Dendam Cucu Mafia

Dendam Cucu Mafia
61.Kalah Telak


__ADS_3

Clara telah berlari begitu jauh,sehingga membuat nya kelelahan,lebih-lebih Kaki nya mulai terasa sakit,ia tidak bisa memaksa nya untuk berlari begitu jauh lagi,bisa-bisa kaki nya kembali tidak berfungsi.


Clara terpaksa bersembunyi di bawah hutan yang besar.Untuk menghindari kejaran ti-ga orang pasukan pria berbadan besar.


Santiago dengan kedua pengawalnya juga berlari mengejar ti-ga orang pria itu.


"Cari Mereka sampai dapat !" Ucap Santiago,sedang memasang panah bius nya.


*Dor !


Dor* !


Dua peluru meleset mengenai pohon besar,Santiago langsung bersembunyi.


Syuutt...! "Uukkh!" Bugh !


Dor !


Dor !


Satu dari ti-ga orang tersebut telah di lumpuhkan oleh Santiago,tersisa dua orang lagi yang sedang mengejar Clara.


"Kamu halangi bawahan Candra datang kesini,Aku akan mengejar Wanita itu !"


"Oke !"


Mereka berdua berpencar,yang sa-tu menghalangi Santiago,yang sa-tu lagi mengejar Clara,tidak ada yang tahu identitas kedua orang tersebut,tapi mereka bertiga,dengan rekan nya yang telah tewas adalah pasukan Mr.D yang sangat di percayakan oleh nya.


Pria tersebut terus mencari keberadaan Clara,namun tidak melihat ada nya sosok bayangan yang lari di sekitaran sini.


Pria itu berhenti tepat di dekat lumpur,ia melihat ada jejak kaki seseorang yang baru saja melintas dari tempat itu.Pria itu segera mengikuti jejak kaki yang tinggalkan oleh Clara.


*Dor !


Dor* !


Terdengar suara tembakan,Pria itu berbalik,jika bukan rekannya yang gugur,sudah pasti Santiago,pria itu terus mengikuti jejak kaki tersebut,sampai ia berhenti didekat pohon besar,jejak itu terputus.


"Keluar !" Teriak Pria itu,namun Clara masih bersembunyi,"Jika Kamu tidak keluar,jangan sampai Aku menemukan mu,jika tidak Aku akan menghabisi Kamu,Ha...Ha...Ha..!"Sambung pria itu lagi tertawa,dan menatap keatas langit yang sudah mulai cerah,gerimis sudah berhenti.


*Dor !


Dor* !


Clara melepaskan tembakan membuat pria itu mengetahui keberadaan nya,namun peluru yang terlepas dari sarung nya meleset mengenai baju pria itu.


"Kemari !" Ucap Pria itu menggerakkan tangan nya saat mengetahui kalau Clara berdiri tepat di belakangnya.


"Berhenti disana,jika tidak Aku akan menembak Mu!"Clara mengarahkan senjata nya kearah pria itu.


"Tembak lah,Kita akan tau,siapa yang sanggup menahan tembakan !"Ucap Pria itu tanpa takut.


Krak !


Clara menarik pelatuknya,mau menembak pria di depannya.


Tet..!

__ADS_1


Senjata Clara kehabisan peluru,Pria di depannya tersenyum melihat ke kekesalan Clara.


'Sial'Clara menatap tajam kearah Pria itu,Clara membuang senjatanya ke tanah.


"Ha..ha..ha..!Tidak salah Bos Mafia tertua di Negara E masih hidup sampai saat ini,ternyata pendamping nya sangat kuat,bahkan begitu cantik bisa membuat nya selalu semangat untuk hidup !" Goda Pria itu mendekat kearah Clara.


"Jangan mendekat !"Teriak Clara mengambil ancang-ancang untuk melawan Pria itu,jika langsung di serang sewaktu-waktu.


"Tenang!Aku tidak akan bersikap kasar,bahkan Aku bisa bersikap lembut,lebih dari Suami Mu!"Ucap Pria itu semakin dekat.


Dor ! "Aaakhh !"


Bugh !


Dor ! Dor !


Santiago menembaki Pria yang di depan Clara,tepat di kepala nya.Pria itu langsung mati di tempat dengan mata terbuka.


"Tangkap Dia !" Titah Santiago kepada pengawalnya.


Tap..Tap..Tap...!


Dor !


Melihat Clara yang kabur,Santiago segera melepaskan tembakan ke atas.


