
Marco menatap Ezra penuh kekesalan,apalagi melihat sikap nya yang tidak takut kepada Marco.
Boooommm...!
Suara ledakan terjadi di luar Markas,Ezra tersenyum lalu bangkit berdiri,ia merasakan perut nya yang sakit,tapi ia tetap bertahan.
"Apa yang terjadi,suara apa itu!"Tanya Marco kepada bawahan .
"Periksa semua tempat dan ruangan,jangan biarkan sesuatu terjadi di sini!" Sambung Marco lagi yang mulai panik.
"Bagaimana Dia bisa tau tempat ini,apa yang Ku lewatkan !"Gumam Marco pergi dari hadapan Ezra.
Lalu Marco mengingat kembali kejadian sebelum nya,ia merekam wajah Ezra beberapa menit yang lalu,setelah itu Dia mengirim kepada Candra.
"Kode Morse ?" Gumam Marco berbalik melihat kearah Ezra.Marco berjalan kearah Ezra.
Plak !
"Aku meremehkan Mu,ternyata Kau telah belajar sandi Morse selama tinggal dengan Candra !"
Ucap Marco menampar Ezra.
"Seribu kali pun Kau tampar Aku,Kau tidak akan bisa melakukan apapun"Jawab Ezra menantang Marco.
"Dia sudah bangkit sejak lama,Dia akan membalas kan dendam nya atas pengkhianatan Kalian !hari ini Dia akan membereskan semua tempat ini!" Ucap Ezra melihat Kearah Marco,dengan matanya yang memerah.
Dor...Dor...Dor...Dor...Dor...!
"Heeeh..!" Ezra melihat kearah Candra yang sudah datang.
"Kau ingin membunuh Ku,maka hari ini Aku akan mengabulkannya,Kau bisa membunuh Ku!" Ucap Candra berjalan kearah Marco.
"Selama lebih dari 10 tahun bersama,persahabatan terjalin,dan hari ini terjadi permusuhan,hanya karena Kau terlalu menginginkan kekuasaan !" Sambung Candra lagi,mengarah kan pist*l kearah Marco,begitu juga Marco mengarah kan senjatanya kearah Candra.
Ting..!
Ting..!
Mereka berdua melemparkan senjata nya,ke lantai.
"Seorang kawan mengkhianati kawan nya,maka dendam akan bersarang dalam dirinya,Kamu akan lihat hari ini bagaimana singa bangkit untuk melawan Mu!"
Marco dan Candra saling menyerang satu sama lain.
Dugh ..Dugh...Dugh...Dugh...Dugh...Dugh...
Bugh..! "Aaaggrrh..!" Marco terjatuh kelantai,Candra melepaskan baju nya,memperlihatkan seluruh tubuh nya yang terluka.
Marco bangkit dan mengeluarkan sebuah pisau.
"Hiiyyaaaakkk...!"
Syyyuutt....huusss...Syuuut...hussss..
Dugh..Dugh...Dugh..!
Jleb ...! "Aaakkkhh..!"
*Dugh..!
Bugh*..!
__ADS_1
Marco berhasil menusuk Candra tepat di dada nya.Candra langsung menendang Marco di perut nya sehingga Pria ini terjatuh lagi.
"Aaahhhh..!" Candra menarik pisau yang menancap di dada nya lalu membuang pisau tersebut ke lantai.
Klataang ....!
Marco segera mengambil pist*l yang ada di dekat nya,lalu mengarahkan kearah Candra tanpa Candra mengetahui nya.
*Dor...! Dor...! Dor...!
"Uukkhhh...!"
Bugh* ..!
Ke tiga peluru yang melayang itu menebus masuk kedalam bagian perut dan dada Candra,Ia terkapar di lantai dan tak bergerak.
"Candra ...!" Panggil Ezra dengan keras namun tidak ada jawaban.
"Ha...Ha ..Ha..!" Gelak tawa Marco memenuhi ruangan tersebut.
"Aakkhh!uukkhh...!"Candra mulai bergerak,Ezra tersenyum melihat kearah Marco.Pria ini berbalik melihat kearah Candra yang berusaha bangkit.
"Haaah..!Candra !" Panggil Ezra lagi saat melihat Suaminya yang berusaha bangun.
"Ugh..."Tap !
Candra berdiri di depan Marco,Pria ini mengeluarkan semua kemarahannya.
*Dugh...Dugh...Dugh...Dugh...Bugh
"Ugh..!" Bugh !
Dugh ..!
Candra mematahkan satu kaki nya,lalu mematahkan lagi tangan Marco.
*Krak ..! "Aahhh..!"
krak* ! "Ugh !"
Dugh !
Melihat Marco yang tak bernyawa lagi,Candra segera membuang nya ke lantai.
Bugh !
"Sayang ...!" Bugh !
Ezra memeluk Candra,Pria ini beberapa kali mengecup dahi sang istri,Ezra memeluk nya dengan erat.
Dor...Dor...Dor...!
"Aaaaagggrrrhhh...!"
