
Abian bersama dengan Mattew datang ke pulau Elang,Abian meminta Altar dan Azlan untuk melihat keberadaan Berson ada dimana.
"Bawa laki-laki itu kemari !"Titah Abian,dengan raut wajah yang tidak bisa di lihat lagi,sebesar apa saat ini kemarahannya.
"Baik Tuan Tetua !" Jawab Mereka serentak lalu pergi untuk menjemput Berson yang ada di ruangan bawah tanah.Begitu mendapatkan informasi dari Mattew,Abian segera memutuskan Altar dan Azlan untuk mengurung Berson ke dalam gudang bawah tanah pulau.
Bugh !
Altar yang sudah geram sejak tadi,segera menendang Berson agar berlutut di depan Abian.
"Katakan dimana Young berada ?" Tanya Abian dengan datar yang berdiri di depan Berson.
"Tuan Anda bisa membunuh Saya,namun benar Saya tidak terlibat dalam kasus ini,bahkan hari ini saya mencari keberadaan Anak Saya!" Jawab Berson,dalam keadaan tangan terikat.
"Anak Mu ada pada Kami,jika Kamu tidak memberitahukan keberadaan Young,Anak Mu sebagai gantinya!" Sambung Altar,Abian menatap nya dengan tajam,Abian paling tidak senang ada seseorang yang menyambar perkataan nya.
"Tunggu !" Mattew menghentikan Abian yang sedang menginterogasi Berson.
"Beberapa pasukan telah pergi ke desa,menuju rumah lama Candra!" Sambung Mattew lagi,melihat ke layar handpone nya,Mattew telah mengirim informan untuk mencari informasi mengenai Young dan sekutunya.
"Kita harus segera menyelamatkan Mereka,Mattew lacak keberadaan Ezra !" Abian meninggalkan ruangan tersebut,lalu meminta Azlan untuk membawa Berson keluar dari pulau itu,jika ia masih di pulau Abian tidak bisa menahan diri untuk membunuh Berson.
"Apa yang harus Kita lakukan?"Tanya Mattew saat mereka sudah di mobil.
"Kita harus keluar dari sini dulu,setelah itu baru Kita pikirkan,bagaimana pun Kita harus bisa menyelamatkan Mereka !" Jawab Abian menyetir mobil nya menuju danau,disana sudah ada kapal layar yang menunggu mereka.
Untuk keluar dari pulau Mereka membutuhkan waktu lebih dari 10 jam,untuk sampai ke jalan raya,namun pertolongan yang akan di lakukan Abian untuk cucunya pasti tidak akan bisa ia lakukan tepat waktu.
Saat ini Zico sedang berada di Negara S untuk urusan bisnis,Abian tidak mungkin mengirim Clara sendirian kesana,ia harus lebih mempercepat kan lagi pergerakan nya.
***
Ezra sedang menunggu Candra untuk kembali kerumah,namun ia telah menunggu sehari semalam dari hari sebelumnya ia menelpon Candra,sampai hari ini Pria itu belum juga kembali.
Dalam keadaan hamil,Ezra tidak mungkin pergi meninggalkan rumah tersebut,karena ia tidak akan membahayakan Anaknya.
Ezra berjalan ke arah ruang tamu,ia mengintip dari balik jendela,belum ada tanda-tanda kalau Candra akan kembali ke rumah,ia cemas dan juga khawatir.
Ezra berjalan ke arah dapur,ia mengambil minuman untuk di minum nya,dari tadi pagi,hingga malam ia belum makan apapun untuk mengenyangkan perut nya.Namun,yang ia pikirkan saat ini adalah suaminya.
__ADS_1
Pasukan yang di kirimkan Young,telah menyelinap masuk ke dalam rumah Candra,mereka telah berpencar mencari Ezra.
Ezra kaget saat melihat bayangan di dinding,hingga gelas yang ia pegang terjatuh.
Prang ...!
"Haaaah!"Ezra berbalik ke belakang menatap beberapa orang yang telah menerobos masuk ke dalam rumah nya.
"Siapa Kalian?apa mau Kalian ?" Teriak Ezra yang sedang ke takutkan,saat ini bukan keselamatan nya yang ia pikirkan tapi keselamatan Anaknya.
"Bunuh Dia,ingat bunuh dengan sadis,jangan biarkan istri Candra dan keturunan nya selamat !"
