Dendam Cucu Mafia

Dendam Cucu Mafia
52.Hyde Park


__ADS_3

Sudah masuk dalam kawasan Hyde Park,Candra tidak menemukan satupun pengawal yang berjaga-jaga di luar.


"Dimana para pengawal ?"Tanya Candra yang sedang mengendong Ezra.


"Mereka sudah saya suruh pergi kebelakang paviliun,karena tidak ingin mereka melihat Nyonya dalam keadaan begini"Jawab Marco,membuka pintu utama untuk Candra.


Candra berjalan naik ke lantai dua,Marco masih mengikutinya dari belakang,ia sesekali menoleh kebelakang.


"Kenapa semua ruangan sepi,apa yang terjadi ?" Tanya Candra lagi.


"Semua pengawal di ungsikan kebelakang!" Jawab Marco masih menginjak tangga terakhir.


Marco segera membuka pintu kamar Candra,ia segera masuk ke dalam,menyuruh Marco untuk mempersiapkan makan makan.


Candra membawa Ezra ke kamar mandi,meletakkannya di bathub,lalu menghidupkan keran untuk memandikan istrinya.


*Syuurrrr !


Syuuurrr* !


Candra menuangkan sabun cair ke dalam bak mandi,merendam sebentar lalu baru membilasnya,terlihat Ezra yang masih belum bangun dari tidur nya,antara pengaruh obat dan juga karena lelah setelah bertempur.


Candra membawakan Ezra ke kamar lalu membaringkan tubuhnya di atas ranjang,masih berbalut handuk.


Candra mengambil kotak obat,mengobati luka di tangan Ezra dan juga mengompres pipi nya.


"Aaahh!" Ringis Ezra merasakan sesuatu yang di dingin di wajahnya.


Pak ! Ezra memegang tangan Candra yang masih mengompres wajahnya,lalu membuka mata menatap sang suami dengan lekat.


Cup ! Mencium kening Ezra "Sudah bangun !" Tanya nya melihat kearah Ezra yang membuka mata .


"Ini,dimana ?kenapa Aku disini?kepala Ku sakit !" Tanya Ezra balik ke Candra,Ezra masih belum mengingat kejadian yang telah terjadi.


"Kamu ada di Hide Park,liat !" Candra menunjukkan luka di tangan Ezra.


"Lain kali tidak boleh begini lagi,kenapa Kau datang sendiri ke tempat itu,biasanya selalu ada yang menjaga mu !" Marah Candra,mengintimidasi Ezra.


"Aku hanya tidak ingin ada orang lain yang melihat Aku bertemu dengan Mu !" Jawab Ezra memalingkan wajah nya.


"Kenapa Kamu begitu takut,Kita suami istri,tidak ada yang berani melarang nya,bahkan Papa Mu juga!" Ucap Candra lagi,memegang wajah istrinya..


Cup ! Candra kembali mencium bi bir Ezra dengan lembut,membuat Ezra yang susah bernafas.

__ADS_1


"Haaahh...!" Ezra bernafas dengan lega saat setelah di lepaskan bi bir nya oleh Candra.


"Aku ambil kan baju Mu!" Candra bangkit dari duduk nya lalu berjalan ke arah lemari,mengeluarkan sa-tu set baju tidur milik Ezra,Candra mengambil nya yang tengah panjang,karena ia harus turun ke bawah untuk makan malam.


"Pakai dulu bajunya Kita turun ke bawah untuk makan!"


Ezra segera mengambil nya lalu memakainya,sesekali melihat ke arah Candra yang masih memperhatikan nya.


"Kenapa ?" Tanya Ezra yang sedang mengancingkan piyamanya .


"Tidak ada,Aku melihat tenaga mu cukup kuat masih sanggup berdiri,bisa lanjut dua ronde lagi !"Goda Candra memainkan matanya.


Bugh!


Ezra melempar bantal kearah Candra,Pria ini tersenyum geli melihat tingkat istrinya yang lucu.


"Ayoo makan !" Candra segera menarik tangan Ezra untuk turun ke bawah.


Di lantai dasar ia melihat Marco yang sedang berada di ruang makan,menunggu kedatangan Candra dan istrinya.


"ayoo makan bersama !" Ajak Ezra kepada Marco,karena ia tahu,Marco sudah banyak membantu Candra.


"Aku bisa makan nanti !" Jawab nya menundukan kepala nya.


"Sudah duduk saja !" Sambung Candra,lalu Marco segera duduk bergabung dengan keduanya.


