
Candra bersama dengan Marco telah menyuruh Santiago untuk menyiapkan jebakan,hari ini Candra berencana untuk bertemu dengan Abian.
Rencana yang di mainkan oleh Candra,Ezra tidak tahu,bahkan ia menyembunyikan nya dari sang istri.
"Bos,ini semua yang Anda minta,Aku sudah mengirim nya ke pada Santiago,harusnya ia sudah berada di gedung yang Kita info kan !"Seru Marco berjalan berdampingan dengan Candra yang berjalan kearah pintu utama.
"Aku akan pergi,awasi Ezra jangan sampai keluar kamar,harus nya ia tidak tahu apapun !" Jawab Candra membuka pintu mobilnya.
"Bos,apa tidak perlu Aku bantu ?"Marco berdiri di samping pintu mobil.
"Kamu disini saja awasi Ezra jangan sampai keluar dari Hyde Park!"
Candra segera melajukan mobil nya kearah gerbang,meninggalkan Hyde Park dan Ezra di tempat ini.
DI TEMPAT LAIN !
Abian bersama dengan Clara baru saja keluar dari mansion.
"Apa Zico tau ?"Tanya Clara saat mobil sudah keluar dari mansion.
"Tidak,tidak ada yang tahu,selain Kamu!" Jawab Abian singkat,fokus menyetir mobilnya.
Clara memainkan handpone nya,lalu memilih mengirim pesan kepada Altar,ia meminta bantuan kepada cucunya.Meskipun ia yakin suaminya bisa mengatasi semua nya,namun ia ragu di usia Abian yang sekarang,jadi ia memilih untuk meminta bantuan kepada Altar,dan menyembunyikan nya dari Abian.
"Jam berapa ?" Tanya Abian kepada Clara yang telah memasuki jalan terlarang hutan Eros,Clara melihat kebelakang,Abian telah memasuki jalan hutan yang begitu lebat,dan juga jalan nya yang sedikit licin karena sedang gerimis.
"Jam 10:00 Am,kenapa kesini ?kenapa Dia meminta Kita untuk datang kemari ?" Tanya Clara yang melihat jalan hanya di dikelilingi pohon - pohon besar.
"Di depan ada markas nya,memang ini sedikit jauh dari kota,karena markas ini untuk produksi obat-obat terlarang yang di pasarkan oleh Candra!" Jawab Abian,dengan raut wajah yang memerah,menahan emosi.
"Dia pengedar ?"Clara melirik kearah suami nya,Abian hanya menganggukkan kepalanya saja.
"Kenapa bisa Dia menikah dengan Ezra ?" Tanya Clara lagi,yang belum mengetahui latar kehidupan Candra.
"Jangan bahas itu!itu adalah kesalahan Zico !" Jawab nya datar,membuat Clara pun diam.
Ckiittt!
Abian mengerem mobilnya tepat di depan markas Candra,markas terlihat sepi tidak berpenghuni,bahkan seperti gedung yang tidak di operasi lagi.
"Kamu tunggu disini!Aku akan masuk !"Ucap Abian menyuruh sang istri menunggu di mobil.
__ADS_1
"Aku ikut!"Clara memegang tangan Suami nya.
"Tidak,Kamu disini,jika terjadi sesuatu Kamu harus bisa pergi secepatnya !"Abian langsung turun dari mobil,dan meninggalkan Clara di dalam mobil.
Brak !
Abian menendang pintu markas,terlihat di dalam hanya ada Santiago dan juga dua orang pengawal menemani nya.
"Dimana Candra atau Mr.C ?" Tanya Abian membuat Santiago kaget .
"Santai,tidak perlu terkejut,Aku datang kemari untuk memenuhi permintaan Bos kalian !" Sambung Abian lagi,berdiri di depan Santiago.
"Periksa Dia !" Titah Santiago kepada pengawal nya,Abian menyempitkan matanya,saat pengawal itu menyentuh tubuh nya.
"Aman !" Tanya Santiago kepada pengawalnya .
"Aman Bos!"
Santiago mengedipkan matanya,lalu kedua pengawal itu memborgol tangan Abian.
