
Sa-tu Minggu berlalu,Abian sengaja membawa pulang Candra dan Ezra ke mansion.Semenjak ibu Ezra meninggal,harusnya Clara yang menjadi tanggung jawab atas diri Ezra,tapi Zico tidak ingin Clara menunda pengobatan kaki nya,oleh sebab itu Zico mengasuh Ezra sendiri.
Zico tidak mengetahui apa yang saat ini terjadi dengan Anak semata wayang nya,namun ia selalu berharap kalau Ezra baik-baik saja.
Seluruh station televisi telah menyiarkan berita penyerangan dari orang terdekat terhadap Candra CEO Master Property,saat ini berita mereka menjadi trending topik,karena seluruh Negara E kini mengenali sosok Candra.
Candra berada di kamar yang dulu di tempati Ezra,kini menjadi kamar milik Mereka berdua.
"Sayang,bagaimana kondisi Mu ?"Tanya Candra yang melihat wajah Ezra begitu lelah.
"Tentu sangat lelah,Aku tidak akan berkata manis bilang Aku baik-baik saja !" Ketus Ezra,mengerutkan bibirnya.
"Hehehe..!Kamu begitu lucu sayang,maaf sayang,Aku sudah membuat Mu dalam masalah beberapa hari ini,bahkan Aku membahayakan Kamu dan calon baby Kita!" Ucap Candra penuh penyesalan.
"Sayang,Kamu sehat saja sekarang sudah membuat Aku bahagia,sejak lahir keluarga Carlose itu sudah dalam masalah,jadi Aku sudah terbiasa !"Pungkas Ezra menyentuh wajah suaminya.
Kriing...
Kriing...
Telepon rumah yang terletak di nakas berdering,Ezra tidak tahu siapa yang menelpon malam-malam ke kamar nya.
"Hallo ?"Ucap Ezra saat telepon sudah di telinganya.
"Ezra,bagaimana keadaan Mu,hari ini papa melihat berita penyerangan terhadap Kamu dan Candra,apa semua baik-baik saja !" Tanya Zico,suaranya terdengar begitu panik.
"Pah,Aku baik-baik saja,dan sekarang Candra sudah berada di mansion!"Jawab Ezra melirik kearah Candra yang berbaring.
"Kamu jangan tinggalin mansion sebelum papa pulang,ingat tetap jaga kesehatan Mu,jangan biarkan sesuatu terjadi,kalau enggak Papa merasa gagal telah menjaga Mu!" Lirih Zico dengan pelan.
"Papa tenang saja,disini banyak orang yang menjaga dan merawat Kami,tidak akan ada hal-hal buruk yang terjadi !"
Candra memegang tangan istri,lalu mengecup nya pelan.
"Baik lah,papa matikan telepon nya,Kamu istirahat lah !"
"Baik Pah !"
__ADS_1
Ezra meletakan kembali telepon nya,setelah Zico memutuskan panggilan disana.Candra menatap kearah Ezra,menyentuh wajah istrinya.
Candra duduk diatas ranjang,Ezra membenarkan selimut yang menutupi kaki Candra.
"Kenapa Kamu terlihat begitu sedih?" Tanya Candra yang melihat sayu mata Ezra.
"Aku rindu ibu Ku!"Ucap Ezra lirih,tanpa terasa air matanya jatuh.
Candra dengan cepat menyeka air mata Ezra,ia tidak ingin melihat istrinya bersedih.
Candra memeluk Ezra,Wanita ini merebahkan kepala nya diatas dada bidang sang suami.
"Tidur lah,biasanya orang yang Kita rindui akan hadir dalam mimpi kita !" Ucap Candra mengusap lembut kepala istrinya,tanpa sadar Ezra tertidur di dalam pelukan Candra.
Candra segera membantunya untuk tidur dengan benar,lalu Candra menyelimuti tubuh bumil yang sudah terlelap.
Di ruangan tamu,Clara bersama dengan Abian sedang membahas masalah yang menimpa Ezra dan Candra.
"Untuk sementara biarkan mereka tinggal disini!" Ucap Clara menyimpan semua dokumen Beauty Groups di dalam file yang sudah di buat oleh Clara.
"Iya,biarkan sampai Candra benar-benar pulih,jika mereka tinggal di Hyde Park Aku takut itu bisa mempengaruhi kondisi kehamilan Ezra!" Sambung Abian,ia menyodorkan selembar berkas kepada Clara,meminta istri untuk memeriksanya.