"Biar Aku saja yang menyuapi Mu!" Ucap Candra mengambil makanan di depan Ezra.


"Aku bisa sendiri,malu di lihat orang !"Jawab Ezra melarang Candra untuk menyuapi nya.


"Ini perintah!tidak boleh menolaknya !" Ezra hanya bisa nurut saja,dengan perlakuan suaminya.


"Huuueeekk! Huuueeekk !"


Baru masuk sa-tu suap,Ezra sudah merasa mual terhadap makanan nya,sontak membuat Marco takut,karena takut disalahkan.


"Apa yang salah ?" Tanya Marco langsung berdiri,"apakah makanan beracun ?"Sambung nya lagi yang terlihat panik.


"Sayang Kamu kenapa ?" Tanya Candra,yang melihat Ezra mual-mual.


"Aku tidak tahu,huueeek huueekk !" Ezra langsung berlari ke dapur,disebelah ruang makan,ia berdiri di wastafel,mencuci mulut nya,dari belakang Candra sudah menyusulnya.


"Huueek huueekk !" Candra mengelus punggung Ezra,memijat tekuk nya,membantu Ezra membersihkan mulutnya.

__ADS_1


"Sudah enakan ?minum dulu"Candra memberikan segelas air mineral kepada Ezra,wanita ini langsung meminumnya.


"Udah,tapi masih merasa mu..hueek hueek !"Ezra kembali memuntahkan makanan yang ia makan.


"Marco !" Teriak Candra dengan keras,membuat pria itu segera datang ke dapur.


"Panggil kan Dokter,suruh pengawal untuk mencairkan penghilang rasa mual di apotik !" Sambung Candra lagi.


"Tuan sudah ada Dokter,kenapa mencari obat lagi ?"Tanya Marco


"Cepat pergi,jangan banyak tanya!" Teriaknya dengan keras,Marco segera pergi.


Ezra berdiri di depan wastafel,ia merasa kepala nya sedikit pusing,bahkan ia terlihat pucat.


"Sayang,Kamu enggak apa-apa?" Tanya Candra memegang bahu Ezra,melihat wajah istrinya yang pucat ia semakin panik.


"Wajah Mu pucat,Aku akan membawa Mu ke kamar !" Ucap Candra mengendong istrinya,namun Ezra merasa mual lagi,ia tidak bisa pergi ke kamar,ia segera turun dari gendongan Candra.


"Pelan - pelan !" Teriak Candra saat melihat Ezra yang lompat dari gendongan nya.


"Huuueeek Huuueeekk !" Ezra berdiri di depan wastafel dengan keran air yang nyala.


"Apa Ayah angkat memberikan dosis obat yang tinggi,kenapa Kamu terus saja mual-mual !"Ucap Candra memijat kembali tekuk Ezra.


"Aku sudah enggak sanggup lagi rasa nya lemas banget !perut macam di aduk-aduk !"Ucap Ezra memegang lengan Candra dengan kuat.


"Marco ..!"Teriaknya lagi,yang melihat Dokter belum datang.


"Bos !" Marco segera menghampiri Candra.


"Dimana Dokternya kenapa belum sampai?" Tanya Candra,semakin panik melihat kondisi Ezra yang sudah semakin lemas.


"Tadi Asistennya yang angkat, katanya Dokter Indra lagi di ruang operasi !" Jawab Marco,sedikit menunduk.


"Hubungi Dokter Tasya,sekarang !memang nya Mereka siapa menyuruh Aku menunggu begitu lama,Dia bisa membuat istri Ku mati menunggu !" Teriak Candra.


"Aku akan menghubunginya!"Marco segera keluar dari ruangan dapur.


"Kamu duduk dulu disini,kalau mau muntah,muntah saja disini,nanti biar di bersihkan sama pelayan,dari pada bolak balik ke dapur !"Ucap Candra.


"Kamu mau kemana ?"Tanya Ezra memegang tangan Candra yang mau pergi.


"Aku akan mencari Tua Bangka itu,berani nya menyuntik obat untuk mu,Dia sudah mau membunuh Mu!" Jawab Candra,melepaskan tangan Ezra.

__ADS_1


"Jangan!jangan tinggalin Aku sendiri disini,Aku..huueek ..huueek !" Ezra kembali muntah lagi,semakin membuat Candra panik.


Candra segera mengendong Ezra ke kamar tamu yang ada di lantai bawah,membaringkan tubuh Ezra diatas ranjang.


__ADS_2