Dendam Cucu Mafia

Dendam Cucu Mafia
38.Kemarahan Zico


__ADS_3

Suasana sedikit remang,dengan cahaya redup sisa dari cahaya lampu, kobaran api di seluruh hutan dan markas.


Duaarr !


Dor !


Gedebug ! Zico melompat dari lantai dua ke bawah,ia jatuh dengan sempurna,ia segera bersembunyi dari musuh - musuh yang tersisa,dan mengambil senapan nya,mengisi semua peluru yang tersisa.


Truuut..!


Syuut !


Truuuttut...!


Duaarr !


"*Hiiyyaaakkkkk !Duarrr..!"


"Aahhhhh!"


Dor ! Dor !


Bomm* !


Bugh ! "Aaah !"


"Hiiiiyaaakkkk!Aaahh !"


Dugh !


Perkelahian dan peperangan terjadi begitu menegangkan,Zico masih berusaha semaksimal mungkin untuk menghabiskan semua pasukan mafia serigala,kali ini Zico benar - benar telah melanggar janji nya dengan sang istri,demi mengakhiri pertikaian yang selama ini masih mengusik dirinya.


Zico menyadari sesuatu,Zico menyadari kalau seseorang telah mengirim pasukan baru ke markas,sehingga pasukan semakin banyak dari sebelum nya,Zico segera berlari masuk ke dalam hutan.


Suara tembakan masih terdengar dengan begitu sangar.


Dor ! Dor ! Dor !


Syyyuutt ! Syyyuutt ! *****syyuuuutt***** !


Zico mengaktifkan semua laser yang ia pasang di pohon,dan secara otomatis laser itu membunuh siapapun yang melewati pohon laser yang di aktifkan oleh Zico.


"Sial!Mereka semakin lama semakin banyak!" Gumam Zico keluar dari hutan,tanpa disangka semua pasukan serigala mengejarnya sampai ke jalan hitam.


Zico masih berlari sekuat tenaga nya untuk menghindari pasukan serigala,namun siapa sangka Mereka malah mengepung dari dua sisi,Zico terjebak di tengah-tengah nya.


Zico segera menatap sisi tempat yang ia pijak, kemungkinan ada kesempatan untuk lari.


"Kamu sudah di kepung !turun kan senjata Mu,menyerah lah !" Teriak Ketua dari pasukan Serigala.


"Tidak !tidak akan pernah menyerah,tidak ada yang bisa memerintahkan Aku meskipun hari ini langit akan runtuh,Aku tidak akan tunduk pada musuh !" Ucap Zico dengan lantang,masih dengan pakaian lengkap nya,ia memakai pelindung tubuh jas anti peluru.


"Bergerak,mendekat,musuh sudah dalam pengawasan!" Mereka semua berbaris menyusun pasukan,untuk mengepung semua tempat tersebut.


"Siapkan senjata Kalian !"


Ketua pasukan serigala mulai mundur.


"One !" Pasukan mulai maju satu langkah.


"Two!" Mereka lebih mendekat lagi ke arah Zico.Ia masih terlihat santai untuk mengahadapi musuh.

__ADS_1


"Three !"


Tap ! Tap ! Tap !


Pasukan serigala berlari kearah Zico.


Brruuuummmmmm !


Syuuuuuuttttt !


Sebuah mobil dengan kecepatan tinggi,melintas seperti asap menabrak semua pasukan serigala,mobil itu melewati semua pasukan.


Brruuuummmm ....bruumm......!


Mobil itu memutar - mutar di depan semua orang,membuat asap begitu banyak,sehingga membuat mereka semua tidak bisa melihat posisi Zico.


Ceklek !


Dalam keadaan mobil yang masih memutar,seseorang membuka pintu mobil,menyuruh Zico untuk masuk,Orang tersebut segera memperlambat kan mobil nya membiarkan Zico masuk.


