Dendam Cucu Mafia

Dendam Cucu Mafia
18.Kenyataan yang pahit


__ADS_3

Candra segera menelpon Ezra begitu ia sampai di depan Apartemen.


"Hallo !Candra !" Panggil Ezra saat panggil nya sudah terhubung.


"Ezra ..!"Panggil Candra balik.


Booomm..!


Booommm..!


Suara ledakan dari Apartemen milik Candra,membuat Ezra kaget,gadis ini terdengar jelas suara itu.


"Candra..hallo..Candra !" Ezra berulang kali memanggil nama itu,namun tidak ada jawaban dari Candra.


Ezra bangkit dari duduk nya,ia berjalan kearah pintu utama rumah Beauty,menatap kearah Zico yang sedang duduk santai di depan kolam ikan,sambil memberikan makanan ikan.


"Candra ..!Candra..!" Panggil Ezra lagi namun tetap tidak ada jawaban dari Pria itu,Ezra segera menyimpan handpone nya di dalam saku,lalu datang menghampiri Zico.


"Pah..!"Panggil Ezra berdiri di depan Zico.Pria ini tidak menoleh,ia tahu apa yang akan di katakan putrinya.


"Aku ingin pergi,Aku ingin ke tempat Candra!"Ucap Ezra meminta izin.


"Papa temani ?" Tawar Zico,Ezra hanya menganggukkan kepala nya saja.


"Masuk kedalam dan ambil kunci mobil papa !" Titah Zico,Ezra segera beranjak dan masuk ke dalam.


Dddzzt...Dddzzt...Ponsel milik Zico bergetar,Berson menelpon Zico dengan panggilan Vidio call.


"Hallo !" Jawab Zico seketika berdiri agak tertutup.


"Tuan,misi selesai ! "Jawab Berson,Zico melihat kearah apartemen milik Candra yang terbakar habis,Zico menyimpulkan senyuman bahagianya,Ezra datang memberikan kunci mobil kepada Zico,Pria ini segera mengakhiri panggilannya .


"Berangkat sekarang !" Ajak Ezra yang sudah tidak sabaran.


Ezra pernah tinggal bersama dengan Candra,jadi ia tahu kondisi Candra selalu dalam bahaya,ia yakin ini pasti salah satu orang yang sebelum nya pernah menyerang Mereka di apartemen.


"Alamatnya ?" Tanya Zico kepada Ezra yang duduk di sebelahnya .


"Jalan saja Pah,entar Aku kasih tau!"Jawab Ezra lesu,Zico melirik kearah Ezra.


"Ada apa ?"Tanya Zico kepada Ezra yang terlihat tidak bersemangat .

__ADS_1


"Emmm,tidak ada!"Jawab nya singkat,semakin membuat Zico ingin bertanya lagi.


"Apa ini ada hubungan dengan Pria itu?" Zico masih berharap dapat jawaban yang memuaskan dari pertanyaan nya.


"iya!"Ezra tidak menatap kearah Zico,ia memalingkan wajahnya kesamping.


"Nanti bicarakan baik- baik dengan Pria itu!" Usul Zico,padahal Dia sendiri sudah tahu kondisi apartemen Candra,tapi masih terlihat tidak tahu apa- apa di depan Ezra.


***


Rambo membawakan beberapa perempuan hasil penangkapan nya harinya,semua nya rata- rata berusia 15 tahun.Masih sama peraturan dengan sebelumnya,Rambo akan menyuruh Mereka semua untuk mandi setelah itu,baru mengantar mereka kepada Mr.D.


Memilih sa-tu orang gadis yang terlihat cantik diantara yang lain,menurut Rambo gadis ini juga masih pera wan.


Tok..Tok..Tok..


"Masuk !" Jawab Mr.D dari dalam kamar.


Ceklek !


Rambo membuka pintu kamar Mr.D,terlihat pria ini yang sedang memakaikan baju mandinya,diatas ranjang masih atas seorang gadis yang baru siap ia pakai,masih dalam keadaan telan jang bulat.


"Tuan,apa mau kalian,biarkan Aku pergi !" Ucap Gadis yang baru saja di bawa oleh Rambo.


"R-ia Tuan !A-ku..Aku ingin pulang,biarkan Aku pergi Tuan !"Ria menutup ke dua tangannya kearah Mr.D. Pria tua ini segera memegang tangan Ria dan menjilat nya,membuat Ria semakin takut .