"Berhenti,kalau Kamu tidak bisa nurut,Aku bisa membuat Mu menurut !" Ucap Santiago berjalan kearah Clara.


'Aku harus bisa mengalah sementara waktu'Clara berbalik menoleh kearah Santiago.


"Bawa Dia bersama Kita!" Titah Santiago berjalan kearah jalan keluar dari hutan.Clara melihat kenang Santiago yang tertembak,sehingga darah menetes,begitu juga dengan pengawal mereka yang terluka,tapi masih berusaha untuk menyelamatkan Clara sesuai perintah dari Candra.


Candra memegang tangan istri nya,lengan nya yang terluka telah di ikat dengan ujung baju Ezra untuk menahan pendarahan yang terus saja mengalir dari kulit nya yang robek.


Brak !


Mereka menendang pintu gedung,pasukan yang tersisa masuk kedalam gedung,mengepung mereka berdua,membuat Candra dan Ezra susah untuk keluar.


"Mas!" Bisik Ezra yang sedikit panik,dengan keadaan tangan Candra yang terluka,namun Candra takut lagi dengan kondisi Ezra yang tengah hamil.


"Kamu tetap disini,Aku akan melawan Mereka sendiri,jaga diri !" Cup ! Candra mengecup tangan istri nya,lalu pergi menyerang beberapa orang yang tersisa.


"Hiiyaaakk ..."


Dugh !


Bugh !


Candra melayangkan kaki jenjang nya kearah wajah kedua pria tersebut dalam sekali kayang kedua nya terjatuh.


Dugh ! Dugh !


"Uuukhh !" Bugh !


Melihat Candra yang sulit di hadapi sa-tu lawan sa-tu mereka memilih untuk menyerang bersamaan.


"Aaaaaaa...hiiiiyakkk "

__ADS_1


*Syuutt ! Syuut !


Sriiiittt* !


"Aagggrhh!" Candra memegang perut nya yang terluka.


Perut Candra terkena goresan pisau oleh Mereka,membuat Ezra panik,dan ingin menolong Candra.


Dugh ! Bugh !


Ezra berhasil menjatuhkan satu lawannya,ia segera membantu Candra untuk bangkit.


"Mereka buka lawan Mu,mereka terlalu kuat !" Bisik Candra,yang tubuh nya di papah oleh Ezra.


Salah sa-tu pasukan berbadan besar mengambil kursi dan melemparnya ke arah mereka berdua,dengan cepat Ezra mendorong tubuh Candra,dan ia segera menghindarinya.


Prak !


Kursi terjatuh tepat di tengah-tengah tempat mereka berdiri barusan.


*Dor !


Dor* !


Melihat mereka yang lengah Ezra segera menembak pasukan itu,namun tembakan Ezra meleset,membuat Pria berbadan besar marah,dan melepaskan peluru kearah Ezra.


Dor !


"Sayang awas !"Teriak Candra berlari,menghadang peluru yang akan mengenai Ezra.


*Dor !


Dor !


Dor* !


Kali ini peluru nya tepat sasaran,tepat di bagian dada mereka,yang satu nya belum mati,ingin menyerang Ezra lagi.


*Krak !


Dor* !


Marco yang baru saja datang melepaskan peluru nya kearah pasukan tersebut.Dan langsung membuat mereka mati di tempat.


"Marco bantu Aku !" Ucap Ezra yang memangku Candra.


Marco segera membantu memapah tubuh Candra, membawa Pria itu masuk kedalam mobil.


"Sayang,Kamu harus kuat!"Ucap Ezra memegang wajah Candra.


Santiago juga baru datang bersama dengan Clara.


"Oma !" Panggil Ezra yang melihat Clara dalam keadaan tangan di pegang oleh pengawal Santiago.


"Lepaskan Oma Ku !"Teriak Ezra,menatap kesal kearah Santiago,mereka tidak pernah akur dan dekat sebelum nya,selalu membuat Ezra dan Santiago salah paham kalau mereka bertemu.


"Kenapa Kamu datang kemari ?" Tanya Clara saat duduk di sebelah Marco yang sedang menyetir.

__ADS_1


"Kalau Aku tidak datang,Aku tidak akan tau ada hal sebesar ini yang di tutupi dari Ku oleh Suami dan keluarga Ku sendiri !" Jawab Ezra dengan nada kecewa.


Ezra melirik kearah Clara yang dari tadi memijit kaki nya,Ezra tahu kalau Oma nya baru saja sembuh.Ezra hanya sekali menatap kearah Clara lalu memalingkan wajahnya.


__ADS_2