Setelah Zico berhasil di selamatkan,mobil itu sekali lagi menerobos keluar dari kerumunan pasukan.


*Tang....!


Klataang !


Dor ! Dor* !


Mereka masih berusaha menembak,namun mobil yang di kendarai oleh orang itu,mobil dengan khualitas terbaik,bahkan peluru tidak bisa menembus kulit mobil.


Setelah berhasil melewati maut,Pria itu memelankan mobilnya,lalu membuka penutup wajahnya .


"Bagaimana Kamu tau Aku disini ?" Tanya Zico masih penasaran.


"Tuan Tetua yang mengirim Aku ke sini!" Jawab nya singkat,membelokan arah mobil menuju jalan pintas untuk kembali ke mansion.


"Sejak kapan Kamu disini?" Tanya Zico lagi,saat melihat Pria di depan nya yang sibuk memainkan benda elektronik yang ada di tangan.


"Hallo!Tuan Tetua misi selesai,Tuan Zico sudah kembali dengan selamat!"


Ia langsung mengirim pesan suara itu kepada Abian.


"Awasi Hyde Park !"Titah Abian.


"Baik!"


Ia kembali menyimpan benda itu di dalam saku celananya,lalu menoleh kearah Zico dan tersenyum.


"Jelaskan padaKu,apa yang terjadi dengan Hyde Park,seingat Ku,itu tempat tinggal Ezra yang sekarang !"Seru Zico masih melirik ke arah Pria itu.


"Berhenti menatap Ku,cepat turun!Aku masih ada kerjaan lain,lain kali Aku akan menceritakan nya !"


"Dasar Anak sial*n Kau berani membentak Ku!"Teriak Zico kesal,namun Pria itu hanya tersenyum.


Tanpa punya pilihan lain,Zico segera turun dari dalam mobil,Pria yang menyelamatkan Zico segera memutarkan mobil nya dalam sekali putar,memang skill yang di miliki nya sudah tidak di ragukan lagi skill dewa.


***


Ezra telah menyalin semua data,ke flashdisk nya,ia tidak akan membuka sekarang karena akan menghabiskan waktunya.Ezra memilih melihat nanti saat memiliki kesempatan.


Ezra menyadari seseorang akan masuk ke kamar,ia melihat tanda merah yang muncul dari layar pintu,pertanda akan ada yang masuk.

__ADS_1


Ezra segera menyimpan laptop Candra di tempat semula,lalu ia melepaskan baju nya untuk mandi,biar tidak di curigai oleh Candra.


Ceklek !


Candra masuk ke dalam kamar,dengan situasi saat ini ia tidak tahu harus melakukan apa.Setelah mengirim beberapa pasukan ke markas,ia belum melihat keadaan Santiago di rumah sakit.


"Sudah pulang?" Tanya Ezra mendekat kearah Candra.


"Eem !"Jawab nya singkat,memalingkan wajahnya yang tengah kesal dan marah.


"Mau mandi dulu atau makan dulu?" Tanya Ezra kembali bersikap lembut,ia menyadari kalau Candra sedang memikirkan sesuatu.


"Tidak dua-duanya!" Jawab Candra singkat lalu berjalan kearah ranjang,melepaskan kemejanya,menurunkan ce lananya,kini hanya tersisa CD saja,Pria ini segera membaringkan tubuhnya diatas ranjang,tidur dengan telentang.Tidak merespon Ezra yang masih berdiri di depannya,dengan handuk di lilitkan di tubuhnya.


Ezra menatap kearah Candra,Ezra melihat kearah Candra dengan tajam,ia sedang mencari info apa yang telah terjadi dengan suaminya,kenapa sikapnya berubah lagi,tadi pagi sudah begitu membaik,tapi sedangkan sekarang sikap nya sangat cuek.


'Apa yang telah terjadi !'


Ezra lalu berjalan ke arah kamar mandi,untuk melakukan ritual mandinya.


