
Zico segera mengangkat panggilan masuk dari Kasio.Tidak akan membiarkan Pria itu menunggu lama.
"Ada apa ?" Tanya Zico saat panggilan telah terhubung.
"Aku sudah membereskan pekerjaaan Ku,apa sudah bisa meninggalkan pulau ?" Tanya Kasio kepada Zico.
"Terimakasih,telah setia kepada keluarga Carlose,Aku sudah menyiapkan semua keperluan Paman,berangkatlah besok pagi,Aku yakin Anak dan istri Mu sudah menunggu Mu di negara S,salam untuk Mereka !" Ucap Zico kepada Kasio,pertama kali ia memanggil Kasio dengan sebutan Paman,benar-benar membuat Kasio tersentuh.
"Tuan,Kalau Anda butuh sesuatu hubungi Aku,Aku siap membantu Mu!" Ucap Kasio lagi
"Sudah cukup!Paman sudah bebas sekarang menikmati masa tua,Aku tidak akan menganggu Paman lagi!" Ucap Zico,memutuskan panggilannya,lalu segera menyimpan kembali handpone di dalam saku celana milik nya.
Membebaskan satu persatu pasukan pulau adalah keinginan Zico,Pria ini tidak ingin di masa tua Mereka masih tetap melayani dirinya,hanya Berson yang masih tetap tinggal disisi Zico,karena Young menjadi penasehat di pulau menggantikan posisi Zico.
Zico berjalan ke arah kamar dimana Ezra di sekap.
Ceklek !
Pintu kamar terbuka,terlihat Ezra yang duduk diatas ranjang,dengan raut wajah yang penuh kekesalan menahan amarahnya.
"Pah!"Panggil Ezra saat Zico melangkah masuk.
"Aku ini anak Mu atau bukan ?" Sambung Ezra lagi.
Zico berjalan kearah Ezra,menyempitkan matanya menatap dalam ke arah Ezra.
"Jangan sia-sia pengorbanan Mama Mu hanya keegoisan Mu!"Ucap Zico duduk di tepi ranjang .
"Kalau Aku egois,terus Papa sendiri apa?" Tanya Ezra menatap tajam ke arah Zico,Pria ini dapat menatap netra Ezra yang begitu mirip dengan Anushka,Zico tidak mampu menatap nya begitu lama,membuat dada Zico sesak,dan bahkan Pria ini bisa merasakan kerinduan yang begitu mendalam.
Zico bangkit dari duduk nya,lalu pergi meninggalkan Ezra,sebelum Zico menutup pintu,Ezra memanggilnya lagi.
"Pah!"Ezra menatap kearah Zico yang berdiri di ambang pintu. "Aku hanya ingin Pria itu!" Sambung Ezra.
"Suruh Dia datang menemui Ku dalam beberapa hari ini,jika Dia tidak datang maka Kamu harus berhenti mengingat Pria itu!"Tantang Zico,kepada Ezra.
"Dia akan datang!"Ezra berdiri di samping ranjang menatap ke arah Zico,"karena Dia pria yang bertanggung jawab !" Sambung Ezra lagi.
"Kita lihat saja !setelah Dia menemui Ku,baru putuskan Dia layak atau tidak untuk jadi menantu Ku!" Ucap Zico lalu pergi meninggalkan Ezra,tanpa mengunci pintu kamar.
Ezra duduk di tepi ranjang,mengambil handpone yang ada di saku celana nya,lalu menelpon Candra,namun tidak Candra tidak mengangkatnya,bahkan Candra tidak mengirim satu pesan pun saat Ezra sudah tiba dirumah.
__ADS_1
Ezra begitu panik,berulang kali mengirim pesan kepada Candra tapi tidak ada balasan.Handpone nya aktif hanya saja tidak ada yang mengangkat,dan juga melihat pesan yang ia kirim.
"Dasar Pria sialan !" Gumam Ezra melemparkan handphonenya ke atas ranjang,lalu membaringkan tubuh nya,menatap langit-langit kamar yang dulu biasa di tempati oleh Mama nya .
***
Candra dan beberapa bawahan nya datang ke sebuah bar, untuk menemui Pria yang ia mengetahui telah mengkhianati dirinya,Pria itu adalah mantan bawahan Ayah angkat nya.
Marco memperlihatkan beberapa lembar foto kepada pengunjung bar,kali ini Candra ingin menangkap nya langsung sebelum Ayah angkat menangkap Pria itu duluan.