"Rambo,kirim Tania kepada pelanggan Kita,Aku sudah bosan,kue cucur nya sudah mulai long gar membuat Aku tidak bersemangat!" Menarik Ria ke dalam pelukannya .


Mr.D memasukan obat kedalam mulut Ria,memaksa gadis ini untuk menelannya.


Gluk !


Mr.D memberikan air mineral kepada Ria,gadis ini segera meminumnya,tak lama efek obat yang ia minum pun langsung bereaksi.


"Tinggalkan Kami !" Titah Mr.D,Rambo segera membawa Tania bersamanya.


Blam ! Pintu kamar Mr.D tertutup dengan rapat.


Mr.D menarik dress yang di kenakan Ria,sehingga memperlihatkan lekuk tubuhnya yang mulus.


"Kalau yang diatas ranjang ini adalah Ezra,pasti lebih nikmat lagi !" Gumam Mr.D naik ke atas ranjang,dalam keadaan telanj ang.

__ADS_1


"Aaahh !Panas !" Ria menarik - narik sprei dan juga mengacak - acak rambutnya,ia sudah tidak tahan dengan efek obat yang di berikan oleh Mr.D.


"Aku akan memuaskan Mu sayang !" Ucap Mr.D mengangkat satu kaki Ria,lalu menj ilat nya dari ujung kaki sampai pangkal paha.Setelah memulai dengan kaki kanan,ia akan melakukannya lagi dengan kaki kiri,membuat Tubuh Ria menggeliat.


"Aaahh...!" de sah Ria,Mr.D segera melabuhkan ciumannya di bi bir mungil milik Ria.


Bi bir nya masih menyatu di sana,namun kedua tangannya telah menarik penutup gunung kembar,disaat kain renda itu di tarik,kedua gunung itu bergo yang begitu indah,membuat singkong Mr .D berdiri begitu tegak,"Aaakkhh..!"De sah Mr.D,saat singkong milik nya sudah mengeras.


Mr.D menarik kain renda yang menutupi kue cucur milik Ria,Mr.D terperangah, melihatnya benar - benar menggoda.


"Baby..punya mu Indah,Aku akan langsung menerobosnya ya !" Ucap Mr.D mengarahkan batang singkong milik nya kearah kue cucur milik Ria.


"Akhh!!" Teriak Ria menarik Sprei,saat singkong itu terus saja menusuk- nusuk dibawah sana.Mr.D tidak mau berhenti sebelum ia puas,padahal terlihat sekali Ria tidak sanggup lagi menompang kedua pahanya.


***


Zico dan Ezra baru sampai di depan apartemen Candra,namun Ezra di kejutkan dengan terbakar nya gedung yang sederhana yang berukuran kecil tersebut.


Brak !


Ezra membanting pintu mobil,lalu berlari kearah pintu gerbang Apartemen Candra,Zico yang melihat sikap anak nya itu segera keluar dari dalam mobil dan menghampiri Ezra.


Zico mengenakan jas mantel panjang,dengan kaca mata hitam nya,memeluk anaknya yang histeris melihat keadaan apartemen Candra yang terbakar habis.


"Sayang!" Panggil Zico mengelus kepala Ezra menenangkan Anaknya .


"Pah,papa..!Aku harus melihat ke dalam,Aku yakin Candra masih ada di dalam Pah!" Ezra memberontak mencoba melepaskan pelukan Zico,nanti tenaga Zico lebih kuat dari Ezra.


"Pah Aku mohon,biarkan Aku melihat nya !" Ucap Ezra lagi,namun Zico tidak melepaskan pelukannya.


"Aaaaaaa....Candra ...!" Teriak Ezra di dalam pelukan Zico,Pria ini sakit melihat putri nya menangis begitu histeris,ia baru kali ini melihat Ezra menangis dengan begitu sesenggukan membuat Zico tidak tega.


"Kalau Kamu tau ini ulah Papa Mu,entah apa yang akan Kamu lakukan!" Batin Zico masih memeluk Ezra dengan kuat.


Bugh !


"Sayang !" Panggil Zico berusaha memegang tubuh Ezra.


Tubuh Ezra melemas,dan merosot kebawah,Ezra begitu lemah melihat pemandangan yang memilukan didepan matanya.


Zico membantu Ezra untuk bangkit,Zico harus segera membawa Ezra pergi dari tempat ini,ia tidak ingin Anaknya semakin terluka .

__ADS_1


**Jangan lupa dukung kita ya,like dan vote nya juga,di tunggu hadiah dari kalian semua,biar author semangat upadet🤭🙏Terimakasih sudah mampir** !


__ADS_2