Santiago dan beberapa bawahan nya datang ke markas,dan menembak Candra,Ezra yang melihat Candra tanpa membuka mata membuat gadis ini murka.
"Kau pengkhianat ..!Baj*ngan ....!" Teriak Ezra memangku tubuh Candra yang tak bergerak.
"Sayang ..!sayang ...bangun !" Panggil Ezra memegang wajah suaminya.
"Ha..Ha...Ha..!percuma di panggil Dia tidak akan bangun ..!"Ucap Santiago mendekat kearah Ezra.
__ADS_1
"Bawa perempuan itu ..!" Titah Santiago kepada bawahan nya.
Beberapa orang mendekat kearah Ezra,Wanita ini berusaha untuk menghindar,ia memegang tangan Candra dengan kuat.
****
DI PULAU ELANG ..!
Plak ..! Plak ..! Plak ...!
Suara tamparan yang melayang ke pipi Young,tidak membuat Wanita ini jera.
"Aku tau,Kau sudah memilih untuk mati saat Kau pergi mengkhianati keluarga Carlose,tapi Kau tau pilihan Kau membunuh cucu Ku,adalah pilihan yang salah!"Ucap Abian berdiri di depan Young yang terikat.
Wanita itu tidak mengeluarkan sepatah katapun,Abian telah begitu emosi melihat sikap Young hari ini,dari dulu ia tidak pernah percaya kepada Wanita ini,namun Clara terlalu berbaik hati kepada nya.
"Tuan Tetua ini air panas yang Anda minta!" Ucap Altar si pria bar-bar yang paling suka menyiksa Orang,disini hanya tertinggal Abian dan Altar,sementara Azlan pergi bersama dengan Mattew mencari keberadaan Ezra dan Candra.
"Siap ke tubuh Nya!" Titah Abian,dengan tatapan mematikan.
"Haah!" Young hanya kaget,tapi tidak berani berbicara,sebelum nya ia belum pernah melihat Abian menyiksa tahanan nya menggunakan cara ini.
"Aku tidak menyangka,Kau bawahan Ku,yang ternyata menerima hukuman paling berat di pulau!" Seru Abian lagi.
Syuuurrr
"Aaahhhhhh.....!"
Teriakan Young bergema di dalam ruangan saat air panas itu mengenai kulit nya,sebagian tubuhnya melepuh,kulit wajah yang meleleh .
Syuuuurrrr
"Aaagggrrhhh!"
Siraman kedua membuat seluruh kulit nya kini melepuh merata,Abian dapat melihat kesakitan yang dirasakan oleh Young begitu pedih,namun belum bisa membuat dirinya puas.
Young masih hidup,Abian sengaja tidak langsung membunuh nya,ia lebih senang melihat Young dalam keadaan hidup,rasa sakit yang di rasakan oleh Young tidak ada tanding nya.
Baju yang di kenakan Young kini melekat dengan kulit nya yang melepuh,ia meringis kesakitan,bahkan ia menahan rasa sakit yang luar biasa.
"Katakan ke mana Marco membawa Ezra !" Tanya Abian lagi,tapi Young memilih untuk diam.
"Kau sangat ingin melindungi Mereka,maka biarkan anj*ng-anj*ng ini memuaskan Mu!" Ucap Abian melirik kearah Altar dengan beberapa anj*ng bersama dengan nya.
"Lepas kan Mereka,biarkan Mereka menikmati makan malam nya!" Ucap Abian lagi,melirik kearah Young yang gemetar.
Guk...Guk...Guk...!
"Aaagggggrrhh!Tidaaakkk..!"
Altar dan Abian pergi meninggalkan ruangan tersebut,meninggalkan Young di dalam sebagian makanan untuk Anj*Ng pelacak nya.
"Hubungi Kakak Mu,tanyakan Mereka telah menemukan Ezra dan Candra belum ?" Seru Abian membersihkan tangannya di depan keran air.
"Baik,tunggu sebentar!"Altar pergi meninggalkan ruangan keran air,untuk menghubungi Azlan.
Beberapa menit kemudian,ia kembali melihat Abian yang sedang menyiapkan senjata milik nya.
"Mereka sedang pergi ke Markas ujung,terletak di selatan,semua pasukan elang telah mengikuti arah mobil Kakak dan Papa!" Jelas Altar ikut memilih senjata yang akan di bawa nya.
"Markas ujung,markas besar milik Candra,Aku tau tempat itu yang paling berbahaya dari markas lain yang di miliki Candra!siapkan helikopter,Kita akan mencari dari jalur udara,bawa Ezra kembali,sebelum Pria itu membunuh nya !" Titah Abian dengan raut wajah yang 20 tahun lalu,hari ini kembali aura pembunuh nya bangkit semakin kuat,membuat Altar seketika terkejut melihat Abian pertama kali memperlihatkan wajah sesungguhnya.
__ADS_1
Altar mengikuti Abian dari belakang,Mereka berdua juga membawa beberapa pasukan Elang untuk pergi keluar dari pulau.