih sama,belum pernah berubah.
Naura lalu turun untuk melihat Zico dan Tuan Rendra.
"Nyonya Naura,Saya akan kembali malam ini ke Negara E,mungkin anak Saya dalam waktu dekat-dekat ini akan melahirkan !"
Ujar Zico,
"Baik lah Tuan,hati-hati di jalan,semoga ibu dan anak lahiran sampai selamat !"
Pungkas Naura.
"Tuan Zico,senang bertemu dengan Anda!"
Tuan Rendra mengulurkan tangan nya lalu berjabat tangan ke dua nya.
"Mari Saya antar?"
Seru Tuan Rendra,
Zico segera mengikuti Tuan Rendra,menuju teras,terlihat mobil ia telah di persiapkan.Shiren tidak pernah tahu,kalau Zico akan kembali ke Negara E.
"Selamat malam Tuan Rendra"
"Selamat malam"
__ADS_1
Zico segera masuk ke dalam mobil,lalu sebelum pergi ia sempat,melihat ke atas,dimana kamar Shiren berada,semula lampu kamar itu menyala,saat Zico melirik ke atas,Shiren mematikan lampunya,ia tidak ingin Zico mengetahui keberadaan nya di pojok balkon.
Tanpa sepengetahuan Shiren,Zico menyimpan sebuah surat kepada Shiren,di bawah kasur,Zico berharap suatu saat,kalau Shiren melihat dan membaca surat itu,ia dapat mengerti maksud yang sebenarnya.
Zico harus segera kembali ke Negara E,karena Ezra telah menelpon nya menyuruh nya untuk pulang,Ezra ingin Zico menemaninya di saat ia akan melahirkan,Ezra meminta lahiran normal seperti Anushka,namun Zico menolaknya,karena bagi Zico,Ezra tidak akan pernah sanggup seperti istrinya.
Sepanjang perjalanan,Zico terbayang akan gadis yang bernama Shiren,mereka berdua bukan beda satu atau dua tahun usia nya,namun berbeda 15 tahun,Zico saat ini memasuki usia 41 tahun,sedangkan Shiren 25tahun.
Di tempat Shiren,
Gadis ini sangat merasa kehilangan,ia belum pernah merasakan sesuatu yang hilang dari dalam dirinya,bahkan ia tidak mengerti apa saat ini yang sedang terjadi,yang ia tahu,disaat ia dekat dengan Zico ada perasaan nyaman dalam dirinya.
Zico pria dewasa dan juga berpengalaman,mungkin wajar bagi Shiren jika Zico bersikap me sum.
"Oh Tuhan,apa Aku jatuh cinta?"
Gumam Shiren,mengusap kasar wajah nya yang duduk di bawah balkon kamar.
Shiren berharap,besok Zico akan kembali ke rumah nya,Shiren tidak tahu kalau Zico akan kembali ke negara E.
Shiren menggenggam ponsel milik nya,tanpa di ketahui oleh Zico,Shiren pernah memotret pria itu secara diam-diam.
Meskipun pertemuan Mereka tidak di sengaja,namun perasaan yang tiba-tiba hadir itu adalah perasaan cinta.
Ting..!
Sebuah pesan masuk,Shiren segera membuka ponsel nya.
[Aku meninggalkan surat untuk mu,jika Kau menemukan itu,bulan depan Kita menikah!]
Shiren terkejut,membaca pesan itu,ia tidak tahu pengirim nya,namun ia yakin kalau itu adalah Zico.
Shiren tidak menjawab pesan yang di kirim Zico,karena bagaimana pun ini terlalu buru-buru.
Ia tahu mungkin Zico telah lama menjaga cinta istrinya,tiba-tiba ia hadir,dan Zico langsung mengajak nya menikah melalui pesan itu membuat Shiren sedikit kecewa,biarpun Ia belum berpengalaman,namun Shiren tidak senang dengan lamaran seperti ini.
"Menikah ?"
Gumam Shiren yang terlihat begitu kecewa di raut wajahnya,
"Menikah tapi hati Mu masih ada istri ?"
Sambung Shiren,tanpa sengaja air matanya jatuh,ia tahu yang salah Dia jatuh cinta kepada Pria duda,jelas sudah ada wanita lain sebelumnya yang terlebih dulu di cintai oleh Zico.
Di dalam mobil,Zico melihat layar ponsel nya,Shiren tidak menjawab pesan nya,Zico kecewa.
"Kenapa terburu-buru,mungkin saja ia tidak mencintai Ku,hanya Aku saja terlalu cepat mengajak menikah!"
Gumam Zico,dan segera turun dari dalam mobil.
Zico memeriksa semua barang bawaan nya agar tidak ada yang tertinggal,sopir jasa hotel juga ikut membantu memeriksa barang bawaan Zico.
"Tuan sudah beres semua?"
Tanya sopir taxi,Zico menganggukkan nya,lalu memberikan ongkos dan juga uang tip kepada sopir tersebut.
__ADS_1
"Terimakasih "
Ucap nya,Zico hanya tersenyum,sembari menarik koper nya ke arah Apron.
Semua barang nya telah lengkap mulai dari tiket dan juga oleh-oleh untuk Anak nya.
Sesampai di pesawat,Zico mengeluarkan sebuah bingkai foto yang ia sembunyikan di balik jas nya,itu adalah milik Shiren.
"Aku menunggu Mu di Negara E!"
Zico mengusap lembut foto tersebut.
Setelah selesai menatap nya,ia segera menyimpan kembali,melihat pesawat akan take off,Zico segera memejamkan matanya dan rileks sebentar.
"Tuan mau minum?"
Tawar pramugari,
"Tidak terimakasih!"
Jawab Zico,kembali memejamkan matanya.
Terlihat suasana di dalam pesawat begitu tenang,saat sudah terbang,dan semua orang beristirahat,dengan tenang,tanpa ada yang menganggu Mereka.
Begitu pesawat mendarat,dan Zico mengambil koper nya,di tempat menunggu,Han sedang menjemput Zico atas perintah Candra.
Han memegang papan nama,karena ia belum mengenal Zico.
"Tuan Muda Zico Carlose"
Saat melihat seseorang memegang namanya,Zico segera menghampirinya.
"Anda Tuan Zico?"
Tanya Han,saat Zico berdiri di depan nya.
"Iya!"Jawab Zico singkat.
"Anda terlihat begitu muda,tidak terbayangkan Nyonya Ezra adalah anak Anda!"
Ujar Han,sekedar basa -basi,lalu mengambil alih koper yang di bawakan oleh Zico.
Han mengajak Zico berjalan ke arah mobil.
Ceklek !
"Tuan Silahkan "
Zico segera masuk,sementara Han juga ikut masuk dan mengemudi mobilnya.
"Apa Candra yang menyuruh Mu menjemput?"
Tanya Zico.
"Benar Tuan,dirumah tidak ada sopir lain,jadi Tuan Candra meminta Saya agar menjemput Anda!"
__ADS_1
Jelas Han,
Zico hanya menganggukkan saja.