Bugh !
Abian terduduk di lantai dengan tangan yang terborgol.
"Memang Tuan Abian mafia Elang sangat lagendaris,sampai saat ini tatapan Anda masih sama tajam nya dengan bebepa tahun yang lalu saat Anda masih muda!" Seru Santiago yang bangkit dari duduk nya berjalan kearah Abian.
Tap..Tap...Tap...
Candra baru datang,ia segera masuk kedalam markas,Clara sudah turun dari mobil saat mengetahui candra datang,dan ia sempat memeriksa mobil milik Abian.
"Bantu Dia untuk berdiri !"Titah Candra yang berjalan kearah Abian.
"Aku sudah datang apa yang ingin Kamu mau dari Ku!" Tanya Abian menatap Candra dengan tajam.
"Yang Aku mau adalah membunuh Mu!" Jawab nya lantang melirik kearah Abian.
Krakk !
Candra mendengar suara ranting di luar gedung,Clara sedang bersembunyi di balik jendela,mengintip Abian didalam.
"Kau datang dengan siapa ?"Tanya Candra saat mendekat kearah Abian.
__ADS_1
"Kau bisa membunuh Ku,tapi jauhi keluar Ku,lebih-lebih cucu Ku!" Ucap Abian memelankan suaranya.
"Apa yang mereka bicarakan kenapa Aku tidak bisa mendengarnya!"Ucap Clara yang masih berusaha mengintip dari balik jendela.
"Kalian sebelah sana,Aku akan menembak dari sini !" Ucap Pria berbadan besar yang baru saja datang ke markas Candra,mereka adalah 3 pengawal hebat milik Mr.D.
*Dor !
Dor* !
"Aaakkkhh !" Abian tertembak,ia di tempat oleh ti-ga orang yang baru saja datang ke tempat itu.
"Tuan Tetua !" Panggil Candra panik,menangkap tubuh Abian,"Santiago kejar mereka !"Titah Candra,kedua pengawal dan Santiago kelar dari Markas.
Dor !
Dor !
Clara melepaskan peluru nya kearah Orang yang menembak Abian,mereka menyadari ada orang lain di luar gedung dan langsung mengejarnya,mobil dan jarak Clara sangat jauh,ia memilih untuk lari ke dalam hutan.
Krak !
Krak !
Tap ..tap..tap..
Clara berlari menghindari kejaran pria berbadan besar tersebut,ia melompat kearah ranting dan juga lumpur,di dalam hutan meskipun sedang gerimis,namun Clara dapat berlindung di bawah pohon.
"Kejar Wanita itu sampai dapat!jangan biarkan Dia hidup !" Ucap Pria yang tadi menembak Abian.
Di dalam markas,Candra mencari kunci borgol untuk membuka borgol yang ada di tangan Abian namun,ia baru ingat kunci borgol di bawa oleh Santiago yang sudah mengejar Pria ti-ga orang tadi.
"Tuan Tetua,bangun !Anda kuat tidak mungkin Anda mati !" Teriak Candra yang mencengkeram kerah kemeja Abian .
"Selamatkan istri Ku,Aku akan berterimakasih padaMu,Aku rasa Dia sudah lari ke dalam hutan!"Ucap Abian kepada Candra.
"Kau akan baik-baik saja,Aku akan membawa Mu keluar dari sini!bertahan lah!" Ucap Candra meletakan Abian di lantai,lalu ia bangkit untuk mengambil senjata milik nya yang di letakan di atas meja.
Braaakk !
Seseorang menendang pintu markas,Candra kaget melihat pemandangan di depan matanya,ia tidak menyangka kalau mereka akan datang ke tempat ini disaat situasi nya sedang begini.
__ADS_1
Abian tergeletak di lantai,dengan tangan yang di borgol,tubuh nya di dapati dua peluru yang menusuk bagian punggung nya,Candra juga memegang senjata,karena memang senjata milik nya ingin ia simpan,karena Candra berniat untuk membawa Abian ke rumah sakit,tapi ia malah di pergoki dengan keadaan yang terbalik oleh orang lain yang baru saja datang ke tempat ini.