Setelah selesai mandi,Ezra melihat Candra yang duduk di tepi ranjang,memegang sudut ranjang dengan kepala menunduk.


"Bersiap-siap lah,Kita akan pergi menghadiri acara transaksi bisnis dengan klien Ku!"Ucap Candra bangkit dari duduknya dan berjalan kearah kamar mandi.


Ezra hanya menganggukkan kepala nya saja,tanpa menjawab,melihat Candra yang begitu cuek,Ezra juga memilih untuk diam.


Ezra mengambil gaun bewarna putih,dengan belahan yang begitu panjang,memperlihatkan pangkal pahanya yang mulus,sedikit saja salah melangkah dpaat memperlihatkan goa miliknya, ia sengaja berpakaian begitu untuk memancing kemarahan Candra.


"Ck !" Candra berdecak saat keluar dari kamar mandi,melihat Ezra yang berpakaian begitu terbuka,dan memperlihatkan dengan jelas bentuk tubuhnya.


Canda tidak berkomentar,ia mengambil jas nya yang serasi dengan Ezra,Wanita ini sibuk menarik tali baju belakangnya,ia kesusahan untuk mengikatnya.


Tanpa disadari,Candra sudah berada di belakang Ezra,membantu gadis ini untuk mengikat baju nya,lalu menyentuh paha Ezra,memasukan tangan kedalam CD Ezra.


"Aaahhh ...!" De sah Ezra saat Candra memainkan bi bir goa miliknya.


"Hati-hati,siapapun akan bisa menyelinap masuk kesana kalau Kamu berpakaian begini!"Ucap Candra lalu melepaskan tangannya,ia kembali membenarkan dasi miliknya.


'Uh,tidak peduli tapi begitu melihat nya langsung menyentuh,mencari kesempatan dalam kesempitan !'Ezra segera memakai high hells miliknya,lalu mengambil dompet yang ada di atas meja rias.


"Ayooo jalan!"


Candra tidak menggenggam tangan Ezra,mereka memilih untuk jalan masing- masing .


Mereka berdua berada di dalam mobil yang sama,namun di tengah nya seperti ada jurang yang memisahkan mereka,sehingga kedua nya memilih untuk diam.


Candra melirik kearah Ezra,gaun yang ia kenakan memiliki belahan yang begitu panjang,sehingga saat Ezra duduk pun dapat menampakkan pahanya.


"Bos Kita sudah sampai !"Ucap Marco,memarkir kan mobilnya.


Mereka berdua segera keluar dari dalam mobil,Marco berdiri di sebelah Candra,sementara Ezra berdiri di sebelah Marco.Padahal Candra sudah membuka lengannya untuk di gandeng oleh Ezra,namun wanita itu memilih untuk menghindar.


Mereka berdua segera masuk ke dalam bar.Sepanjang jalan lorong bar di jaga ketat oleh pengawal,banyak pengawal yang berjaga - jaga di setiap ruangan VVIP bar tersebut.


Mereka berjalan masuk bersamaan,setiap pengawal pasti mengenal Candra dan menyapa nya.


Mereka bertiga masuk ke dalam ruangan vvip,di dalam nya sudah banyk tamu dan pengunjung lain nya yang sedang menikmati,musik yang di mainkan oleh Dj bar.


"Kamu tunggu disini,Aku akan kesana dengan Marco!" Candra menyuruh Ezra duduk di sebuah meja tamu,sementara dirinya pergi menemui klien.


Li-ma menit berlalu Candra dan Marco terlihat sangat menikmati malam nya,mereka berdua bersenang- senang dan juga tertawa bersama dengan klien mereka,menikmati minuman wine yang di siapkan oleh pelayan,sementara Ezra hanya bisa melihat dan sesekali memijit kepalanya melihat ke arah Candra dan Marco yang masih sibuk dengan klien nya.

__ADS_1


__ADS_2