"Apa kalian pernah melihat pria ini,namanya Andra,Dia juga termasuk pengedaran obat- obat terlarang di dalam bar ini!" Ucap Marco kepada salah satu pengunjung bar,namun mereka menggelengkan kepala nya.
Candra melihat handpone nya yang dari tadi bergetar.Ia melihat kalau Ezra yang menelpon nya barusan,bahkan mengirimkan beberapa pesan kepada Nya.Namun,Candra mengabaikan nya saat ini ada yang lebih penting dari panggilan Ezra.
Sementara di markas jaringan hitam tempat dimana para pengawal Candra berlatih ilmu bela diri,sekelompok orang yang sedang di cari oleh Candra di bar malah datang ke markas Mereka dengan membawa beberapa pasukan mereka untuk menyerang markas milik Candra.
Brak !
Andra menendang pintu markas,sehingga para pengawal berbalik melihat kearah Andra yang datang bersama dengan pasukannya.Semua orang disana mengenal nya,apalagi Angga saat ini juga sedang ada di markas langsung datang menemui Andra.
"Lama tidak bertemu rekan !" Sapa Andra datang mendekat,tapi ada salah satu pengawal yang datang menghadang Andra untuk mendekat kearah Angga.
jleb !
Setelah sekian lama tidak bertemu,dan Andra menghilang dari markas jaringan hitam,tapi ia kembali dengan persiapan yang matang,bahkan tenaga nya sudah semakin kuat dan hebat.
"Kenapa Kau datang ?"Tanya Angga kepada Andra
"Aku datang untuk balas dendam!"Jawab Andra,menunjukan wajah Angga dengan pisau yang ada di tangan nya.
"Serang. ...!"Teriak Andra dengan keras,semua orang segera bertindak untuk menyerang pengawal markas.
"Aaaa...!Dugh !Brak ..!"
Jleb ..! Jleb..!
"Aaaa..!"
Dugh ! Dugh ! Dugh !
Bugh !
__ADS_1
Brak !
"Hiiiiiiyaaaaakkkkk...!Jleeebb..!Kreeekk !"
Pertempuran itu terus berlanjut,semua pasukan sudah terjatuh di lantai,tidak sedikit dari pengawal markas yang mati.
"Berhenti !" Teriak Andra,saat Pria ini sudah berhasil melumpuhkan Angga.
"Katakan ! dimana Aku bisa menemukan Candra !"Tanya Andra mendekat kearah Angga,dengan sebuah belati berwarna putih dan panjang.
"Aku tidak tau !" Jawabnya tegas
Dugh ! "Aahh!"
"Katakan !atau Aku akan membunuh Mu!" Ucap Andra lagi,meletakan belati di leher Angga.
"Aku tidak tau !" Ucap Angga lagi.
"Sama !Ha Ha Ha Aku juga tidak tau !" Sambung Andra .
Krak ! "Aaahhh..!"
Dugh !
Jleebb...! "Aaahhhh....!"
Andra mematahkan tangan Angga,dan menusuk pria tersebut,setelah itu meninggalkan Angga di markas,Andra pergi membawa pasukan nya untuk mencari keberadaan Candra.
Setelah satu jam kepergian Andra,Candra pun datang ke markas nya setelah mendapat kabar bahwa seseorang telah menyerang markas Dia.
"Angga..!" Panggil Candra memangku tubuh Pria ini,dalam keadaan yang berkurang kesadarannya,Angga melihat ke arah Candra.
"Dia telah kembali !"Ucap Angga
"Siapa !" Candra belum mengetahui nya.
"Dia !Andra telah kembali dengan pasukannya,dan Aku rasa Dia datang untuk membalaskan dendam nya !" Ucap Angga sebelum ia pingsan.
"Marco bawa Angga ke balai pengobatan markas,Aku akan menyelidiki kasus ini!" Titah Candra kepada Marco yang berdiri di sebelah Candra.
"Semua pengawal yang terluka,juga ikut bawa ke balai pengobatan markas !" Sambung Candra lagi berdiri di depan Marco.
__ADS_1
"Baik Bos !"
Candra segera mengambil handpone disaku nya,lalu menghubungi Ayah angkat nya,karena dendam ini berawal dari Pria tua itu sehingga melibatkan dirinya dalam masalah ini.