Ucap Seseorang dari balik headphone yang mereka gunakan,itu adalah suara Young,mereka di kirimkan oleh wanita itu,untuk membunuh Ezra.
Seseorang melangkah maju kearah Ezra,dan mengarah pisau kepada nya.
'Aku harus bagaimana,tidak mungkin melawan Mereka seorang diri!'Pikir Ezra dalam hatinya.
'Aku tidak akan membiarkan mereka membunuh Anak Ku!Aku akan melawan nya!'Ezra membuka mata nya,ia segera menghadapi para pasukan tersebut,sehingga terjadi perkelahian.
"Hiiiiyyaaakkkk!"
Dugh !
Bugh !
Semua barang yang ada di dapur berserakan,Ezra berdiri di antara jendela dapur.
Dor ...! "Uukkh !"
Seseorang telah membantu Ezra menyelamatkan Dia,Ezra tersenyum,ia tahu kalau suaminya telah kembali,sekarang tersisa empat orang lagi yang berada di dalam ruangan tersebut.
Ezra segera berlari untuk menghindari pasukan tersebut,ia memilih untuk keluar dari dalam rumah menuju halaman rumah,ia tahu Candra ada di dekat rumah mereka.
Sampai nya Ezra di luar rumah,ke empat Pria itu juga keluar dan berdiri di depan Ezra.Pria tersebut ingin meraih rambut Ezra.Namun, dari jauh sa-tu peluru melayang lagi kearah mereka tepat di dada Mereka.
Dor ..! "Aaahhhh !"
"Ha..Ha...Ha..!" Ezra tertawa bahagia,ia yakin suaminya akan menyelamatkan Dia,"Ayooo !" Ezra menantang Pria di depannya untuk maju agar bisa membuat Candra segera menembak mereka,dalam keadaan sedikit remang-remang,Ezra memberi isyarat ke arah Candra titik berdiri nya musuh.
__ADS_1
"Sayang ! Kamu yang terbaik !" Ucap Candra mengarahkan senjatanya kearah ke ti-ga Pria tersebut.
*Dor ! "Ukhh !"
Dor ! "Aaakhhh !"
Dor ! "Aaahhhh* !"
Semua nya terkapar sia-sia di depan Ezra,wanita ini segera pergi meninggalkan rumah lama Candra,Ezra berlari kearah jalan menuju kota,dan kepergian Ezra masih di pantau oleh Candra dari jauh.
"Haaah...!Haaah..!" Ezra berhenti di tepi jalan,ia merasa sangat lelah berjalan begitu jauh,dalam keadaan hamil.
"Aku harus bisa keluar dari sini!" Gumam Ezra melanjutkan jalan nya.
Ezra terus saja berjalan di dalam hutan,ia memilih berjalan di dalam hutan dari pada bejalan melewati jalan aspal,karena ia tahu,beberapa musuh pasti akan mengintai nya lagi.
Bruuuummm..!
Brruuummm..!
Beberapa mobil melewati jalan tersebut,Ezra bersembunyi di balik pohon,ia melihat Young yang sedang berada dalam mobil tersebut.
*Kriing ...
Kriing*...
Ponsel milik Ezra berdering lagi,ia segera mengambilnya di dalam saku mantel nya.
"Sayang !"Panggil Ezra saat panggilan telah terhubung.
"Tinggalkan tempat itu,sebelum Mereka mengetahui keberadaan Mu!"Candra mengingatkan Ezra,karena ia telah melihat dua mobil yang melintasi jalan menuju rumah nya.
"Aku sudah pergi jauh dari rumah,sekarang Aku ada di dalam hutan,Aku bersembunyi di sini,Aku tidak sanggup berjalan lagi,Aku tidak cukup tenaga !"Keluh Ezra kepada Candra.
"Bertahan lah sebentar sayang,Kamu akan baik-baik saja !"Ucap Candra.
Bugh !
Tubuh Ezra terjatuh ke tanah,ponsel yang di genggaman nya terlepas.
__ADS_1
"Sayang !"Panggil Candra namun tidak ada jawaban,"Ezra...!" Teriaknya lagi,namun masih belum ada jawaban.
Candra segera memutuskan panggilan,ia segera meninggalkan tempat persembunyiannya.Candra segera pergi me cari keberadaan Ezra,jika ia terlambat takut nya yang menemukan Ezra adalah Young duluan.