"Nyonya,Tuan besar, Non Zara dan suaminya disini !" Ucap Bi Nana mengantar Zara ke ruangan tamu.
"Sayang ..duduk !" Seru Clara yang senang akhirnya anaknya berkunjung lagi ke mansion.
Zara segera memeluk mama nya dan juga papa nya,sementara Mattew ikut tersenyum dan duduk di sebelah Abian.
"Dimana Ezra ?" Tanya Zara kepada Clara.
"Ada dikamar nya,menemani Candra!"Jawab Clara yang masih fokus kepada laptopnya.
"Mama dan papa,sudah malam masih sibuk dengan kerjaan!" Cetus Zara yang melihat kedua orang tua nya sibuk dengan pekerjaan masing-masing.
"Apakah Altar ikut bersama dengan kalian?" Tanya Clara.
"Tidak,katanya Dia kembali ke pulau,Azlan sudah kembali ke Turki,dua hari yang lalu!" Sambung Zara,mengeluarkan buah-buahan,lalu menata dengan rapi di dalam keranjang buah,setelah ia cuci.
__ADS_1
"Ada yang ingin Aku sampaikan kepada kalian!"seru Zara duduk di depan Clara.
"Ada apa ?" Clara menatap kearah Anak perempuannya.
"Berson datang kepada Kami,ia ingin menuntut Candra atas kasus hilang nya Nicko,Berson beranggapan kalau Candra yang melakukan itu !Dia meminta Aku menjadi pengacara nya !" Jelas Zara,tentu saja perkataan Zara memancing Abian yang sedang sibuk.
"Sejak kapan Kamu menerima kasus seperti ini?"Tanya Abian kepada Zara dengan tatapan datar.
"Aku tidak menerima kasus yang bersifat bertolak belakang,tentu Aku akan menyelidiki dulu kasus nya baru Aku pertimbangkan!"Jawab Zara.
"Aku yang melakukan itu kepada Nicko,apa Kamu akan melawan Ku ?" Tanya Abian kepada Zara.
"Bagaimana bisa Aku melawan Papa,Aku tidak ingin terlibat dalam masalah ini !" Zara menoleh kearah Mattew yang duduk di sebelah Abian.
"Zara tidak ingin terlibat,tapi bukan berarti Kita akan diam saja,lebih baik serahkan Nicko kepada Berson !" Sambung Mattew.
"Nicko tidak akan kembali kepada Berson,ia akan menjalani hidup tanpa orang tua Mereka,karena kedua orang itu telah gagal merawat Anaknya!"Cetus Abian menyimpan laptopnya.
"Tinggal lah malam ini disini,besok baru kembali!"Ucap Abian meninggalkan ruang tamu.
Abian pergi ke kamar nya di lantai li-ma mansion.
"Zara,Mattew harus nya Kalian tau sikap Papa Kalian,ia tidak ingin Anak-anak nya terlibat dalam urusan yang ia tangani,lebih baik kalian berpikirlah baik-baik,jangan ikut campur dengan masalah Abian !"
Clara sengaja memperingati Anaknya agar tidak terjadi kesalahpahaman antara anak dan bapak.
"Aku mengerti Ma!Kami ke kamar dulu!" Ucap Zara mengajak Mattew pergi ke kamar.
"eemm..!semakin banyak anggota,maka semakin banyak juga masalah keluarga!"Gumam Clara pergi meninggalkan ruangan tamu.
Blam !
Mattew menutup pintu kamar,mengikuti langkah kaki istrinya.
"Ada apa ?Kamu nampak nya tidak senang ?" Tanya Mattew duduk di sebelah Zara di tepi ranjang.
"Bagaimana bisa senang,sejak dulu papa selalu tidak pernah mengerti perasaan Ku,menjadi pengacara juga tidak sembarangan memilih kasus,tapi apa yang bisa ku lakukan ?" Zara menatap ke arah Mattew.
__ADS_1
"Aku tidak membiarkan Kamu menjadi pengacara yang aktif,karena Aku tidak ingin kamu terlibat dalam kasus-kasus yang Kamu tangani,banyak sifat orang yang tidak bisa kita pahami,meskipun Kita baik, banyak orang yang tidak menyukai nya,menjadi pengacara tidak lah mudah!"
Mattew menarik kepala istrinya agar bersandar di pundak nya,menenangkan Zara adalah hal saat ini yang bisa suami nya lakukan.